
Setelah keluar dari toilet tersebut tsya yang sedang melihat sang ayah tengah berbincang dengan exel segera menghampirinya dengan wajah yang lesu.
“ ayah aku ingin pulang, aku rasa badan ku kurang sehat..” kata tsya yang berbohong.
“ pulang lah sayang biarkan ayah yang di sini hem..” suara sang ayah yang penuh dengan ke khawatiran.
“ tsya aku antar jika kamu sakit, tak baik wanita pulang sendiri dengan keadaan sakit..” kini exel yang menawarkan untuk mengantar nya.
Tsya tak menjawab nya melain kan melihat ke arah sang ayah seakan memintak persetujuhan dari ayah nya. “ sayang, ayah sudah memaafkan exel, mungkin sebaik nya kamu mencoba berteman dengan nya,, dia sudah janji tak akan mengulangi kesalahan nya lagi, dia akan mengejarmu dengan cara yang sehat..” kata sang ayah yang mengerti tatapan putrinya yang seakan bertanyak.
“ baiklah yah, salam kan permohonan maaf ku pada mereka semua..” kata tsya lagi dan di angguki oleh sang ayah.
Tsya dan exel kini tengah berjalan menujuh parkiran hotel dimana acara telah berlangsung, hotel mewah ini adalah salah satu usaha yang di miliki oleh zen. Ketika mereka berjalan berdua ada sepasang mata yang tengah melihat mereka masuk kedalam mobil.
Sedangkan di tempat acara, zen tak sengaja berjalan di depan pak abraham, zen sebenarnya tengah mencari keberadaan tsya semenjak dari toilet tadi tak terlihat.
“ nak zen kita bertemu lagi..” sapa pak abraham dengan minuman di tanggan nya.
“ tuan abraham maaf saya tidak melihat anda..” jawab zen dengan sedikit tersenyum.
“ tak apa nak, apa kamu sedang mencari seseorang?”
“ iya tuan,, seseorang yang penting bagi hidup saya..” jawab zen dengan tulus.
“ saya rasa wanita itu sangat penting bagi anda, karna setiap kata yang anda katakan ada ketulusan di dalam nya..” kata pak abraham yang tak tahu bahwa putrinya lah yang sedang di bicarakan.
Zen tak menjawabnya hanya tersenyum dengan tulus kepada laki laki paruh baya di depan nya. “ sayang kamu dari mana saja aku cari gak ketemu ketemu..” suara cyntya yang manja terdengar jelas.
“ aku di sini dari tadi, kamu yang dari mana tya..” jawab zen dengan malas.
“ jadi wanita ini yang anda cari dari tadi nak, kalian sangat serasi, saya akan tunggu undangan kalian nak..” kata pak abraham dengan banhagia.
“ terimah kasih tuan..” ucap cyntya dengan senyum di wajahnya, sedankan zen hanya diam tak menjawabnya. “ aku tadi melihat nona tsya pergi bersama laki laki, padahal aku ingin memintak nomer ponselnya.”
Deg
‘ pergi bersama laki laki’ ucap zen dalam hati.
__ADS_1
“ ahh iya putri saya sedang tak enak badan, wajahnya terlihat sangat merah, jadi dia ijin pulang dan saya atas nama putri saya memintak maaf jika putri saya tak bisa menemani anda..” ucapan pak abraham membuat zen sedikit kawatir dan cemburu bahwa ada laki laki lain yang sedang bersamanya.
“ astaga jadi nona tsya putri anda, nanti saya akan memintak nomer nya jika di ijinkan..” kata cyntya dan di angguki oleh pak abraham. “ putri anda tadi juga sangat cocok dengan laki laki yang berjalan bersama nya.”
“ exel, saya memang sengaja mendekatkan mereka kembali..” kata pak abraham dengan tersenyum.
Deg
Jantung zen seakan ingin lompat dari tubuhnya ketika mendengar apa yang di katakan ayah wanitanya, bahwa dia kembali di jodohkan dengan laki laki lain.
Acara segera berakhir dengan meriah, beberapah perusahan tengah berlomba untuk memasarkan produk dari AN COP, salah satu dari mereka adalah perusahan zen.
Zen sama sekali tak tenang, dia merasa takut bahwa wanita nya akan membuka hati nya untuk laki laki lain. “ malik buat janji temu dengan perusahan ana, kita akan membahas harga produk nya..” kata zen di sebrang telfon ketika dirinya tiba di sebuah apartemen nya.
“ baik tuan dengan segera saya akan jadwal kan.”
“ saya mau besok malik.”
“ baik tuan..” jawab malik dan dengan segera malik menghubungi orang yang bertanggung jawab dalam produk ini.
\=\=\=\=\=\=
“ buk hari ini anda ada pertemuan dengan perusahan untuk membahas harga produk kita..” sang seketaris bela menyampaikan jadwalnya.
“ exel yang akan mewakili ku, hari ini aku tak mau meeting di luar..” jawab tsya.
“ baik buk, saya akan sampaikan kepada tuan exel agar segera bersiap..” kata bela dan di angguki oleh tsya.
Sedangkan zen kini tengah menunggu kedatangan tsya, cukup lama mereka datang dan ketika mereka datang zen sedikit terkejut dan kecewa bahwa yang datang bukan lah tsya.
“ kenapa harus lu yang datang, kemana ana..” suara zen sedikit meninggi.
Exel yang mendengar kata zen seakan tersenyum sinis. “ tsya gak mau datang, itu artinya dia tak mau bertemu denganmu..” ucap exel dengan sedikit tersenyum.
__ADS_1
Zen yang mendengar perkataan exel segera mengambil ponselnya dan menghubungi nomer tsya, tetapi nihil karna nomer nya tak bisa di hubungi sama sekali dan bahkan seperti di blokir.
“ gak bisa menghubungi tsya bukan?”
“ hubungi dia aku ingin bicara..”
“ baiklah jika anda masih tetap tidak percaya dengan kata kata ku, mungkin anda lebih tenang jika bicara sendiri dengan atasan saya..” kata exel dengan mengejek.
Exel yang menghubungi tsya, tak butuh lama langsung ada jawaban dari sebrang sana. “ ada apa exel..” suara tsya di sebrang sana.
“ buk tsya, pimpinan per-“ sebelom exel berhasil menyelesaikan kata nya, zen sudah merebut paksa ponsel exel.
“ maaf ibu anatsya yang terhormat, saya tidak akan membahas kontrak produk anda jika bukan CEO nya sendiri yang datang..” kata zen dengan dingin.
“ maaf tuan zen saya tidak akan datang karna saya sibuk, dan tolong bicarakan saya kepada wakil saya, mereka akan menyampaikan apa yang anda mau tuan..” jawab tsya dengan tenang.
“ baik jika anda tetap tak ingin datang, saya bisa membatalkan kontrak ini dan saya pastikan produk anda akan di black list dalam pemasaran..” ancam zen dengan tegas.
Tsya yang mendengar ancaman dari zen seakan ingin melempari dia dengan gelas yang ada di depan nya. “ anda mengancam saya..” suara tsya yang tak kalah dingin.
“ semua keputusan ada di tanggan anda ibu anatsya.”
Tsya menghembuskan nafas kasarnya dengan rasa kesal. “ saya akan datang besok siang, sekarang kau puas..” kata kata tsya yang membuat zen tersenyum dan segera mengakhiri panggilan tersebut, dan melempar ponsel kearah exel dengan wajah kembali dingin.
“ pergi sana, atasanmu sendiri yang akan datang besok..” usir zen kepada exel dan staff yang lain.
Exel yang berdiri dengan rasa kesalnya. “ dengar baik baik tuan zen yang terhormat, kita mulai sekarang akan bertarung mendapatkan hati tsya, tapi saya pastikan bahwa saya yang akan mendapatkan nya..” ucap exel dengan berdiri sedangkan zen hanya duduk dengan menyilangkan kaki nya dengan tersenyum.
“ kita lihat siapa di antara kita yang akan menikah tsya..” kata zen dengan tenang.
Exel yang pergi meninggalkan perusahan dengan rasa kesal, sedangkan zen tetap tenang di posisi duduknya karna dia yakin bahwa wanitanya tetap mencintainya meskipun masih ada rasa sakit yang tertinggal di hati nya.
_________
Tinggalkan jejak kalian gaes
__ADS_1
like coment dan kasih vote juga ga pa pa
kasih hadiah malah saya terimah kasih