Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ PULANG KERJA


__ADS_3

Setelah pulang kerja, tsya dan zen kini telah bertemu di sebuah cafe yang dulu sering mereka gunakan untuk sekedar bertemu. Tsya yang sudah menunggu di sana memesan beberapah minuman hanggat untuk dirinya dan tak lupa juga dengan minuman untuk zen.



“ maaf membuat mu menunggu lama sayang..” ucap zen dengan mencium rambut tsya, dan tsya hanya tersenyum. “ kau memesan kan untuk ku?” sambung zen lagi.


“ apa kau sudah tak suka kopi zen?”


“ aku tetap menyukai nya dan terimah kasih masih mengingat semua yang aku suka..” ucap zen dengan menggenggam tanggan ana.


Zen dan tsya saling berpandangan dengan saling tersenyum, zen tak menyangka wanita yang dia lukai kini ada di depan nya dengan saling tersenyum bahagia.


“ kenapa dengan wajahmu, apa pekerjaanmu hari ini sangat banyak atau terjadi apa apa, kenapa wajahmu menunjukan ke khawatiran..” kata tsya dengan melihat seksama wajah laki laki yang di depan nya.



Zen menghembuskan nafas nya dengan pelan serta memejamkan mata nya sebentar sebelom dia mengatakan hal lain. “ ana dengar kan aku, apapun yang kau dengar suatu saat ku mohon tetaplah percaya padaku, aku memang bukan laki laki baik di masa lalu. Tapi aku akan berusaha menjadi baik demi dirimu dan masa depan kita..” perkataan zen membuat tsya mengerutkan kening nya.


“ masa lalu, masa depan?, aku tak mengerti apa yang kau maksud, ada apa sebenar nya zen. Katakan apa yang sedang kau takutkan.”


“ ana na-“


“ tsya..” suara laki laki yang di kenal oleh tsya tengah memanggil nya dari arah samping mereka berdua yang membuat dua anak manusia itu melihat bersamaan dengan terkejut.



“ ayah..” suara tsya dengan sedikit gugup.

__ADS_1


“ tuan abraham..” sapa zen dengan mengaruh kepalanya yang tak gatal. Dan mereka segera berdiri dari duduk nya.


“ tuan zen, apa kabar?, apa kalian ada pertemuan sini?” tanyak pak abraham kepada kedua nya yang membuat mereka tak bisa bicara sama sekali.


“ ayah duduk lah duduk, apa ayah ada pertemuan di sini juga?” tanyak balik tsya yang melihat ke arah ayah nya yang duduk dan mereka tengah duduk bertiga di satu meja yang sama.


“ tidak, ayah hanya kebetulan lewat dan ayah ingin minum kopi di cafe ini, cafe ini kopi nya sangat enak.”


“ tuan abraham benar, kopi di sini dari dulu terkenal enak..” kata zen yang membenarkan ucapan dari camer nya.


Pak abraham hanya tersenyum dengan melihat kearah putri nya yang gugup dari tadi. “ apa ayah menganggu kalian?”


“ tidak..” jawab tsya dan zen bersamaan yang membuat pak abraham tertawa terbahak bahak.


“ hahahahaha, ada apa dengan kalian?, kenapa kalian gugup seperti sedang ketahuan mencuri..” kata sang ayah yang membuat tsya tersenyum kaku.


“ hmm maaf tuan abraham aku dan putri anda adalah teman waktu sekolah dan kami saat ini sedang menjalin hubungan..” ucap zen dengan tegas.


Deg


Perkataannya membuat tsya dan sang ayah menatap ke arah nya dengan sedikit terkejut. Sedangkan tsya hanya bisa melotot ke arah zen. “ tsya apa benar?” tanyak sang ayah yang menatap ke arah putrinya. “lalu wanita yang kau ajak ke pesta?” sambung pak abraham yang menatap ke arah zen.


“ dia hanya sahabat saya tuan, dan dia akan menikah sebentar lagi. Maaf kan saya tapi saya membawah dia karna ingin memprovokosi putri anda saja dan itu berhasil hingga membawah saya dan tsya dekat hingga hari ini..” ucap zen dengan menggenggam tanggan tsya dengan erat. dan pak abraham hanya terdiam tak mengatakan apapun.


“ ayah..” ucap tsya dengan pelan. “ katakan sesuatu, aku tahu aku salah sudah menyembunyikan hubungan ku dengan zen, aku hanya belom siap memperkenalkan zen di depan ayah secara resmi..” sambung tsya lagi dengan gugup.


__ADS_1


“ tak apa sayang, ayah tak akan marah. Kalian sudah dewasa, kalian yang menentukan jalan kalian..” kata sang ayah yang membuat putri nya tersenyum. “ dan kamu jika kamu menyakiti putri ku sedikit saja, kau akan lihat bagaimana sang ayah melindungi hati putri nya..” ancam pak abraham dengan tegas serta membuat zen menganggukan kepala dengan senang.


“ terimah kasih tuan abraham, aku berjanji akan membahagiakan putri anda..” kata zen dengan semangat.


“ jangan terlalu lama berpacaran, jika kalian sudah saling siap, segeralah menikah.”


“ ayah..” protes tsya ketika mendengar perkataan sang ayah.


“ siap tuan, saya akan segera menikahi putri anda jika memang anda merestui kami..” jawab zen dengan tak kalah semangat nya.


“ kalian berdua sama saja, aku belom mau menikah muda..” ucap tsya dengan cemberut.


“ kau tak muda sayang, kau sudah umur 25 tahun dan zen umur mu berapah?”


“ 28 tuan.”


“ jangan bicara kaku pada calon mertua mu nak, panggil aku ayah juga oke.” Ucapan sang ayah hanya dapat anggukan dari calon menantu nya.


Kini mereka bertiga tengah meminum kopi bersama, canda tawa yang mereka ciptakan di meja itu seakan menambah ke dekatan mereka. Pak abraham hanya melihat ke tulusan di mata laki laki yang mengatakan mencintai putrinya itu, sedangkan putrinya terlihat jelas rona kebahagian di wajah cantik nya.


Pak abraham hanya ikut bahagia dengan apa yang di rasakan putri nya, tapi tidak semudah itu mengambil putri satu satu nya dari keluarga nugroho. Meskipun sang ayah mengatakan iya tapi masih banyak yang harus di lihat dari sisi orang tua.


_________


Biasakan tinggalkan jejak ya sayang ku


makasih

__ADS_1


__ADS_2