
Aiden dan malik menemukan ponsel mereka yang berjejeran di nagkas kamar nya.
Prank
Aiden membanting ponsel tersebut dengan emosi yang membakar jiwa nya, baru kali ini mereka di labuhi oleh musuhnya, mereka sudah meninggalkan rumah tersebut sebelom para black eagle tiba.
Malik, aiden serta briyan benar benar marah, ia kembali dengan tanggan kosong, sungguh hal memalukan bagi mereka semua. Kini pertama kali nya dalam penyerangan gagal alias zonk.
Kini mereka semua pulang dengan wajah yang dingin, aiden serta malik kembali memikirkan rencana nya. jalan buntu yang mereka dapatkan karna semua akses untuk melancak marcel, telah di tinggalkan dirumah lama nya.
“ kenapa kalian cepat sekali menyerang nya..” sebuah pertanyaan yang langsung di lontarkan oleh alicia ketika ia menyambut kedatangan mereka.
Aiden, malik keluar dengan bersamaan, sedangkan briyan juga keluar dari mobil yang berbedah. Alicia yang melihat mereka semua dengan wajah yang asam, serta dingin.
“ briyan ada apa sebenarnya?, kemana dia..” alicia yang bicara dengan mengedarkan pandangan nya mencari sosok yang dia cari tapi tak ada satu pun di sana.
“ kita gagal..” jawab malik dengan dingin.
Alicia terkejut mendengar jawaban dari malik. “ gagal?, bagaimana bisa..” alicia penasaran kenapa mereka semua gagal. “ apa ada yang berkhianatan..” sambungnya lagi.
“ tidak ada, kita yang terlalu lama menyergap mereka..” timpal briyan.
“ ponsel yang kita lacak ternyata di tinggal di sana, dan waktu kita kesana semua orang sudah tidak ada lagi..” malik bicara dengan mengertakan gigi nya.
Aiden tak mengatakan apapun, ia memilih untuk berjalan masuk kedalam markas nya. alicia yang tak melihat kearah aiden sama sekali. Aiden merasa kesal berlipat ganda, ditambah wanita nya bersikap acuh pada dirinya.
“ apa kalian bertengkar?” bisik briyan pada alicia ketika mereka semua masuk kedalam markas nya.
“ biarkan saja, aku tak peduli..” jawab acuh alicia.
“ dia akan berfikir kita ada sesuatu nanti.”
“ aku tak peduli briyan, jadi jangan terus menyuruhku bicara dengan dia..” kata alicia dengan tetap berjalan santai. “ lagian dia pikir apa aku wanita lemah cih!!..” sambungnya lagi dengan meninggalkan briyan dan malik yang berjalan masuk.
Alicia kembali masuk kedalam markas, melangkahkan kaki nya menujuh kamar pribadinya. Alicia membuka pintu dan ia menyalahkan lampunya.
“ kau..” alicia terkejut melihat laki laki yang duduk di sana ketika lampu sudah menyalah terang.
Aiden yang duduk di sofa kamar alicia, hanya menatap datar ke arah wanitanya yang dari tadi di tunggu. Aiden menyilangkan kaki nya, ia tak menjawab keterkejutan yang nampak jelas di wajah alicia.
“ keluar..” jawab alicia dengan menekan kata kata nya.
__ADS_1
“ aku ingin kita bicara..” timpal aiden dengan santai.
“ tidak ada yang perlu kita bicarakan aiden, keluarlah aku ingin tidur..” usir alicia kepada aiden.
Aiden tak menjawabnya, ia berdiri dari duduknya, berjalan dengan memasukan tanggan nya kesaku celananya. Aiden berjalan dengan santai, meskipun wajahnya tak main main dengan wajah yang begitu cemburu.
Aiden mengendong alicia alah karung beras, tentu saja alicia terkejut tapi ia tak sempat berteriak. Aiden melempar pelan tubuh alicia ke kasur, menindihnya tubuh alicia, kedua siku nya di gunakan untuk menjadi tumpuhan nya.
“ apa yang kau lakukan ha..” bentak alicia.
“ kau yang membuat ku seperti ini alicia..” jawab aiden dengan tak kalah dingin.
“ minggir..” bentahnya lagi.
Aiden dengan segera meluma* bibir alicia yang dari tadi membentak nya, yang dari tadi tak ingin bicara sama sekali dengan dirinya.
Alicia tentu saja memberontak nya dalam ciuman tersebut, mendorong tubuh aiden agar tubuh mereka berjauhan.
“ kau ingin membuat ku mati he..” kata alicia dengan nafas yang terputus putus.
“ kau yang ingin membuat ku mati karna menahan rasa cemburu he..” jawab aiden dengan duduk di sisi ranjang.
Alicia tak menjawab nya, ia hanya menatap kearah aiden dengan perasaan kesal nya.
Tok
Tok
Tok
Tok
Alicia turun dari kasur nya, membuka pintu kamarnya, sosok laki laki berdiri di sana dengan memengang pistol miliknya.
“ ini aku kasihan pistol mu..” briyan yang menyodorkan pistol kearah alicia, dan alicia mengambil pistol tersebut.
“ siapa honey?” teriak aiden yang dari dalam kamar alicia, alicia hanya menutup mata nya dengan wajah yang bertambah kesal.
Briyan melihat kedalam kamar dengan menonggolkan kepalanya, briyan hanya tersenyum tipis di bibirnya. “ sebaiknya aku pergi, karna aku menganggu aktifitas kalian berdua..” goda briyan pada alicia. “ bayy.. lanjutkan aktifitas kalian aiden..” sambungnya dengan setengah berteriak pada aiden.
Briyan yang kemudian meninggalkan kamar alicia, sedangkan alicia bertambah kesal pada aiden. Ia menutup pintu nya dengan sedikit kasar. “ kau bener bener ya aiden..” teriak nya lagi.
__ADS_1
“ apa ada yang salah honey?, semua orang tahu kalau kita sedang bersama, jadi tak ada salah nya jika kita berduan di dalam kamar..” senyum tipis nampak jelas di wajah alicia.
“ kau, arghh..” alicia mengacak rambutnya sendiri, berlari kecil masuk kedalam kamar mandi nya, mengunci pintu kamar mandi nya, sedangkan aiden tertawa melihat wajah kesal dari wanita nya.
Sedangkan di dalam kamar pasien, zen merasa marah karna di beri kabar oleh malik, bahwa penyerangan kali ini mereka semua gagal, mereka di labuhi oleh mafia yang belom ada apa apa nya di banding black eagle.
“ aku gak mau tahu malik, aku mau marcel ada di depan ku segera..” suara zen terdengar marah.
“ saya akan segera menemukan nya tuan..” jawab malik di sebrang telfon.
“ aku akan bertanyak pada istri ku, kemana lagi kita bisa melacak bajinga* tersebut.”
“ tak perlu tuan, di sini ada nona alicia. Aku akan menanyakan hal itu pada nya.”
“ kenapa tak kau tanyakan dari tadi, agar kalian tak buang buang waktu..” terdengar lagi suara zen yang merasa kesal.
“ nona alicia tak ikut dalam penyerangan kali ini tuan?”
“ kenapa?, apa dia sakit..” tanyak nya dengan binggung.
“ tidak tuan, karna aiden melarang nya ikut.”
“ bodo*, alicia tahu segala nya. bawah dia dalam penyerangan, dia wanita yang tahu semua nya malik..” keputusan zen tentu saja tak bisa di bantah oleh siapapun.
“ baik tuan..” dan panggilan tersebut segera di matikan oleh zen, ketika menyadari istrinya sudah selesai mandi.
Zen tentu saja tak memberi tahu istrinya, karna zen ingin istri nya lebih fokus ke pengobatan nya dan penyembuhan nya.
Sedangkan dari luar kamar pasien sang ayah abrham tadi tak sengaja mendengarkan obrolan menantu nya dengan asisten nya, ia tanpa berani bertanyak, ia penasaran musuh siapa yang di maksud hingga alicia tahu semua nya.
_______
Hai selamat pagi semua nya, bagaimana kabar kalian semua
Aku harap kalian baik baik ya sayang ku.
Terimah kasih yang sudah mau mampir di sini, jangan lupa untuk meninggalkan like atau komen apapun.
Vote atau kasih hadiah juga ga pa pa, boleh banget malahan
Hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga di karya ku yang lain, wanita nakal.
Makasih.