Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Penyerangan lagi


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain aiden serta anak buah nya yang lain sedang menelusuri beberapah orang yang menurut nya mencurigakan.


" aiden siapa lawan kita sebenarnya?" Alicia yang ikut penyerangan tersebut segera bertanyak karna ia sama sekali tak di beri tahu siapa yang akan dia lawan.


" galden rich nama kelompoknya, tapi aku sendiri juga belom tahu jelas siapa saja yang ada di belakang mereka."


" galden rich?, seperti nya tak asing di telingga ku.." alicia menginggat ingat mana yang baru saja di katakan oleh aiden, sedangkan aiden mengamati kekasihnya yang berusaha mengingat nama itu.


" apa sudah ingat?"


" entahlah aku lupa, tapi nama itu tak asing bagi ku, mungkin aku harus bertanyak pada tsya."


" jangan katakan apapun honey, tuan zen akan marah.." aiden melarang alicia karna ia takut nyoya muda nya akan tahu bahwa ada akan penyerangan di kelompok nya.


Sedangkan alicia tetap terdiam ia masih berusaha menginggat nama itu, nama yang tak asing tapi ia susah untuk menginggatnya.


Aiden masih memantau dari kejauhan orang orang yang keluar masuk kedalam markas yang mereka anggap tempat di mana barang tersebut di simpan.


Sebuah mobil warna hitam yang parkir tempat di sana, seorang laki laki yang tegap keluar dari mobil, aiden dan alicia tak bisa melihat dengan jelas karna ia mengunakan topi.


" bro aku rasa itu pimpinan mereka, bagaimana kalau kita menyerang sekarang.." salah satu dari mereka berucap.


" kita tunggu sebentar lagi.." aiden masih menunggu kabar dari malik.


" apa yang kau tunggu, kita sudah terlalu lama mengintai mereka.." alicia bicara dengan cemberut karna ia sudah sangat lama menunggu di sini.


Drt


Drt


Drt


" katakan ada apa malik.." aiden segera bertanyak ketika ia mengangkat panggilan tersebut.


" bos menyerahkan semua nya pada kalian, ambil barang itu, jangan kembali jika kalian tak bisa membawah barang tersebut. Waktu kalian hanya sampai besok sore.." malik bicara dengan tegas dan segera mengakiri panggilan tersebut.


Aiden hanya tersenyum mendengar perkataan dari malik. ia meletahkan ponsel nya kedalam saku jaket nya, memberi kode agar semua nya bersiap menyerang, sedangkan alicia juga bersiap. Sebagian ada yang mengunakan peluruh yang sudah di olesi oleh racun yang akan siap membunuh mereka dalam hilangan menit.


" kita serang sebagian, dan sebagian mencari barang kita.." aiden memberi perintah dan di mengerti oleh yang lain.

__ADS_1


Mereka bergerak dengan sangat lincah, berlari dengan pelan, menodongkan pistol ke arah mereka yang menghalangi jalan mereka, pistol mereka sudah di beri peredam suara hingga suata tembakan tak ada yang mendengar nya.


Hanya beberapah detik musuh di bagian depan sudah di lumpuhkan dengan sempurna, sebelom ada yang bisa membalas tembakan mereka, mereka sudah di tahlukan dengan orang orang aiden.


Yang bagian belakang sudah di bereskan dengan muda, karna bagian belakang hanya ada beberapah orang yang menjaga nya. Kebanyakan gerbang depan yang menjaga nya dengan beberapah orang.


" kita harus segera pindahan barang ini, aku yakin pemiliknya akan segera kemari untuk mengambil barang ini lagi.." marcel bicara dengan memengang barang yang kemarin ia berhasil ambil.


" nanti malam kita akan memindahkan nya bos.." kaki tanggan nya kini bicara.


" aku ingin melihat ketua nya murka jika mengetahui barang selundupan nya telah di ambil oleh kelompok lain.." senyum mengejek nampak jelas di bibir marcel.


" bos ini akan membawah kita ke pertempuran, mafia yang ingin kita lawan sangatlah terkenal denga sepak terjang nya yang sangat jahat terkenal tak ada ampun, anak buah nya juga tersebar di negara mana pun.." kaki tanggan nya menginggatkan nya bos agar tak mengambil jalan yang salah.


" kau taku-"


Bruakkk


Sebelom ia menyelesaikan kata nya, suara pintu di dobrak paksa oleh orang orang aiden yang sudah berdiri di sana dengan senjata di tanggan nya. Marcel yang melihat ke arah mereka hanya terdiam dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


Aiden yang berjalan dengan santai serta alicia yang berada di belakang aiden, berjalan menujuh ke arah marcel yang sangat santai. Mereka sangat santai meskipun kedua kubu mereka sama sama menodongkan pistol ke arah lawan mereka.


" kau.." alicia terkejut ketika ia mengetahui bahwa lawan yang dia hadapi adalah laki laki yang ia kenal.


" cih!! Kau menjijikan mengatakan wanita yang kau cintai, jika kau mencintai nya kau tak akan menjebaknya.." suara alicia begitu dingin dan aiden hanya mendengarkan mereka.


" aku terpaksa melakukan hal itu, tapi ngomong ngomong dimana cintaku.."


" tutup mulut mu marcel, kau tahu sudah empat tahun aku ingin membunuh mu dengan tanggan ku dan kali ini aku akan membunuh mu dengan tanggan ku, bukan kah tuhan adil mempertemukan kita kembali agar kau bisa aku bunuh.." jawab alicia dengan santai.


" kau dari dulu tetap sombong alicia, jangan kau pikir kali ini aku bisa kau bunuh."


" banyak bicara.." timpal aiden dan memberikan kode untuk menyerang.


Suara tembakan tak bisa terhindar lagi, pertempuran untuk merebutkan barang yang harga nya jutaan bahkan hampir milyaran.


Aiden dengan menyerang marcel terus mengejar nya, sedangkan yang lain menyerang orang orang yang di depan nya.


Beberapah orang yang di awasi oleh alicia memasukan barang yang berada di meja, barang yang cukup banyak membuat mereka harus segera, alicia menembak orang yang ingin menghalangi mereka.

__ADS_1


" cih kau tetap membuat racun dan racun mu tak bisa aku sepelehkan.." marcel bicara pelam ketika ia melihat anak buah nya mati dengan hitungan menit ketika alicia menembak di bagian kaki dan tanggan.


Dor


Dor


Dor


" bos kita harus lari, lawan kita banyak. Sedangkan kita tak bayak orang yang bertahan.." kaki tanggan marcel bicara pelan ketika mereka bersembunyi di balik tembok.


" kalian harus tahu siapa yang kalian lawan, sebelom mengambil milik orang lain kalian harus tahu sedang berhadapan dengan siapa.." teriak aiden ketika ia mendengar bahwa mereka akan mundur.


" kau memang pecundang dari dulu sampai sekarang.." timpal alicia yang tak kalah berteriak.


Dor


Satu tembakan yang orang aiden layangkan tempat mengenai kaki kiri marcel, membuat nya meringis kesakitan. " kita harus ke rumah sakit bos.." kaki tanggan nya merasa khawatir.


" jangan kejar mereka, biarkan mereka pergi yang pemting kita sudah memberi pelajaran buat mereka yang melawan kita.." aiden yang bicara ketika melihat lawan nya di bopong dengan berlari.


" misi berhasil bos.." teriakan semua orang orang aiden dan di balas semyuman oleh aiden.


Aiden menatap alicia yang terdiam dan bayak pikiran yang nampak jelas di wajahnya. Aiden berjalan mendekat ke alicia yang tak.menyadari kehadiran aiden.


Aiden memengang lengan alicia hingga membuat nya terkejut. " apa yang kau pikirkan?"


" dia datang lagi setelah empat tahun menghilang di telan bumi.." nampak jelas ke gusaran di wajah alicia.


" siapa yang kau maksud, apa laki laki tadi?"


Alicia tak menjawabnya ia menutup rapat rapat bibirnya, tenggorakan nya tercekat tak mampu menjawab nya, otak nya berfikir bagaimana mengatakan pada tsya, kejadian dulu membuat nya emosi seketika.


" kau harus menceritakan semua nya pada ku honey, agar kita semua bisa menyelesaikan masalah ini.." aiden seakan mengerti apa yang di pikirkan oleh kekasihnya.


" nanti, kita harus pulang. Aku harus bicara dulu dengan tsya.." aiden hanya menganggukan kepalanya. Ia tak ingin memaksa kekasih nya bagaimana pun semua masalah pasangan nya tak perlu di ketahui.


________


Selamat pagi semuanya, bagiamana kabar kalian semua?, aku harap kalian semua baik baik, di mana pun kalian berada.

__ADS_1


Yukk tinggalkan jempol kalian, jangan pelit tinggal like atau komen kasih vote atau hadiah juga ga pa pa.


Makasih


__ADS_2