Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Bagaimana Bisa


__ADS_3

“ kau mengobrol dengan siapa hubby..” pertanyakan pertama tsya ketika ia keluar dari kamar mandinya.


“ aku tak mengobrol dengan siapapun?” bohong zen.


“ aku tadi mendengar kau mengobrol..” tsya tentu saja tak percaya, karna ia mendengar bahwa suami nya sedang mengobrol.


Zen tentu saja tak bisa mengelah kali ini, pendengar istrinya masih terbilang bagus rupa nya. “ malik yang menghubungi sayang, aku dan dia sedang membahas pekerjaan..” jawab zen dengan menyentuh rambut istrinya yang sedang basah.


“ tapi kau tadi berbohong.”


“ tidak, aku kira bukan malik yang kamu maksud..” jawab nya dengan santai.


Tsya tak menjawabnya, ia fokus dengan rambutnya yang basah. Ia mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil dengan di bantuh suaminya.


Ceklek


Pintu kamar nya di buka, menampahkan sosok laki laki paruh baya yang sangat tsya rindukan. “ ayah..” panggilnya tsya dengan gembira.


“ princess bagaimana kabar mu..” sang ayah membalas sapaan putrinya, dengan memeluk putrinya. “ maafkan ayah baru datang..” sambung nya lagi.


“ tak apa ayah. Bagaimana kabar ayah..” jawab tsya dengan melepaskan pelukan nya.


“ kabar ayah tentu saja baik nak..” jawabnya dengan tersenyum.


“ ayah apa kabar, kapan ayah datang..” timpal zen pada mertua nya.


“ ayah baru datang langsung kemari, tadi ayah bersama exel, dia masih ke toilet..” perkataan sang ayah membuat wajah zen berubah menjadi kaku.


“ kenapa harus bersama exel yah..” suara zen kini kembali dingin mendengar nama itu.


“ tadi dia yang menjemput ayah.”


“ ayah bisa menghubungi ku untuk menjemput ayah..” zen tetap saja cemburu dengan laki laki exel ini.


“ hubby..” suara tsya kini sedikit kesal karna suami nya terus saja bicara dingin pada ayah nya.


“ maaf..” zen menunduh dengan mengucapkan rasa bersalahnya.


“ tenanglah zen..” kata sang ayah yang tahu kegelisahan pada wajah menantunya. “ exel sudah tak sendiri lagi, dia tak akan menganggu kalian lagi..” sambungnya lagi.

__ADS_1


“ maksud ayah..” zen kini bersuara lebih lembut.


“ ayah sengaja menjodohkan exel dengan anabel.”


“ anabel seketaris aku?”


“ iya princess, mungkin awal nya akan sulit tapi dengan pelan ia akan bisa melupakan putri ayah ini..” jawab sang ayah dengan tersenyum.


Ceklek


Lagi lagi pintu terbuka membuat semua orang yang di sana menatap kearah pintu, seorang laki laki yang gagah yang masuk dengan masih memakai baju kantor nya.


“ selamat malam tuan zen dan nyoya tsya..” kata formal exel dengan menunduk.


“ sealam malam exel..” jawab tsya.


“ hmm..” jawab zen dengan mengalingkan mata nya tak menatap kearah laki laki yang sedang berdiri di sana.


“ duduklah exel..” sang ayah menyuruh exel duduk di sebelahnya dan exel hanya menganggukan kepalanya.


Mereka berbincang ringan, tapi zen jarang berkomentar, mod nya buruk ketika laki laki yang bernama exel tiba tiba ada di sana juga.


“ tuan zen, saya ingin memintak maaf karna sudah menyembunyikan nona tsya waktu itu..” ucapan permintak maafan exel hanya dapat sipitan mata dari zen.


“ saya tahu saya salah tuan, karna ikut campur menyembunyikan nona tsya. Tapi karna saya dan nona tsya berteman maka saya membantu nya..” exel kembali bicara dengan lembut.


“ cih!! Tak ada definisi laki laki dan perempuan bersahabat jika tak ada maksud lain..” zen kembali bicara ketus, dan ia mendapatkan sikutan dari istrinya.


“ apa yang kamu katakan hubby..” tsya bicara pelan dengan membisikan pada suaminya yang masih saja ketus bicara pada exel. Zen tentu saja tak menjawabnya ia kembali acuh.


‘ lebih baik aku tak minta maaf tadi, jika hanya ini balasan nya’ batin exel dengan kesal.


“ sekali lagi maafkan saya tuan zen adtya adam..” exel menekan kata kata nya dengan kesal.


“ jika kau ulangi lagi, maka peluruh ku akan bersarang di otak dangkal mu itu..” jawab dingin zen, sang ayah hanya geleng geleng kepala, melihat menantu nya masih saja sama.


Kini mereka kembali berbincang, membahas proyek atau pun clien mereka yang sama. Sang ayah masih penasaran dengan apa yang di dengar tadi, setelah exel berpamitan pulang terlebih dahulu, sang ayah mencari alasan agar ia dan zen bisa bicara berduan.


“ zen, bisa kita bicara sebentar nak, ada suatu pekerjaan yang ayah ingin kasihakan pada anak buah mu..” ajakan sang ayah membuat tsya menatap lekat ke wajah ayah nya.

__ADS_1


“ tentu bisa yah..” jawab zen.


“ pekerjaan apa yang ayah maksud?” tsya tentu saja penasaran dengan apa yang di maksud sang ayah.


“ biasa sayang, masalah uang, menantu ayah adalah mafia yang terkenal, jadi ayah ingin memintak anak buah nya untuk menagihkan di salah satu clien ayah..” sang ayah harus berbohong pada putrinya kali ini dan tsya hanya menganggu mengerti.


“ sayang aku keluar dulu bersama sang ayah, kamu istirahat oke..” zen mengecup keningnya tsya, dan sebelom keliar zen mengendong istrinya merebahkan tubuh istrinya di ranjang nya.


Kini mereka berdua terduduk di salah satu bangku kantin yang sudah sepi, karna jam juga malam. Tsya tentu saja di jaga para penjaga nya yang berkeliaran di rumah sakit tersebut.


“ musuh siapa yang ingin kau tangkap nak..” perkataan sang ayah membuat zen binggung. “ hingga melibatkan alicia sahabat tsya, apa ini tak ada kaitan nya dengan putri ayah zen..” sambungnya lagi dan suara nya penuh kekhawatiran.


“ maksud ayah aku tak mengerti?”


“ ayah mendengar percakapan telfonan mu dengan malik.”


Zen mengaruk kepalanya yang tak gatal, ia tak tahu harus apa, apa dia harus menjawab semua nya dengan menceritakan masa lalu istrinya, tapi apa ayah sudah tahu juga, atau hal ini tsya sembunyikan.


Zen binggung harus bicara apa, ia ingin berbohong tapi seakan lidah nya ingin mengatakan jujur pada ayah mertua nya. sang ayah sabar menantikan jawaban dari menantu nya yang dari terdiam tak mengatakan apapun.


“ katakan apapun nak, meskipun sepahit apapun. Kita keluarga masalah kalian juga masalah ayah zen..” sang ayah kembali bicara dengan sabar.


Sang ayah semakin sabar semakin membuat zen tak berdaya tak tega membohongi nya, tapi dia juga takut di salahkan oleh istrinya.


“ tapi ayah harus janji untuk tidak mengatakan apapun pada tsya..” akhirnya zen bersuara meskipun ia nampak ragu.


“ ayah janji, hanya kita..” jawab sang ayah.


“ musuh yang ingin aku tanggap adalah musuh dari tsya dan alicia ayah..” jawaban dari zen membuat sang ayah menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang ia duduki saat ini.


Nampak jelas keterkejutan di wajah laki laki paruh baya tersebut. Ia tak menyangka bahwa putrinya yang polos banyak sekali memiliki misterius di kehidupan nya.


______


Hai selamat pagi semua nya, selamat menjalankan aktifitas kalian ya sayangku.


Pembaca yang bijak selalu meninggalkan jempolnya untuk saya, jangan lupa like atau komen apapun boleh kok.


Kasih vote atau hadiah juga ga papa boleh banget kok, jangan sungkan pokoknya.

__ADS_1


Jangan lupa mampir di wanita nakal ya, banyak adengan dewasa nya.


Makasih banyak.


__ADS_2