Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
PESTA


__ADS_3

Setelah kejadian tadi siang,, aku tak ada niatan untuk menceritakan nya pada siapa pun. Aku pulang kerumah dengan pikiran yang masih kesal. Membayangkan semua nya membuat aku naik darah. " Cihh !! Dia yang merebutnya dulu,, dan sekarang dia membanggakan nya suami nya di depan ku ". Ucap ku dalam hati.


Aku tiba di kamar ku dan aku merebahkan badan ku yang lelah setelah berdebat. Aku merogoh tas ku setelah mendengar suara hp ku berbunyi.


" hmm ,, ada apa ? ". Nada ku yang malas.


" Jangan lupa jam7 aku sudah menjemputmu ". Dia mengingatkan ku.


" aku tak lupa dan aku tak pikun,, jadi tak perlu khawatir,, aku mau mandi jadi jangan menghubungi ku ,, sebelom kau tiba di depan rumah ku ". Aku langsung mengakhiri panggilan nya tanpa harus mendengar jawab an nya yang di sebrang sana.


Aku langsung bergegas mandi. Setelah mandi aku segera memakai gaun yang di pilihkan nur untuk ku, dan memakai sedikit make up.


Baju hitam tanpa lengan yang menjadi pilihan nur. Sedikit memakai make up dan tantanan rambut aku kuncir satu. Sepasang anting panjang yang menjadi pilihan ku. Aku melirik jam dinding yang hampir jam tujuh. Sebelom suara ketuk an pintu.


Tok


Tok


" Nona elmas ,, di bawah ada tuan sean ". Perkataan salah satu pembantu rumah.


" Iya bii ,, aku turun sekarang ". Aku segera mengambil tas tanggan dan memasuk an hp ke dalam nya lalu segera turun.


Aku melihat nya dia sedang duduk sendiri. " Tampan ". Adalah kata yang pertama aku ucap kan dalam hati. Memakai jas hitam .. dalam putih serta dasi yang hitam..


" kita berangkat sekarang ". Ucap ku dan membuat dia terkejut. Dia menatap ku lalu tersenyum hangat.


" Kau cantik sekali malam ini ". Puji nya


" Terimah kasih ,, tapi aku tak butuh pujian mu ". Ucap ku ketus


Dia hanya tertawa. " Baiklah kita berangkat sekarang tuan putri ". Dia mengandeng tangan ku dan aku membiarkannya.


Kami memasuki mobil nya. Dan kita menujuh tempat tujuan. Tanpa ada yang membuka suara. Aku rasa hp ku bergetar dan aku mengambilnya ,, aku melihat nya ternyata pesan dari nur


Nur


Jangan lupa bawah kau memberi tantangan pada amanda,, jadi lupakan egoismu. Selamat bersenang senang sayang.


Aku mencoba membalasnya.


Send Nur


Aku ingat dan kau jangan cerewet. Kali ini aku yang akan memenangkannya. Kita lihat dia akan marah besok di butik kita.


^^^^


" Apakah seseorang yang menghubungimu lebih penting dari aku ". Suara sean dengan nada kesal.


Aku hanya meliriknya. "Tentu saja, dia sahabatku yang tak akan meninggalkan aku demi orang lain ". Jawab ku se enak nya tanpa pikir panjang. Bahwa ucapan ku membuat seorang sean paulo terluka. Dia menepikan mobil nya dan berhenti. Lalu mengeser duduk nya dan menghadap pada ku.


" Siapa yang meninggalkan siapa hem ". Tanyak nya.


"Kau yang meninggalkan ku,, kau mengatakan bahwa kau segera berpisah dari amanda tapi apa dia masih menganggapmu sebagai suami nya ". Drama ku di mulai dari sani tapi apa yang aku lontar kan murni kekesalan dari hati ku.


Dia menggerutkan kening. " Maksud nya gimana aku tak mengerti,, aku dan amanda akan berpisah ,, bahkan dia di luar negri ".


" Kau berbohong tadi kami sempat berdebat dan mengingatkan aku tentang siapa suami nya ". Ucap ku sambil cemberut.

__ADS_1


"Kamu bertemu amanda ,, di mana ? ,, dia lagi di luar negri ".


" Kau tak percaya pada ku ".


" Tentu aku percaya sayang ,, aku akan mengurus nya jadi jangan cemberut lagi hem ". Ucap nya lalu menarik ku dalam dekapannya. Entah kenapa perkataannya membuat aku lega.


*****


Kami tiba di acara penyambutan dan perkenalan model* baru tahun ini. Banyak pasang kamera yang siap mengambil beberapah foto mereka.


Kami turun dari mobil dan tanggan nya mengandeng tanggan ku,, dan aku membiarkannya. Banyak kamera yang mempotred kami dari segi mana pun. Banyak wartawan yang menanyakan hubungan kami. Tapi kami hanya tersenyum.


Kami memasuki aula nya, banyak tamu yang sudah datang dan banyak mata yang menatap kami. Kami di persilahkan duduk di meja paling pojok.


" Duduklah,, aku akan kesana untuk menyapa beberapah orang,, aku akan segera kembali ".


Ucap nya lembut , aku hanya menganggukan kepala lalu dia pergi.


Aku melihat keramaian dari arah pintu masuk. Siapa lagi kalau bukan leon dan adriana yang menjadi bintang nya tahun ini. Aku hanya acuh melihat mereka. Tak berselang lama mereka duduk tepat di sebelah mejaku.


" Kamu disini el ". Tanyak nya ketika menghampiri ku.


" Hem ". Jawab ku tanpa ingin melihat nya.


" Boleh aku duduk di sini ". Pertanyak an nya membuat aku menatap nya sekikas .


" Duduklah di meja mu,, kau bersama kekasihmu bukan ,, ".


" Sayang ". Suara sean


Aku menoleh dan tersenyum. Aku sempat melirik leon aku melihat keterkejutannya di muka nya. Dia seakan menahan amarah.


Aku yang malu hanya tersenyum. " kami cukup dekat dulu sayang ,, kami berteman lama ". Ujar ku.


" Tuan sean maaf menganggu kalian ,, kalau begitu saya permisih ". Ucap leon .. dari  nada nya terlihat dia menahan amarah.


Setelah kepergian leon kita berdua duduk dan menikmati acara nya. Perkenalan hingga menetapkan bintang nya tahun ini. Banyak model* dari semua negara.


Tiba* erlan datang dengan tergesa gesa dan membisikan sesuatu yang membuat rahang nya mengeras.


"Aku pergi sebentar jangan kemana mana ". Pamit nya dengan lembut


Aku tak menghiraukan nya. Yang jelas ada masalah. Aku merasa dari tadi ada yang memperhatikan ku. Tapi aku tak menghiraukan nya. Aku berdiri dan berjalan ke arah toilet.


Setelah selesai dari toilet,, aku keluar dari toilet.. ada seseorang yang menarik tanggan ku dan aku sempat terkejut. Tapi aku sudah mengira bahwa ini akan terjadi.


" Kau mau membawah ku kemana ". Ucap ku berusaha melepaskan tanggan nya.


Dia sama sekali tak bergeming,, malah semakin menarik ku. Membawah ku masuk kedalam lift dan tetap memengang tanggan ku. Kami hanya terdiam tak ada perkataan tapi aku melihat jelas bahwa ada amarah di situ.


Kami keluar dari lift dan berjalan di lorong dan masuk ke sebuah kamar kosong. Setelah pintu tertutup lepaskan gengaman tanggannya. Siapa lagi kalau bukan leon pelakunya.


" Aku butuh penjelasanmu ". Ujar nya


" Tentang apa ".


" Jangan pura* bodoh el ,, kau tau apa maksud ku ".

__ADS_1


Aku tersenyum sinis pada nya. " Tak ada yang perlu di jelas kan di sini ,, ".


Dia berjalan menghampiri ku dan aku berjalan mundur hingga menabrak tembok. " Aku masih sangat mencintaimu lalu kamu dengan mudah nya ingin menikah dengan dia,, apa karna dia kaya hingga kau mau menikah dengannya ".


Aku tertawa mendengar ucapannya. " Cinta kau bilang,, jangan konyol leon,, jika kau cinta kau tak akan mengkhianati ku,, aku bersama sean setelah kita benar* ber akhir ".


Dia mencoba memegang pipiku tapi aku tepis dengan cepat.


" Aku salah el,, tapi jangan hukum aku seperti ini,, tak mendengar suara mu dan tak melihat mu saja aku hampir gila,, mana mungkin aku bisa melihat mu dengan lelaki lain ". Ucap nya dengan nada sedikit melemah.


Aku mendorong nya hingga ada jarak di antara kami. " kamu bahagia dengan adriana,, jadi jangan ganggu aku lagi,, dan ingat ini ,, sean adalah lelaki dari masa lalu ku yang pernah aku ceritakan padamu ".


Aku membangun kan leon dari amarah nya. Dia memukul tembok hingga aku terkejut. Dia menanggis dengan duduk di lantai. Aku merasa sedih melihatnya tapi aku harus kuat. Aku keluar dari ruangan itu. Aku segera berjalan dan masuk lift. Keluar dari lift aku melihat sean dan erlan seperti mencari seseorang.


" Sean ". Ucap ku sambil berjalan ke arah nya. Dia melihat ku lalu berjalan menghampiri ku. Dan menarik ku dalam dekapannya dengan sedikit mencium kening ku.


" Kamu dari mana ,, aku dan erlan mencari mu ". Tanyak nya dengan masih memeluk ku.


Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya. " Aku harus menyelesaikan urusan ku dengan seseorang ". Ucapku sambil melirik adriana yang sedang mencari leon.


Ada guratan di kening sean. " Menyelesaikan urusan,? Dengan siapa ? "


" Seseorang yang tak penting ". Ucap ku ketika adriana melewati kami. " Apa urusanmu sudah selesai ". Tanyak ku lagi.


" Hem aku sudah selesai ". Masih terus menatap ku.


" Apakah amanda yang kamu urus ". Ucap ku dengan menunduk.


Dia memegang dagu ku dan tersenyum. " Apa kau cemburu jika aku mengatakan bahwa amanda yang aku urus tadi ".


" Cih !! Sudah aku duga ". Lalu berjalan meninggalkannya.


Dia mengejar ku dan mengandeng jemariku. " Aku mengurus amanda hanya untuk perpisahan aku dengan nya ,, jadi jangan berpikir aneh* ".


Aku hanya menatap sekilas. " Apa acara nya belom selesai ,, aku sungguh lelah ".


" Kamu ingin pulang,, baiklah kita pulang ".


Kami berjalan menghampiri erlan. " Katakan pada semua nya bahwa aku pulang dulu". Kata nya pada erlan.


" Baik tuan,, hati* dijalan ,, selamat malam tuan dan nona elmas ".


Kami hanya menganggukan kepala dan segera keluar. Dia tetap sama mengandeng tanggan ku. Melewati banyak wartawan dan berbagai foto sudah mereka dapatkan.


Kami segera masuk kedalam mobil. Sean melajukan mobil nya dengan pelan. Tak ada kata yang kami ucap kan. Setelah perjalan yang agak lama. Kami tiba di depa  rumahku.


" Aku masuk dulu,, kamu hati* ". Ucap ku


Dia menarik tanggan ku yang membuat aku menghadap dia.


" Terimah kasih untuk malam ini". Ucap nya


Aku tak menjawab. Wayah nya semakin dekat dan aku bisa merasakan hembusan nafas nya. Bibir kami bertemu memangut dengan pelan. Aku membuka mulutku. Lidah kami bertemu. Ciuman tak berselang lama. Kami tersenyum setelah ciuman itu terlepas.


" Aku pergi ". Ucapku,, lalu membuka pintu dan segera masuk rumah dan membersihkan tubuh ku. Aku melihat dari cendela kamar bahwa sean juga sudah pergi.


Malam ini entah kenapa aku bahagia. Aku merasakan debaran yang sama seperti dulu waktu bersama sean ketika muda. Aku rasa malam ini kami akan tertidur nyenyak.

__ADS_1



__ADS_2