
Keputusan mereka untuk membantu orang orang nya, adalah keputusan yang membuat tsya terluka waktu itu. Suara tembakan begitu terdengar sangat keras, bahkan ada yang menembaki kami dengan gas air mata, dan itu sangat menyakitkan jika mengenai mata kita atau kulit kita.
Musuh kami hanya beberapah orang saja yang belom lumpuh, sedangkan kami masih bertahan dengan beberapah orang, kami kembali menyerang agar masalah ini cepat selesai.
Suara tembakan tak bisa terhindar lagi, kami menyerang musuh hingga mereka mundur, satu persatu musuh kami telah kalah, jatuh ke tanah dengan nyawa tak tertolong.
" ayah kita menang ". Kataku dengan semangat dan peluruh di pistol kami saya rasa sudah habis semua nya.
Aku sempat melihat bahwa musuh menembak ke arah ayah, dan aku dengan segera berlari menujuh ke ayah, berdiri di depan nya.
Dor
Satu tembakan yang membuat semua orang terkejut mengenai perut ku bagian kanan. Darah segar keluar begitu saja, aku lemas dan terjatuh di tanah.
" princess kau tak apa nak, buka mata mu.. " Suara ayah yang bergetar dan beliau menekan luka tembak ku.
" ayah aku tak apa.."
" tuan kita bawah nona ke rumah sakit.." aku mendengar sekilas perkataan dari seseorang.
" jangan tutup mata mu nak, tetap bersama ayah.." dan itu kata terakhir sebelom akhir nya aku tak sadarkan diri.
Dirumah sakit
" tuan kami segera melakukan operasi karna peluruh telah melukai rahim putri anda.." kata dokter dan pak abraham tentu saja terkejut.
" lakukan apapun untuk menolong putri ku.." pak abraham dengan menatap ke arah putrinya. " dokter bagaimana dengan rahim putri saya jika di operasi?" Sambungnya lagi.
" nanti saya akan jelaskan tuan, sekarang saya harus segera mengeluarkan peluruh tersebut.." kata dokter dan pak abraham menganggukan kepalanya.
Cukup lama operasi itu berlanjut, satu jam, dua jam bahkan belom ada tanda tanda sang dokter keluar dari ruangan oprasi tersebut. Sedangkan pak abraham merasa terpukul dan sangat marah.
" dokter bagaimana putri saya.." pak abraham segera bertanyak pada dokter yang keluar dari ruangan oprasi.
" oprasi nya berhasil tuan, tapi ada kabar lain yang harus anda ketahui.." jawaban sang dokter membuat jantung pak abraham seraya berhenti.
" katakan dok ada apa?"
" putri anda memang selamat dari peluruh tersebut. Tapi peluruh tadi mengenai rahim putri anda, memang kami tak mengangkat kandungan nya karna peluruh tadi hanya mengores nya, tapi saya tak bisa menjamin jika suatu hari nanti putri anda bisa hamil atau tidak, karna rahim putri anda sudah terluka, mungkin putri anda bisa hamil tapi kandungan nya akan sangat lemah.." sang dokter menjeda penjelasan nya.
" ada polip juga di rahim putri anda tuan, sebagian besar polip ini akan tumbuh di para wanita menapouse, tapi bisa juga di alami oleh anak muda seperti putri anda, kami tak mengangkat nya karna kami perlu persetujuhan anda dan putri anda.." sambungnya lagi.
" apa putri saya bisa hamil suatu hari nanti dok?"
__ADS_1
" mungkin 10% tuan, tapi nanti kita bisa berkonsultasi lagi dengan dokter obgyn yang lebih paham tentang polip kandungan , nanti saya akan merujuk nya ke dokter obgyn tuan.."
" terimah kasih dok.." pak abraham tak banyak berkata ia terlalu terkejut dengan penjelasan dokter yang barusan. " apa yang harus aku jelaskan pada tsya, bagaimana jika ia tak bisa memiliki anak.." air mata yang tadi di tahan kini terjatuh d pipinya.
Wajah yang tegas kini rapuh dengan sendiri nya, hatinya terluka mengetahui semua yang di jelaskan sang dokter. Wanita mana tak akan terluka jika mengetahui bahwa dia tak akan bisa hamil. Hanya 10% adalah hal mustahil untuk hamil.
Kata kata sang dokter berputar putar di telingga nya, polip kandungan yang di pikirkan oleh sang ayah.
" ayah.." panggil tsya ketika ia baru sadar dari pingsan nya, sudah satu hari ia tak sadar dari obat bius yang di berikan sang dokter.
Pak abraham tersenyum melihat putrinya sadar. " terimah kasih tuhan.." ucap nya dengan memengang tanggan putri satu satu nya. " jangan bergerak, biarkan dokter memeriksa nya.." sambungnya lagi.
Dan dokter segera memeriksa nya, semua tekanan darahnya normal, jahitan juga bagus. " semua nya baik, jangan banyak bergerak, luka nya jangan terkenak air terlebih dahulu.." kata sang dokter dan di angguki oleh tsya.
" tuan ini dokter yang saya janjikan pada anda."
" dokter apa tidak bisa jika nanti saja.." pak abraham melirik ke putrinya.
" ayah ada apa, aku tak apa. Dokter bisa jelaskan pada ku?" Tsya mengetahui apa yang di tatapkan sang ayah untuk dirinya.
" saya dokter obgyn atau dokter kandungan, peluruh yang mengenai anda tepat di perut sebelah kanan, dan sedikit mengenai rahim anda, hanya goresan tapi itu membuat rahim anda terluka, dan ada satu polip kecil yang ada di sana juga."
"Polip?"
" apa bahaya dok?"
" sebenarnya tidak bahaya."
" apa saya bisa hamil?"
" princess.." potong sang ayah
" 10% nona.."
Deg
" bisa tinggalkan saya, saya akan pikirkan dulu.." jawab tsya dengan pelan.
Semenjak kejadian itu tsya tak mau melakukan pemeriksaan kandungan nya lagi, polip kandungan sebenarnya bisa di angkat tanpa melakukan pengangkatan rahim, banyak cara yang akan bisa di lakukan, tapi tsya yang masih anak muda waktu itu hanya bisa memberontak dan tak mau lagi melakukan operasi lagi.
Flash black of
Dan yang mendengar penjelasan tsya hanya menatap ke arah istrinya dengan tatapan kosong, sedangkan tsya hanya menunduk dengan air mata yang sudah membanjiri wajah ayu nya.
__ADS_1
Dan tak bicara apapun ia hanya mampu memeluk istrinya agar ia tenang. " jangan menanggis lagi sayang, ku mohon. Istirahat lah kamu pasti lelah.." ucapan yang terdengar perhatian tapi sebenarnya ia ingin menenangkan diri sendiri.
Zen membawah istrinya berbaring di kasurnya, mencium kening istrinya dengan lama. " tidurlah dulu, aku mau mandi dulu.." tanpa menunggu kata dari tsya, zen sudah melangkahkan kaki nya masuk kedalam kamar mandi nya.
_________
Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di lapisan dinding rahim (endometrium). Sebagian besar polip rahim bersifat jinak, meski beberapa di antaranya dapat berkembang menjadi ganas atau kanker.
Polip rahim dapat berbentuk bulat atau lonjong, dengan ukuran mulai dari sebesar biji wijen hingga sebesar bola golf. Benjolan ini dapat bertangkai sehingga terlihat menggantung atau tumbuh melebar pada dinding rahim. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause.
Gejala yang biasa nya terjadi adalah
Siklus menstruasi yang tidak teratur
Durasi atau volume menstruasi berlebih (menorrhagia)
Perdarahan dari ****** diantara dua siklus menstruasi
Muncul flek dan perdarahan setelah menopause
Perdarahan setelah berhubungan intim
Sulit atau tidak bisa hamil (infertilitas)
Gejala polip rahim bisa bervariasi antara satu wanita dengan wanita yang lain. Ada sebagian penderita yang bahkan tidak merasakan gejala apa pun.
Karena belum diketahui penyebab pastinya, polip rahim tidak bisa sepenuhnya dicegah. Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk menurunkan risiko terjadinya polip:
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang dengan gizi cukup.
Melakukan olahraga secara rutin, setidaknya 3 kali seminggu.
Menjaga berat badan ideal.
Melakukan pemeriksaan berkala ke dokter, terutama jika memiliki kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Lynch atau sindrom Cowden.
_______
Tinggalkan jempol kalian
Like komen atau jadikan favorit
Vote atau kasih hadiah juga ga pa pa
__ADS_1
Makasih sayang