
“ ayah apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tak sanggup cerita yang sebenar nya pada zen..” tsya menceritakan semua nya ketika ia sudah bertemu dengan ayah nya.
Sang ayah tentu saja tahu bagaimana bimbang hati putrinya, ia tahu semua nya, wajah nya terlihat jelas bahwa dirinya begitu cemas dan ketakutan.
“ sayang, kalian sudah menikah sebaik nya kamu menceritakan semua nya pada zen.”
“ aku takut dia akan meninggalkan ku ketika aku tahu bahwa aku tak sempurna yah, dia sangat menginginkan seorang bayi untuk penerusnya.”
“ jika dia memang mencintai mu aku yakin dia tak akan meninggalkan mu sayang, mungkin zeen akan kecewa tapi biarkan dia tahu apa yang menjadi kekurangan mu..” sang ayah menjelaskan begitu lembut pada putrinya.
“ aku takut yah.”
“ apa perlu ayah yang mengatakan semua nya pada zen?”
“ tidak, maksud ku biar kan aku yang bicara sendiri yah.”
Sang ayah memengang tanggan putrinya dengan lembut, ia tahu ketakutan apa yang di rasakan oleh putrinya saat ini. “ princess dengarkan ayah, kalian sudah menikah, dia berhak tahu apa yang menjadi kekurangan mu nak, lebih baik ia tahu dari kamu dari pada dari orang lain malah masalah nya panjang nak..” sang ayah menghentikan ucapan nya.
“ mungkin zen akan kecewa tapi setidaknya dia tahu apa yang menjadi kekurangan mu nak, tak semua manusia sempurna nak, mama mu dulu bahkan 10 tahun menunggu kehadiran kamu, tapi karna kami saling memberi dukungan, sabar dan ikhlas, akhirnya tuhan mengirim malaikat kecil yaitu kamu sayang..” sambungnya lagi.
“ ayaah yakin zen tak akan meninggalkan mu, karna ayah tahu zen sangat mencintai mu..” sambungnya lagi dengan lembut menjelaskan semua nya.
“ apa ayah yakin dia tak akan meninggalkan ku?”
“ jika di meninggalkan mu, pulang lah sayang, ada ayah di sisi mu.”
“ hiks hiks kenapa ini semua terjadi pada ku yah, andai dulu aku tak menentang ayah, mungkin ini semua tak akan terjadi..” tangisan tsya akhirnya pecah di pelukan sang ayah.
“ nak bukan kah dokter dulu mengatakan kamu bisa hamil.”
“ 10% yah, hanya 10% sedangkan 90% itu hanya ke ajaiban hiks hiks..” tanggisan nya kembali menerpah dirinya, rasa sedihnya seakan terluap hari ini, ia dari kemarin tak bisa menaggis, kali ini ia tak bisa membendung tanggisan nya pada sang ayah.
Sang ayah membuang nafas nya dengan berat dan mengelus rambut putrinya begitu lembut. “ apa kita perlu berkonsultasi lagi pada dokter mu dulu?”
__ADS_1
“ tidak yah, aku ingin bicara dulu pada zen, mungkin benar kata ayah dia akan kecewa tapi setidaknya biarkan dia tahu, jika semua nya tahu aku akan mengambil keputusan..” kata tsya dengan menatap lurus.
“ katakan semua nya sayang, beban itu akan terangkat dari pundakmu. Jika ia mengambil keputusan meninggalkan mu, maka pulanglah sayang, ada ayah di sini yang selalu ada untukmu, tapi ayah yakin zen tak akan meninggalkan mu ayah yakin itu, setelah kalian bicara biarkan diri nya sendiri untuk merenungi semua nya..” wejangan seorang ayah pada putrinya begitu lembut.
“ iya yah makasih.”
“ hapus air mata mu nak, putri ayah tak boleh menanggis, kau sangat jelak jika menanggis.”
“ ayahhh..” protes tsya dan melepaskan pelukan nya.
*****
Sedangkan di ruangan lain zen tak fokus pada pekerjaan nya ia masih memikirkan apa yang menjadi beban istrinya saat ini. Ia hanya menatap ke arah laptop dengan pikiran entah kemana mana.
“ tuan ini data ke uangan bulan ini..” malik yang bicara dan menyodorkan data ke uangan pada bos nya tak di hiraukan oleh sang empuk nya.
“ tuan..” panggil malik lagi. Malik mendekat dan menyentuh pundak bos nya dan membuat zen terkejut menatap kearah malik dengan melotot. “ maaf tuan..” sambung malik dengan menunduk.
“ ini data ke uangan yang anda minta tuan..” kata malik dengan menyodorkan data nya.
“ letahkan saja di situ, nanti saya akan lihat.”
“ maaf tuan, apa ada yang anda pikirkan..” tanyak malik dengan hati hati.
Zen mengusap wajah kasar nya ketika ia wajah istri nya terlintas di mata nya. “ malik apa tsya tak bahagia menikah dengan ku.”
Malik mengerutkan keningnya karna bos muda nya yang baru menikah mempertanyakan hal konyol ini. “ saya melihat nona bahagia ketika menikah dengan anda tuan..” jawab malik dengan menginggat pernikahan tuan dan nona nya waktu itu.
“ apa dia tak sedang bersandiwara malik.”
“ maaf tuan, sebenarnya ada apa?, kenapa tuan bertanyak hal konyol ini. Nona sangat mencintai tuan dan sebaliknya dengan tuan. Aku yakin nona bahagia menikah dengan tuan..” jawab malik.
“ tapi ada beban yang sedang di pikirkan tsya malik, aku tahu guratan kecemasan di wajah nya, setiap aku mengatakan seorang anak dia seakan menghindari obralan itu dengan alasan ia masih ingin menikmati masa pernikahan kita, apa mungkin ia tak ingin mengandung anak ku malik..” zen yang bercerita masalah nya pada asisten pribadinya.
__ADS_1
“ tak mungkin nona tak ingin mengandung anak anda tuan, anda jangan berasumsi terlebih dulu tuan, sebaiknya tuan bicara baik baik dulu pada nona, bertanyak lah dengan baik, wanita sangat sensitif jika masalah hal ini tuan, atau mungkin nona memang masih ingin seperti ini, jangan salah paham dulu dengan nona, pernikahan tuan dan nona masih terbilang baru..” malik mencoba memberikan nasehat pada bos nya.
“ kau benar malik, sebaiknya aku bicara baik baik pada istriku, siapa tahu dia akan menceritakan semua nya..” zen bicara dengan menatap kearah depan.
“ atau perlu saya cari tahu tentang semua nya juga tuan?”
“ hmm, cari lah tahu semua nya juga malik, tapi aku juga akan bicara baik baik juga dengan tsya.”
“ baik tuan, saya akan segera mencari tahu dan saya permisi..” kata malik dengan menunduk dan malik segera meninggalkan ruangan tersebut untuk mencari tahu semua nya, tapi ia binggung dari mana ia mencari tahu semua nya.
Di lamunan zen, tsya tengah mengirim pesan singkat.
wife
Hubby pulang lah cepat, aku ingin kita bicara. Tak perlu menjemput ku, aku akan pulang bersama ayah. Kita bertemu di rumah hubby.
husband
Aku akan segera pulang sayang, aku mencintai mu.
-------------------
Mana jempol kalian gaes
Kasih tinggal dong dengan cara like
Komen kalian mana juga ya kasih komen dong
Kasih vote
Hadiah bunga atau kopi
Terimah kasih
__ADS_1