
Siang ini tsya tengah berada di jalan menujuh perusahan zen untuk membahas produk terbarunya, zen memang sengaja untuk mengajaknya bertemu untuk menjelaskan semua nya yang telah terjadi di acara launching.
Tsya sebenarnya enggan untuk datang, tetapi tsya terpaksa harus datang karna zen tengah mengancam nya untuk mengblack list produk nya di bagian pemasaran.
Tsya yang tiba di depan loby segera di sambut oleh malik di depan, malik dengan segera membawah tsya menujuh ruangan di mana tuan nya menunggu.
“ nona silahkan masuk tuan sedang meeting sebentar lagi tuan selesai..” ucap malik dengan membuka kan pintu ruangan tuan nya.
“ cih, dia membuat ku menunggu,, dia pikir aku hanya bertemu dengan dia..” ucap tsya dengan rasa kesal dan duduk di sofa panjang ruangan tersebut.
Sedangkan malik segera masuk kedalam ruangan meeting. “ tuan nona tsya sudah berada di ruangan anda..” bisik malik kepada zen.
“ baik kalau begitu kalian bisa teruskan meeting ini tanpa saja, karna saya sedang di tunggu seseorang untuk membahas produk lain, silahkan di lanjutkan dengan malik, nanti malik yang akan melapor kepada ku..” perkataan zen membuat semua orang hanya menganggukan kepala. Dan kemudian zen keluar dan menujuh ke dalam ruangan nya.
Ceklek
Zen yang membuka pintu dan melihat bahwa tsya tengah memengang sebuah foto, dan zen tahu bahwa foto itu dirinya (ana).
Tsya mengembalikan foto tersebut dan bersilang tanggan di dada nya. “ bagus kau membuat ku menunggu, kamu pikir aku hanya ada meeting dengan mu..” kata tsya dengan sinis.
“ maaf, sekarang kita bisa mulai..” kata zen dan mereka tengah duduk di sofa panjang itu dengan membahas produk produk dari ANA COP.
Mereka berdua terhanjut dengan pekerjaan yang tengah mereka kerjakan, zen tetap menjadi orang yang selalu nyambung jika membahas tentang perusahan dan itu yang membuat tsya tak sadar bahwa dirinya cukup lama berduaan dengan zen.
“ seketaris ku akan segera membuat perjanjian kontrak kita tuan zen..” ucap tsya.
__ADS_1
“ hmm, malik akan menunggu.”
“ aku harus pergi.”
“ tak bisakah kita mengobrol dulu ana?”
“ maaf zen aku banyak pekerjaan..” jawab tsya yang segera berdiri. “ saya permisi dan saya harap kita berhasil dalam kerja sama ini, saya permisi..” sambung tsya lagi dan berjalan cepat.
Zen mengejar tsya dengan sedikit menarik lenggan tsya dan membuat tsya dengan segera menghempaskan tanggan zen. “ apa yang kamu mau lagi zen, aku sudah datang sesuai yang kamu mau.”
“ ana aku minta maaf tentang semua nya yang dulu walaupun yang sekarang.”
“ aku sudah maafkan zen.”
“ tak bisakah kamu memberi ku kesempatan lagi, aku sungguh masih mencintaimu.”
“ cyntya hanya sahabat ku, aku dan dia hanya sahabat, dari dulu memang seperti itu.. dia akan menikah 3 bulan lagi..” jawab zen dengan menatap tsya.
“ tak bisakah kamu membiarkan aku bahagia dengan pilihan ku zen, apa kamu pikir aku masih mencintaimu,, aku sudah melupakan mu.. kamu hanya masa lalu ku zen.”
“ kamu mau bersama dengan exel, laki laki brengse* itu, kamu pikir dia baik..” suara zen dengan cepat naik.
“ dia lebih baik dari pada dirimu zen, apa kamu gak sadar dengan prilaku mu..”
“ aku memang bodoh ana, aku akui itu, tapi aku tetap mencintaimu dari dulu sampai sekarang.”
“ berapah saham yang kau taruhan untuk mendapatkan ku lagi zen.”
“ taruhan, taruhan, taruhan yang ada di otak mu..” sauara zen yang sedikit membentak ana yang membuat dirinya seakan terkejut. “ tak bisa kah kamu melupakan itu ana, apa kamu pikir aku tak bisa belajar dari masa lalu kita ha, karna kebodohan, aku kehilangan cinta pertama ku.”
__ADS_1
“ apa kamu pikir aku bisa melupakan rasa sakit ku zen, kenapa kamu harus hadir di saat aku sudah ingin membuka hati untuk orang lain ha,, kenapa sekarang kamu datang dengan menawar kan untuk menyembukan luka ku, kenapa baru sekarang kamu mengejar ku lagi,, kemana kamu selama ini,, jika memang cinta yang kau katakan itu ada di hati mu..” ungkap tsya dengan sedikit menetes kan air mata nya.
“ apa kamu selalu memberi ku waktu untuk mendekati mu lagi setelah kejadian itu?, bahkan kamu sendiri sengaja mengganti nomer ponselmu, aku menunggu mu di sini, 8 tahun kamu menghilang dari hidup ana, bahkan tak ada wanita yang membuat ku tertarik..”
Zen memengang kedua pipi tsya dengan kedua tanggan nya dan menghapus air mata yang tadi jatuh ke pipi wanita nya. “ katakan bahwa kamu tak mencintaiku lagi, katakan bahwa kamu sudah melupakan ku ana, jika itu keluar dari bibirmu aku akan pergi dan tak akan menganggu mu lagi..” sambung zen lagi.
Tsya dengan kasar menghempaskan tanggan zen yang berada di kedua pipinya. “ aku membencimu zen sangat membencimu..” ucap tsya dengan menghapus air mata nya. “ aku bahkan terluka melihat mu bersama wanita lain semalam, aku membencimu tersenyum dengan wanita lain hiks hiks hiks..” sambung tsya lagi dengan air mata yang sudah jatuh lagi sedangkan zen hanya tersenyum.
Zen dengan segera membawah tsya kedalam pelukan nya, tsya yang memberontak dan mengingit dada zen , zen tak menghiraukan rasa sakit nya malah senyum yang mengembang di wajahnya semakin melebar.
Tsya yang mengamuk dalam pelukan nya zen akhirnya terdiam ketika zen memeluknya dengan erat. “ wanita ku yang sangat pecemburu, jika kamu cemburu semalam kenapa kamu tak mengatakan nya langsung pada ku hem, kenapa harus menyiksa hati mu lagi..” kata zen dengan tersenyum.
“ aku capek berdiri zen..” kata tsya dan zen melepaskan pelukan nya dengan menyipitkan matanya.
Zen dan tsya kini berada di sofa panjang duduk bersebelahan dengan zen tetap merangkul tsya dengan mesra, sedangkan tsya menyandarkan kepalnya ke bahu kekar zen. “ aku mintak maaf untuk yang dulu oke, sekarang aku akan membuktikan semua nya jika aku bersungguh sungguh padamu..” kata zen.
“ aku hanya akan memberi kesempatan satu kali zen, jika kamu tetap melukai ku maka aku akan pergi lagi.”
“ aku akan menyembunyikan luka itu ana, aku janji padamu,, hanya kebahagian yang aku janjikan padamu..” ucap zen dengan mencium kening tsya.
Tsya yang melepaskan pelukan tersebut dengan memandang zen dengan menyipitkan matanya. “ apa yang kamu katakan tadi benar kan, masalah cyntya itu.”
“ aku bisa mempertemukan mu lagi jika kamu mau.”
“ maka pertemukan aku dengan nya lagi..” kata tsya dan di angguki oleh zen dengan tersenyum.
__ADS_1