Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Bertemu Dokter


__ADS_3

“ aku memiliki kabar baru tuan..” kata briyan di sebrang telfon.


“ apa kau tak lihat ini masih terlalu pagi kau menghubungi, jika kabar yang kau bawah tak baik maka kau akan tanggung sendiri akibat nya..” suara zen yang baru bangun tidur terdengar begitu dingin.


Tanggan yang satu nya ia gunakan untuk menutupi telingga istrinya agar tak mendengar ocehan ia pagi ini.


“ jika kabar yang aku bawah baik maka bos harus memberi ku hadiah..” kata briyan.


“ katakan ada apa?” zen kembali lagi dengan suara dingin nya.


“ aku menemukan dokter kandungan yang baik dan ia bisa menjelaskan secara detail tentang penyakit nona tsya, dia berkata bahwa polip rahim bisa di ambil tanpa pengangkatan rahim, dan itu bisa membuat nona hamil tuan..” perkataan briyan tak dapat jawaban dari zen, ia masih mencernah ucapan anak buah nya yang mengejutkan nya.


“ kau berkata dengan sungguh sungguh bri, kau tak sedang bercanda?” suara zen masih terdengar tak percaya apa yang di katakan oleh anak buah nya.


“ tuan zen apa saya gila, pagi pagi menganggu tidur anda hanya membuat lelucun?, apa suara saya terdengar bercanda tuan?” terdengar suara briyan yang begitu kesal, selama satu minggu ini ia berusaha mencari dokter yang paling baik bahkan di seluruh dunia, bahkan dia sudah mendapatkan nya hanya di balas dengan kata bercanda. Kesal, tentu saja sangat kesal.


“ bos apa anda mendengarkan saya?” sambungnya lagi.


“ ya saya mendengar semua nya, bahkan umpatan dalam hati mu..”


Briyan hanya terkekeh mendengar perkataan bos nya. “ nanti jam 9 pagi, kita akan menemui dokter nya bos, saya sendiri yang akan menjemput dokternya yang dari luar memakai pesawat pribadi kita.”


“ aku akan menunggu briyan dan terimah kasih atas usaha mu kali ini..” kata kata zen membuat briyan tersenyum, ini untuk kedua kali nya sang bos mengucapkan terimah kasih pada nya, yang pertama waktu ia menolong istrinya dan yang kedua kali ini telah menemukan dokter untuk istrinya juga. Mereka semua berharap ini adalah jalan yang terbaik untuk mereka.


****

__ADS_1


Tsya dan zen kini tengah menunggu dokter yang di rekomendasikan briyan. Nampak jelas wajah tsya yang begitu gugup dan bahagia, tadi pagi setelah ia bangun pagi suami nya segera mengatakan semua yang dikatakan briyan, air mata itu sudah tak bisa di bendung lagi setidaknya mereka mempunyai harapan untuk memiliki keturunan sendiri.


“ sayang tanggan mu dingin seperti es..” zen berkata ketika ia menggengan tanggan istri nya yang begitu dingin.


“ hmm, aku begitu takut hubby..” jawab tsya tanpa melihat ke arah zen sama sekali.



“ apa yang membuat mu takut sayang?”


“ aku takut penjelasan dokter nanti mematahkan harapan kita..” suara tsya yang pelan dengan lirik yang sedih membuat zen merangkul bahu nya dengan lembut.


“ ada aku oke, kamu tak sendiri. Kita akan bersama, apapun nanti penjelasan dokter, dan jangan berfikir terlalu jauh tentang semua nya.”


“ tapi aku tetap takut hubby.”


Tsya yang ingin menjawab nya tak jadi karna seseorang yang dari jauh sudah memanggil nya. “ tuan zen dan nona tsya..” panggil laki laki yang berjalan mendekat ke arah mereka.


“ sayang itu briyan..” kata zen tambah membuat tsya gugup bukan main.


Briyan berjalan menujuh mereka yang tengah menunggu, briyan berjalan bersama seseorang wanita yang mungkin umur nya sekitar kepala 5, wajahnya tetap cantik meskipun rambut nya sudah di tumbuhi warna putih.


“ dokter, mereka yang saya maksud..” kata briyan ketika mereka sudah saling berhadapan dan saling berjabatan tanggan.


“ hallo, saya dokter ani.”

__ADS_1


“ hallo dok, saya zen ini istri saya tsya..” zen yang menjawab ucapan dari sang dokter karna ia tahu istri nya begitu gugup.


“ dokter mari kita mengobrol di ruangan saya..” timpal briyan dan di angguki oleh semua orang di sana.


Ruang briyan


Sang dokter ani tersenyum melihat ke gugupan dan kecemasan di wajah pasien nya. “ nyoya anda tak perlu cemas, saya sudah di beri tahu masalah anda oleh dokter briyan..” jeda sang dokter dengan menatap wajah tsya. “ polip rahim memang biasa nya terjadi pada wanita yang sudah manapouse dan jarang terjadi pada seusia anda,tetapi kita akan tetap berusaha..” sambungnya lagi dan hanya di balas senyuman oleh tsya.


“ mari kita usg dulu nyoya, agar untuk lebih pasti nya.”


Tsya yang sudah berbaring di bad, dengan sebelah nya zen yang menggengam tanggan tsya dengan erat, seakan ia memberikan kekuatan untuk istrinya, briyan yang juga ikut melihat hasil usg dari nyoya nya, dapat lototan dari bos nya yang menjadikan nya ia memundurkan langkah tak jadi lihat.


“ nyoya lihat itu, ini adalah sebuah benjolan kecil yang menempel di dinding rahim nyoya, sifat nya jinak, karna sifat nya jinak bisa di lihat jika ini masih kecil..” sang dokter menunjukan yang di maksud penyakit dari tsya dengan mengunakan alat usg di tanggan nya.


________


Polip rahim sudah di jelaskan di bagian yang kemarin kemarin ya gaes.


author juga mau up novel baru, mampir juga ya.


Cinta dan uang adalah hal yang menjanjikan kebahagian dan kesengsaran. Wanita yang pernah menikah kini malah terjerumus di lembah kotor, untuk keluar dari sana ia memikirkan para nasib orang orang yang bergantung pada pundaknya.


Simpanan gadun dan uang yang berlimpah adalah hal biasa dalam sekelilingku, hingga suatu hari aku bertemu dengan laki laki yang menawarkan cinta dan uang yang banyak, sanggupkah aku menerimah cinta nya atau hanya uang dan hasrat yang aku kejar.


Penasaran?, jangan lupa mampir juga ya gaes

__ADS_1


makasih


__ADS_2