
Siang ini aku rasa ingin belanja keperluan satu bulan. Aku pergi ke supermarket terdekat mendorong troli dan memilih semua kebutuhan ku.
" Tante cantik ". Suara anak kecil yang aku kenal. Aku melihat nya dan mencari sumber suara nya. Aku tersenyum melihat nya.
" Gadis cantik kau di sini ". Ucap ku sambil menghampirinya dan memeluknya .
" Aku rindu sama tante ". Ucapnya ketika pelukan kami terlepas.
" Benar kah ".
" Tante kenapa semakin cantik ". Celoteh nya dan membuat aku tersenyum.
" Kamu cari apa sayang ".
" Aku sudah selesai belanja tante ,, kalau tante".
" Tante belanja bulanan,, apa kamu mau mengobrol dengan tante di depan ".
" Tentu mau tante ,,, asikkkkk ". Dia tertawa bahagia.
Setelah selesai belanja dan membayar semuanya. Kami duduk di depan supermarket.
" Kak tinggal kan aku dengan tante cantik ". Ucap nya pada pengasuhnya.
" Tapi nona ".
" Tak apa ,, aku bisa menjaga icha ,, hanya sebentar saja ". Ucap ku
" Baiklah nona ".
Tinggal lah kami berdua. " Kenapa kamu malah menyuruh kakak pengasuh mu pergi sayang ".
" Tak apa tante ,, aku hanya ingin bersama tante saja ".
" Dasar yaa kamu ini ". Ucap ku sambil mengacak rambutnya.
" Tante tiga hari lagi icha ulang tahun ,, apa kah tante mau datang ke acara icha ".
" Tentu saja ,, tante akan datang ".
" Nanti icha kenalin ke papa icha dan mami icha ".
" iya sayang ,, tante akan meninggalkan nomer tante ke kakak pengasuhmu nanti yaa ,, agar kamu bisa menghubungi tante ".
" Asikkkk ,,, makasih tante ".
" Yaa sudah sekarang kita pulang yaa nanti papa dan mami mu mencari mu ".
" Iya tante ". Kami berjalan ke arah mobil icha. Dan aku meninggalkan nomer ku pada pengasuhnya.
Aku sudah jatuh cinta pada gadis kecil yang slalu tersenyum. Wajahnya slalu di hiasi senyuman. Sejak pertama bertemu aku sudah tertarik pada nya.
Icha tiba di dalam rumah dan bermain di taman belakang rumahnya. Tak lama sean datang menghampiri nya.
" Apa yang sedang di lakukan anak dady ini ".
" Dady ,, apa kah dady sudah lama di rumah ".
" Dady baru tiba dan melihat putri dady main di sini ". Sean melihat icha seperti ada yang aneh. " kamu sepertinya bahagia sayang ada apa ".
" Apa kelihatan dad ".
" Tentu saja ,, katakan ada apa ,, apa kah kau tak ingin membagi kebahagianmu dengan dady mu ".
" Aku mempunyai teman dad ,, dia cantik ,, baik ,, aku senang bertemu dengannya ,, tapi aku lupa namanya ". Ucap nya dengan cemberut dan aku tertawa. " Apa yang lucu dad ".
" Kau bahagia berteman dengannya tapi kau lupa nama nya ".
" Aku memanggilnya tante cantik dad ,, dan kekasih nya om tampan ,, padahal aku ingin tante itu jadi mama ku ,, tapi tak mungkin karna mama amanda masih ada ". Ucap nya dengan rasa tak bersalah.
__ADS_1
" Jangan aneh* cha ,, tante cantikmu sudah mempunyai kekasih kan ,, jadi mana mungkin dia mau sama dady mu hem ".
" Baiklah dad ,, tapi di hari ulang tahun ku dia kan datang ,, dady mau kan berkenalan dengan nya ".
" Tentu saja sayang ,, kitaa akan berkenalan ".
" Makasih dad ".
" Sekarang istirahat lah dan dady akan masuk ke kamar dulu hem ".
" Iya dad".
*****
Pagi nya entah kenapa aku memikirkan icha kenapa aku tak bisa lupa dengan gadis kecil yang slalu tersenyum.
Aku mengecek hp ku jika ada panggilan atau pesan dari icha tapi nihil.
Aku keluar dari kamar dan menuju ke meja makan setelah rutinas di kamar selesai. Hanya ada kak bean di sana makan dengan tanggan nya memegang hp nya.
" Apa yang membuat kakak tersenyum seperti itu ".
Kak bean melihat ku dengan gugup di wajahnya. " Tak ada ,, hanya melihat sosmed tak lebih ".
" Benarkah ,, tapi kenapa wajah kakak berubah gugup ". Selidik ku.
" Kau seperti polisi menyelidiki pencuri he ,, cepat makan sana ".
" Cihh !! Kakak tak mau cerita pada ku ? Baiklah kalau begitu ,, aku sendiri yang cari tau ". Ucap ku sambil memakan roti di depan ku.
Aku masuk kamar setelah makan pagi ku. Aku sedikit penasaran dengan apa yang kak bean lakukan hingga tersenyum seperti itu. Senyum yang pernah hilang bertahun lama nya.
" Apa kak bean memiliki kekasih ". Ucap ku pelan. " Aku akan cari tau nanti ". Aku hempas kan badan ku di kasur. Suara hp ku berdering aku melihat nomer tak di kenal.
" Yaa hallo ".
" Icha ,, hai sayang ".
" Tante sedang apa ,, apa kah tante bisa menemaini icha belanja keperluan pesta ku ".
" Tentu sayang,, tante akan menemanimu ".
" Baiklah tante kita ketemu di tempat yang kakak kirim lokasinya ".
" Baiklah sayang ,, tante akan siap* dulu ok ".
" Ok tante ,, sampai bertemu nanti ,, dahh tante ". Ucap nya dengan rasa gembira.
" Daah sayang ".
Panggilan itu pun ber akhir dan aku segera siap*. Entah lah seperti ada magnet dengan nya dia mempunyai daya pikat yang kuat. Seakan aku merindukan nya.
Hp bergetar lagi aku melihat sean yang menghubungi ku.
" Yaa sean ada apa ".
" Tak bisa kah kau panggil aku sayang ". Ucap nya dari sebrang sana
" Aku tak mau berdebat ,, katakan ada apa ".
" Tak ada aku hanya ingin menelpon mu ".
" Aku sibuk ".
" Benar kah ,, kalau begitu kau harus datang ke kantor ku hari ini ".
" Buat apa aku datang kesana ".
" Buat tanda tanggan bahwa kamu juga setujuh tentang brand baju yang aku pasarankan bulan depan ".
__ADS_1
" Baiklah aku datang sekarang tapi aku tak bisa lama karna memiliki janji dengan saudara ku ".
" Baiklah ,, aku menunggu mu ".
Aku tiba di perusahan sean. Dan ada erlan di depan. Aku langsung masuk bersama erlan dan menuju ruangan sean. Aku masuk tanpa melihat seseorang duduk di sofa panjang.
" Sean ". Ucap ku.
" Kamu sudah datang ". Ucar nya dan berjalan ke arah ku.
" Apa aku bisa cepat tanda tanggannya ". Ucapku dengan duduk. Sedangkan sean berdiri di sebelah ku.
" Tentu ,, ini berkas nya yang perlu kau tanda tanggani ".
Aku segera tanda tanggan karena icha sedang dalam perjalanan ke toko nya.
" Aku harus segera pergi ini berkas nya ".
" Kau tak bisa secepat itu pergi ,, kau harus mencium ku dulu ". Bisiknya di telinggaku.
" Kau sungguh licik ".
Tanpa elmas sadari ada mata yang memperhatikan dari arah sofa dan itu di sengaja oleh sean.
Elmas mempertemukan bibir mereka sedikit menghisap dengan lembut.
" Ehemm ". Suara melenggar dari arah sofa. Elmas segera melepaskan ciumannya dan melihat siapa gerangan.
Dengan wajah terkejut. "Leon ". Menyebut nya dengan pelan. " Sejak kapan kau di situ ".
" Sejak kau masuk ". Ucap nya dengan rasa kesal. Bagaimana tak kesal wanita yang pernah masih mengisi relung hati nya sedang berciuman di depan mata nya.
" Maafkan calon istri saya,, dia memang seperti itu ". Ucap nya dengan tersenyum.
" Aaggghhhh ,, kalian menyebalkan ". Aku berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar. Aku segera menuju toko yang sudah di pilih icha.
_________
" Icha ". Ucap ku setelah tiba di depan toko.
Dia berlari menghampiri ku. " Tante cantik ".
Aku jongkok dan memeluknya. " Maaf tante terlambat ". Ucap ku dengan melepas pelukan kami.
" Tak apa tante,, aku juga baru datang ".
" Mari nona kita masuk ". Ucap nya kakak pengasuhnya.
Kami masuk dan icha dengan semanggat memasukan semua yang di pilih untuk acara ulang tahun nya.
" Maaf nona ,, anda baik sekali dengan nona kecil saya ". Ucap nya pengasuh nya pada ku.
" Entah lah aku tertarik dengan nya pertama kali bertemu dan aku slalu merindukan nya senyumannya dan tawa nya ".
" Terimah kasih nona. Berkat anda nona icha bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari sosok ibu ".
Aku semakin mengerutkan keningn dan menoleh ke arah nya. " Kemana ibu nya ".
" Nyoya dan tuan sudah lama berpisah rumah ,, sejak nona icha umur 2 tahun ,, nona sudah bersama saya,, dan sekarang ibu nya mendekati nona icha karna ingin di ceraikan tuan ,, tapi nona icha tak pernah tertawa bahagia bila bersama ibu nya". Ucap nya dengan rasa sedih. " Maafkan saya nona ,, saya terlalu terbawah perasaan ".
" Tak apa ,, setidaknya saya tau tentang masalah icha ,, aku akan menyanyangi icha dengan tulus ".
" Ayo tante ,, kenapa kalian malah diam saja ". Ucap nya dengan senyum aku membalas dengan senyuman.
" yaa sayang tunggu ". Aku berjalan menghampiri nya.
Kami selesai belanja dengan rasa bahagia. Aku tersenyum melihat icha bahagia. Kami makan dengan sedikit bercanda. Kami pulang kerumah masing* dengan rasa senang meskipun rasa lelah tapi tak masalah.
__ADS_1