
Zen yang tak menghubungi istrinya tak bisa, ia segera menuju ke perusahan istrinya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat.
Bayang bayang kemarah istrinya membuat tubuhnya lemas. Zen memperlambat laju mobilnya ketika bayangan galak istrinya terlintas. Tapi kini kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ketika senyuman istrinya terlintas di wajahnya.
Zen dengan segera turun dari mobilnya, sedikit berlari kecil menuju ruangan istrinya. Menekan tombol lift.
Zen hanya terdiam dengan memasang wajah dingin nya. Memasukan satu tangannya kedalam saku celananya.
" apa kalian bertengkar.." suara itu membuyarkan keheningan di dalam lift tersebut.
" tidak.." jawab zen dengan tetap menatap kedepan.
" tapi saya yakin kalian bertengkar."
" kenapa kau berpikir kami bertengkar. Jangan sok tau anda.." jawab zen dengan sinis.
" gara gara ulah anda, saya yang kena imbas nya, tsya marah marah dan saya yang harus kena dampaknya.." exel yang bicara dengan ketus membuat zen menelan ludah dengan kasar.
Zen tak menjawabnya ia terdiam dan bayangan galak wajah istrinya kembali terlintas di depan mata nya.
Ting
Suara lift terbuka, membuat kedua laki laki itu segera keluar dari sana. Entah kenapa lift itu seperti nya cepat sekali membawa mereka keruangan singa betina saat ini.
Exel yang berjalan mendahului zen, exel dengan segera masuk kedalam ruangan nya meninggalkan zen yang tengah ketakutan masuk kedalam ruangan istrinya.
Zen menerobos masuk kedalam ruangan exel yang membuat exel terkejut.
" apa yang anda lakukan tuan zen?, ini bukan ruangan ibu tsya.." exel berkata di balik meja besarnya
" aku tau, dan diam lah. Suaramu bisa terdengar dari ruangan istriku.." zen berkata dengan sedikit berbisik.
" lalu kenapa anda datang kesini tuan."
" jangan banyak bertanya, diamlah. Aku sedang mengontrol ketegangan ku."
" apa anda takut istri?" Perkataan exel membuat zen kembali membenarkan posisi duduknya dengan tegas dan sedikit sombongnya.
" tidak, mana mungkin seorang zen adtya adam takut dengan seorang istri hahaha.." tawa nya dengan pelan.
Kring
__ADS_1
Sebelum exel menjawab ucapan dari zen, suara telpon dari meja kerja nya membatalkan apa yang dikatakan. Exel menjawabnya dengan senyuman mengejek ke arah zen.
" tuan zen yang terhormat anda sudah ditunggu di ruangan ibu tsya.." exel menekan kata kata nya dengan senyuman mengejek ketika telepon itu sudah terputus.
" bagaimana dia tau aku di sini?" Zen menyipitkan matanya menatap tajam ke arah exek. " kau memberi tahunya bukan.." sambungnya dengan menuduh.
" enak saja.." bantah exel dengan melempar pulpen yang dari tadi di tangannya.
" jangan kurang ajar dengan saya ya, saya bos mu juga di sini.." nada nya mulai tinggi.
" silahkan tuan anda sudah ditunggu, selamat menikmati amukan dari istrinya tuan zen.." exel tentu saja mengejek zen karena ini sangat langkah.
Pemimpin yang terkenal dengan kekejamannya, laki laki yang terkenal dengan sadisnya, dingin nya serta sombongnya harus takut menghadapi istrinya sendiri. Padahal di dalam dunia gelapnya exel yakin bahwa zen tak akan pernah takut dengan musuh musuh yang membawa ribuan pasukan atau senjata di tangan mereka. Tapi di depan istrinya dia seperti ketakutan.
*****
" selamat sore sayang.." zen segera masuk dengan gaya konyol nya.
" dari man he, kenapa tak datang keruangan ku, kenapa malah keruangan exel?" tsya segera memberondong pertanyaan ketika suamimu masuk kedalam.
" aku hanya menyapa nya sayang.." zen menjawabnha dengan berjalan mendekati istrinya yang duduk di kursi kebesaran nya.
" kamu menghindari dari ku bukan?"
" tentu saja tidak, mana mungkin aku menghindari istri ku yang paling cantik ini.." goda zen.
" baiklah, aku minta maaf tidak mengangkat telefon mu sayang, tapi aku berani bersumpah aku tak macam macam, ponsel ku di tas dan aku lupa mengambilnya aku juga lupa mengaktifkan suara nya, hari ini aku sangat sibuk, please jangan di potong burung kesayangan ku.." akhirnya zen mengatakan apa yang membuat istrinya menatap dirinya penuh curiga itu.
" bahkan aku meninggalkan meeting ku, menunda tepat nya, gara gara kamu marah dan mengancam akan memotong burung ku.." sambungnya lagi.
Tsya yang dari tadi terdiam, kini berdiri, menjewer telinga suaminya dengan keras.
" aww.. Ampun sayang.. Ini sakit.." rintihan kesakitan yang terdengar di sana.
" telingamu itu memang harus dijewer biar kedengaran kalau ada orang yang menghubungi mu.." nada suara tsya sedikit galak.
" aduh.. Ampun.. Ini gak akan terulang lagi, aku janji, please lepasin sayang ini sakit."
Tsya melepaskan jeweran di telinga suaminya. Zen hanya mengusap usap telinga nya yang sudah merah karena tangan istrinya.
" punya istri galak ya begini nasib nya selalu kdrt.." ucap pelan zen, tapi masih terdengar oleh tsya.
__ADS_1
" kau bilang aku galak?" Nada nya menunggu lagi.
" tidak sayang.." bantah zen.
Tsya sudah berkacak pinggang melotot ke arah suaminya. " kamu singa betina ku yang bisa menundukkan singa jantan.." goda zen dengan mencium pipi sang istri.
Istri mana yang tak akan luluh jika sedang marah marah diperlakukan seperti itu. Marahnya seorang istri jika dicium pipinya atau keningnya pasti akan luluh.
Sama seperti nya tsya, ia luluh karena perlakuan zen yang selalu manis pada dirinya.
" aku mencintaimu sayang, jadi jangan pikir macam macam oke.." zen memeluk istrinya dengan erat.
" aku hanya takut."
" ketakutan mu tak beralasan istriku."
" tentu beralasan hubby."
" jangan dibahas lagi, aku gak ingin kita membahas nya.." tolak zen dan di angguki oleh istrinya.
Zen dan tsya semakin hari, semakin mesra. Tak ada masalah yang berat yang menimpah rumah tangga mereka. Setiap ada kesalah pahaman mereka segera obrolin dengan baik baik. Sebuah rumah tangga tiang nya adalah kepercayaan. Jika tak ada kepercayaan maka tiang itu akan roboh dengan sendirinya.
Cinta dan kasih sayang akan tersusun dengan sendiri seiring waktu berjalan. Mereka akan memupuk cinta setiap hari. Mereka akan semakin menumbuhkan kasih sayang.
Rumah tangga yang utuh ketika tak membiarkan orang lain ikut adik dalam rumah kita, menolak dengan keras pihak ketiga yang mencoba mengetuk pintu rumah tangga kita.
Ketika kita mulai membiarkan orang lain masuk maka semuanya akan tergerogoti dengan pelan. Karena rayap kecil akan memakan semua tiang dengan banyak cara.
Kalian tau gak hewan rayap yang aku maksud gaes, hewan kecil yang suka makan apa saja yang membuat barang itu rusak dengan sendirinya.
Seperti orang ketika yang suka makan apa saja tanpa mengenal itu sahabat atau saudara. Jadi jangan sampai orang ketika itu masuk dalam kalangan keluarga kalian.
________
Enjoy reading
I love you buat kalian semua, terima kasih banyak, tinggal berapa bab aja aku mau tamatin dulu ya yang musim kedua nya, nanti aku sambung lagi di musim ketiga nya.
Jangan lupa kasih like dan komen, kasih bunga yuk biar tsya gak marah marah terus. Suguhin kopi buat zen yang sedang main ke perusahan istrinya.
__ADS_1
Vote sama hadiah nya mana nie. Jangan lupa juga ya,
Makasih sayang ku.