Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Wanita Ular 1


__ADS_3

Hampir dua bulan hubungan mereka semenjak kejadian di kantor, kesibukan masing masing yang membuat mereka susah untuk bertemu. Zen dan tsya bener bener sibuk dengan pekerjaan nya, tanggung jawab mereka yang besar menutut mereka untuk lebih kerja keras untuk memenuhi target masing masing perusahan.


Zen yang hari ini tengah sibuk dengan berbagai kegiatan pertemuan tak bisa memberi kabar sama sekali kepada wanita, sedangkan tsya hari ini hanya ada satu pertemuan.



Tsya yang menghadiri pertemuan di cafe dekat dengan sebuah perusahan besar milik dari zen. “ terimah kasih nyoya, kami harap kerja sama kita bisa saling menguntungkan..” kata tsya dengan saling berjabatan tanggan dengan salah satu clien.


“ sama sama ibu tsya, aku juga berharap kita akan tetap membangun kerja sama kita dengan baik..” balas clien tersebut dengan tersenyum.


“ saya akan tetap mengusahakan model yang bernama Elif burfu..'' kata tsya lagi.


“ kalau begitu saya permisi dan saya tunggu kabarnya..” kata nya lagi.


Tsya dan exel yang menghadiri pertemuan itu sedikit terbebani karna permintaan client tersebut adalah ingin mempromosikan produk nya dengan model ternama yang sangat sulit untuk membuat janji temu.



“ apa kau yakin bisa membawah model itu buk..” tanyak exel dengan membereskan dokumen dokumen nya.


“ entahlah, tapi aku akan berusaha. Exel kita tak ada pertemuan lagi kan, kau sebaiknya kembali keperusahan, aku akan keluar sebentar ada yang ingin ku temui.”


“ apa tak perlu aku mengantarmu?” kata exel yang menawarkan.


“ tidak perlu, bawah saja mobilnya aku bisa naik taxsi dari sini..” jawab tsya yang kemudian berdiri.

__ADS_1


“ tapi-“


“ bye exel dan hati hati..” ucap tsya yang kemudian pergi meninggalkan exel yang masih menatap kepergian wanita yang ia sukai.


“ apa tak ada rasa simpatik untuk ku sedikit saja sya, apa kau sungguh tak ingin membuka hatimu untuk ku..” kata exel dengan pelan, exel berfikir telah bodo* melakukan kesalahan dulu yang membuatnya harus kehilangan wanita yang ia sukai dari pertama bertemu.


*******


Sedangkan tsya kini telah tiba di loby perusahan zen, dengan langkah anggun nya dia berjalan menujuh ruangan di mana kekasihnya berada. Banyak mata yang memandang kearahnya dengan tatapan kagum, tsya berjalan dengan pelan dan tersenyum kepada semua orang yang berpapasan dengan mereka. Ramah hanya itu yang mereka pikirkan.


Tsya yang masuk kedalam lift yang bersama staff lain nya tak merasa malu atau pun risih, karna tsya berfikir bahwa tanpa staff perusahan tak akan bisa berjalan. Tsya dengan mengotak atik ponsel nya merasa acuh bahwa semua orang yang berada di belakangnya merasa tak nyaman karna kekasih dari bos nya berada di dalam satu lift yang sama.


Ting


Lift itu pun terbuka dan beberapah orang yang berada di belakang nya pun segera keluar dan bergantian dengan seseorang yang masuk kedalam dengan menatap sinis kearah tsya yang tak menghiraukan nya.



“ kak nanda, kita bertemu di perusahan kekasihku..” balas tsya dengan menekan kata kekasihku dan membuat nanda geram.


Nanda serasa tertawa kecut. “ hahaha kekasih?, kekasih yang pernah menjadikan mu taruhan..” nanda yang memperjelas semuanya membuat tsya ingin marah tapi dia tetap tenang.


“ terimah kasih sudah menginggatkan aku tentang hal itu kak, tapi seingat aku kakak juga yang memberi tahu tentang taruhan itu juga..” Ucap tsya dengan berbalil lagi kedepan.


“ dan kau bodo* menerimah nya kembali, dan kau tak pantas bersama zen.”

__ADS_1


“ lalu siapa yang pantas kak?, apa anda yang lebih pantas. Jika aku tak bersama dengan zen pun, aku pastikan zen juga tak akan mau bersama anda..” perkataan tsya tepat terbukanya pintu lift itu.


Ting


Tsya dengan segera keluar dari lift dengan geram, bagaimana mungkin dia bertemu dengan nanda di perusahan kekasihnya. Dan ternyata nanda juga harus bertemu dengan zen. Sebelom tsya melangkah menujuh ruangan besar itu dia terlibih dulu masuk kedalam toilet untuk meredahkan emosinya.


Sedangkan di ruangan besar itu nanda yang duduk di depan zen dengan dokumen yang yang dibaca oleh zen sebagai direktur utama. “ bagaimana bisa hasil penelitihan seperti ini, kau harus cek ulang..” kata zen dengan tegas.



“ kami sudah mengeceknya tuan, tapi memang hasilnya seperti itu.”


Sebelom zen menjawab tsya sudah membuka pintu itu dan menampakan muka nya saja. “ zen..” panggil tsya dengan pelan membuat yang mempunyai nama melihat kearah sumber suara dengan tersenyum.


“ sayang kamu disini..” jawab zen dengan berdiri dan tsya masuk kedalam dengan juga berjalan menujuh zen yang tengah berdiri.


Mereka saling berpelukan ketika tsya tepat berdiri di depannya, sedangkan nanda mengepalkan tanggan nya menahan amarahnya. “ sayang tunggulah sebentar dan duduklah dulu, sebentar lagi selesai..” kata zen dan di angguki tsya.


Tsya yang melirik kearah nanda yang tengah duduk, tsya yakin wanita ular ini sedang menahan emosinya. Tsya yang duduk di sofa menunggu dan mendengar semua yang zen katakan kepada nanda.


“ aku tetap ingin ini di roscek ulang, aku tak yajin jika hasil seperti ini, sekarang keluarlah..” kata zen dan nanda hanya bisa berjalan dengan menatap tsya yang duduk di sofa dengan tatapan membenci.


Tsya yang menatap zen dengan tatapan memintak penjelasan seakan membuat tubuh zen merinding. “ apa?, kenapa kamu menatap ku seperti itu he..” kata zen dengan pura pura bodoh.


“ kamu tahu dengan tatapan ku zen, aku mendengarkan penjelasanmu..” kata tsya dengan melipat kedua tanggan nya.

__ADS_1


Zen yang gemas dengan tingkah wanita yang sedang kesal dengan segera ******* rakus bibir ranum wanitanya dengan sedikit menginggi* pelan. “ zen aku butuh penjelasanmu bukan ciuman mu..” kata tsya ketika ia berhasil mendorong tubuh laki laki nya.


__ADS_2