Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Markas Besar 2


__ADS_3

“ deal tapi satu lagi, aku ingin kita bertarung menggunakan pedang..” aiden mencoba menantang wanita yang sombong satu ini.


“ selesaikan saja dulu tugas mu lalu kau menantang ku.”


“ tuan aiden dia juga sudah siap..” kata orang yang membawah laki laki bayah itu masuk kedalam taman.


Aiden tak menjawabnya sama sekali ia diam dan memandang wanita yang tengah berdiri dengan angkuhnya. Senyum tipis di bibirnya ketika ia melangkah kaki menujuh kearah orang yang ingin ia ajak main.


“ ayo maju lawan aku..” aiden yang bicara dengan tenang.


“ aku bukan lawan mu.”


“ tapi aku ingin kau menjadi lawan ku.”


“ aku sungguh tak bertenaga.”


“ jangan banyak omong tua bangka, jika kau menang melawan ku maka aku akan melepaskan mu..” aiden yang mengunakan trik nya untuk berbohong agar laki laki tua itu mencoba melawan nya.


“ benarkah, apa kau bisa di percaya.”


“ tentu maka lawan aku..” trik itu berhasil hingga membuat aiden tersenyum.


Dengan memasang kuda kuda laki laki itu mencoba menyerang nya mengunakan tanggan nya dan aiden tentu saja dapat menghindari nya.


Bugh ! Udara yang kenak jotosan laki laki tua itu seakan tak berpengaruh.


Bugh!! Dan lagi lagi aiden dapat menghindari nya.


Bugh,bugh !! dua pukulan tepat kenak sasaran wajah laki laki tua itu ketika aiden melayangkan tinju nya, tetapi laki laki tua itu tak terjatuh, ia masih berdiri meskipun ada darah yang keluar dari hidungnya.


Bugh! Pukulan tepat mengenai perut buncitnya hingga ia menahan sakit di uluh hati nya, tapi ia tetap tak terjatuh ia tetap mencoba menyerang aiden dengan sekuat tenanga nya.


Bugh !! lagi lagi udara yang ia hajar dengan tanggan nya, mungkin tenaga nya berkurang karna rasa sakit tetapi ia gigih ingin keluar dari markas setan ini dan pergi jauh jauh, ia tak ingin mati sia sia di sini, menjadi miskin pun tak masalah asal ia masih selamat.


Bugh! Pukulan yang aiden layangkan tepat mengenai hidungnya dan membuat laki laki tua itu banyak mengeluarkan darah dari hidungnya.


Bugh, bugh, bugh !! tiga pukulan di perutnya serta di punggungnya membuat laki laki tua itu memuntahkan darah banyak di tanah, tetapi ia tetap tak terjatuh, ia masih saja berdiri meskipun dengan gontai.

__ADS_1


“ ternyata kau gigih juga untuk keluar hidup hidup dari sini..” kata aiden dengan memundurkan langkah nya ketika laki laki tua itu mencoba menyerangnya.


“ aku ingin hidup anak muda tak ingin mati di sini..” jawab nya dengan pelan.


“ cih!! Bahkan aku akan senang membunuh mu di sini jika kau ingin mati di sini..” sambungnya lagi.


Briyan yang baru datang dari rumah sakit merasa kesal karna melihat aiden bertarung dengan laki laki tua yang bukan lawan nya. “ aiden apa yang kau lakukan, dia bukan lawan mu..” teriakan briyan membuat aiden melihat nya kesamping nya.


Bugh


Bugh


Dua pukulan mengenai wajah tampan aiden ketika ia lengah, dan aiden memudurkan langkah nya dengan gontai, ketika laki laki tua itu ingin memukul nya lagi.


Dor


“ aarghhhh..” saru tembakan tepat di lenggan laki laki tua membuat nya kesakitan, hingga ia terjatuh di tanah dengan memengang lenggan nya yang seketika mengeluarkan darah segar.


Sedangkan aiden menatap tajam ke arah wanita yang menembak tanpa bertanyak dulu pada aiden. “ apa yang kau lakukan..” kata briyan ketika berdiri di samping alicia.


“ menolong teman ku..” jawab nya dengan tenang.


Alicia dan briyan mendekat ketika laki laki tua itu tak berkutik lemas di tanah tak berdaya dengan banyak darah di lenggan nya. briyan mengecek nya. “ dia mati..” kata briyan tak menyangka dengan satu tembakan orang itu mati begitu saja.


“ kau menguji racun mu..” aiden menatap tajam kearah alicia dan mengangkat satu alis nya.


“ bukan kah satu tepuk dua lalat mati.”


“ itu berbedah.”


“ apa yang bedah, kau ingin bersenang senang dan kau sudah cukup bersenang senang dan aku ingin menguji racun ku.”


“ cukup, jangan berdebat lagi..” teriakan briyan membuat mereka diam, briyan pulang ke markas ingin tenang karna beberapah hari ini ia harus mati matian menolong nyoya nya.


“ racun apa yang kau gunakan hingga ia mati dalam hitungan menit..” briyan yang penasaran segera bertanyak pada wanita yang berdiri dengan tenang dan ia hanya mengangkat kedua bahu nya dengan acuh. “ mau kemana, aku sedang bertanyak pada mu..” briyan yang tetap kekeh ingin tahu racun apa yang ia gunakan.


“ aku membuat nya..” jawabnya dengan santai.

__ADS_1


“ apa peluruh nyoya tsya juga kau olesi racun itu, hingga ia sulit bernafas kemarin..” pertanyakan briyan membut wanita itu berhenti.


“ bos mu yang bodoh menembak tsya dengan peluru yang dia ambil dari nakas kamar hotel nya..” alicia yang bicara dengan sinis.


“ jadi memang ada racun di sana?”


“ setiap pistol yang kami gunakan pasti ada racun nya..” perkataan alicia membuat briyan ngeri, jika sekali saja kenak tembak dari pistol mereka maka dengan hitungan detik akan mati. “ tapi untung nya itu racun membunuh secara perlahan dan kau berhasil mengeluarkan nya dari tubuh bos ku..” sambung nya lagi dengan berjalan menujuh kamar nya.


Sedangkan briyan dan aiden hanya terpaku terpaku tak mengakatan apapun, mereka berdua tak menyangka bahwa wanita wanita ini begitu tangguh dan menakutkan.


“ jadi ada racun yang masuk kedalam tubuh nyoya kita..” aiden yang bertanyak ketika mereka tiba di kamar.


“ iya, maka dari itu nyoya sangat sulit bernafas hingga kita hampir kelingan nyawa nya, jika hanya satu peluruh di kaki nya mustahil kehilangan nya karna aku dengan cepat mengeluarkan peluruh itu dan menghentikan darahnya..” penjelasan briyan.


“ wanita itu menakutkan bro, kita harus hati hati mengambil barang mereka, jika kita salah saja maka nyawa kita akan melayang.”


“ kau benar, tapi aku penasaran dengan mereka membuat racun, aku akan mencoba mendekatinya..” perkataan briyan langsung dapat tatapan tajam dari aiden.


Aiden yang mengincar nya dari pertama melihat nya malah sekarang teman nya ingin mendekati nya juga. “ apa, kenapa menatap ku seperti itu..” briyan yang pura pura bodoh tak tahu tatapan tajam yang di layangkan aiden untuk dirinya.


“ kau ingin mati di tanggan ku, mendekati nya..” suara dingin aiden begitu menakut kan bagi orang yang mendengar nya tapi tidak untuk briyan.


“ kau pikir aku mau dengan wanita, bahkan aku tak ingin berjauhan dengan mu..” goda briyan yang seolah olah ia homo.


“ sialan kau..” aiden yang melempar bantal pada wajah briyan dan mereka berdua tertawa bersama.


Persahabatan yang terjalin di markas besar tersebuta adalah nilai plus untuk para penjahat yang bernaung di sana. Persahabatan yang kental yang mereka bangun, saling menjaga, saling membantu serta berjuang bersama, siang malam hingga pertemuran mereka lakukan bersama.


Tanpa ampun untuk musuh, tak akan saling membunuh hanya karna satu wanita ,itu adalah simbol persahabatan mereka di markas besar black eagle.


-----------


Tinggalkan jempol kalian gaes


like komen jadikan favorit juga


kasih hadiah atau vote juga ga pa pa sayang

__ADS_1


makasih


__ADS_2