
Pagi ini elmas bangun tidur dengan mood yang sangat hancur. Semalam dia mendapatkan kabar dari orang suruhannya.
" Maaf nona seperti tuan bean menutup semua akses nya di paris dan di daftar semua hotel tak ada ,, hanya saja nama nya ada di daftar penumpang pesawat dan duduknya bersebelahan dengan seorang lelaki ". Hanya mendapatkan seperti itu.
Elmas bangun dengan mencernah setiap momen yang terjadi. Mulai dari elmas melihat kak bean dengan wanita ,, dia cuti dengan alasan keluarga hingga dia berbohong ke paris ada pengecekan hotel disana. Elmas tersadar atas lamunan ketika ponsel nya berdering.
" Yaa sean ada apa ". Ucap ku dengan nada malas.
" Selamat pagi sayang,, ada apa denga suara mu ?. Apa kamu baik ".
" Tentu aku baik ,, aku hanya banya pikiran ".
" Ada apa ?. Apa yang menjadi beban pikiranmu sayang ".
Aku menceritaka semuanya yang tengah aku risaukan. Bean tetap menjadi pendengar yang baik. Dia tak mencela apa pun yang aku katakan. " Tenang lah dulu el,, siapa tau kakakmu memang lagi di paris mengontrol pembangunana di sana ".
" Iya aku rasa hanya ada kesalah pahaman antara aku dengan kak bean ".
" Aku harap kalian membicarakan ini semua dengan baik,, jangan sampai kalian bertengkar masalah sepela ".
Aku tersenyum mendengar kan nasehat nya. "Terimah kasih sudah mendengarkan keluh kesah ku ,, sekarang aku lebih lega ".
" Aku akan slalu mendengarkannya sayang ,, aku bahagia kamu bisa membagi masalahmu dengan ku ,, kamu tak jadi keluar dengan icha ".
Pertanyak an sean membuat aku teringat bahwa aku akan pergi ketaman hari ini dengan icha. " Astaga sayang aku melupakannya,, apakah kamu sudah mengatakan pada icha bahwa aku akan mengajaknya ".
Aku mendengar suara sean tertawa di sebrang sana. " Aku akan mengatakannya nanti waktu sarapan tapi icha pasti akan senang ".
" Baiklah aku akan bersiap siap ,, aku yang akan menjemputnya ".
" Tak perlu sayang ,, aku yang akan mengantarkan icha kerumah mu ".
" Baiklah aku akan menunggu kalian ". Kami mengakhiri percakapan kita. Dan aku bersiap siap. Meskipun sepenuhnya aku masih memikirkan tentang kak bean tapi setidaknya aku akan bertemu dengan icha. Gadis kecil yang saat ini aku rindukan.
***
__ADS_1
Aku dan icha tlah berada di sebuah taman yang sangat indah. Banyak orang orang yang tengah duduk di rumput yang hijau. Banyak anak kecil yang bermain lari kesana kemari.
Aku yang melihat icha tak menyadari bahwa aku juga tersenyum.
" Apa kau suka tempat ini sayang ". Ucap ku padanya.
" Aku tak pernah ketempat ini tante.. aku suka dengan tempat ini ". Ucap nya dengan tersenyum.
Kami bermain,, berjalan,, membeli makanan. "Tante jangan katakan pada dady jika aku meminum es krim ".
" Ini akan menjadi rahasia kita berdua ". Ucap ku dengan tersenyum.
Kami berjalan jalan hingga tak sengaja melihat amanda yang tengah asik mengobrol dengan salah satu laki laki. Aku rasa mereka tlah selesai melakukan pemotretan di taman ini.
" Mami,, mami ,, mami ". Ucap amanda dengan berteriak dan berlari ke arah nya. Amanda hanya melihat nya sebentar lalu tak memperdulikan lagi.
Icha yang masih mengerjarnya. " Icha sayang jangan lari ". Ucap ku dengan berlari di belakangnya. Seakan dia tak mendengarkan icha yang terus memanggilnya. Amanda dengan angkuh nya tetap berjalan.
Icha yang tengah menahan sakit dan menanggis. "Tak ada yang sakit tante ketika icha jatuh ,, tapi icha sakit ketika mami tak mau bertemu dengan ku ". Ujar nya dengan mata yang sudah ber air.
" Mamimu hanya tak mendengar ketika kau panggil sayang ". Sangkal ku agar icha lebih tenang.
" Icha melihat mami melihat icha tante ,, apa benar bahwa icha tak di inginkan mami ".
" Siapa yang bilang sayang ,, mami,, dady mu dan tante sangat menyanyangi icha ". Ucap ku sambil memeluknya.
Akhirnya aku memutuskan pulang dan membawah icha kerumah. " kau sungguh keterlaluan amanda ". Ucap ku dalam hati.
Icha yang terus saya menanggis ketika pulang akhir nya tertidur dan aku menidurkan di kamar ku. " Kamu sungguh kasih an sayang ,, amanda sungguh keterlaluan,, mana mungkin dia tega tak mau menerimahmu". Ujar ku dengan mengelus pipinya.
Aku yang mendengar suara pintu kamar ku terbuka aku melihatnya. Mama dan papa yang berdiri di pintu dan aku mengisyaratkan agar diam. Mereka berdua mengerti dan memilih pergi dan menungguh di luar.
" Anak siapa yang kau bawah pulang el ". Sebuah pertanyak an pertama ketika aku baru keluar dari kamar.
__ADS_1
" Putri sean dan amanda mam ".
" APA ? . Sean memiliki putri ,, apa papa tau tentang ini ". Pertanyak an mama yang membuat aku juga harus mendengar jawaban papa.
Papa hanya tersenyum simpul. " Jadi papa tau tapi tak memberi tahu mama ". Suara mama yang kini berubah tinggi. " Paa jawab mama ". Bentak mama lagi.
" Papa tau maa ,, papa tak memberi tahu kalian agar masalah satu demi satu selesai ". Sebelom mama menjawab nya suara pintu kamar terbuka dan muncul gadis kecil yang masih ingin memejamkan mata.
" Tante el ,, kenapa ramai sekali ,, ada apa ". Ucapnya yang membuat kami bertiga seketiga berhenti.
Aku yang menghampirinya dan berjongkok di depannya. " Tak ada sayang.. hanya papa mama tante yang lagi berbicara ".
" Kau cantik sekali sayang ". Ucap elif nya dengan mengecup pipinya icha.
" Sayang ini mama tante dan itu papa tante ". Aku yang memperkenalkan mereka.
" Apa aku boleh memanggil oma dan opa ". Sambil menatap mereka secara bergantian.
Dengan senyum yang mengembang. " Tentu sayang. Kami oma mu dan ini opa mu sekarang ".
" Asikk aku mempunyai nenek dan kakek sekarang ". Ucap nya dengan teriak teriak senang. Tapi kemudian wajahnya berubah sedih. " Ada apa sayang ". Tanya sang papa pada nya.
" Aku tak memiliki mami ,, apakah tante elmas mau jadi mami ku ".
Deg
Sebuah pertanyak an yang membuat muka panas. Aku rasa sekarang muka ku seperti tomat. Aku yang tersenyum mendengar pertanyak an anak kecil di depan ku.
" Aku adalah opa mu dan ini adalah oma mu ber arti sekarang tante elmas juga mami mu ". Ucap an sang papa richand membuat icha berbinar binar.
" Benar kah opa? Tante mau jadi mami icha ?".
" Iya sayang,, tante akan jadi mami mu ,, tapi icha harus tau , ini urusan tante dan dady mu,, jadi icha tidak boleh ikut campur,, yang harus icha tau bahwa tante adalah mami mu ".
" Ok tante,, ups salah mami ". Perkataannya membuat kami semua tertawa.
Aku slalu berharap takdir tak mempermainkan kami lagi. Aku yang bahagia dengan takdir ku. Aku bahagia dengan ada nya icha di tengah tengah kami.
__ADS_1