
Tiga bulan berlalu begitu cepat, tsya dan zen menjalani rumah tangga nya dengan bahagia, mereka berdua begitu mesra dimanapun mereka berada. Zen tak pernah marah meskipun tsya setiap malam tepatnya tengah malam selalu merengek untuk makan yang terkadang harus mencarinya di luar.
Pagi ini mereka harus berangkat ke perusahan kembali, sejak semuanya baik baik saja, tsya memutuskan untuk kembali masuk lagi kedalam perusahan meskipun harus ada pertengkaran kecil.
Zen yang sudah siap mengenakan setelan jas berwarna biru, dan tsya juga sama memakai kemeja sedikit ketat yang juga berwarna biru. Mereka berdua selalu menyamakan warna pakaian ketika berangkat ke kantor.
Zen menatap ke arah istri nya sebentar ketika istrinya bercermin dengan wajah yang ditekuk.
" kamu kenapa sayang.." zen bertanya ketika tsya memutar tubuhnya ke samping kekanan dan kekiri.
" aku rasa sekarang aku gemukan ya hubby.." tsya mengayakan tanpa melihat ke arah suaminya yang menyunggingkan senyum. " kenapa tak menjawab nya hubby.." sambungnya lagi dengan menatap suaminya.
" aku takut salah menjawab nya nanti kamu marah."
" hubby.." protes tsya dengan menggerakkan kaki nya membuat zen tersenyum.
" duduklah di sini.." zen menepuk paha nya agar istrinya duduk di pangkuan nya.
Tsya berjalan dan duduk di paha suaminya dengan wajah yang cemberut.
" aku suka dengan tubuhmu yang sekarang.." zen bicara dengan memeluk pinggang istrinya dengan mesra.
" berarti dulu kamu tak suka?"
" dulu suka sayang, tapi sekarang lebih suka. Lebih seksi di mata ku.." goda zen dengan mengedipkan satu mata nya.
" apa benar aku gemuk hubby.." Dan zen hanya menganggukan kepalanya. " astaga aku akan diet.." sambungnya lagi.
" tidak. Itu tidak boleh, aku lebih suka dengan badanmu yang sekarang sayang, gak ada diet dietan. Kamu paham.." mode galak nya zen kini keluar ketika istrinya mengatakan ingin diet.
" tapi hubby, nanti kalau aku gemuk kamu bakal cari cewek yang seksi."
" sayang apa aku seperti itu."
" entahlah sepertinya aku memang harus menjaga tubuh ku agar tetap seksi di mata mu.." kata tsya dengan menatap suaminya.
" aku terima badanmu seperti apapun sayang."
" meskipun aku menjadi keriput?"
__ADS_1
" kita akan keriput sama sama."
" meskipun aku ompong?"
" kita akan ompong sama sama."
" meskipun aku menjadi jelek dan gemuk."
" kita akan jelek dan gemuk sama sama sayang."
Jawaban zen membuat tsya memeluk suaminya dengan senyuman di bibirnya. Rasa cinta mereka seakan selalu tumbuh di antara mereka berdua. Cinta mereka memenuhi hari hari mereka. Meskipun di tengah tengah mereka tanpa hadirnya seorang anak tapi mereka selalu bisa saling membagi kebahagian mereka.
Saling mencintai, saling menyayangi, saling melengkapi kekurangan pasangan, saling menghargai apa yang diinginkan pasangan adalah kunci kebahagian dalam sebuah rumah tangga.
Kerikil kecil pasti akan menerjang setiap rumah tangga tapi ketika setiap kerikil di singkirkan bersama sama maka semuanya akan ringan. Jangan pernah menyalahkan pasangan ketika ada sebuah masalah tapi renungkan berdua dimana letak kesalahan dan saling memaafkan ketika kita sudah mengetahui sumber masalahnya.
****
Entah kenapa mood tsya berubah ubah, kadang dia bahagia, kadang dia juga cepat marah. Yang selalu kena imbasnya adalah suaminya. Ketika tsya menghubungi suaminya dalam keadaan apapun zen harus segera mengangkat telepon itu. Seperti hari ini zen sedang dalam keadaan sangat sibuk, ponselnya pun dia silent.
" kemana dia, kenapa tak ada jawaban dari tadi.." gerutunya dengan menekan nomor ponsel suaminya dan lagi lagi tak ada jawaban dari orangnya.
Tsya dengan tak sabar menghubungi malik kaki tangan suaminya dan malik juga tak memberikan jawabannya karna malik memang sedang dalam meeting dengan seseorang.
" malik, zen juga tak bisa di hubungi, kemana kalian, awas saja jika macam macam aku potong burung kalian.." ancam tsya dengan mengetik pesan singkat pada suaminya.
Mood tsya berantakan dan sekarang yang kena imbasnya adalah exel, ketika exel masuk kedalam ruangan dengan membawa laporan keuangan yang salah.
" apa pajak kita segini banyaknya di bulan lalu.." tsya mengatakan dengan nada langsung tinggi. " pengeluaran juga sebanyak ini.." sambungnya dengan menatap tajam exel. " apa kamu sudah mengecek semua barang yang dibeli.." sambungnya lagi.
" aku belum sempat mengeceknya secara langsung bu.." jawaban exel tambah pembuat tsya semakin menatap tajam.
" kau ceroboh sekali tuan exel, aku gak mau tau cek semua barang yang telah dibeli dan tulis semua rincian barang yang telah dibeli."
" tapi bu, semua nya balance dan laba kita juga naik 5%.." exel menjelaskan dengan tenang.
__ADS_1
" apa kau pikir hanya laba kita naik 5% kau tak perlu mengecek dana keluar."
" tapi buk, dana keluar sudah dua bulan yang lalu, dan laba kita setiap bulan naik."
" kenapa kau malah membantah ku, apa susah nya buat kamu untuk mengecek dan menulis semua rincian dana keluar buat apa saja. Apa perlu aku yang harus turun kelapangan tuan exel.." tsya menekan kata kata nya.
" maaf bu, saya akan segera mengeceknya."
" paling lambat besok siang."
" tapi bu-"
" tidak ada batahan apapun, atau kalian semua kena imbas nya.." titah keluar dari bibir tsya dan exel tentu saja tak bisa mengatakan apapun ketika titah itu keluar.
Exel keluar dengan wajah yang bingung, ia tak tahu kenapa tsya beberapa bulan ini tak bisa ditebak sama sekali.
" kenapa tuan exel.." ucap dari orang bagian keuangan.
" cek ulang, bos mau cek ulang dan nanti kau tulis semua data uang yang keluar untuk beli apa saja, harus rinci, aku akan mengeceknya dan satu hal lagi note nya jangan lupa, aku mau besok pagi di meja aku.." permintaan exel membuat bagian keuangan melongo karena ia tahu map itu keuangan dua bulan lalu.
" apa bos yang meminta tuan?"
" jika bukan bu bos yang berubah jadi singa gak akan aku datang kesini.." ucapnya pelan. " kerjakan segera.." sambungnya lagi yang kemudian berlalu meninggalkan staff keuangan yang menghela nafas nya kasar.
Sedangkan yang membuat mood istrinya berubah baru sadar bahwa ponselnya tak ada di meja kerjanya, zen merogoh tasnya mengambil benda kecil tersebut dan melihat ada puluhan panggilan tak terjawab dari istrinya dan satu pesan ancaman dari istrinya.
" mampus aku, bakal kena pukul sapu lagi aku karena tidak mengangkat teleponnya.." dialog zen dengan menghubungi balik istrinya tapi tsya tak menjawabnya karena sang istri sedang dalam mood balas dendam.
Hayooo siapa yang suka balas dendam pada pasangan nya, ketika tak ada jawaban dari telepon maka akan dibalas juga sama, hahahaha, author ngajung dulu deh. Emang enak di kacain balik hehehe kata kata itu yang selalu terucap dari author dulu hehehe
______
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya like dan komen, zen kasih bunga sama tsya yuk biar gak marah lagi, nanti biar di kasih kopi sama tsya nya hehehe
Vote mama ni, ayo tekan vote nya
Makasih
__ADS_1