Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
KESEMPATAN KEDUA


__ADS_3

Memaafkan seseorang yang sudah menyakiti kita,, dan memberikan kesempatan kedua,, bukanlah perkara mudah. Akan tetapi ketika cinta masih melekat tak akan ada yang mampu menolaknya.


Elmas aurora alexander.


_______________


Aku menyelesaikan makan malam ku dengan rasa kesal. Bagaimana tak kesal ,, mereka tertawa dan aku hanya di anggap angin. Sebelom sempat meninggalkan meja. Tanggan ku lagi* di pegang dengan erat agar tak meninggalkan meja.


Aku menatap dengan curiga. " Mau apa lagi ini orang ". Ucapku dalam hati


Dia memandangku sebentar lalu berkata. " Om,, tante,, besok ada acara kantor semacam pesta untuk mengenalkan beberapah model yang baru bergabung,, jadi rencana nya saya ingin mengajak elmas,, agar kita lebih akrab lagi ".


"  Tentu nak ,, ajak lah elmas agar kalian bisa dekat,, itu akan mudah buat kalian jatuh cinta ".


Aku ingin membuka suara tapi sean sudah berbicara dahulu. " Terimah kasih om ,, ".


Mereka hanya menganggu dan aku semakin kesal atas sikapnya yang tak menanyakan dahulu padaku.


" Kalau begitu saya permisi dulu om , tante .. terimah kasih atas makan malam nya ". Dia berdiri dan tetap memengang tanggan ku.


" *Baiklah kalau begitu,, kamu hati* di jalan ". Ucap sang mama*

__ADS_1


" Antar lah sean kedepan sayang,  karna berkas nya ada di dalam mobilnya ". Ucap sang papa yang di sambut bahagia oleh sean.


" Mari tuan sean saya antar kedepan dan tolong lepas kan tanggan saya , kita berada di rumah bukannya mau menyebrang jalan ". Ucap ku ketus dan dia hanya tertawa sedangkan mama dan papa tentu saja tertawa. Bukannya melepas nya sean menarik ku dengan lembut. Mau tak mau aku harus ikut kemobil nya.


" Masuk lah ". Ucap  nya .


Dia menyuruh ku masuk yang benar saja. " Aku tidak akan masuk ".


Dia mendorongku agar aku masuk tak lupa juga di memengang kepala ku agar tak terbentur. Mungkin jika aku tak sakit hati aku akan jatuh cinta padanya. Atas sifat nya yang perhatian terhadapku. Aku duduk di belakang dan dia juga duduk di sebelahku.


Sopir yang di depan akan mengerti isyarat yang di berikan untuknya. Dia keluar dan berdiri di dekat pintu. Aku melirik sean ,, dia mengambil beberapah dokumen.


Memberikan salah satu kertas. " Bacalah dan tanyak an jika tak mengerti ".


Dia hanya tersenyum dan mencubit pipiku. " Awww sakit ". Dia semakin tertawa ,, apa itu lucu ,, bener gila ini orang.


Cepat tanda tanggan dimana. " Tanyak ku dengan nada agak sedikit tinggi ".


Dia menunjuk nya. " Disini, di sini juga ".


Aku segera mendatanggani semua nya. " Sudah,, ini aku simpan ,, aku pergi ". Sebelom membuka pintu mobilnya,, lagi* dia menarik lengganku ,, mau tak mau kita bertatapan.

__ADS_1


Aku sungguh bisa gila jika harus sedekat ini terus,, mana mungkin tak gila melihat dia sedekat ini,, jantung ku kenapa ini oh tuhan..


Deg


Deg


Deg


Mata kita saling bertemu,, tanggannya ada di belakangku,, seakan terhipnotis akan semuanya. Bibir mereka bertemu kembali. Kali ini elmas tak terkejut karna dia tau ini pasti terjadi. ******* demi ******* yang di berikan sean seakan merobohkan dinding besar di antara mereka.


Gigitan kecil yang di berikan oleh sean membuat elmas membuka mulutnya. Seakan dirinya merimah semua nya. Elmas juga membalas ciuman itu. Di cengkaram jas nya sean semakin erat. Lidah mereka bertemu.


Seakan mereka sudah kehabisan udara. Mereka melepaskannya. Lalu sean mencium nya lagi. Cukup lama mereka terhanyut akan ciuman itu,, melepaskan rindu yang bertahun tahun lama nya.. mereka melepaskannya,, lalu saling menempelkan kening nya.


" Maafkan aku el,, aku mohon jangan pergi lagi ". Ucap sean setelah mereka melepaskan ciumannya.


Aku tak mampu menjawab karna malu atas diriku sendiri.


" Aku tau kau meninggalkan leon ,, jadi aku mohon beri aku satu kesempatan ".


Aku terkejut atas apa yang dia katakan. Tapi aku tak mau menyakannya. Aku hanya menganggukan kepala tanda aku menyutujuhi kesempatan itu. Dia menarik ku dalam pelukan nya.

__ADS_1


Aku melepaskan pelukannya. Lalu dengan cepat pergi karna muka ku yang jelas sudah merah dan tentu saja aku malu. Aku mendengar dia tertawa akan sikap ku. Aku memilih lari masuk dalam rumah dengan jantung yang masih tak karuan.



__ADS_2