Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
SALING MEMAAFKAN


__ADS_3

Elmas dan sean keluar dari kamar. Menuju sebuah kamar yang di tempati bean dan prilly. Bean yang tengah memikirkan sang adik menjadi termenung. Prilly yang melihatnya menjadi iba. Bagaimana bisa mereka bahagia sedangkan sang adiknya masih menderita seperti itu. Terdengar suara ketuk an dari pintu luar.


" Elmas,, masuk lah." Ucap prilly ketika membuka pintunya.


Elmas dan sean hanya tersenyum. " Kak prilly ,, apa di dalam ada kak bean." Ucap elmas dengan pelan.


" Kakakmu ada di dalam el, masuklah. Kakakmu akan senang melihat kamu di sini untuk menemuinya." Ucap sang kakak ipar dengan lembut. Prilly memang wanita lembut sedari dulu.


Elmas dan bean akhirnya masuk kedalam kamar. Kamar yang begitu luas. Elmas melihat bean duduk di lantai di dekat ranjang. Merasa sangat terluka melihat sang kakak seperti itu.



" Kak bean." Panggil elmas ketika berada di dekatnya bean.


Bean yang menenggok dan melihat elmas ada di sampingnya tersenyum. " Maafkan elmas kak,, elmas salah,, maafkan elmas kak bean,, gak seharusnya elmas seperti itu pada kakak." Ucap nya dengan sedih.



" kau tak perlu minta maaf princes,, kakak yang salah disini. Aku menyanyangimu el,, bahkan kakak gak sanggup menatap matamu."


Mereka berdua menanggis dengan berpelukan. Sean dan prilly yang melihat nya tanpa sadar juga menitik kan air matanya.


" Kau tau el,, bahkan kakak ingin ikut mama agar rasa bersalah ini tak ada di diri kakak."


" Jangan berkata seperti itu kak,, ku mohon jangan tinggalkan aku. Cukup mama yang pergi. Kalau kau pergi siapa yang akan menjaga aku hiks hiks ."


" Ada sean yang akan menjaga mu dengan baik."


" Lalu kalau sean menyakitiku siapa yang akan memukul nya."


" Tentu saja aku yang akan memukul patat nya jika dia berani menyakitimu." Bean dan elmas masih enggan melepaskan pelukaannya. Pelukaan yang penuh kasih sayang.

__ADS_1


" Menanggislah untuk yang terakhir kali nya. Besok sudah tak ada lagi air mata yang ada di matamu. Aku hampir bunuh diri setiap melihat air matamu."



Elmas yang memang masih sangat bersedih. Tak bisa di pungkuri dia menanggis di dalam dekapan sang kakak. Sejak meninggalnya sang mama hingga hampir satu minggu elmas dan bean tak pernah menyalurkan rasa berduka nya.


" Aku ikhlas melepas mama , mungkin ini sudah jalan nya mama. Aku harus bangkit dari rasa terpuruk ku."


" Kita bangkit sama sama. Kita harus saling memengang tanggan kita agar tak terlepas. Tinggal papa yang kita punya." Elmas sadar akan ada nya papa. Richand yang sebenernya melihat adegan itu dari luar kamar merasa bahagia jika melihat putra putri nya bisa akur seperti itu.



ini visual papa richand yaa sayang.


" Om masuk lah. Mungkin elmas dan bean membutuhkanmu saat ini." Ucap prilly ketika menangkap sosok pria yang berdiri di luar pintu.


" Apa kalian melupakan papa di sini." Ucap richand ketika tiba di depan mereka. Bean dan elmas menatap nyaa dengan tersenyum.


" Maafkan elmas paa. Elmas sungguh minta maaf." Ucap elmas ketika richand sudah duduk di lantai di depan anak anak nya.


Elmas dan bean segera memeluk richand bersamaan. Suasana terharu di dalam kamar bean adalah momen yang sangat mereka tunggu sedari kemarin.


Prilly yang ingin pergi meninggalkan kamarnya. " Kak prilly ." Panggil elmas dengan sedikit berteriak. " Mau kemana kak. Apa kak prilly tak mau menemui ku ."


Prilly yang hanya diam melihat elmas sedang tersenyum. Elmas yang lari dan segera memeluk kakak iparnya. " Tetap lah di sisi kak bean kak. Aku bahagia jika yang jadi kakak ipar ku adalah kamu." Ucap elmas dengan nada sangat santai.


" Apa kamu sudah tak marah lagi el." Pertanyak an prilly ketika pelukan mereka terlepas.


Elmas hanya mengeleng dengan senyum penuh arti. " Apa kak prilly mau menjadi sahabatku.. kakak ku dan menjadi ibu untuk ku ?. "


Prilly yang tak tau harus berkata apa hanya memeluk elmas kembali. " Jadikan aku apapun untuk mu el,, asal kita bisa sedekat dulu."

__ADS_1


Mereka menanggis terharu. Elmas yang sudah menerimah kepergian sang ibu Kini lebih terlihat tenang. Sedangkan bean dan prilly tlah bahagia karna semua keluarga nya menerimah pernikahan mereka. Sedangkan richand dan sean bahagia melihat pertengkaran mereka telah berakhir.


Tak terasa hari sudah mulai gelap. Sedangkan sean masih di sini. Di ruangan kerja bersama sang calon papa mertuanya.


" Sean bagaimana kabar percerainmu."


" Kami besok akan sidang pertama om,, tapi jika amanda tak datang maka semuanya akan lebih muda." Jawab ku dengan masih membaca setiap dokumennya.


" Lakukan dengan segera. Jika pun nanti saya pergi setidaknya elmas sudah ada kamu di sisinya." Perkataan om richand membuat sean menghentikan membacanya.


" Jangan berkata yang tidak tidak om. Elmas akan kembali terpukul jika om juga pergi. Jangan betbuat hal konyol om ."


" Om hanya berkata andai kata sean."


" Tak ada andai kata om richand ." Tatapan sean sangat sulit di arti kan.


" Baiklah aku tak ingin berdebat. Lanjutkan bacamu atau kau menemui elmas di taman belakang. Aku rasa dia jam segini pasti di sana."


"Aku akan menemui elmas. Sepertinya aku merindukan nya." Ucap nya dengan tersenyum.


" jangan bertingkah mesum pada putri ku sean." Titah sang calon papa mertua.


Sean hanya tertawa lalu keluar dari ruangan dan mencari elmas dan yaa benar elmas ada di taman sedang tiduran di bawah bintang bintang yang bertaburan di langit.


" Apa yang tengah kau lakukan el." Ucap sean dengan duduk di sebelahnya.


" Tak ada hanya melihat bintang. Mungkin mama salah satu bintang itu yang tengah tersenyum padaku." Jawab elmas menbuat bean juga menatap bintang di atas langit. " apa sudah selesai dengan papa."


" sudah sayang."


" tidurlah di sini. Aku akan senang jika kau mau menemani ku di sini."

__ADS_1


" Dengan senang hati tuan putri." Goda sean untuk elmas. Elmas hanya menatapnya sebentar lalu fokus kembali pada bintang bintang indah yang bertaburan di langit.



__ADS_2