
Semenjak pengakuan kejujuran tsya malam itu, zen masih ingin menyendiri menenangkan pikirkan nya, mencernah setiap apa yang terjadi pada istrinya. Ia lebih memilih untuk begadang di ruang kerja nya di banding bersama istrinya dikamar, mencari dokter yang terbaik untuk menanyakan penyakit istrinya, polip kandungan.
" pak di mana zen.." tanyak tsya karna hari ini dia tak melihat suami nya.
" tuan pergi nona, karna ada sarapan pagi bersama clien nya."
` bahkan zen tak berkata apapun pada ku ` batin tsya bergejolak, ia akan tahu hal ini akan terjadi, suami nya akan berubah ia akan tahu.
Tsya melajukan mobil nya ke perusahan besar nya dengan hati yang bercampur aduk. Di tengah jalan ia melihat suami nya sedang masuk kedalam mobil wanita yang sangat cantik. Ia hanya menatap nya dari mobilnya, ia tak sanggup menghadapinya.
Siap atau tidak ia harus siap jika zen menceraikan nya, ia tak akan mau memiliki istrinya tak bisa memberikan penerus nya.
Di dalam perusahan tsya hanya diam, tak banyak bicara apapun, ia terlalu terluka, hanya lima bulan kebahagian itu sekarang lenyap.
" satu minggu kau tak berkata apapun pada ku hubby, maka ini akan mempermudahkan kita untuk bercerai.." dialog tsya sendiri dengan menutup wajahnya dengan tanggan nya sendiri.
Tsya tenggelam dengan pekerjaan nya, ia menyibukan dirinya dalam pekerjaan nya mengejar target nya kembali, menjadi wanita yang gila kerja, yang gila mengejar target target lain nya.
Exel hanya menatap tsya dengan tatapan binggung, tsya kembali lagi dengan target di tanggan nya, ia tak berani bertanyak karna wajah dingin tsya seakan lebih menyeramkan di banding yang dulu.
" sya kamu baik baik saja.." tanyak exel dengan hati hati.
" aku baik, kenapa?"
" tak ada, aku rasa kamu sedang tak baik."
" aku baik, terimah kasih sudah bertanyak.." senyuman tsya begitu kecut, seorang teman saja bisa tahu bahwa dirinya sedang tak baik, tapi suaminya masa bodoh dengan dirinya.
" sya."
__ADS_1
" aku tak apa exel, sungguh. Kita bisa lanjutkan lagi.." kata tsya dengan kembali ke pekerjaan nya.
*****
Sedangkan di perusahan zen yang baru tiba, berjalan lurus dengan seorang wanita yang di sampingnya, ia adalah clien wanita yang cantik, ia tadi masuk mobil dengan wanita tersebut karna ban mobil nya tengah bocor setelah mereka sarapan pagi nya.
" malik sudah kau buat kontrak nya.." tanyak zen pada asisten nya ketika sudah berada di ruangan nya.
" sudah tuan, ini madam, silahkan di baca dulu.." malik menyodorkan semua map yang berisi perjanjian kontrak kerja sama.
Wanita tersebut menbaca nya dengan senyum tipis di bibirnya. " aku akan tanda tanggan di sini.." kata nya dan malik memberikan bulpoin untuk wanita tersebut tanda tanggan.
" senang bekerja sama dengan anda.." kata wanita tersebut. " dan jangan lupa untuk sarapan besok pagi tuan.." sambungnya lagi dan di angguki oleh zen.
Setelah kepergian wanita itu zen hanya menyandarkan punggungnya dengan pikiran ke istrinya yang ia rindukan satu minggu ini, ia merindukan semua yang ada pada istrinya. Tapi ia takut mendekati istrinya, entah apa yang di pikirkan laki laki ini.
" tuan muda, jangan terlalu lama mengabaikan nona tsya.." malik berkata ia tahu apa yang di pikirkan bos nya.
" aku takut mendekati nya malik, aku takut ia hanya berfikir aku menginginkan bayi dari nya.." jawab zen dengan menekan pelipis nya.
" kau benar malik, tapi biarkan miss andin tadi kembali ke negara nya, karna semenjak ingin bekerja sama mereka kita benar benar sibuk, bahkan dia selalu mintak di temani sarapan pagi."
" saya harap tidak ada kesalah pahaman yang berlanjutan antara nona dan tuan.." kata malik dan dia segera meninggalkan ruangan tersebut.
Jam tak terasa sudah malam, tsya yang sudah pulang dari tadi hanya pura pura tertidur ketika suami nya masuk kedalam kamarnya. Zen melihat tsya tertidur berjalan mendekat membelai wajah yang ia rindukan.
" maaf sayang.." dia kata yang tak bisa di lanjutkan nya. Ia mencium seluruh wajah istrinya yang kemudian melangkah ke keluar kamar menujuh ruang kerja nya.
Zen lebih banyak bermalam di ruang kerja nya di banding bersama istrinya, ia kecewa tentu saja tapi ia begadang untuk berkonsultasi dengan dokter luar untuk menangani penyakit istrinya yang ada di rahim nya.
Tsya yang tadi pura pura teridur, akhirnya tertidur juga karna rasa lelahnya berfikir lebih keras.
__ADS_1
Sinar pagi telah masuk kedalam gorden kamarnya, ia terbangun ia melirik jam, ia enggan turun dari kasur nya, hari ini hari weekends ia malas untuk melakukan apapun.
Notifikasi ponsel nya dari tadi tak ada hentinya berbunyi, nomer baru banyak yang menghubunginya, bahkan sang ayah, exel juga tak luput menghubunginya.
Ada sebuah nomer asing yang menghubungi nya, ia mengangkat nya dengan ragu ragu.
" hallo, siapa?" Suara tsya yang baru bangun tidur.
" apa ini benar nyoya anatsya adam.." laki laki itu bertanyak dengan tegas.
" iya saya sendiri, saya bicara dengan siapa?"
" saya wartawan online nyoya, bisa saya mintak waktunya sebentar."
" ada perlu apa ya tuan?"
" apa hubungan anda dan tuan zen sedang bermasalah. Atau ada pihak ketiga dalam rumah tangga anda?" Pertanyakan wartawan tersebut membuat tsya tak mengerti.
" maaf, kenapa anda bertanyak seperti itu?"
" apa anda tak melihat berita online hari ini nona, seorang paparazi telah memotred suami anda dengan wanita sarapan pagi setiap pagi beberapah minggu ini, bahkan hari ini mereka terang tetangan bermesraan di tempat umum.." sebelom wartawan tersebut menyelesaikan ucapan nya tsya sudah memutuskan panggilan tersebut dan segera melihat betita online hari ini.
Dan benar saja wajah suaminya dan seorang wanita yang ia lihat kemarin terpampang di beberapah berita online dengan berbagai caption. Tsya menutup mata nya yang menahan air mata nya agar tak terjatuh dari mata nya yang sudah memerah.
" kau memilih nya zen, dan ini adalah akhir hubungan pernikahan kita.." kata tsya dengan turun dari ranjangnya berjalan mengambil koper besar yang telah ada di dalam lemari bajunya.
__________
Masalah nya ringan kok gaes, cumak salah paham dan kurangnya komunikasi, setiap rumah tangga adalah kunci utama adalah komunikasi yang harus apik di balik ya gaes. Karna kurangnya komunikasi terkadang kita gampang salah paham.
Kalau mau tidur malam lebih baik di luangkan waktu untuk mengobrol dengan pasangan kita agar kita tahu aktifitas seharian apa saja yang di lakukan di luar rumah.
Kalau buat suami kadang marah marah jika istri menanyakan sedang dimana, padahal itu adalah tanda perhatian kecil yang perlu di jaga sampai sekarang. Perhatian kecil tersebut yang akan memupuh cinta kita semakin besar dan takut kehilangan satu sama lain.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jempol kalian doang sayang
Like komen atau vote