Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Hari Yang Melelahkan 1


__ADS_3

Siang ini tsya yang sedang berada di ruangan nya tersenyum sendiri dengan ponsel di tanggan nya, tentu saja dia sedang bertukar kabar dengan laki laki yang dia cintai siapa lagi kalau bukan zen.


Tok


Tok


Suara ketokan pintu membuyarkan nya. “ masuk..” suara tsya dengan sisa senyuman di bibirnya.


“ ibu tsya hari ini ada meeting di restoran jepang yang berada di ujung jalan..” kata sang seketaris bela.


“ hmm, jam berapah..” kata tsya dengan mata yang fokus ke ponselnya.


“ tinggal setengah jam bu.”


“ baik, katakan pada exel dia akan ikut bersama ku.”


“ baik bu..” dan bela segera keluar ruangan menujuh ruangan exel.


Tsya dan exel kini berada di dalam mobil yang sama, sedangkan exel yang mengemudi. “ bu tsya..” panggil exel.


“ hmm.”


“ aku ingin mintak maaf atas kesalahan ku yang kemarin.”


“ tak apa, aku sudah maafkan dan jangan kau ulangi lagi.”


“ terimah kasih,, kita berteman.”


“ hmm kita berteman..” ucap tsya dengan melihat ke arah exel dengan tersenyum, dan exel tentu saja tersenyum juga.



Kini mereka tenggah berada di ruangan privat yang berada di restoran jepang untuk membahas beberapah pekerjaan yang mereka bahas.


“ bu tsya saya harap kita bisa selalu bekerja sama..” ucap sang client tersebut.


“ saya harap kerja sama kita bisa saling menguntungkan..” jawab tsya dengan tersenyum.



“ ternyata anda lebih cantik dari di dalam foto bu tsya.”

__ADS_1


“ terimah kasih tuan, anda terlalu memuju.”


“ saya mengatakan kenyataan bu tsya, siapa pun yang mendapatkan hati anda adalah orang yang paling beruntung.. selain anda cantik tapi otak anda juga sangat pintar, saya yakin ayah anda bangga dengan anda.”


“ terimah kasih tuan.”


Exel yang mendengar nya merasa bodoh karna dia sempat melakukan kesalahan hingga membuat wanita yang di sebelah nya lepas dari genggaman nya.


Satu jam sudah mereka melakukan meeting itu dan berakhir dengan tanda tanggan kontrak kerja sama yang telah di sepakati kedua belah pihak.


Tsya dan exel yang akan pulang berjalan melewati beberapah meja dan melihat seketaris ayah nya yang sedang berdiri di sana. “ exel, bukan kah itu pak harun?”


“ benar buk..” jawab exel dengan melihat kearah nya.


Mereka berdua berjalan mendekati harun. “ pak harun sedang apa kamu di sini..” tsya yang langsung bertanyak.


Harun yang mendengar suara nona nya segera membungkukan kepalanya. “ maaf nona saya di suruh tuan besar menjemput anda dan tuan exel untuk di restoran di depan kantor..” kata harun dengan sopan.


“ ayah ada di sana?”


“ tuan besar sudah menunggu nona..” jawab harun.


“ tapi kami membawah mobil pak harun..” kini exel yang bersuara.


Tsya dan exel hanya menurut dan masuk kedalam mobil yang telah di kemudikan oleh harun, sang seketaris ayah nya kini. Exel dengan gugup tak berani bertanyak kepada tsya.


“ ada apa ya ayah menyuruh kita kesana..” kini tsya yang bertanyak pelan seperti berbisik.


“ entahlah sya, aku juga gak tahu..” jawab exel dengan berbisik juga.


“ ah mungkin kamu melakukan kesalahan lagi yang membuat ayah marah ya..” kata tsya dengan menatap exel sedangkan exel hanya geleng geleng kepala. “ hayoo ngaku..” sambung tsya lagi.


“ seperti nya aku tak melakukan apapun lagi, sumpah..”


Tsya yang berfikir keras tetap tak menemukan pertanyakan nya. “ pak harun, kenapa ayah harus memanggil kita berdua seperti ini.. apa ada kesalahan yang tak kami ketahui?” tsya yang akhir nya bertanyak langsung kepada asisten nya sang ayah.


“ saya tidak tahu nona, saya hanya di suruh menjemput anda dan tuan exel..” jawab harun.


“ ch!! Aku tahu kamu berbohong. Mana mungkin kamu tak tahu apapun, bahkan semut menginggit ayah pun kamu tahu, jangan membohongi ku pak harun.”


“ saya bersungguh sungguh nona, tuan besar tak mengatakan apapun kepada ku..” perkataan harun tetap tak menemukan alasan kenapa ayah nya memanggil mereka secara rahasia seperti ini.

__ADS_1


Exel yang menyadari bahwa ini bukan jalan menujuh perusahan nya mengangkat satu alis nya. “ pak harun ini bukan jalan perusahan, kita mau kemana?” perkataan exel membuat tsya melihat kearah luar jendela.


“ kita mau kemana pak harun, jangan macam macam pada kita berdua..” suara tsya dengan panik.


“ tenanglah nona, saya hanya membawah anda kesebuah restoran, dan maafkan saya tadi mengatakan bahwa tuan besar ada di cafe dekat kantor,, tuan besar menunggu di restoran mewah di hotel di depan sana..” perkataan harun membuat tsya dan exel hanya saling berpandangan tak mengerti.


Kini mereka telah tiba di loby restoran berbintang, mereka masuk dengan wajah yang penuh tanda tanyak. Tsya yang melihat ayahnya duduk sendiri di antara meja yang besar dan mereka segera menghampirinya.



Pak Abraham Nugroho


“ ayah..” sapa tsya dan sang ayah tersenyum ketika melihat putri nya.


“ sayang, kalian sudah datang.. duduk lah..” kini sang ayah yang bersuara. Sedangkan mereka berdua menatap pak abraham dengan tanda tanyak. “ tak terjadi apapun nak, ayah hanya ingin kita makan siang bersama itu saja, tak lebih.”


“ sungguh yah.”


“ astaga, untuk apa ayah berbohong kepada kalian.”


“ astaga om,, om tahu jantung ku serasa ingin lepas mendengar om mengajak kami untuk panggilan rahasia..” suara exel yang lega. Sedangkan pak abraham hanya tertawa pelan.


Kini mereka bertiga tengah makan bersama dengan sedikit mengobrol tentang perusahan atau orang orang yang tengah ingin bekerja sama dengan perusahan nya. exel sebenarnya orang yang kompenten dalam pekerjaan tapi karna kesalahan nya membuat pak abraham harus lebih hati hati lagi.


Ketika mereka sedang menikmati obrolan tentang pekerjaan, ada suara yang dingin yang menyapa pak abraham. “ tuan abraham nugroho, anda di sini..” ucap laki laki yang berada di belakang punggung tsya.



Tsya yang mendengarnya seakan merinding bulu kuduknya ‘ aku tahu suara ini’ ungkap tsya dalam hati.


Tsya yang melihat kesamping dengan sedikit menelan ludah kasarnya ketika laki laki itu berjabatan tanggan dengan sang ayah. “ tuan zen, senang bertemu dengan anda di sini..” ucap pak abraham dengan tersenyum, zen yang melihat ke arah tsya dan exel dengan tatapan dingin nya.


“ anda sedang makan siang tuan.”


“ hmm, aku menyukai makanan di sini tuan zen. Mari bergabung dengan kami jika anda tak kebaratan..” kata pak abraham.


“ oh terimah kasih tuan abraham, tapi saya ada pekerjaan,, silahkan nikmati makan siang kalian, jika kalian masih ingin menambah silahkan..” kata zen dengan dingin dan zen memberi kode kepada malik untuk mendekat. “ malik katakan pada pengawai nya untuk memberikan free pada meja ini..” sambung zen.


“ tidak perlu tuan zen..” kata pak abraham.


“ tak apa tuan,, saya sebagai pemilik hotel ini sungguh beruntung bahwa anda dan putri anda bisa makan siang di restoran kami,, suatu kehormatan bagi kami..” perkataan zen membuat mereka tiga tak menyangka bahwa hotel dan restoran mewah ini milik nya. “ silahkan di nikmati lagi dan saya permisi tuan abraham, selamat siang.”

__ADS_1


“ selamat siang dan terimah kasih tuan zen, saya pastikan saya akan membalas kebaikan anda..” ucap pak abraham dan zen segera berjalan, sedangkan tsya tak berani berkata apapun.


__ADS_2