
Satu minggu juga di lewati aiden dengan rasa kesal nya, bagaimana ia tak kesal jika ia kalah cepat dengan orang orang nyoya tsya, jika mereka laki laki mungkin harga dirinya tak masalah tapi ia di kalahkan dengan seorang wanita.
Ke lima wanita itu kini tinggal bersama di markas besar milik dari suami bos wanita nya, tsya sebenarnya tak mau di jadikan bos mereka tapi mereka memaksa, hingga mau tak mau tsya tetap mereka anggap bos nya.
Aiden bgitu kesal pada sosok wanita cantik yang bernama alicia, ia lebih garang dari ke empat wanita itu, wajah yang cantik dan tubuh yang indah seperti nya tak pantas jika ia memiliki sifat yang garang, dan selalu mematikan lawan nya.
Setelah kejadian di rumah sakit yang membuat pertama kali nya aiden malu, sekarang di tambah kejadian di markas membuat nya tambah malu lagi, aiden ingin rasa nya mengubur kepalanya di pasir hingga tak ada yang mengenali wajahnya.
Flasblack
“ syukurlah nyoya selamat, kalau tidak kita dalam masalah baru..” bisik aiden pada malik.
“ bukan hanya masalah baru, tuan muda akan lebih kejam dari yang kemarin..” jawab malik.
“ bagaimana tua bangka yang tadi.”
“ dia ada di markas, lakukan saja tugas kalian nanti pada nya, aku tak fokus tadi, tak enak jika meninggalkan tuan muda terlalu lama.”
‘” maka dengan senang hati kami melakukan nya, aku terlalu lama tak mencoba otot otot ku..” kata aiden dengan menggerahkan otot otot nya.
“ jangan pamer otot di sini..” suara dingin dari seorang wanita yang dari arah belakang membuat kedua laki laki menatap kearah samping.
“ kau..” teriakan kecil dari aiden yang membuat alicia melihat kearah nya dengan tatapan datar nya.
“ kenapa kau terkejut, bukan kah seharus nya kau tahu bahwa aku akan ada di sini..” alicia bicara dengan tenang.
“ ka- kau dari mana, bahkan bos mu hampir tinggal nama nya dan kau baru datang, dasar anak buah gak tahu diri..” omelan aiden membuat alicia mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang terjadi pada bos nya tapi ia enggan bertanyak.
“ aku mengurus sesuatu yang tak perlu kau tahu..” jawab alicia dengan dingin.
“ apa yang kau urus, pasti kau sedang asik berkencan dengan laki laki mu, memalukan..” ejek aiden dengan senyum mengejek.
__ADS_1
“ jika ada laki laki yang berhasil naik di atas ranjang ku berarti dia hebat, tapi jika dia mati sebelom ia berhasil naik di ranjang ku maka dia pria lemah..” jawaban alicia dengan menatap kedepan.
“ lalu apa yang kau lakukan hingga baru datang?”
“ aku membuat racun yang akan kami pakai di dalam pistol, hingga satu peluruh bisa membunuh satu musuh dengan hitungan detik..” jawaban alicia membuat aiden hanya menatap nya ngeri.
‘ wanita ini sungguh menakutkan ‘ batin aiden
Alicia mengeluarkan pistolnya dan menodongkan pistol itu tepat di pelipis kepala aiden. “ apa yan- yang kau lakukan, kita satu tim..” kata aiden dengan gugup.
“ aku ingin mencoba nya di kepala mu, tidak tidak aku ingin di tubuh mu saja..” alicia memindahkan pistol nya di perut aiden. “ jika di sini aku bisa lihat reaksi racun pada tubuh ku..” sambungnya lagi.
“ kau gila..” bentak aiden dan menghempaskan pistol itu agar menjauh dari tubuhnya, ia tak ingin mati sebelom ia menikah.
“ kau takut?, bukan mafia setia, mafia sejati tak akan takut mati..” ejek alicia.
“ jika aku bertarung lalu aku mati, maka aku tak akan takut. Tapi jika aku mati karna bahan percobaan maka aku tak mau, lebih baik mati terhormat di medan perang dari pada mati di tanggan bahan percobaan..” jawab aiden dengan malas.
“ kau terlalu banyak alasan..” jawab alicia dengan meletahkan kembali pistol nya pada saku jaket kulit nya.
“ sebaiknya kalian berdua pulang ke markas selesaikan tua bangka itu dengan segera..” kata malik dan hanya di balas iya oleh mereka berdua.
******
Markas besar
Markas besar yang selalu di jadikan tempat tinggal orang orang zen, kini kembali normal karna mereka mendapatkan kabar bahwa nyoya nya telah selamat. Kebahagian juga tak hanya di rumah sakit tapi di markas juga mereka tengah berbahagia.
“ dimana tua bangka itu..” pertanyakaan aiden ketika ia masuk kedalam rumah besar tersebut.
“ di belakang bos..” jawab salah satu dari mereka.
__ADS_1
“ siapa yang kalian maksud tua bangka, apa dia bikin ulah?”
“ dia ayah dari wanita yang ingin mencoba membunuh nyoya tsya..” jawab aiden dengan berjalan kebelakang.
Krek
Suara pintu terbuka dan nampak laki laki separyh baya yang tak berterimah kasih sama sekali, jika ia tak mengamuk di rumah sakit waktu keadaan masih genting mungkin ia tak akan di siksa di tempat ini.
Bugh
“ bangun..” tendangan aiden yang tepat mengenai perutnya membuat orang tua itu bangun dengan menahan sakit.
“ dasar bodoh, sudah dapat enak malah melakukan hal bodoh..” ejek aiden dan alicia hanya terdiam tak melakukan apapun.
“ am..pun tua..n aku tak mengerti bahwa aku berurusan dengan tu..an ze..n..” kata nya dengan terputus putus karna sakit di bagian tubuhnya karna ia tadi baru tertidur karna habis di hajar oleh anak buah dari zen.
“ kau bodo* sudaha dapat ganti uang yang banyak dan kau tak akan miskin lagi, malah membuat onar di rumah sakit dan waktu mu salah jika membuat onar.”
“ ampuni aku tuan, lepaskan aku.”
“ nanti setelah aku bersenang, seperti nya aku lama tak berolahraga..” aiden yang bicara dingin. “ bawah dia ke taman, dan siapkan sarung tinju nya, aku ingin main tinju dengan nya..” sambungnya lagi dan kemudian pergi menujuh taman.
Sedangkan alicia sama sekali tak mengatakan apapun, ia diam seribu bahasa meskipun langkah kaki nya masih saja mengikuti langkah aiden menujuh taman.
“ jangan terlalu bersenang senang dengan ular, kau bisa terpatuk nanti..” peringatan alicia pada aiden ketika aiden sudah memakai sarung tinju.
“ hanya sebentar..” jawab aiden.
“ 10 menit dia tak mati maka aku yang akan membunuhnya..” alicia juga pikir ini kesempatan menguji racun nya yang berada di peluruh bukan, meskipun ia yakin tak akan pernah gagal dalam pembuatan racun.
“ deal tapi satu lagi, aku ingin kita bertarung menggunakan pedang..” aiden mencoba menantang wanita yang sombong satu ini.
__ADS_1
“ selesaikan saja dulu tugas mu lalu kau menantang ku.”
“ tuan aiden dia juga sudah siap..” kata orang yang membawah laki laki bayah itu masuk kedalam taman.