
Tsya dan zen kini seperti biasa nya mereka sibuk untuk berangkat ke perusahan mereka masing masing. Tsya tetap mempersiapkan segala urusan suami nya.
“ hubby mendekatlah aku akan pasangkan dasi untuk mu..” kata tsya dengan memengang dasi, dan zen tentu saja mendekat.
Tsya dengan diam tak banyak bicara ia memasangkan dasi suaminya, zen mengamati setiap gerutan wajah istrinya terlihat sangat nyata di mata nya, jika orang lain yang melihat nya mereka tak akan tahu.
Zen menarik pinggan tsya hingga mereka saling menempel. “ hubby jangan macam macam..” ancam tsya dengan melotot ke arah suaminya yang senyum senyum gak jelas.
“ aku tak akan macam macam sayang, tapi kau yang mengoda ku pagi ini.”
“ aku tak mengoda mu..” jawab tsya dengan mata mereka saling bertatapan.
‘ ada apa dengan tatapan mu yang seakan ada beban di sana sayang ‘ batin zen dengan menatap kedalam mata istrinya.
Tsya memutus tatapan mereka ketika ia menyadari bahwa suami nya tengah menatap dengan serius. Zen meraih dagu istri nya agar kembali bertatapan. “ sayang ada apa, katakan jika ada beban di sana..” zen bicara seakan ia menyadari bahwa ada beban berat yang sedang di pikirkan istrinya.
“ tak ada hubby..” bohong tsya pada suami nya.
“ aku tahu ada sesuatu yang kamu pikirkan, bukan kah kita sudah berkomitmen untuk menceritakan semua nya, tak ada rahasia yang kita tutupi..” kata nya dengan lembut.
“ hubby aku tak apa sungguh..” tsya masih saja meyangkal semua nya.
“ terkadang aku tak mengerti wanita, kadang wanita berkata tak apa padahal hati nya terluka, wanita bilang ia baik baik saja padahal ia sedang kecewa, kalian makhluk langkah.”
“ kau mengatakan aku makhluk langkah he?, para laki laki saja yang terkadang tak peka dengan perasan wanita..” tsya tak terimah di katakan makhluk langkah.
Zen yang melihat istrinya cemberut, memajukan bibi* nya merasa gemas, dengan segera melahap bibi* istri yang begitu manis. Meluma* nya dengan pelan, tsya tentu saja membalas nya, zen semakin menarik tubuh tsya hingga mengikis jarak di antara mereka berdua, menahan tengkuh istri nya, tsya sudah mengalungkan tanggan nya ke leher suami nya.
Semakin lama ciuman itu semakin dalam, semakin menjadi ciuman yang menuntut ke sebuah ke nikmatan yang selalu di minati semua orang.
Zen melepas kancing baju yang di kenakan tsya satu persatu satu, meremas benda kenyal yang masih terbungkus bra merah di sana, tsya menahan desaha* nya ketika benda yang bawah sudah menekan tubuhnya.
Tanggan tsya sudah meremas benda yang tengang sempurna yang masih di balik celana panjangnya.
Drt
__ADS_1
Drt
Drt
Suara ponsel yang keras menghentikan aktifitas mereka yang penuh gairah. Mata mereka saling bertatapan dengan gairah yang sudah tak bisa di bendung.
Drt
Drt
“ hubby lepaskan dulu, ponsel ku berdering dari tadi..” tsya segera lari ketika suami nya melepaskan rangkulan pinggangnya.
Tsya melihat bahwa sang ayah yang telah memanggilnya. “ ayah selamat pagi..” sapa tsya dengan senyum, sedangkan zen berjalan menujuh ke arah istri nya yang duduk di sisi ranjang kasur nya.
(........)
“ aku akan segera berangkat yah, tunggu tsya di sana..” tsya tadi pagi memang memiliki janji oleh ayah nya untuk menceritakan semua nya, ia berharap ayah nya bisa memberikan nasehat untuk dirinya.
Sedangkan zen tak peduli bahwa istri nya sedang berbicara pada ayah mertua nya, ia membuka baju istrinya, membuka bra istrinya, memainkan putin* istrinya, sedangkan tsya menahan desaha* nya.
“ ak- aku segera datang yah..” jawab tsya dengan cepat dan segera di matikan oleh tsya. “ hubby kau nakal sekali, aku masih bicara dengan ayah..” sambungnya lagi.
“ kamu bicara saja sayang, aku yang bekerja..” jawab nya dengan mudah.
“ lalu kalau ayah tahu suara ku gimana he..” kata nya lagi dengan memicingkan mata nya.
“ ayah pasti akan mengerti sayang..”
“ dasar mes mmppppp..” tsya sudah tak bisa menyelesaikan ucapan nya karna bibir nya sudah di bungkam oleh suaminya dengan ciuman yang penuh gaira* dan panas.
Tanpa butuh lama mereka segera melakukan, saling mencari ke nikmatan, saling berganti posisi, kadang zen yang memimpin, terkadang tsya yang memimpin permainan panas mereka.
Hanya 30 menit mereka melakukan nya, dan mereka sama sama bergetar hebat ketika sesuatu sudah keluar dengan cara yang sempurna. Zen mencium kening istri nya dengan cukup lama.
“ aku mencintaimu sayang, apapun yang terjadi aku tetap mencintai mu dan tak akan meninggalkan mu, itu janji ku pada mu..” zen yang tiba tiba berkata seperti itu dengan menatap manik istrinya dengan lembut.
__ADS_1
Tsya seakan tersentuh dengan perkataan suaminya, ia tak sadar bahwa air mata nya telah keluar dari ujung ekor mata nya, zen menghapus nya lalu mencium kedua mata nya.
“ ceritakan lah semua jika kamu siap sayang, aku akan menunggu itu, oke..” sambung zen dan di angguki oleh tsya. “ dan terimah kasih untuk sarapan pagi yang menggairahkan..” goda nya lagi pada istrinya.
“ kau merusak dandanan ku hubby, kita harus mandi lagi, dan kita akan terlambat.”
“ kita bos nya sayang, tak akan ada yang marah pada kita.”
“ kita tak bisa memberikan contoh yang tak baik bagi karyawan kita.”
“ jangan cemberut, bahkan aku bisa membuat kita tak jadi ke kantor sekarang..” ancam zen pada istrinya, tapi jika istri nya mau maka zen akan dengan sehati.
“ kau saja yang terlalu serakah..” kata tsya dengan turun dari ranjangnya dan berjalan menujuh kamar mandinya.
Zen hanya menatap punggung istrinya yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandinya. “ apa yang kau sembunyikan dari ku sayang, apa aku harus mencari tahu nya, agar aku tahu apa yang menjadi beban mu..” kata zen dengan pelan.
“ whatever it is, I will still love you dear, because you are my soul mate and my heart..” dialog nya sendiri dengan senyum senyum.
( apapun itu, aku akan tetap mencintaimu sayang, karna kamu adalah belahan jiwaku dan jantungku )
zen dan tsya meskipun sudah lama berhubungan tapi mereka berdua msih merasakan dekupan jantung ketika mereka saling mengingat nya apalagi menginggat kejadian panas mereka. Mereka masih kadang malu malu meong.
______
Sarapan kalian dengan apa gaes
Aku bikin sarapan biasa saja dengan nasi panas dan sayur yang panas juga hahahaha
Kalau zen dan tsya sarapan ny berbedah, sarapan yang menguras tenaga. hahahaha
Jangan lupa like komen dan jadikan favorit
Kasih hadiah juga ga pa pa, kopi atau bunga juga ga pa pa
Kasih vote juga boleh
__ADS_1
Makasih sayang