
Hari ini tsya sudah dibuat kan janji temu dengan dokter sp psikolog terkenal di negara ini, tsya yang masih cemberut karna dipaksa oleh semua orang untuk memeriksakan dirinya.
“ selamat siang nona..” seorang dokter wanita yang masih muda telah menyapa ku terlebih dulu.
“ selamat siang dokter..” jawab tsya dengan menduduhkan pantat nya disofa kecil didepan sang dokter.
“ perkenalkan saya dokter claudia, jika nona berkenan saya akan mendengarkan semua cerita anda, keluhan apa saja yang anda rasakan, hal apa yang membuat anda ketakutan atau sesuatu hal yang mengerikan terjadi sekeliling anda..” sang dokter claudia mulai langsung berbicara, karna ia tadi sudah di peringati bahwa nona mudanya tak suka basa basi.
“ tak ada apapun dok, aku baik..” tsya menjawab dengan santai.
“ nona tak perlu tegang, nona hanya perlu menjawab apa yang saya katakan pada nona..” sang dokter binggung dengan tingkah nona muda di depannya.
“ saya sudah menjawabnya dok?” terdengar suara kesal dari bibir mungilnya.
“ baiklah nona, kita bisa lanjutkan pembicaraan kita..” ucap sang dokter dan di angguki oleh tsya.
Sang dokter menanyakan beberapah pertanyakan yang memang harus ditanyakan dan tsya tentu saja menjawab semuanya dengan santai. Tsya menceritakan semua hal yang membahagiakan bahkan hal yang menyedihkan sekali pun, dan sang dokter tentu saja mendengarkan semuanya dengan tetap mencatat beberapah hal yang penting.
Sang dokter memperhatikan mimik wajah tsya ketika ia bercerita tak ada tanda tanda emosional atau pun ketakutan disetiap kata katanya, malah wajahnya biasa, ketika ia menceritakan hal bahagia maka wajahnya akan bersemu merah, jika menceritakan kesedihan mata nya hanya berkaca kaca, tapi tak menetes dipipinya.
“ apa anda merasa takut jika keluar kamar, atau merasa ada seseorang yang memperhatikan anda dari jauh nona.”
“ tidak..” tsya menjawabnya dengan tetap santai.
“ apa anda ingat kejadian kemarin nona..” sang dokter bertanyak hati hati kepada pasien nya, jika ia salah sedikit saja, semuanya akan berantakan dan gagal.
Tsya mencoba menginggat semuanya. “ aku ingat..” jawabnya.
“ apa tidak masalah jika anda menceritakan semuanya, saya janji ini akan menjadi rahasia kita.”
“ aku ingat semuanya dokter claudia, aku ingat bahwa aku keluar dari supermarket, lalu di culik oleh seorang teman lama yang terlalu obsesi dengan ku, lalu dia ingin memperkosaku, dia ingin melakukan nya setelah empat atau lima tahun lalu dia gagal ingin mengilir ku..” tsya mengatakan semuanya, ia ingat semuanya.
__ADS_1
Sang dokter mengeluarkan sebuah pisau kecil yang digunakan tsya untuk membunuh marcel waktu itu. Tsya tertawa hambar ketika sang dokter muda yang pemberani ini mengeluarkan pisau itu.
“ apa yang sebenarnya ingin kau ketahui dari pisau itu dok..” tsya mulai bicara dengan dingin.
“ maaf nona, tapi ini sudah menjadi tugas saya menyembuhkan anda. Saya rasa ketakutan anda termulai dari pisau ini..” sang dokter nampak gugup ketika melihat mata tsya yang sudah tak seperti tadi, meskipun wajahnya tetap tenang.
“ cih!! Kau di suruh briyan atau suami ku?”
“ maaf nona itu privasi ku..” jawaban sayang dokter membuat tsya jengah, dari tadi ia di introgasi, ia bahkan menceritakan masa lalu nya yang bahagia dan menyedihkan, sekarang ia dipaksa lagi untuk menceritakan hal yang tak perlu ia ceritakan.
Tsya berdiri dari duduknya. “ nona kita belom selesai..” sang dokter berusaha mencegah tsya.
“ tapi aku rasa kita sudah selesai.”
Sang dokter claudia mencengkram pergelangan tanggan tsya, hingga membuat kedua wanita ini berpandangan, meskipun sang dokter gugupnya setengah mati.
“ lepaskan..” tsya menekan kata katanya.
“ saya akan lepaskan jika anda ingin duduk dan kita teruskan konsultasinya..” sang dokter tak mau kalah.
“ atau apa..” jawab sang dokter dengan menantang.
Tsya mendorong tubuh sang dokter dengan satu tanggan hingga ia terduduk di kursinya lagi, tsya meraih pisau tersebut dan di arahkan di leher mulus sang dokter tentu saja sang dokter sudah gugup bukan main.
“ apa yang ingin kau dengar sebenarnya dokter..” jawab santai dengan tetap mengarahkan pisau itu tepat di lehernya. “ ahh kau ingin tahu tentang pisau ini, pisau ini aku gunakan untuk membunuh orang yang sudah melecehkan ku kemarin. Marcel mati dengan beberapah tusukan di perut dan dia mati ditanggan ku, itu yang ingin kau dengar bukan dok..” sambungnya lagi dengan nada dingin.
“ non-a te-nan-gan kan diri anda dulu..” jawab sang dokter dengan gugup.
Ceklek
Suara pintu terbuka, menampahkan malik dan zen yang berdiri disana dengan terkejut, bagaimana tak terkejut bahwa sang dokter tengah diancam.
“ sayang apa yang kau lakukan..” suara zen yang panik.
__ADS_1
“ dengar dok, aku tak merasakan apapun yang kau katakan, aku juga tak trauma, atau aku tak gila, jadi stop mengatakan bahwa aku mengalami trauma, kau dengar itu..” bentaknya dan di angguki oleh sang dokter muda tersebut.
Dapat dipastikan wajah sang dokter sudah pucat pasi. Tsya melemparkan pisau kelantai, ia berjalan dengan santai dengan wajah datar, ia tak menatap kearah suaminya sama sekali.
“ apa kalian tak mengatakan pada dokter itu bahwa kalian mengunakan pisau mainan..” ucap tsya pada malik lalu melangkahkan meninggalkan mereka yang masih di sana.
Pisau yang tadi sebenarnya adalah pisau mainan, tapi jika di lihat sekilau pisau tersebut memang seperti pisau sungguhan tapi jika diteliti pisau itu mainan, dan tsya tahu dari awal. Zen juga tak mengerti tentang rencana malik dan briyan. Zen hanya geleng geleng kepala melihat tinggah istrinya.
Tanda & gejala trauma
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, respons yang muncul dari masing-masing individu terhadap kejadian traumatis bisa sangat berbeda-beda. Oleh sebab itu gejala yang muncul pun bisa sangat beragam, mulai dari gejala fisik hingga psikologis.
Pada umumnya, reaksi terhadap trauma adalah hal yang normal, karena reaksi atau gejala ini merupakan bagian dari proses alami tubuh untuk pulih dari trauma yang dialaminya. Berikut adalah beberapa reaksi atau gejala yang sering muncul:
Sangat emosional dan merasa sedih.
Sangat waspada terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitarnya.
Lelah secara fisik.
Stres dan cemas.
Overprotektif terhadap orang-orang terdekat.
Takut untuk bepergian karena khawatir akan terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya.
Besok author jelaskan lagi tentang tanda tanda yang lain ya gaes, masih ada beberapah faktor yang perlu kita perhatikan lagi.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like atau komen,
__ADS_1
Kasih vote juga ya
Makasih