
" apa yang membuat wajahmu murung?, apa hanya aku yang ada masalah di sini.." jonathan yang bertanya pada zen ketika meeting mereka sudah selesai dan kini mereka hanya mengobrol santai.
Zen membuang nafas nya kasar sebelum ia menjawabnya. " aku ingin bertanya padamu?"
" tanyakan.." jonathan dengan tangan di atas meja menunggu zen untuk bertanya.
" kamu pernah berkata bahwa wanita mu selalu menenangkan pikiran nya di panti asuhan. Jika tak keberatan aku ingin minta alamat panti asuhan yang biasa didatangi wanita mu, apa kamu tau?"
" buat apa kamu menanyakan panti asuhan zen?" Kini sean mulai penasaran kenapa laki laki ini tiba tiba bertanya tentang panti asuhan. " di masa lalu kamu tak membuang anak di panti asuhan kan?" Sambungnya lagi.
" tentu saja tidak om, apa aku gila membuang anak ku sendiri di sana. Lagian aku tak menanam benih sembarangan.." zen tentu saja membantah nya karena tuduhan tadi hanya omong kosong. Zen akan memanggil om ketika sedang mengobrol santai dengan sean.
" lalu buat apa alamat panti asuhan?" Timpal jonathan.
" aku ingin mengadopsi anak untuk menghibur istri ku agar tak sedih di rumah.." zen berbohong ia tak akan menceritakan kekurangan istrinya pada orang lain.
" nanti saya akan kirimkan alamatnya. Kalau perlu istrimu biar ditemani kekasih ku datang kesana.." jonathan menawari nya.
" apapun yang sedang terjadi dalam rumah tangga, jangan saling meninggalkan satu sama lain.." sean seakan mengerti masalah zen.
Zen hanya menatap ke arah sean dengan tatapan sendu nya. " pertengkaran dalam rumah tangga itu wajar, tapi jangan saling meninggalkan ataupun main tangan. Karna kalian sudah sekali main kekerasan maka itu akan terulang lagi dan terulang lagi. Kita sebagai laki laki lebih baik mengalah jika ketika bertengkar.." sambung nya sean dan didengar oleh kedua anak muda yang terkadang masih naik turun emosinya.
Setelah selesai mengobrol panjang lebar, menceritakan keluh kesah mereka berdua kini zen serta jonathan seperti tak ada beban di hati nya. Hati mereka lega karena menceritakan semua nya dan juga mendapatkan nasehat oleh orang yang tepat.
Karena laki laki sebenarnya juga butuh teman curhat untuk menceritakan beban hati nya. Jika teman curhat nya bisa memberikan solusi yang tepat maka semuanya akan baik, tapi jika tidak maka semuanya akan kacau. Karena laki laki selalu pake emosi tak pakai logika dan hati ketika mendengarkan nasehat seorang teman nya.
*****
Sedangkan tsya memikirkan rencana zen yang ingin mengadopsi anak dari panti asuhan. Dia sangat ingin tapi hati nya menolaknya, semakin dia memikirkan suaminya semakin membuat dia merindukan nya. Entah pikiran liar nya dari tadi memenuhi otaknya, bahkan dia tak fokus memikirkan apa yang ada di depan nya.
__ADS_1
" astaga sadar tsya, kamu harus memikirkan perkataan suamimu yang ingin mengadopsi anak, bukan nya malah berpikir panas dari tadi.." dialog tsya sendiri.
" sepertinya aku memang harus periksa ke dokter.." sambungnya lagi, bertepatan dengan suara pintu kamar dibuka.
Nampak sosok laki laki yang dari tadi ia pikirkan. Tengah masuk kedalam kamar dalam keadaan yang sangat lelah di wajahnya.
Tsya yang melihat senyuman di wajah suaminya entah kenapa seakan perasaan marahnya tiba tiba menyeruak di hatinya.
Zen yang mendekat ke arah istrinya tak jadi karena pergerakan tangan ara yang menyuruhnya berhenti.
" mandi dulu hubby, baumu sangat menyengat.." tsya bicara dengan menutup hidungnya. " apa kamu habis minum" sambungnya lagi dengan menatap tajam suaminya yang cengar cengir seperti kuda.
" sedikit sayang.." jawab zen dengan tersenyum.
" mandi sana."
" tunggu aku jangan tidur dulu.." zen bicara dan masuk kedalam kamar mandi.
Tak lama zen keluar dengan celana pendeknya tanpa mengenakan baju di atas nya nampak dada bidangnya serta otot otot perutnya yang begitu menggoda di mata tsya.
" kenapa belum tidur hem, ini sudah malam.." zen bertanya dengan duduk di sebelah istrinya.
Tsya menatap tajam zen. " parfum apa yang kamu pakai?, kenapa bau nya seperti ini.." tsya bicara dengan menutup hidungnya.
Sedangkan zen mencium aroma tubuhnya sendiri dan dia yakin tak salah ambil parfum.
" aku pakai yang biasa nya sayang dan ini harum.." bantah zen.
" cepat mandi lagi, aku tak mau mencium aroma parfum ini."
__ADS_1
" kamu cium dulu ini harum.." zen mendekatkan tubuhnya pada istrinya yang semakin menutupi wajahnya menggunakan bantal.
" kamu mandi lagi atau tidur di kamar tamu.." perkataan tsya membuat zen segera berdiri.
" aku rasa hidungmu harus di bawah ke dokter.." zen bicara dengan kesal, meskipun begitu ia tetap masuk kedalam kamar mandi.
Tak lama zen keluar seperti tadi, tak ada aroma parfum dari tubuhnya. Ia berjalan mendekat ke ranjang yang melihat kan wanita cantik yang hampir tertidur.
" apa sudah selesai mandinya?" Tsya bicara dengan mata yang hampir tertutup.
" hem.." jawaban zen singkat.
" cepat sini hubby, peluk aku. Aku merindukanmu sepanjang hari ini.." perkataan tsya membuat zen tersenyum. Kekesalan tadi seakan hilang dengan sikap manja istrinya.
Zen berbaring dengan mendekap tubuh istrinya. Tsya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Mereka saling berdekap an dengan erat.
Aroma tubuh zen membuat dirinya tenang, dan nyaman. Entah kenapa perasaan nya akhir akhir kacau. Kadang dia sangat marah pada suaminya dan kadang dia begitu sangat merindukan suaminya.
" tidurlah hubby selamat malam, aku mencintaimu.." suara tsya yang begitu berat menandakan dia tengah mengantuk di dalam dekapan suaminya.
" selamat malam dan aku sangat mencintaimu.." jawab zen yang lalu mencium puncak kepala istrinya dan kemudian mereka sama sama terjebak dalam mimpi mereka masing masing.
Perasan cinta dan nyaman hanya mereka yang tau, saling memberikan dukungan atau menyembunyikan kekurangan pasangan adalah hal yang sulit. Terkadang kita terlalu keceplosan untuk menceritakan kekurangan pasangan padahal itu sangat dilarang.
Di dunia nyata kita sering mendengar bahwa sang istri selalu menceritakan kekurangan sang suami, padahal suami adalah ibarat baju bagi sang istri, baju yang akan menutupi rasa malu. Jangan umbar dapuranmu karena tak semua orang tau isi dapuranmu.
_________
Selamat pagi semuanya, gimana kabar kalian?
Terima kasih yang sudah baca dampai part ini dan terimakasih juga yang masih menjadikan favorit di beranda kalian. Dan terima kasih juga yang udah kasih hadiah atau vote. Yang udah ninggalin jejak juga. Tanpa kalian semua aku bukan apa apa.
Sekarang jangan lupa tinggalkan jejak kalian lagi ya, kasih vote juga. Jangan lupa mampir di wanita nakal ya sudah sampai part 30.
__ADS_1
Author juga mau tamatin yang CLBK part 2. Mau ngelanjutin Sahabat Jadi Cinta atau Cinta Buta. Kasih saran dong.
Terimah kasih