Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Menjemput


__ADS_3

Malik dan briyan mengikuti laju nya mobil dan dari kejauhan mobil exel berhenti, tepat di sana apartemen mewah dan nampak juga mobil alicia dan aiden.


" aiden suruh alicia turun, axel tak tahu alicia bukan.. " malik menyuruh alicia turun melalui panggilan ponselnya.


Alicia kini turun dengan memakai jaket,masker agar tak di kenali, sesungguhnya exel memang tak kenal atau pun tahu wajah alicia tapi nona nya akan tahu.


Alicia mengikuti langkah exel dengan tenang, exel menekan password pintu nya. " sya aku membawahkan semua yang kau pesan.." teriakan exel menghentikan langkah alicia, ia tahu siapa yang di maksud. Sebelom pintu tertutup ia melirik kedalam apartemen dan benar nona nya tengah duduk di depan laptop.



Alicia segera kembali dengan wajah yang tersenyum. Sedangkan aiden dan mereka penasaran dengan berita yang di bawah oleh alicia.


" honey katakan sesuatu.." aiden yang langsung bertanyak ketika alicia masuk kedalam mobil nya.



Alicia hanya senyum senyum tak menjawab langsung pertanyakan aiden yang penasaran. " honey jangan membuat aku mati penasaran, katakan sayang.." aiden sudah tak bisa menahan rasa penasaran nya.


Sebom alicia menjawabnya exel keluar dari apartemen nya, exel menatap ke arah mereka yang tengah berduaan di dalam. Alicia segera duduk di pangkuan aiden dan meluma* bibir aiden dan aiden membalas ciuman tersebut.


Exel hanya geleng geleng kepala melihat kedua sejoli yang sedang berciuman di dalam mobil. Sedangkan malik dan briyan juga pura pura melajukan mobilnya meninggalkan apartemen tersebut.


Exel yang sudah masuk juga kedalam mobilnya melajukan mobil dengan sedang, alicia yang melepaskan ciuman nya ketika exel sudah pergi.



" alicia jawab dulu, ada apa gak nona di sana, bukan nya menjawab malah menyerangnku dengan ciuman.." kata aiden yang kesal.


" sayang, nona ada di sana, jadi kita menemukan nya.." jawab alicia dengan tersenyum dan aiden segera mencium alicia dengan gembira.


*****


Kabar nya tsya di temukan membuat sang laki laki yang berdiri tegak tersenyum bahagia. " dimana istri ku malik.." tanyak nya dengan senyuman di wajahnya.


" apartemen tuan, tapi apartemen nya atas nama tuan exel."


" exel?, jadi exel yang menyembunyikan istri ku.." kata nya lagi.


" tuan jangan emosi dulu, untuk saat ini yang terpenting nona tsya sudah di temukan.." malik memberi nasehat agar bos nya tak salah langkah lagi.

__ADS_1


" aku tahu malik, aku akan menghukum istri nakal ku, lalu exel.." zen tersenyum sinis dan kemudian melangkah keluar.



Zen dan malik kini melajukan mobil nya menujuh sebuah apartemen yang sangat mewah. Di luar apartemen sudah banyak yang berjaga jaga untuk mengintai keadaan.


Zen menatap lurus kearah apartemen yang sudah di jaga segitu banyak orang, sedangkan exel di tahan oleh pak abraham agar ia tak menghalangi zen menjemput putrinya.


Zen dan malik berjalan masuk dengan tegas, sedangkan semua yang bertugas sudah di lumpuhkan oleh orang orang zen yang di sana. Semua petugas nya sudah di todongkan pistol oleh orang orang zen.


" nona di dalam tuan, nona tak akan tahu jika kia di sini.." kata aiden.



" bagus.." Zen segera melangkahan kaki nya yang di ikuti oleh malik di belakang nya.


Zen berdiri tegap di pintu unit yang di tempati oleh tsya, sedangkan tsya tak menyadari bahwa suaminya sudah berada di luar pintunya.


Dua orang yang berada di sana, siap siap untuk mendobrak pintu yang tertutup kokoh.


Bruak


Tatapan amarah, tatapan rindu, tatapan hangat seakan terpancar jelas di mata zen saat ini. Sedangkan tsya hanya menatap tak percaya bahwa dirinya telah di temukan oleh suaminya.


" aku ketahuan.." tsya bicara pelan dan zen tahu mimik apa yang di ucapkan oleh istrinya.


Zen berjalan mendekat, tsya memundurkan langkah nya, semakin zen berjalan semakin tsya mundur, tatapan marah dan kecewa nampak jelas di mata tsya. Semakin mundur tsya terpentok sebuah pintu kamar yang tertutup. Zen dan tsya begitu dekat, sehingga aroma parfum mereka tercium. Aroma yang sangat mereka rindukan.


Zen meraih pergelangan tanggan tsya dan tsya melepaskan dengan kasar, zen meraihnya lagi dan di lepaskan oleh tsya dengan kasar. Zen menatap tsya dengan tatapan elang, tsya tentu saja melawan tatapan itu, mencoba tegar dan tak takut, sebenarnya jantungnya sudah tak karuan.


Zen meraih tanggan nya tsya mengenggam nya dengan erat. " pulanglah, sudah cukup bermain petak umpat dengan ku sayang.." zen bicara dengan lembut.


" aku tidak mau pulang dengan mu zen, urus saja wanita mu.." tsya menolaknya dengan ketus.


" tak sopan memanggil suami mu dengan nama."


" aku sudah mengajukan surat cerai dan kau sudah menerimahnya.." sambung tsya lagi dan wajah zen sudah berubah menjadi merah padam.


Prankk

__ADS_1


Zen melempar semua barang yang ada di sana ketika istrinya membicaran perceraian di depan nya. Tsya hanya menutup mata nya tanpa berani bergerak. Ia membuka mata nya, mata mereka bertatapan dengan tatapan amarah yang begitu besar.


Tsya marah karna suami nya di kira selingkuh, sedangkan zen marah karna istri nya berani mengatakan perceraian. Mata mereka seakan saling menantang satu sama lain. Tatapan mematikan dari kedua orang yang sedang tak bisa menahan amarah nya.


" pulang bersama ku ana.." zen bersuara lagi bahkan saat ini suara nya lebih dingin.


" tidak.." tolak tegas tsya.


" kau ingin di sini bersama exel, mantan tunangan mu itu, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk dia.." kata nya lagi.


" kau jangan macam macam zen, dia sahabat ku yang menolong ku ketika kau membuang ku.." tsya menekan kata kata nya.


" aku tak membuang mu ana, kenapa bisa berfikir jika aku membuang mu.." bentak zen dan malik mengode untuk meninggalkan bos nya.


" kau berselingkuh di belakang ku ketika aku mengatakan aku tak bisa hamil ha.." teriaknya tsya membuat zen terdiam.


" pulanglah sayang, kita selesaikan di rumah. Ini bukan tempat kita untuk berdebat.." suara zen sudah kembali melunak tapi masih terdengar dingin.


Zen meraih tanggan tsya menyeret nya dengan pelan membawah istrinya pulang kerumah. Tsya tak melawan nya, ia harus menghadapi pertengkaran ini, lari kemana pun juga percuma saat ini.


Tsya dan zen berjalan bersamaan dan tsya terkejut bahwa pegawai yang di sana sudah di lumpuhkan oleh orang orang nya. Alicia yang di sana menunduk ketika melihat bos nya berjalan bersama suaminya.



" cih, kau juga mengambil wanita tangguh ku.." kata tsya.


" mereka membantu mencari istri bos nya yang menghilang di telan bumi.." jawab zen dengan membukakan pintu mobil nya.


Tsya yang masuk kedalam mobil yang di kendari oleh malik asisten zen sendiri. " selamat datang nona tsya.." malik berkata dengan tersenyum.


" kalian teralu sebentar menemukan ku. Padahal aku ingin lebih lama lagi.." Kata kata tsya hanya dapat tatapan tajam dari zen dan tentu saja tsya tak peduli dengan hal itu.


_________


mana jempol kalian gaes, tanggan ku sudah kerinting tapi kalian gak mau kasih like, atau komen.


kasih vote dan hadiah juga ga pa pa kok sayang


author blm bisa up 2 ya author masih gak enak badan, author usahain up 1 bab sementara ya

__ADS_1


makasih


__ADS_2