Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Bagian utama


__ADS_3

Waktu itu Boy adalah seorang presdir di perusahaan milik ayahnya, dan Luna adalah seorang cleaning service di perusahaan tersebut. Boy dikenal dengan seorang yang sangat keras kepala dan susah di nasehati. Sedangkan Luna dia gadis yang pemberani dan tidak pernah mengenal rasa takut, dia hanya takut pada Tuhannya.


Boy anak dari seorang konglomerat kaya yang miliki perusahaan terbesar di negrinya yaitu bernama KHARISMA ADIJAYA GROUP.


Ayahnya bernama Mirza Herdian Wiguna


Ibunya bernama Lidya Ayunda


Boy juga mempunyai empat orang adik yaitu Bayu, Bastian, Briand dan Bianka. Selisih tiga tahun jarak umur antara mereka.


Orang tua Boy tinggal di turki beberapa tahun terakhir ini beserta adik adiknya, karena ada pekerjaan dan proyek besar yang sedang di kerjakan oleh Mirza. Sementara Boy tinggal di indonesia untuk mengurus perusahaan ayahnya. Boy sudah menyelesaikan kuliahnya di turki dan langsung ditugaskan ayahnya untuk mengurus perusahaan KHARISMA ADIJAYA GROUP. Jiwa berbisnisnya sudah tumbuh sejak Boy masih kecil, bahkan Boy ingin dipanggil bos oleh orang di sekitarnya ketika ia berusia lima tahun.


Boy memiliki sekretaris pribadi yang bernama Willy, Willy dan Boy sejak kecil sudah bersama dan berteman, bahkan kuliah pun sama sama di turki. Willy adalah anak Sam, sementara Sam adalah sekertaris pribadi Mirza pada kala itu. Ketika Mirza menyerahkan perusahaan pada Boy, Willy dipilih untuk menjadi sekretaris pribadi Boy dan menemani Boy serta membantunya karena Willy dikenal juga cukup cerdas seperti Boy. Meski Willy lebih muda dari Boy, tapi Willy lebih dewasa sikapnya dibandingkan Boy


Willy dilatih untuk patuh dan setia pada Boy oleh Sam sejak kecil. Dan pada akhirnya Willy benar benar setia dan selalu bersama Boy kemanapun dia pergi walau terkadang mereka bertingkah seperti kucing dan tikus.


Sam diberhentikan dari sekertaris Mirza ketika Boy sudah menjadi pimpinan perusahaannya dan Sam dialihkan pekerjaannya menjadi penasehat khusus untuk Boy, karena dirasa Boy belum dewasa dan suka berbuat sesukanya


Berikut adalah Visual pemeran utamanya


Boy



Luna



*****


Luna adalah seorang yang sederhana dia pandai beladiri dan pemberani. Dia gadis yang cantik dan bercadar. Luna merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dan akhirnya diterima di perusahaan milik Boy, walau hanya menjadi seorang cleaning service. Luna tinggal bersama kedua orang tua angkatnya dan mempunyai seorang kakak laki laki dari orang tua angkat tersebut. Sedangkan orang tua kandungnya sudah meninggal sejak ia lahir sudah yatim piatu.


Bapaknya bernama Ahmad dan emaknya bernama Rani sedangkan kakaknya bernama Rendi. Dan Rendi sudah berkeluarga dan mereka tinggal di kampung berserta orang tuanya.


Luna biasa berbahasa sunda bercampur dengan bahasa indonesia

__ADS_1


"Mak ijinin Luna pergi merantau atuh, Luna pasti bisa mandiri dan menjaga diri" pinta Luna kala itu


"Teu neng, teu bisa emak hente ngijinan, emangna pemberian ti emak teh kurang kitu hah? Tos cicing di imah awewe mah, arek nikah ya nikah, ulah usaha ema teh karunya ka neng teh (tidak neng, tidak bisa emak nggak ngijinin, memangnya pemberian dari emak kurang gituh hah? Udah diam di rumah perempuan mah, mau nikah ya nikah, jangan bekerja, emak itu sayang sama neng) " ucap Rani memberi pengertian


"Ih si emak, neng kan masih kecil belum mau menikah, neng cuma mau nyari pengalaman ka kota, atuh damel mah naon wae nu penting halal, kitu pan ( bekerja apa saja yang penting halal, begitu kan) " ucap Luna


"Si neng kalo dilarang suka membantah nya ka emak"


Ucap rani kembali.


"Arek naon atuh neng, mending cicing wae dibumi pan raos teu kedah hoyong ka kota sagala, di kotamah berat hirup teh, mending di kampung, cai teu kedah meser, tuang raos sa aya aya ge ti kebon hasil pepelakan "mau apa neng, mending diam di rumah saja kan enak gak usah mau ke kota segala, di kota berat hidup itu, mending di kampung, air gak harus beli, makan enak walau seadanya dari kebun hasil bercocok tanam" ucap ahmad bapak Luna


"Si bapak sama aja, tolong beri pengertian atuh mak pak, neng teh mau nyari pengalaman di kota, kayak temen temen neng gitu" ucap Luna terus merengek namun emak dan bapak Luna kekeh tidak memberi ijin. Hingga beberapa hari Luna terus merengek seperti itu sampai emak dan bapaknya pusing mendengarnya


Pada akhirnya emak dan Bapak Luna memberi ijin Luna "yasudah mak, tos ijinan wae tah si neng. Meni pusing ngadanguna hayuh wae merengek kitu(udah ijinin saja tuh si neng, sangat pusing mendengarnya terus saja merengek begitu) " ucap Ahmad walau terpaksa


Rani terperanjat


"Ai si bapa serius? Nya sok atuh heug neng, tapi pasihan kabar ka emak upami tos dikota nya (yasudah boleh neng, tapi beri kabar sama emak kalau sudah sampai di kota ya) " ucap rani menyetujui pinta Luna


Luna terlihat bahagia mendengar ucapan emak dan bapaknya. Dia sangat bersyukur telah diijinkan pergi ke kota. "Nuhun emak, nuhun bapak, nya ke neng bakalan kasih kabar selalu sama emak dan bapak, neng mau siap siap untuk berangkat ya" ucap Luna dengan semangatnya


"Ayena pisan kitu neng? Sekarang juga gitu neng?) ucap Rani dan Ahmad disertai anggukan Luna.


Pada akhirnya Luna berangkat walau emak dan bapak Luna terlihat berat mengijinkan Luna pergi


Luna di kota tinggal di kost-kostan sederhana khusus putri. Dia tidak peduli apapun pekerjaannya yang penting dia bekerja dan mendapat uang dari hasil kerja kerasnya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain dan orang tuanya.


Awal mula bekerja Luna baik baik saja hingga beberapa minggu, dia belum pernah bertatap muka langsung dengan Boy. Dan Luna sudah mulai nyaman bekerja di sana, Luna juga sudah akrab dengan sesama ob yang lain walau dia sering mendengar bahwa Boy sering marah marah gak jelas hanya karena masalah sepele pada karyawannya. Luna tidak memperdulikan masalah bosnya itu karena dia rasa itu bukanlah urusannya.


Willy sudah sering memperingatkan Boy agar dia tidak berlebihan dalam menyikapi masalah yang hanya sepele itu, namun Boy tidak pernah memperdulikan apa ucapan Willy. Hingga akhirnya Willy sering memanggil Sam untuk menasehati Boy dan Boy hanya mendengarkan nasehat Sam, karena Sam sudah dianggap sebagai orang tua kedua selain ibu dan ayahnya. Namun Boy sering kembali lagi melakukan kesalahan yang sama.


Meskipun jauh dari pantauan Mirza dan Lidya, tapi Lidya selalu memperhatikan Boy lewat Willy, Willy selalu merekam diam diam semua kejadian yang di lakukan Boy setiap hari dan itu tanpa sepengetahuan Boy tentunya, kemudian Willy mengirimkan rekaman tersebut pada Lidya dan Mirza. Lidya tidak hentinya menasehati Boy walau dari kejauhan, selebihnya Lidya serahkan pada Sam untuk selalu menjaga dan menasehati Boy


"Bos kau selalu saja berlebihan sama karyawan kan itu masalahnya sepele Bos" ucap Willy ketika Boy habis menghukum karyawannya hanya karena masalah sepele.

__ADS_1


"Biar dia tau rasa will, dan nggak seenaknya kalau bekerja di sini" ucap boy dengan santai


Cuma karena dokumen kecipratan air oleh karyawannya, boy menghukum karyawan tersebut dengan menyuruhnya pus up seratus kali. Padahal air kan bisa kering.


Hingga suatu saat Luna diperintahkan untuk mengantarkan minuman ke ruangan Bos Boy. Kala itu ada Sam dan Willy di ruangan tersebut. Luna mengantarkan minuman tersebut ke ruangan Boy


'oh ternyata ini orang pemilik perusahaan ini, lumayan tampan tapii.. Sayang sikapnya tidak sesuai dengan ketampanannya. Hahaha' ucap Luna dalam hati


"Silahkan minumannya tuan" ucap Luna sambil menyimpan minuman tersebut di meja kerja Boy


"Hmm" jawab Boy dengan raut wajah datar yang sedang memeriksa berkas yang berada di meja kerjanya, kemudian Boy melihat ke arah Luna dan dia merasa terganggu dengan pakaian yang digunakan Luna. "Heh kenapa kamu berpakaian seperti itu? Buka penutup wajahmu itu..!! Kamu seperti ninja dan itu menganggu penglihatanku, tau! " ucap Boy dengan raut wajah tidak suka pada Luna


Sam dan Willy kaget dengan apa yang diucapkan Boy mereka menatap sekejap ke arah Boy dan Luna dan menggelengkan kepala karena tidak menyangka pada ucapan Boy.


Sementara Luna juga membelalakan matanya dan mengepalkan tangan karena kesal pada ucapan Boy, tapi dia tidak mau membantah Boy dan membuat masalah dengannya. "Baik tuan" ucap Luna dengan terpaksa, hanya itu yang diucapkan Luna. Kemudian Luna berlalu dan pergi dari ruangan itu dengan perasaan kesal pada Boy.


Setelah Luna pergi, Sam berkata pada Boy "Bos kenapa kamu mempermasalahkan apa yang dipakai ob itu, itukan hak dia Bos dan tidak ada aturannya kan kalau disini pekerja kita tidak boleh memakai cadar..! "Ucap Sam pada Boy


Boy hanya tersenyum tipis dan mengangkat kedua alisnya dan berkata "suka suka saya dong paman" ucap Boy dengan santai


Sam dan Willy hanya menghela nafas dengan kasar setelah mendengar ucapan Boy.


Sementara Luna berjalan dengan gusar menuju ke tempatnya di belakang sambil terus memaki Boy dengan nada kesal "hah apa apaan orang itu, dia bicara benar benar tidak bisa di saring. Nyesel saya sudah menilainya tampan padahal tidak tampan sama sekali. Cihhh.. Menyebalkan!!!.. Sudahlah Luna tidak usah perdulikan dia, terserah dia mau bilang apa. Huhh memangnya dia siapa?? Satu hal yang harus dia tau, aku tidak akan membuka cadarku ini.. Hahaha" ucap Luna sambil meletakan bakinya dan duduk sejenak di atas kursi


'Kira kira apa yang akan dilakukan tuan Boy itu kalau saya membantahnya,? Aku harus siap dengan resikonya apapun yang terjadi' ucap Luna dalam hati


Setelah itu Luna kembali melaksanakan pekerjaannya


*****


Singkat cerita


Hari demi hari terus berlalu dan Luna masih mempertahankan cadarnya. Hingga suatu hari Boy melihat Luna masih dengan menggunakan cadarnya dan itu membuat Boy sangat geram karena Luna berani membantahnya. Karena kesalnya Boy pada Luna, Boy sering meledek Luna dengan sebutan ninja. Namun Luna tidak peduli dengan apa yang diucapkan Boy dan Luna cepat cepat berlalu jika ber paspasan dengan Boy.


"Heh kamu, kenapa masih memakai itu, kau mau membantahku hah? " ucap Boy dari kejauhan. Namun Luna buru buru berlari dan pergi dari sana ketika mendengar suara Boy karena dia tidak mau berdebat dengan Boy dan Luna tidak memperdulikan ucapan Boy, dia pura pura tidak mendengarnya

__ADS_1


"Heh dasar ninja, kesini kau" ucap boy kemudian ia mengejar Luna, namun willy menghadangnya


"Sudahlah bos, kau buang buang waktu saja, ayo masuk kita mau meeting hari ini" ucap Willy kemudian Boy teringat dan memutuskan untuk masuk ke dalam saja, walau masih kesal pada Luna.


__ADS_2