Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ TAK HABIS PIKIR 2


__ADS_3

“ ihhh kakak ini..” kata tsya dengan cemberut.


“ jangan hiaraukan omongan orang yang penting kita happy.”


Setelah kejadian itu kini sudah hampir 2 bulan, kedekatan zen dan tsya kini sudah banyak yang tahu bahkan satu sekolah mengosipkan bahwa tsya akan mengantikan posisi nanda menjadi teman dekat zen waktu itu.


Tetapi nanda hanya tersenyum ketika mendengar berita itu. “ kamu tenang banget sih posisi mu di rebut anak baru masuk sini..” kata teman nanda waktu itu.


“ kita lihat saja aku yakin zen akan meninggalkan nya sebelom kita lulus.”


“ segitu yakin nya.”


“ karna zen hanya milikku..” sambung nanda dengan tersenyum.


Sedangkan zen tetap berusaha mengambil hati tsya, apa yang dirasakan zen saat ini adalah cinta yang tulus bukan sekedar taruhan yang dia harapkan tetapi dia memang menyukai tsya dari awal bertemu jatuh di lantai.


Sedangkan tsya selalu nyaman ketika sedang bersama zen, selalu nyambung jika mengobrol tentang pelajaran maupun tentang perusahan,, mereka selalu bertukar ilmu tentang apapun karna mereka adalah putra putri dari keluarga yang terkenal di kota ini. Tetapi zen tak tahu siapa keluarga tsya dari dulu.


“ kak ini buku nya dan terimah kasih..” kata tsya dengan menyodorkan sebuah buku yang menjelaskan semua tentang saham. Dan tak sengaja tanggan mereka bersentuhan yang membuat mereka saling bertatapan dengan mata yang sama sama tulus.


Deg


Deg


Detak jantung mereka yang masing masing ingin melompat seperti itu, tsya yang malu karna di tatap seperti itu seakan memutus tatapan itu dan membuang muka. “ ana aku mencintaimu..” kata zen yang tiba tiba membuat nya terdiam tak berkutik.


“ aku menyukaimu ana dari pertama kita bertemu..” sambung zen lagi yang memengang tanggan tsya. “ maaf mungkin ini terlalu cepat tapi aku tulus menyukaimu,, sebelom aku lulus sekolah aku ingin kamu jadi pacarku..” sambung zen lagi yang tambah membuat tsya tak bergerak seakan menjadi patung.


“ aku.. gak-“


“sstttt.. jangan jadikan beban jika kamu tak menyukaiku tak apa.. kamu bisa bilang langsung padaku.”

__ADS_1


“ aku tak tahu apa aku menyukaimu juga kak tapi yang jelas aku selalu nyaman ketika berada di dekatmu.. aku selalu senang ngobrol denganmu kak..” kata tsya dengan nunduk karna malu.


“ jadi kamu mau jadi pacarku..” tanyak zen lagi dan tsya hanya tersenyum melihat zen yang beranda gembira. “ terimah kasih sudah mau menjadi kekasihku terimah kasih..” kata zen dengan sepontan memeluk tsya, yang memuatnya terkejut. “ maaf kan aku, aku terlalu bahagia.” Sambung zen lagi ketika pelukan mereka terlepas.


“ tak apa kak.”


“ jangan panggil aku kak dong.. panggil zen atau sayang.”


“ ihh aku malu,, zen tak buruk kok.” Kata tsya dengan senyum yang menambah kecantikan nya.


“ apapun yang penting kita jadian.”



Semenjak itu mereka telah resmi menjadi kekasih, hampir semua para pelajar disana iri kepada tsya karna bisa membuat zen menjadikan nya kekasih. Sedangkan nanda merasa marah karna selama ini zen tak pernah menjadikan nya kekasih.


“ sial mereka beneran jadi sepasang kekasih..” Umpat nanda dengan kesal.


Nanda yang merasa kesal segera mencari zen untuk bertanyak. “ zen aku ingn bicara..” kata nanda waktu bertemu di parkiran sekolah mereka.


“ apa yang ingin kau bicarakan.”


“ kamu tega sama aku zen, kamu hanya jadikan aku teman dekat sedangkan anak itu kamu jadikan pacar.”


“ nanda aku sudah bilang bahwa aku tak mau berkomitmen dengan mu waktu itu.”


“ lalu sekarang kau berkomitmen dengan adik kelas kita.”


“ entahlah, aku rasa aku beneran jatuh cinta dengan nya.”


“ dengar zen adtya adam aku tahu kamu hanya jadikan dia bahan taruhanmu dengan satu tim mu.. jadi jangan membuatku marah zen..” perkataan nanda membuat zen menatapnya dengan dingin dan mencengkram kuat tanggan nanda. “ auhh lepasin zen sakit.”

__ADS_1


“ jika kamu berani macam macam padaku atau pun wanita ku.. ku pastikan kau akan sengsara di mana pun kau kuliah.. jika kau mengatakan itu pada ana ku maka akan ku robeh mulutmu itu..” ancam zen dengan nada yang marah.


“ kau tak pernah kasar pada ku zen dan demi dia kau kasar dengan ku.”


“ akan ku lakukan apapun untuk mempertahankan hubungan ku dengan ana ku. karan dia cintaku.. kau dengar itu..” ucap zen dengan melepaskan cengkraman nya dengan kasar dan kemudian pergi meninggalkan nanda yang kesakitan.


“ agghhhh awas kau zen.. jika aku tak bisa memilikimu maka tak ada wanita yang bisa memilikimu.” Ucap nanda dengan pelan.


Hari kelulusan kini tinggal beberapah hari lagi dan kebetulan hari ini para tim basket sudah berkumpul. “ ini uang yang kita janjikan totalnya 6juta untuk kau menangkan taruhan kita..” kata salah satu teman zen yang mengadakan taruhan konyol itu.


“ aku tak mau ambil,, aku dan ana saling mencintai.. bahkan aku tak ingin kehilangan cintaku.”


“ lu gila zen,, kalian masih cinta monyet buat apa mempertahan kan cinta yang masih kecil.. sudah ini terimah uang taruhanmu.. dan selamat kau menang taruhan mendapatkan cinta dari siapa namanya ana.”


Bruk


Suara benda jatuh terdengar oleh semua para satu tim yang tengah mengobrol di sana dan zen begitu terkejut bahwa ana nya tengah berdiri disana dan menjatuhkan se botol minuman dan satu bekal yang berserahkan di lantai. Tsya meneteskan air mata nya setelah mendengar bahwa dirinya hanya di jadikan bahan taruhan oleh laki laki yang dia sayangi bahkan zen tengah memengang uang mereka.


“ sayang ini gak seperti yang kamu kira..” suara zen yang berteriak ketika mengejar gadis nya yang menanggis dan berlari. Tsya yang terus berlari tanpa menoleh kebelakang. “ ana kau jelasin dengerin dulu ku mohon..” ucap zen ketika dia berhasil menangkap pergelangan tanggan ana dan membuatnya berhenti.



“ apa yang ingin kau jelaskan zen, aku sudah mendengar semua nya dan terimah kasih untuk selama ini. Aku yang bodo* terlalu percaya pada laki laki sepertimu, seharus nya aku tahu bahwa kamu tak akan pernah tulus mendekatiku..” ucap tsya dengan menghapus air mata nya.


“ ana ku mohon dengar kan aku dulu, aku memang taruhan dengan mereka tapi aku memang menyukaimu dari awal bertemu itu tulus ana, bukan kebohongan..”


Plak


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi zen dan meninggalkan bekas. “ maaf zen adtya adam aku akan melupakan ini dan jangan temui aku lagi..” ucap ana dengan tenang dan kemudian meninggalkan zen yang masih berdiri kaku di sana tanpa bicara apapun.


Semenjak itu tsya tak pernah mau untuk bertemu atau pun bertegur sapa dengan laki laki yang berama zen adtya adam, satu sekolah pun menjadi heboh karna beredar tentang taruhan itu dan ana yang menjadi korban tetap menjadi gadis yang tenang meskipun banyak pelajar yang mengasiani nya, meskipun terkadang zen yang membela nya di depan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2