
Malik yang sudah melakukan tugas nya meskipun tanpa di perintah oleh bos nya, malik tahu apa yang harus dia lakukan. Malik membawah laki laki yang bernama rio mahardika di depan orang tuanya.
“ panggil orang tua mu kesini, atau ku serat anda di depannya..” titah malik dengan dingin, rio kini tengah berada di tanggan orang orang zen.
Sebelom rio berhasil memanggil pak ahmed, ternyata pak ahmed sudah keluar dari kamar nya karna mendengar keramaian di rumah nya. “ rio ada apa?” suara pak ahmed dengan ketakutan.
“ pak ahmed sebaik nya anda harus menjaga kehormatan putra bapak.”
“ anda siapa, tunggu wajah mu tak asing bagi ku..” pak ahmed dengan sedikit meminggat laki laki yang berdiri tegak di depan nya. “ kau malik kaki tanggan dari tuan zen, benar bukan?”
“ terimah kasih karna sudah mengginggat nama saya dan bos saya.”
“ apa yang anak saya lakukan tuan, apa dia membuat kesalahan kepada tuan zen?”
“ anak anda melakukan hal bodo* yang akan membuat anda semua kenak imbas nya, anak anda memberikan obat perangsang kepada wanita tuan zen..” ucap malik dengan tegas.
“ tunggu dulu, saya tak mengerti. Bukan nya tadi anak saya bertemu dengan nona anatsya, dan rencana itu..” kata pak ahmed yang sudah menutup mulut nya karna kecoplasan berbicara.
“ jadi anda sudah tahu dan ini juga rencana anda. Hancurkan semua rumah ini..” perintah malik kepada orang orang nya yang berjas hitam yang segera menghancurkan semua isi rumah dari pak ahmed.
Prank
Prank
Prank
__ADS_1
“ ampun tuan tolong jangan lakukan hal itu..” pintah pak ahmed yang sudah berlutut di depan malik, dan malik tak menghiraukan ucapan laki laki tua di depan nya. “ tolong maafkan kami semua, aku akan menyerahkan diri ke polisi karna sudah menjebak wanita tuan zen..” sambungnya lagi sedangkan putra nya tak bisa bicara apapun.
“ kau pikir saya akan menyerahkan anda ke polisi sebelom anda menyaksikan kehancuran anda sendiri, besok pagi kalian harus lihat bagaimana perusahan anda hancur, itu adalah hukuman yang paling menakutkan dan saya pastikan anda tak akan mendapatkan bantuan dari semua orang..” ucap dingin malik yang membuat kedua orang ini hanya membisu dengan tanggisan nya.
“ bawah dia ke markas kita..” perintah malik lagi dan orang orang itu membawah kedua orang itu kedalam markas mereka.
*******
Matahari sudah naik dengan cahaya panas nya, cahaya nya menerobos kedalam sela sela jendela milik dari laki laki yang sedang tidur dengan mendekap wanita nya. zen yang tertidur di sebelah wanita nya yang juga tengah mencari kehanggatan karna udara dingin yang menusuk ketulang.
Tsya dengan bergerak pelan karna mendengar sebuah nada dering ponselnya yang bersuara dari tadi, tsya yang merabah tempat tidurnya tetap tak menemukan benda kecil tersebut, sedangkan zen yang merasa dada bidangnya di rabah oleh seseorang segera memengang tanggannya tersebut sebelom semuanya terlambat.
‘ siapa yang memenggang tanggan ku’ ucap tsya dalam hati, karna dia belom sepenuh nya sadar.
Sedangkan zen tentu saja tahu hal ini akan terjadi. “ astaga ana jangan berteriak, telingga ku bisa pecah..” ujar zen yang tetap merebahkan badan nya dengan mata yang tertutup.
Tsya yang melihat tubuhnya di balik selimut tebal nya, dengan emosi dia memukul zen dengan bantal. “ apa yang kamu lakukan zen, apa yang terjadi semalam zen hiks hiks..” ucap tsya dengan suara yang sudah menanggis. Zen yang mendengar wanita nya menanggis pun segera membuka mata nya.
“ ehh tenang lah dulu sayang, aku bisa jelaskan, ini gak seperti yang kamu kira..” ucap zen dengan berusaha menenangkan.
“ kamu jahat zen hiks hiks.”
__ADS_1
Zen dengan segera membawah ana kedalam pelukan nya. “ tenanglah oke , kita gak melakukan apapun semalam.”
“ kau bohong, bahkan aku sudah tak memakai apapun..” bentak tsya dengan menghapus air mata nya.
“ ehh apa kau lupa siapa yang menyerangku dulu semalam..” sebuah perkataan yang membuat tsya menginggat kejadian semalam, meskipun dia tak menginggat sepenuhnya tapi dia ingat siapa yang mulai menciumi zen. “ apa sekarang kau sudah ingat nona..” sambung zen lagi.
Sedangkan tsya tetap berada di pelukan zen dengan menahan rasa malunya. “ apa benar kita tak melakukan apapun zen?”
“ aku tak sebeja* itu sayang, aku tak mungkin memanfaatkan wanita yang sedang tak sadar.”
“ apa yang terajdi semalam zen, kenapa aku bisa bersama mu. Aku tak ingat apapun, aku hanya ingat makan malam dengan rio mahardika dan aku mencium mu di lift.”
“ laki laki kurang ajar itu pasti sudah di makan buaya di danau..” perkataan zen membuat tsya melepaskan pelukan nya dengan raut binggung. “ laki laki itu sudah menaruh obat perangsang pada minuman mu sayang, untung ada aku, kalau tidak aku yakin kamu saat ini akan menikah dengan laki laki bajinga* itu..” ucap zen dengan marah.
Tsya hanya tersenyum. “ terimah kasih sudah menolong ku lagi, aku gak bakal tahu apa yang terjadi semalam kalau gak ada kamu..” ucap tsya dengan memeluk kembali tubuh zen.
“ tak apa sayang, aku akan menjaga mu dengan nyawa ku. tak akan ada yang bisa menyentuh milik dari zen adtya adam, akan ku buat hancur siapa saja yang berani menyentuhmu..” ucap zen dengan mengelus punggung tsya.
Tanpa tsya sadari zen dari tadi menahan hasrat nya yang kembali on, benda besar tak bertulang itu kini sudah siap ingin melepaskan sesuatu cairan kental. “ sayang.. kau ingin mengoda ku atau hanya ingin menyiksa ku hem..” suara zen dengan menahanan hasrat nya.
“ aku tak melakukan apapun..” jawab tsya dengan polos.
“ aghhh kau membuat ku tersiksa ana, shit..” umpat zen dengan melepaskan pelukan nya dan berlari kecil menujuh kamar mandi, sedangkan tsya hanya terdiam melihat benda panjang serta besar tadi berdiri di depan nya, meskipun zen memakai bokser tsya masih bisa melihat betul benda itu yang on dengan sempurna.
“ astaga seharus nya aku terjun saja di dalam dasar lautan, agar tak melihat sesuatu yang seharus nya tak aku lihat..” ucap tsya dengan pelan serta menutup wajahnya dengan bantal.
__ADS_1