
“ aku tak peduli apa yang dia katakan padamu yang jelas aku berterimah kasih karna rencana bodo* mu itu membebaskan aku dari perjodohan gila ini.”
Exel yang mendekat dan memengang tanggan tsya. “ sya aku mencintaimu aku tahu aku bodo* sudah melakukan hal itu tapi aku frustasi karna kamu sama sekali tak melihat ke arah ku..” kata exel yang kemudian memengang kedua pipi tsya.
Tsya mendorong tubuh exel hingga mereka berjauhan. “ aku tak ingin membahas masalah ini.. kini sudah tak memiliki hubungan apapun lagi, kita hanya sebatas atasan dan bawahan jadi sekarang pergilah kembali bekerja.”
“ sya aku mencintaimu kasih aku kesempatan untuk menjadi orang terdekatmu.”
“ tuan exel buana aku adalah bos mu saat ini jadi jaga sikapmu dan ucapanmu.”
“ aku mohon sya.”
“ aku bilang pergi atau aku beri kau sp2..” kata tsya dengan tegas dan mau tak mau exel harus pergi dengan menelan kepahitan bahwa tsya tak mau menerimahnya lagi.
Tsya yang kembali kedalam pekerjaan nya dan ada di depan matanya sedangkan exel merasa frustasi. “ aghhhhh sial..” teriak exel dengan memberantakan semua yang ada di meja kerjanya. “ kamu berani menolak ku tsya, kan ku buat kamu tak bisa jauh dariku..” sambung exel lagi dengan sedikit menahan amarahnya.
Sedang pak abraham kini berada di ruangan kerja nya bersama putrinya. “ pak ini beberapah dokumen yang dari suppleyer untuk memintak kita menambah pesanan nya lagi..” kata tsya yang menyerahkan dokumen itu kepada sang direktur utama.
“ apa penjualan yang ini memesat hingga orang ini memintak kita menambah pesanan.”
“ untuk saat ini penjualan kita yang produk itu naik 5% pak.”
“ apa selama kenaikan itu kita masih kekurangan produk mereka.”
“ tidak pak.. kita memesan kemarin hanya 1000ribu produk dan ketika berhasil menjualnya kita menambahnya lagi menjadi 15000ribu produk dan sekarang kita sudah menambah menjadi 25000rb produk..” tsya yang menjelaskan rincian produk yang telah di pesan.
“ kita habiskan saja dulu produk yang terakhir kita pesan jika memang 25000rb itu masih kurang kita akan menambah lagi.. jangan terlalu banyak menimbun produk.”
“ baik pak. Dan yang ini dokumen ke naikan saham kita 4% dari bulan lalu.”
“4%?, kau yakin 4%..” pak abraham bertanyak dengan tak percaya.
“ aku yakin pak 4%..”
__ADS_1
“ fantastis tsya,, kamu baru 4 bulan memimpin sebagai CEO wanita di sini tapi kamu sudah menaikan 4% harga saham kita..” setelah pengangkatanku sebagai CEO wanita kini 4 bulan aku sudah menaikan harga saham dan itu membuat sang ayah atau direktur utama senang.
“ maaf pak ini sudah waktunya makan siang anda.. jika telat nanti anda bisa sakit lagi..” sang seketaris yang tiba mencelanya.
“ hmm pesankan makanan saja aku akan makan di sini dengan putriku.”
“ tidak ayah.. aku ada janji makan siang bersama teman jadi maafkan aku tak bisa menemani ayah.”
“ teman?, apa teman yang menolongmu kemarin.”
“ tidak ayah.”
“ ayolah sayang ajak teman mu bertemu dengan ayah.”
“ nanti ayah.. kalau begitu aku permisi aku akan makan bersama temanku.”
“ hati hati sayang..” kata sang ayah kepada putrinya yang sudah menghilang dibalik pintu.
Sedangkan zen kini tengah berada di jalan ketika ana memberikan alamat yang mereka untuk bertemu. Tsya yang sudah berada di cafe tersebut dengan tetap memakai kaca mata nya. sedangkan zen yang berjalan menjadi pusat perhatian wanita karna ke tampanan nya yang selalu membuat wanita mendambah.
“ selamat siang ana ku sayang..” kata zen dengan tersenyum yang kemudian duduk di depan nya.
“ aku tak suka basa basi zen..”
“ tapi aku lapar, ini makan siang nona tak bisa kah kita makan siang dulu..” potong zen ketika ana sedang berbicara.
“ kau, makanlah agar tak pingsan..” suara tsya yang tetap dingin.
Kini mereka memesan beberapah makanan untuk mereka sedangkan zen tetap tersenyum tipis di bibirnya melihat tsya yang tetap bersikap dingin kepadanya, sedangkan tsya tetap duduk tenang di depan nya.
Setelah mereka memakan pesanan mereka yang telah datang. “ apa yang ingin kamu bicarakan padaku ana?, apa kamu ingin berterimah kasih..” kata zen yang membuat ana memutar bola matanya dengan malas.
“ aku berterimah kasih karna sudah menolongku, karna ulah si bodo* itu pertunangan kami di batalkan dan itu membuat aku bahagia..” senyum terterah di bibir tipis wanita ini.
‘ senyum pertama mu yang melihatkan kau bahagia terlepas dari laki laki brengse* itu ana dan itu membuat aku bahagia’ kata zen dalam hati.
__ADS_1
“ aku tak tahu apa yang kau katakan pada nya hingga dia berfikir bahwa aku ingin membatalkan pertunangan ini karnamu tapi apapun itu aku tak peduli dan aku berterimah kasih.”
“ akhirnya kamu berterimah kasih padaku dan kamu masih punya hutang budi pada ku.”
“ aku akan membayarnya tapi aku juga perlu bantuan mu.”
“ bantuan ku?, maka dengan senang hati aku membantumu tuan putri.”
“ datanglah kerumah ku karna ayah ingin bertemu denganmu.”
“ benarkah?”
“ jangan besar kepala,, ayah ingin bertemu karna ingin berterimah kasih padamu.”
“ kau banyak berhutang budi padamu ana.”
“ jangan banyak bicara mau atau tidak.”
“ kapan aku akan datang.”
“ sebisa kamu.”
“ aku selalu bisa jika itu menyangkut dirimu apalagi ini bertemu calon mertua.”
“ omong kosong.”
“ akan ku buktikan itu jika beliau adalah calon mertua ku.”
“ bahkan dalam mimpimu pun tak akan ku biarkan kau bermimpi..” kata ana dan kemudian meninggalkan meja tersebut.
Zen biasa nya akan marah jika orang yang bicara padanya langsung pergi sebelom zen pergi tapi kali ini dia hanya tersenyum di bibirnya seakan dia tak mempermasalahan bahwa tsya pergi meninggalkan pembicaraan ini.
Zen dulu memang bodo* melukainya tapi kali ini zen membawah hati yang tulus untuknya tapi tsya adalah wanita yang pernah di lukainya tak semudah membalikan telapak tanggan nya untuk menyembuhan hatinya yang terluka.
Tsya harus bergelut dengan luka hatinya ketika berhadapan dengan zen aditya adam bayangan masalalu yang menjadikan tsya enggan mau berteman dengan zen. Tapi takdir menuliskan lain untuk mereka berdua.
Apa yang tuhan rencanakan untuk mereka. Bisakah tsya melupakan kenangan yang menyakitkan mampukah zen menyakinkan tsya untuk kembali padanya.
__ADS_1