
Zen dan tsya kini duduk di sofa panjang yang berada didalam ruangan tersebut sedangkan zen menelitik semua yang ada di ruangan itu.
“ ada perlu apa kamu di sini..” tsya yang akhirnya membuka suara untuk bertanyak.
“ aku rindu padamu.”
“ omong kosong zen.. aku tak percaya.”
“ apa kamu pikir aku berbohong ana.”
“ kamu pikir aku percaya dengan laki laki cassanova sepertimu.”
“ astaga ana..” ucap zen dengan duduk di sofa dengan memincingkan mata nya.
“ berapah uang yang kamu taruhkan untuk mendekati ku.”
“ kamu masih berpikir bahwa aku mendekati mu karna taruhan dengan teman ku.”
“ hmm.. masa lalu mungkin akan terulang.”
“ aku tulus mendekatimu karna dari dulu sampai sekarang aku mencintaimu..” sebuah ungkapan yang di kata zen membuat jantung tsya tak karuan.
Deg
Deg
Deg
‘ kata kata itu yang membuat luka ini di sana.’ Ucap tsya dalam hati.
Tsya yang segera berdiri yang ingin menujuh ke dalam toilet ruangan nya segera di cegah oleh zen. Zen berhasil menangkap pergelangan tanggan nya dan memojokan tubuh nya ke dinding.
__ADS_1
“ apa yang kamu lakukan zen..” ucap tsya dengan sedikit terkejut.
“ aku tahu kamu masih merasakan cinta untuk ku ana.. ku mohon maafkan aku..” kata zen dengan pelan dengan mata mereka saling bertatapan.
“ ak- aku sudah melupakanmu zen dan aku sudah memaafkan mu..” kata tsya dengan gugup.
“ tatap mata ku ana jika kamu sudah melupakan cinta kita.”
“ zen itu sudah lama hampir 7 atau 8 tahun lalu.. kita hanya menjalin cinta monyet pada masa itu..” elak tsya dengan tak berani menatapnya.
“ aku mintak maaf atas kesalahan ku yang dulu.. aku akui aku memang bodoh bisa menerimah taruhan itu tapi terlepas dari hal itu aku memang jatuh cinta padamu dari awal kita bertemu ana.”
Tsya yang tertawa sinis mendengar pengungkapan zen membuat zen mengerutkan keningnya. “ jika kamu memang jatuh cinta dari pertama kita bertemu, kamu tak akan tega melukai hatiku zen.”
“ aku yang bodoh dengan hal itu ana. Aku mohon bukalah hatimu lagi untuk ku,, kali ini aku akan buktikan semuanya padamu.”
“ kau tahu zen aku berusaha melupakan kenyataan pahit kita, bahkan aku berusa keras melupakan banyanganmu dan aku harus mengubur lembaran kertas yang aku sobek dan aku berusaha keras menata hatiku untuh lagi, dan kini kamu datang untuk menatah kertas yang sudah aku robeh. Apa kamu pikir kertas itu akan kembali utuh lagi?, tidak zen, tak ada wanita yang bisa menatah ulang hati nya ketika di sakiti oleh laki laki yang sama..” ucap tsya dengan menatap zen, posisi mereka tetap sama.
“ hahaha teman?, teman seperti apa yang kamu maksud.. teman yang selalu menghanggatkan ranjangmu tuan zen adtya adam.”
“ maksud mu?”
“ bukan kah itu definisi teman wanita mu zen.. kamu dari dulu bahkan tak berubah.. wanita hanya kau jadikan budak nafsumu.”
“ semenjak bertemu dengan mu lagi,, aku sudah membuang semua kebiasan buruk ku.”
“ kamu pikir aku akan mau dengan laki laki bekas pela*ur zen, hahahaha..” tsya dengan segera mendorong tubuh zen agar menjauh sedangkan zen tak menyangka bahwa dirinya di sini di tolok sebelom berjuang lebih jauh.
“ aku tak pernah bermain dengan pela*ur ana. Semua wanita yang bersama ku adalah wanita pilihan dari ku..” jawab zen dengan tetap tenang meskipun dia kecewa.
“ lalu wanita mu kamu sebut apa?, wanita panggilan?” ucap tsya dengan tertawa sinis. “ dengar tuan zen adtya adam kita hanya masa lalu. Aku akan bahagia dengan laki pilihan ku tapi bukan kamu dan aku harap kamu mengerti itu zen.”
__ADS_1
Zen yang kecewa dengan setiap kata yang di lontar kan oleh tsya segera menarik kembali tanggan tsya dan dalam hitungan detik bibir zen sudah menempel sepenuhnya di bibir tsya.
Tsya yang terkejut seakan menghindar dan memberontak tapi tenanga zen lebih kuat dari dia, zen ******* bibi* tsya dengan paksa sedikit mendorong tubuh tsya agar menempel kedinding dan membuat badan mereka menempel sepunuhnya.
Tsya yang terus memberontak tak di hiraukan oleh zen, bahkan zen memaksa masuk kedalam bibi* tsya, dengan gigitan kecil tsya terpaksa membuka bibi* nya dan zen memanfaatkan nyaa untuk memasukan lida* nya, tsya yang merasa kesal lida* zen kini tengah di gigi* olehnya hingga ciuman itu terlepas dan sedikit mengeluarkan darah dari lida* zen.
“ kamu bener bener gila zen..” amarah tsya dengan nafas terengah engah.
“ aku akan mendapatkan hati mu lagi bagaimana pun caranya ana..” kata zen dengan dingin yang kemudian pergi meninggalkan tsya yang masih merasa kesal kepadanya.
Tsya terduduk di lantai dengan menahan amarahnya ketika zen sudah pergi meninggalkan ruangan nya. tsya dengan pelan menyentuh bibirnya yang tadi di ci*m oleh zen.
Tsya segera berlari menujuh kamar mandi daan menggosok bibirnya dengan kasar serta air mata yang tiba tiba sudah menetes.
“ aku gak boleh lemah.. aku harus melawan zen.. aku gak boleh menyerah dengan perasan sialan ini.. aku sudah move on.. aku gak mencintai zen lagi hihihi..” tanggisan tsya kini kembali pecah ketika dia bertanyak dengan dirinya sendiri.
Luka yang lama terpendam kini menghantui pemikiran wanita cantik yang sedang menanggis di kamar mandi, tsya berusaha melupakan cinta nya setelah dia belom sepunuhnya melupakan sakit nya kini laki laki itu hadir dengan memohon kembali padanya.
Cinta monyet, semua orang akan mengatakan hal itu, tapi cinta pertama adalah hal yang sulit di lupakan meskipun mereka jatuh cinta pada di masa cinta monyet.
_________
jangan lupa like atau coment
tetap jadikan favorit ya
kasih hati dong atau vote
terimah kasih sayang ku
__ADS_1
salam sehat selalu dimana kalian berada