Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Pembalasan 2


__ADS_3

Di sebuah markas yang di penuhi dengan laki laki yang berbadan tegap yang berpakian serba hitam. Kini orang orang tersebut sedang menjaga seorang wanita yang di bawah oleh kaki tanggan bos nya.


Nanda dengan rasa lemas nya yang dari tadi pagi hingga siang belom mendapatkan makanan atau minuman sama sekali. Malik memang sengaja menyiksa wanita yang sudah menampar bos wanita nya.


“ beri aku minum,, aku haus..” nanda yang memohon mintak minum dengan suara lemas nya.


“ memohonlah..” jawab malik dengan dingin.


“ beri aku makan juga, aku bahkan belom makan dari tadi pagi..” kata nya lagi dengan memohon.


“ maafkan saya nona, saya tak akan memberi anda apapun tanpa seijin bos saya.”


“ kalian memang kejam.”


“ seharusnya anda tak melakukan kesalahan yang membuat anda di hukum seperti ini nona, anda tahu siapa yang anda lukai semalam, dia dalah wanita dari tuan zen tapi anda masih ingin bermain main dengan kami.”


“ aku akan memecat mu kalau aku dan zen sudah menikah..” sombong nya nanda kembali lagi.


“ jika anda menikah dengan tuan zen, maka anda boleh membunuh saya mengunakan tanggan anda..” jawab malik dengan menatap wanita di depan nya.


“ sekarang kasih saya air dan minum..” teriak nanda kembali.


Malik tak menghiraukan nya tambah malik melangkahkan kaki nya untuk meninggalnya. Malik berjalan meninggalkan nanda meskipun malik mendengarkan suara teriakan yang memaki dirinya.


‘ si bos lama bener, apa nona tsya masih di sana ‘ batin malik dengan tanggan yang mengotak atik ponselnya ingin menghubungi tuan nya.


Sedangkan di atas kasur size king nampak penghuninya enggan untuk turun dari kasur empuknya, tsya dan zen yang sudah membersihkan dirinya dan makan siang mereka kembali lagi terlelap dalam mimpinya karna rasa lelah yang mereka rasakan dan tsya tentu saja pengaruh obat yang di berikan dokter pribadi zen untuk mengobati punggung nya.



Zen melihat jam yang ada di ponselnya, dia mengeser pelan kepala tsya menaruknya keatas batal, mencium keningnya sebelom ia meninggalkan tsya untuk menujuh markas untuk menghukum wanita yang sedang bermain main dengan nya.


__ADS_1


****


“ di mana wanita itu malik..” kata pertama yang di tanyakan langsung ketika zen sudah masuk kedalam markas besar tersebut.


“ tuan, dia di dalam..” jawab malik dengan semua orang menundukan kepalanya menyambut bos besar nya datang.


Zen yang berjalan menujuh ruangan dimana nanda berada, zen melihat nanda yang sedang memejamkan matanya dengan badan yang lemas, rambut yang berantakan karna ulah orang orang nya.


Byurr


Suara air yang di siram kan kebadan nanda untuk membangunkan nya. “ sialan apa yang kalian lakukan pada-“ suara nya terputus ketika ia melihat laki laki yang ia cintai berdiri di depan nya dengan menyilangkan tanggan nya kedada. “ zen kau datang untuk membebeskan ku..” sambung nanda dengan tersenyum.



Sedangkan zen tak menjawabnya malah tertawa licik. “ aku membebaskan mu, apa yang kau tawarkan untuk ku jika aku membebaskan mu..” tanyak zen.


“ cinta, aku bisa memberikan cinta yang tulus dari hati ku.”


“ aku sudah mendapatkan cinta dari tunangan ku.”


“ yang kau katakan wanita sialan adalah calon istriku..” kata zen dengan dingin.


Plak


Plak


Plak


Plak


Empat tamparan yang langsung mengenai pipinya nanda meninggalkan bekas kemerahan yang sangat jelas. “ ini yang kau lakukan pada wanitaku, maka aku akan membalas nya..” kata zen dengan senyum devilnya.


“ ambilkan tang yang biasa nya..” perintah zen kepada orang orang di belakang nya, dan mereka dengan segera mengambil benda tajam yang di mintak bos nya.

__ADS_1


“ apa yang kamu lakukan zen, lepasin aku zen..” teriak histeris nanda.


“ sstttt tenang dulu nan, aku hanya ingin bermain dengan mu, kita sudah lama tak bermain main kan..” jawab zen dengan senyum licik di wajahnya.


“ aku mohon ampuni aku, aku salah, aku akan meminta maaf pada tsya aku janji tak akan menganggumu..” tanggisan nanda kini sudah memenuhi mata nya serta air mata nya sudah menetes dengan deras membasahi pipinya. “ auwhhhhhh..” teriakan nanda dengan kencang ketika kuku cantik di jarinya di cabut paksa oleh zen, darah segar segera keluar dari jari jarinya. “hiks hiks kamu jahat zen kamu psikopat, auuwhhhhhhhhhh.. am..pun zen..” teriak nanda dengan suara yang sudah hampir habis.


“ semakin kamu memaki, maka ku pastikan semua kuku mu terlepas dari jari indahmu.”


“ am..pun.. maafkan aku..” kata nanda dengan lemas dan darah sudah menetes dari kedua kuku cantik.


“ kau tak akan mati, mungkin hanya akan pusing karna banyaknya darah yang keluar. Tapi kau tak akan mati dengan semudah itu..” kata zen dengan berdiri.


“ bereskan dan jangan biarkan dia mati..” perintah zen kepada orang orang nya.



Zen yang berjalan keluar menujuh sofa panjang di depan. “ aku harus segera kembali malik, tsya masih tidur.”


“ iya tuan.”


“ dimana kesayangan ku, kenapa aku tak mendengar suaranya dari tadi..” tanyak zen lagi sebelom ia keluar dari markas nya.


“ aiden dan briyan sedang membawahnya jalan jalan di belakang markas tuan.”


“ hmm, sepertinya kita lama tak memberikan ia makanan yang segar..” kata zen dan di angguki oleh malik. “ ya sudah katakan pada aiden dan briyan untuk melatih nya lebih lagi, aku harus pulang gak bisa lama lama..” sambung zen yang kemudian pergi meninggalkan markas besar tersebut.


Sedangkan aiden dan briyan telah kembali dengan membawah hewan besar peliharan mereka. “ aku tadi melihat mobil tuan zen..” kata pertama yang di tanyakan oleh aiden.


“ iya si bos baru saja pulang..” jawab malik yang mengusap peliharan kesayangan mereka. “ briyan hentikan pendarahan pada wanita itu..” perintah malik lagi.


“ ch, kenapa tidak biarkan saja mati..”


“ bos tak ingin ia mati dengan mudah..”

__ADS_1


“ baiklah..” kata briyan yang sudah berjalan untuk mengobati wanita yang di sekap mereka.


Bryan adalah seorang pimpinan dokter yang ia memimpin di sebuah rumah sakit terkenal milik dari zen adtya adam.


__ADS_2