
Elmas dengan tenang nya pergi meninggalkan mereka meskipun di hatinya bergemuruh marah ingin melampiaskan kemarahan nya dengan berbagai cara. Memukul sean misal nya atau memakinya.
" Dasar br****** awas saja dia menemui ku apa lagi mencium ku ". Maki ku dalam hati. Sebelum jauh dari ruangan ada seseorang yang mengikuti dari arah belakang dan menghentikan langkah ku.
" Maaf nona elmas. Nona di tunggu di ruangan tuan sean karna ada yang ingin beliau bahas dengan anda ". Aku mengerutkan kening ku.
" Katakan pada bos mu jika aku menolak tak mau bertemu dengan bos playboy mu itu ". Ucap ku dan melanjutkan jalan ku.
Erlan berdiri tepat di depan elmas hingga elmas hampir menabrak erlan. " Aku mohon nona patuh lah kali ini saja. Jika aku tak membawah nona dengan baik maka aku akan membawah nona dengan kasar ".
" Dasar menyebalkan dia pikir dia siapa ". Elmas yang marah marah dan membalikan badan berjalan ke arah ruangan sean.
Elmas segera membuka kasar pintu ruangan sean. Dan menangkap sosok sean yang tengah duduk dengan angkuh nya dan menyilangkan tanggan ke dada nya. Sean yang menatap elmas yang tak kalah tajam.
" Apa yang kau lakukan ha. Melarang ku pergi dari sini dan menyuruh erlan mengejarku. Kenapa tak kau sendiri yang mengejarku. Karna ada istrimu ". Ucap elmas dengan nada tinggi. Amarah yang sedari tadi dia tahan kini meluap sudah.
Sean tak menjawab nya malah mengambil sebuah remot yang berada di atas meja dan terdengar suara pintu terkunci serta tirau yang tertutup yang menutupi kaca kaca.
" Kenapa kau diam. Malah mengunci ku di sini ". Elmas masih dengan amarah yang memuncak.
Sean dengan tenang berdiri dan berjalan ke arahnya elmas yang tak mau memandang sean sama sekali. Sean menahan rasa cemburu nya menahan amarah nya yang sedari tadi juga sudah memuncak di hati nya. Sean menatap elmas dengan dingin dan elmas memalingkan muka nya.
Sean menarik lembut tanggan elmas dan membawa nya duduk di sofa panjang. " Tatap aku elmas aurora alexander ". Ucap sean dengan nada dingin.
" Apa yang ingin kau bahas dengan ku ,, apa kau ingin membahas hubungan mu dengan istri mu ". Ucap ku dengan nada naik satu tingkat.
" Kau marah pada ku ? Sejak tadi kau tak mau menatap ku ". Ujar sean dengan memegang dagu ku dan aku menatap mata nya.
__ADS_1
" Apa perlu aku jelas kan bahwa aku marah padamu ".
" Seharus nya aku yang marah padamu el. Bahkan kau sengaja memeluk leon mantan kekasihmu di depan aku. Seharus nya aku yang cemburu pada mu dan leon. Tapi kau malah marah pada ku ".
" Jadi kau tak merasa bersalah padaku hee ,, bahkan kau satu mobil dengan amanda.. kau membela nya di depan para pemengang saham.. bahkan kau tak marah dia mengandeng tanggan mu di depan ku ". Ucap elmas dengan marah. Apa yang telah dia pendam sedari tadi kini tumpah menjadi satu.
Sean dengan tersenyum dan memengang tanggannya elmas. " Jadi kau cemburu dan kau sengaja membalas ku tadi hem ".
" Aku cemburu ? Jangan omong kosong sean. Aku tak cemburu sama sekali pada mu bahkan aku tak ada niatan membalas mu sama sekali ". Ucap elmas dengan menahan muka merah di pipinya.
" Bahkan aku juga cemburu melihat mu berpelukan dengan leon di depan ku. Kau adalah milikku sampai kapan pun akan tetap menjadi milikku ". Titah sean yang tak bisa di bantah dengan apapun.
" Kau dengan amanda dan aku tak boleh dengan siapa pun. Apa kau sudah tak waras lagi sean. Aku bisa mencari laki laki lain ". Perkataan elmas seakan membangunkan singga yang tengah tertidur.
" Apa kau bilang barusan. Mencari laki laki lain. Jika kau berani lakukan. Maka aku akan mengikat kaki dan tanggan mu agar tak bisa kemana mana ".
" Maka tinggal kan amanda. Kau tak bisa memiliki dua istri. Jika kau tak bisa pergi dari amanda maka aku yang akan per.... "
Elmas belum sempat menyelesaikan perkataannya. Sean sudah mengunci bibirnya elmas dengan rangkus. Elmas tentu saja mendorong nya. Tapi kekuatan elmas hanya lah biasa di bandingkan sean yang lelaki.
" Tapi aku tak bisa membagi lelaki dengan wanita lain sean. Kau tau hati ku terasa sakit ketika melihat mu bersama amanda. Bahkan membayangkan saja membuat ku terluka ". Ujar elmas dengan air mata yang hampir tumpah membasahi pipinya.
Sean menarik nya agar masuk kedalam dekapan pelukan sean. " Aku janji akan menyelesaikan perceraian ku tunggulah sebentar lagi. Aku tak mungkin meninggalkan mu. Sudah cukup delapan tahun ini. Ku mohon jangan pergi hem ".
Elmas melepaskan pelukan nya dan menatap mata nya sean mencari kebohongan di dalam mata nya. Tapi hanya lah pancaran ketulusan setiap apa yang dia katakan. Elmas tersenyum dan masuk kedalam dekapan sang kekasih tepat nya sang mantan kekasih yang kini menjadikan elmas seorang selingkuhannya.
Sean dan elmas melepaskan pelukannya di tatap nya mata elmas hingga sean yang sudah tak tahan untuk tidak mencium bibirnya elmas yang kini bagaikan candu. Ciuman lembut dan pelan. Ciuman yang pelan tapi pasti. Sean menahan tengkuhnya elmas. Sedangkan elmas sudah meremas rambutnya sean.
Elmas yang membalas nya dan lidah mereka saling bertemu saling menarik satu sama lain. Hingga tanpa sadar elmas dan sean saling memperdalam ciuman yang begitu menggairahkan. Kini sean berpindah ke leher jenjang elmas. Menginggit dan meninggalkan banyak bekas merah. Elmas yang tanpa sadar melegukan suara desahan nya.
Sean kini mencium bibirnya elmas lagi.. decapan demi decapan yang kini memenuhi ruangan tersebut. Tanpa mereka sadari sean sudah membuka satu dua tiga kancing baju yang di kenak an elmas. Hingga terpampang sebuah gundukan yang masih di lapisi bra berwana hitam. Dia menyentuh gundukan yang pas di tanggan sean. Elmas yang baru pertama merasakan hal tersebut hanya mampu mengeram dan menahan suara nya.
Kini sean sudah beralih kesebuah gundukan yang baru bisa dia buka dengan susah payahnya. Bermain di salah satu gundukan nya tanggan yang satu nya masih bermain di salah satu nya. Meninggalkan banyak bekas merah di dalam sana. Elmas baru merasakan sensi seperti ini. Dan ini yang pertana elmas lakukan seintim ini. Dengan leon dahulu tak seintim ini.
__ADS_1
Seakan alam tak menyetujuhi apa yang mereka lakukan. Ponsel yang tadi ada di meja kini berdering dengan sangat keras dan membuyarkan mereka yang lagi ada di ujung awan. Sean menghentikan aktifitas nya yang sedari tadi masih bermain di atas gundukan yang kini menjadi favoritnya.
Di tatap nya elmas dengan penuh cinta. Elmas yang kini menahan malu nya hanya menunduk kan wajahnya dan kedua tanggannya menutupi badan nya yang setengah telanjang.
" Rapikan penampilanmu di ruangan itu sayang. Aku akan melihat yang menghubungi ku ". Ucap sean dan mencium kening elmas dan mengambil baju elmas yang sempat dia taruh ke arah sembarangan dan memberikan pada elmas lalu berjalan kearah meja besarnya.
Sedangkan elmas mengambil baju yang di berikan sean lalu sedikit berlari kearah ruangana yang di tunjuk sean. Ruangan yang ternyata ada tempat tidur serta kamar mandinya. Elmas segera merapikan penampilannya yang berantakan. Dan melihat dirinya dari pantulan kaca seberapah banyak tanda merah yang sean berikan.
" Jika saja tak ada yang menghubunginya maka aku sendiri juga akan merobohkan pertahanan ku ". Ucap elmas dengan pelan dan melihat dirinya di pantulan kaca. Betapa terkejutnya dia begitu melihat sebanyak apa tanda yang di buat sean di lehernya serta di atas gundukannya.
" Ini sungguh konyol sean. Bagaimana bisa membuat segini banyak lalu aku pergi gimana. Harus menunjukan segini banyak. Cihh!! Seperti aku habis bertengkar dengan seseorang ". Ucap elmas dengan cemberut.
Serta selesai dengan penampilannya dan menambahkan make up di wajahnya serta lehernya agar menutupi bekas merahnya. Elmas keluar dan melihat erlan serta sean sedang membaca dokumen yang aku tak tau.
Krek
" Sayang ". Ucap elmas memanggil sean dan sean menoleh kearahnya dan tersenyum. Sedangkan erlan hanya menoleh sebentar dia tak berani menatap selingkuhan nya sang bos nya bisa bisa akan potong gaji lagi bulan ini.
" Kenapa berdiri di situ. Duduklah sayang ". Ucap sean dengan lembut.
" Si bos tak pernah selembut itu dengan nyoya amanda. Hanya nona elmas yang bisa menjinakan singga nya ". Ucap erlan dalam hati.
Elmas berjalan kearah sean dengan cemberut sean yang masih menatap nya tak mengerti kenapa sang pujaan hati nya tiba tiba cemberut seperti itu.
" Sayang lihat lah ini. Kenapa banyak sekali tanda merah disini. Bahkan di dalam sini juga tak kalah banyak ". Ucap elmas dan menunjuk semua yang ada bekas merahnya. Sean hanya tersenyum geli bahkan elmas tak malu mengatakan nya di depan erlan.
" Jadi kenapa tadi ruangan nya di kunci ternyata mereka sedang bermesraan ,, si boss memang gila ". Ucap erlan dalam hati nya.
__ADS_1
" Agar semua tau bahwa kau hanya milik sean paulo sayang dan sekarang duduk lah di situ yang manis sebentar lagi kita akan pulang ". Perkataan sean dengan manis dan lembut membuat elmas menurut dan berjalan ke arah sofa. Meskipun hati nya merasa dongkol dengan apa yang terjadi.
Kejadian tadi menggambarkan bahwa elmas dan sean hampir merobohkan pertahanan mereka masing masing. Hampir sedikit pertahanan mereka roboh jika saja ponsel sean tak berdering sedari tadi.