
Zen adtya adam adalah pengusaha sukses dalam bidangnya, zen yang angkuh serta arogan sangat terkenal dalam dunia entertainment, bukan hanya prestasi nya tapi karna ke suksesannya. Beberapah hotel dan club malam yang terkenal dengan segala sesuatu nya adalah milik resmi dari zen.
Perusahan exspor terbesar saat ini yang sedang di naungi oleh zen adtya adam, penjualan beberapah senjata tajam yang sengaja dia sembunyikan.
Zen tengah bergelut dengan beberapah kertas di depan nya, kaca mata putih yang mentereng di hidungnya menambah kesan laki laki dewasa.
“ malik apa ada jadwal meeting hari ini..” tanyak zen kepada asisten nya.
“ tidak tuan muda.. hari ini anda free.”
Zen segera melepas kaca mata nya ketika mendengar bahwa hari ini tengah free. “ aku mau ke kantor ana.. kamu harus membuat janji..” kata zen lagi dengan senyum
“ jika kita membuat janji saya yakin nona tidak akan mau tuan..” jawab sang seketaris dan membuat zen berfikir ulang.
“ kau benar,, ya sudah kita kesana sekarang.” Ucap zen dengan bersemangat.
“ baik tuan muda..” jawab malik dan mereka sudah berjalan meninggalkan ruangan besar itu.
Sebelom zen tiba di loby perusahan nya, zen tak sengaja menangkap sosok wanita yang dia kenal dengan setelan baju kantor dan masuk kedalam ruangan definisi oprasional.
“ malik siapa wanita tadi yang masuk kedalam ruangan definisi oprasional..” tanyak zen ketika mereka berada di dalam lift.
“ maaf tuan saya tidak melihat nya,, jika anda ingin tahu maka saya aku akan mencari tahu nya dengan segera.”
“ aku ingin tahu semua daftar nama staff kita tanpa terkecuali.”
“ baik tuan muda.”
Hayoo siapa wanita yang di lihat zen,, kita main tebak tebakan yukk.. hehehe.
Mereka yang sudah tiba di depan gedung perusahan tsya segera turun dari dalam mobil dan masuk kedalam perusahan, beberapah orang tengah menatap kekaguman ketampanan yang di miliki oleh wajah dari zen.
__ADS_1
“ permisi nona,, kami ingin bertemu dengan nona anatsya nugraha..” ucap malik yang bertanyak dengan resepsionis.
“ maaf saya bicara dengan siapa dan apa anda sudah membuat janji.”
“ iya kami sudah mempunyai janji dengan nona tsya..” ucap malik dengan berbohong.
“ sebentar tuan saya akan menghubungi seketaris nya terlebih dahalu.”
“ jangan nona..” potong malik dengan segera dan membuat wanita itu heran. “ maksud saya jika anda berkata pada seketaris nya saya yakin dia tidak tahu karna kami langsung membuat janji kepada nona tsya,, bos saya adalah teman waktu sma dulu.”
“ ouhh begitu,, baik tuan silahkan anda naik lift dan tekan angka 20 di sana ruangan nona tsya.”
“ terimah kasih nona..” ucap malik dan di angguki oleh wanita tersebut.
Zen dan malik kini berada di lift untuk menujuh tempat tsya berada, zen yang tak menyangka bahwa wanita nya adalah CEO dari perusahan yang cukup terkenal di kota ini, bahkan harga saham nya tetap berada di posisi no 5 ke naikan nya.
Sedangkan tsya kini berada di ruangan nya bersama exel. Exel yang sedang memberikan dokumen dari penjualan produk kain, karna exel juga pemimpin penjualan produk kain dari dulu hingga sekarang.
“ maaf buk karna kain yang kita keluarkan dari tahun kemarin hingga sekarang tetap ini saja dan tak ada perubahan..” jawab exel.
“ jika itu masalah nya kenapa kamu tak memberikan ide mu kepada orang orang bagian pembuat kain ini.”
“ saya juga belom mempunyai ide apapun ibu tsya tapi saya juga menyalahkan bagian lapangan serta pemasaran karna mereka kinerja nya menurun.”
“ kamu jangan suka menyalahkan orang orang bagian lapangan, seharus nya kamu mencari jalan keluar nya kenapa produk ini harus turun segini banyaknya dan kamu harus turun lapangan kamu lihat kondisi nya,, kamu masuk toko ke toko yang ada produk kita.. jangan asal bicara kamu menyalahkan bagian ini bagian itu.. kamu sebagai pimpinan mereka yang ikut andil dalam kesalahan ini..” suara tsya yang tegas dan keras di ruangan itu memenuhi ruangan itu.
“ baik buk, saya akan mencari tahu.”
“ kamu sudah berapah lama memengang pimpinan bagian pemasaran?”
__ADS_1
“ hampir 2 tahun buk.”
“ 2 tahun?, hal kayak gini kamu masih diam saja dan belom ada jalan keluar nya.. kamu ngapain aja di bagian pemasaran,, hanya duduk santai lihat anak buah mu bekerja dan kamu tak melakukan apapun..” kini suara tsya sudah naik satu oktaf dengan nada marah sedangkan exel tak menjawab pertanyakan dari tsya.
Tsya yang ingin bicara lagi harus berhenti ketika pintu ruangan nya terbuka dan beberapah orang ribut.
“ sayang ku ana..” panggil zen dengan tenang. Dan tsya serta exel menatap ke arah sumber suara. Tsya dengan tak habis pikir laki laki ini sekarang di depan nya bahkan masuk kedalam ruangan nya.
“ maaf buk saya sudah menghalangi nya tapi mereka maksa..” kata bela dengan menunduk.
“ laki laki ini yang telah menyekap ku,, mau ngapain kamu di sini haa.. ini bukan perusahanmu..” kata exel dengan berdiri.
“ zen kamu astaga..” kata tsya dengan memukul jidatnya sendiri.
“ aku merindukanmu..” ucap zen dengan berjalan menghampiri wanita nya sedangkan tsya hanya melotot ke arah zen.
“ jadi kalian pacaran,, brengse* aku habisin kamu..” teriak exel dengan berlari yang ingin memukul zen dan untungnya zen dapat menghindar dan exel segera di tahan oleh malik.
“ exel apa yang kamu lakukan..” suara tsya yang sedikit terkejut.
“ aku akan membunuhmu tuan,, karna kamu aku dan tsya harus batal nikah.”
“ exel kau jangan pura pura bodo*.. kamu sendiri yang membuat ulah tapi menyalahkan orang lain.”
“ kalian memang berselingkuh di belakang ku selama ini..” teriak exel dan tsya tak menjawab apa apa, sedangkan zen hanya tersenyum sinis ke arah exel.
Zen memberikan tanda bahwa malik harus membawah exel keluar dari ruangan ini. “ lepasin aku bisa keluar sendiri..” bentak exel dan membuat malik melepaskan nya.
“ jika kamu masih seperti ini exel aku akan memberi mu SP2.”
“ pecat saja wakil CEO gak berguna..” suara zen dengan tenang serta mengejek.
__ADS_1
“ zen jaga bicara mu ini kantor ku..” ucap tsya dan zen hanya tersenyum manis kearah tsya.
Sedangkan exel segera meninggalkan ruangan itu dengan membanting pintu dengan keras. Sedangkan malik tentu saja juga ikut keluar dan menjaga di depan ruangan nona yang di gila in oleh bos muda nya.