Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
MENANGGIS


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu setelah kepergian sang ibu. Elmas masih enggan keluar dari kamar. Bahkan berbicara pada sang kakak pun elmas masih saja tetap menutup rapat rapat bibirnya.



" Nona tuan richand menunggu anda di ruangan keluarga bersama tuan bean dan nyoya prilly." Ucap nany yang megurus segala nya di rumah itu.


" Iya nany terimah kasih". Ucap elmas dengan tatapan yang masih kosong.


Elmas tiba di ruangan keluarga di sana terlihat richand ,, bean serta prilly. Elmas yang hanya menatap lurus dan duduk bersebelahan dengan richand.



" Sudah berapah lama kalian menjalin hubungan,, maksud papa menikah." Ucap sang papa nya.


Bean yang mengenggam erat tanggan prilly. "Sudah satu tahun paa." Ucap bean dengan lirik begitu pelan.


" Lama juga kalian menyembunyikan nya." Ucap nya dengan menimbang semuanya. "Berapah bulan kalian menikah." Ucap sang papa yang melanjutkan perkataannya.


" Tiga hari sebelum - ".


" Sebelum mama meninggalkan aku." Potong elmas dengan cepat dengan menatap tajam sang kakak dan istri nya. " Apa kau puas kak tlah membuat aku kehilangan mama membuat mama pergi slama nya". Ucap elmas yang mulai terisak.


Richand yang menatap elmas dengan begitu lembut mendekati elmas. " Tenang lah princes ,, mama bahagia dia sana."


" Maaf kan kakak ini memang salah kakak el. Kakak tak memikirkan penyakit mama." Ucap sang kakak. " Maaf kan aku juga el kak prilly juga minta maaf ,, kalau pun kak prilly tau ini akan terjadi mungkin kak prilly akan memikir ulang." Ucap prilly dengan suara yang ingin menanggis.


" Apa kalian bisa mengembalikan mama untuk ku? Apa kalian bisa ?. Jawab aku kak bean jawab. Jangan diam seperti pengecut. Dimana nada mu yang tinggi dan dimana keberanianmu yang menampar aku kemarin". Teriak elmas pada bean. Sedangkan bean hanya menunduk merasa bersalah.



" Maafkan kakak el maafkan kakak. Pukul kakak tapi jangan diam kan kakak seperti ini,, kakak mohon. Kau jantung ku el,, kamu bisa membuat aku mati perlahan karna kau terlalu lama mendiamkan aku seperti ini". Ucap bean yang berusaha memeluk elmas.


Elmas yang tak mempunyai kekuatan hanya bisa pasrah ketika di peluk dengan erat oleh sang kakak. Semua yang ada di situ tak terasa sudah ikutan menanggis melihat kakak beradik yang menanggis bersama.


Bean yang menyadari lama kelamaan tubuh elmas melemah melepaskan peluk an nya dan melihat sang adik yang ternyata sudah pingsan di dalam pelukan sang kakak.

__ADS_1


Bean segera membawa kekamar nya dengan rasa penuh kekhawatiran dan rasa bersalahnya. Richand yang binggung menyikapi masalah yang menimpah keluarga.


" Dokter gimana keadan putri saya."


" Elmas hanya tertekan dan banyak pikiran,, jadi aku minta tolong jangan membuat banyak pikiran ". Ucap sang dokter keluarganya.


" Terimah kasih dokter ."


" Ini resep nya dan setelah siuman segera minumkan pada elmas. Kalau begitu saya permisi."


" Sekali lagi terimah kasih paman dokter,, mari aku antar kedepan." Ucap bean.


" Bean aku tak mengerti apa yang terjadi dan ada masalah apa tapi aku minta jangan membuat adik mu tertekan atau banyak pikiran. Mungkin kehilangan elif salah satu pemicu nya tapi kalian harus membangkitkan semangatnya kembali". Ucap nya berhenti ketika tiba di depan pintu.


" Baik paman terimah kasih,, dan hati hati di jalan." Paman dokter adalah sahabat dari richand dan elif. Yang kebetulan beliau menjadi dokter pribadi keluarga alexander.


" Sayang ." Sapa prilly pada bean ketika melihat bean di luar kamar elmas.


" Bean ,, prilly. Daftar kan pernikahan kalian besok dan segera lah buat pesta pernikahan kalian. Agar semua orang tau status kalian". Ucap sang papa dengan lembut.


" Elmas biar kan jadi tanggung jawab papa."


" Paa maafkan bean. Andai saja waktu itu bean bisa menahan emosi sedikit saja kita tidak akan seperti ini". Ucap bean dengan menahan tanggisannya.


" Tak perlu di khawatirkan semua sudah terjadi." Ucap richand dengan menepuk bahu putranya. " Istirahatlah kalian berdua,, biar kan papa yang menjaga elmas disini".


" papa istirahatlah. Bean tau di sini yang terpukul adalah papa. Tapi papa begitu tegar di depan kita. Papa tidurlah biar bean di sini menjaga elmas."


" Baiklah kalau begitu. Bangunin papa jika ada apa apa dengan adik mu". Setelah mengatakannya richand masuk kekamar nya dengan rasa bercampur aduk. Wajah yang tadi begitu tegas dan lembut kini berubah menjadi wajah yang sangat sendu. Air mata yang sudah terbendung sedari tadi kini siap menerjang keluar.


Richand yang sangat terpukul atas kepergian sang istri tercinta harus menghadapi putri kesayangannya mengalami tertekan hebat atas kepergian sang ibunya. " Kau lihat elif putri kita menderita sekarang. Bagaimana aku harus memberi semangat pada elmas sayang,  sedangkan aku sendiri juga tak bersemangat hidup tanpamu". Ucap richand dengan nada yang sangat menyedihkan.


Richand yang tertidur dengan memeluk foto mendiang istrinya. Sedangkan elmas masih tertidur dengan nyeyak nya. " Tidur lah sayang aku tau kamu lelah". Ucap lembut bean pada istrinya.


" apa tak masalah aku tinggal kamu sendiri di sini." Tanyak nya dengan penuh ke hati hatian.

__ADS_1


Bean yang tersenyum tulus pada istrinya. " Tidurlah sayang aku tak apa. Mungkin aku dan elmas perlu waktu berdua".


" baiklah kalau begitu aku akan masuk kekamar ". Ucap prilly dengan berdiri.


" Awwww". Teriak prilly dengan tertahan. "Sstttt . Kau bisa membangun kan elmas sayang". Ucap bean dengan berbisik.


" Kau mengagetkan ku bean". Tanpa menjawab nya bean sudah melahap bibir prilly dengan lembut. Ciuman yang lama membuat kedua insan terhayut pada ciuman yang panas dan menuntut. Tapi ciuman itu terlepas ketika mendengar suara ponsel elmas berdering.


" Jika saya elmas tak seperti ini maka dengan senang hati aku melakukannya hingga pagi." Goda bean pada prilly yang membuat prilly malu dan segera masuk kekamarnya.


Bean yang tertawa melihat istrinya yang lucu. Lagi lagi ponsel elmas berdering. Bean segera mengeser tombol warna hijau. " Ada apa sean". Ucap bean pada sean yang ada di sebrang sana.



" Kemana elmas bro. ? Kenapa kamu yang angkat ".


" Elmas pingsan dan sampai sekarang belom sadarkan diri"


" APA ? Pingsan. Kenapa kau tak memberi kabar padaku". Ucap nya dengan nada khawatir.


" Tenanglah dulu. Elmas tak apa tapi tolong datanglah besok. Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu".


" Aku akan datang besok tanpa kau meminta nya."


" Aku tunggu." Bean segera mengakhiri panggilan nya. Bean yang mengantuk akhirnya tidur di sofa. Banyak guratan di wajahnya menandahkan bahwa banyak beban pikiran yang tengah di pikirkan.




###


Aku masih binggung dengan visual papa rincand dan mama elif sayang.


Nanti kita carikan yang hot daddy ya.

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian dong.


__ADS_2