
POV SEAN PAULO
Pagi ini aku terbangun pagi sekali padahal hampir pagi aku tertidur ,, pulang dari acara pesta semalan. Tapi entah kenapa badan ku tak terasa lelah. Mungkin karna aku bersama wanita yang slama ini aku cintai.
Aku segera bangun untuk mandi. Setelah semua aktifitas di kamar selesai aku segera menujuh kamar putri ku icha aku membuka pelan pintunya dan melihat nya masih terlelap di alam mimpinya.
Aku langsung menutup lagi. Berjalan ke arah bawah melihat erlan sudah berdiri di sana.
Erlan
****
" Kita pergi sekarang". Ucap ku pada erlan.
" Pagi tuan muda,, apaa tuan tak mau sarapan dulu ".
" Tak perlu ,, nanti kita sarapan disana ".
" Baik tuan ".
Kami pergi menujuh sebuah pantai tempat wisata yang banyak sekali peminatnya. Karna tahun ini perusahan akan mengadakan pameran atau fashion show untuk baju* brand dari keluarga alexander.
COLONADO BEACH
" Kita tidak akan membuat panggung bos ,, jadi kita akan membuat model* kita berjalan langsung di sini ". Ucap salah satu penanggung jawab yang bertugas di sini.
" Baiklah,, buat lah semua nya indah dan bagus
".
Aku mendengar seseorag memaggilku. Sempat terkejut bahwa elmas memanggilku dan berlari ke arah ku.
Aku menghampirinya memeluk nya sebentar lalu berbincang sebentar,, dia lari dan aku mengejar nya. Seakan kita adalah abg yang sedang bermain air pantai.
********
Aku tiba di sebuah kamar yang di nuansa putih agar lebih terang. Kamar tak sebesar kamar utama. Kamar kecil tapi membuat gadis kecil nyaman di sini. Kamar putri ku icha paulo. Aku mendekat ke sisi ranjang melihat dia tertidur di bawah selimutnya aku mencium pipinya sebelom meninggalkan nya.
Aku masuk kekamar dan segera mandi. Setelah mandi aku terlangsung terlelap tidur mungkin karna rasa lelah atau tak ada beban lagi.
____________
Di pagi hari aku terbangun dengan suara hp berdering. Aku segera menganggat dan aku langsung terduduk ketika mendengar suara nya.
__ADS_1
" Pagi nak sean ,, maaf mengaggu pagi hari ". Ucap om richand
" Pagi om ,, maaf saya baru bangun ". Ucap nya dengan suara serak nya.
" Tak apa nak,, hari ini adalah wekends apakah kamu tak ada kegiatan ".
" Tak ada om ,, hanya saja nanti sore saya akan terbang ke belanda ".
" Baiklah kita bisa bertemu karna ada hal yang ingin om bahas dengannu. ".
" Tentu om ,, kebetulan aku akan kerumah om hari ini ,, bertemu dengan om dan tante ".
" Datanglah om tunggu ".
" Baik om ". Om richand memutuskan panggilannya. Dan aku segera bergegas kesana.
*******
Aku mengetuk pintu rumah om richand.
Tok
Tok
Tok
" Masuk lak nak ". Beliau mempersilahkan masuk di ruangan kerjanya.
" Terimah kasih om ".
Aku melihat ada guratan kecemasan dalam wajahnya. " Baiklah saya tak perlu basa basi di sini ,, kapan kau akan menceraikan istrimu ". Ucap nya tegas dan membuat aku terkejut atas perkataannya.
" Secepatnya om ,, kemarin surat nya sudah di kirim ke alamat apartemennya ,, tapi om ". Kata ku terpotong dan kami saling bertatapan.
" Ada apa nak ".
" Saya harus berkata jujur semua nya om ,, saya dengan amanda memiliki seorang putri ,, dia berusia 6 tahun om ".
Icha Paulo
" Katakan dengan jelas ". Titah nya
" Pernikahan saya dengan amanda di tahun ke dua kami memiliki putri tapi saya sengaja menutupi semua nya om ,, karna amanda tak ingin memiliki putri ,, kami sering bertengkar,, itulah pemicu saya bercerai dengan nya ". Ucap ku.
" Saya tau semua nya ,, sebelom saya benar* menjodohkan kalian ,, saya sudah mencari informasi ,, bahkan hubungan kamu dan elmas di masa lalu aku juga tau ".
Deg
__ADS_1
Aku terkejut dengan perkataan om richand. " Sekarang tugas mu adalah segera berpisah dari amanda dan menceritakan kesalah pahaman antara kalian dan mengenai icha om akan bantu dari sini ". Ucap nya lagi.
" Terimah kasih om ". Suara hp ku bergetar dan aku melihat ada pesan dari nomer tidak aku kenal belom sempat melihat pesan ada seseorag yang menelfon ku. Aku rasa penting hingga akhirnya aku menganggat nya
×××××××××
" Datang lah ke butik yag aku berikan tadi ,, amanda dan elmas bertengkar ,, ". Ucap nya lalu mematikan nya.
Aku segera membuka pesan nya lalu segera berpamitan dengan om richand. Aku berjalan dengan tergesa gesa dan aku di hadang bean di pintu mobil. Aku mengerutkan kening ku.
" Kita perlu bicara ". Suara bean.
" Besok kita bicara ,, aku ada urusan ".
" Urusan apa yang lebih penting dari adik ku ".
" Ini juga masalah adik mu ,, elmas dan istri bertemu ".
" APA ? Pergi lah segera ".
Aku langsung pergi dan menghubungi erlan agar erlan cepat tiba karna alamat nya lebih dekat dengan erlan.
^^^^^^
Aku tiba dan melihat erlan hanya berdiri di luar.
Aku masuk denga terburu buru. Aku melihat mereka berdua berdebat.
" Siapa yang kau bilang j*l*ng ". Ucap ku dengan nada marah.
Amanda
Aku dan amanda bertengkar di situ dan semua terbongkar dengan waktu tidak tepat. Aku mengatakan bahwa aku mempunyai seorang putri. Aku rasa elmas akan terkejut tentang semua. Aku tetap akan menceraikan amanda.
" Apa kah ini sakit ,, maafkan aku ,, aku datang terlambat ". Ucap ku setelah amanda pergi. dengan menyentuh wajahnya.
" Tinggal kan aku sean ,, aku butuh mencernah semua kata* mu tadi ,, aku butuh waktu itu semua ". Ucap nya dengan mata yang sudah berkaca kaca seakan hanya kesedihan yang ada di mata nya.
" Baiklah jika itu mau mu,, aku akan pergi ,, aku harus ke belanda beberapah hari,, pulang dari sana kita akan bicara lagi ". Aku masih menatap nya.
Aku berjalan meninggal kan elmas sebelom tiba di pintu elmas memanggilku.
Aku berhenti dan melihat ke arah nya. Dia menghampiri ku dan mencium bibir ku sekilas. Aku sempat terkejut dengan sikap nya . " Hati* ,, aku hanya perlu waktu sebentar untuk mencernah semua kata* mu ". Ucap nya.
" Aku percaya pada mu el ,, kalau kamu akan menerimah ku lagi,, baiklah kalau gitu aku harus pergi ,, jaga dirimu ".
Aku pun pergi ,, karna memang elmas butuh waktu untuk sendiri dan memahami semua nya. Setelah aku tiba dari belanda aku akan menjelaskan semuanya. Aku pergi dengan perasan benar" hancur. Jangan ada lagi perpisahan. Aku berharap takdir tetap menyatukan kita.
__ADS_1