Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Kembalinya ingatan Luna


__ADS_3

Tinggalah Boy dan Lidya di sana, karena pengurus panti dan yang lainnya sibuk untuk menyiapkan makan siang.


"Sekarang kamu sudah bertemu dengan Luna, ada yang mau kamu katakan sama ibu Boy? " tanya Lidya


Boy diam sejenak


"Ibu, apa ibu restui jika aku mencintai Luna? " ucap Boy dengan ragu ragu


"Apa kamu serius Boy? Tapi bagaimana jika Luna tidak mau? "


Boy memandang Lidya dan menggenggam tangannya


"Ibu jaga Luna ya, ibu bujuk dia supaya Luna juga mau sama Boy" ucapnya memohon


Lidya melihat keseriusan pada diri Boy dan sebenarnya ia juga ingin Boy menikah dengan Luna


"Baiklah Boy, ibu akan menjaga Luna, tapi ibu pinta kamu jangan terlalu sering menemuinya apalagi sampai melakukan hal seperti tadi"


"Iya iya bu, aku siap"


Boy terlihat senang dengan persetujuan Lidya.


******


Hari sudah berganti, setiap hari Boy nampak semangat memulai hari, orang orang disekitarnya juga pangling melihat perubahan Boy, begitupun Willy ia senang Bosnya sekarang mulai dewasa dan bijak, Willy juga sudah tau kalau Boy sudah bertemu Luna. Setiap akhir pekan Boy mengunjungi panti hanya untuk melihat Luna di sana, tapi belum pernah Boy datang ke rumahnya Luna dan belum pernah bertemu dengan Rani. Boy datang ke panti dengan membawa hadiah untuk anak anak panti disana. Boy sangat senang ketika melihat Luna yang suka mengajar ngaji anak panti dan bersholawat sangat merdu dengan mereka, Luna lebih suka berinteraksi dengan anak perempuan.


Namun Luna nampak biasa saja pada Boy, dan mereka jarang saling sapa. Boy hanya mengintip dari balik pintu ketika Luna sedang mengajar mengaji anak perempuan panti, karena jika Luna di dekati dia akan kaku dan diam seribu bahasa.


Sungguh sangat Luar biasa perubahan Luna sekarang, ia menjadi pendiam dan malu jika berhadapan dengan lawan jenisnya.


Hingga beberapa minggu kemudian, Lidya dan Luna sehabis dari tempat terapi, mereka berada di sebuah salon milik Lidya. Namun bukan Lidya yang mengurusnya melainkan temannya yang bernama Fera. Di salon tersebut banyak menggunakan produk kecantikan hasil dari produksi perusahaan KHARISMA ADIJAYA GROUP. Karena memang perusahaan tersebut bergerak di bidang kecantikan dan kesehatan, tapi juga mereka memiliki industri lainnya seperti makanan, minuman dan lainnya. A


Kala itu Lidya dan Luna habis melakukan perawatan, dan Luna semakin hari semakin cantik karena selalu di rawat wajahnya. Mereka sedang duduk disebuah kursi rias dan memandang kaca


Lidya tersenyum pada Luna


"Lihatlah kamu nak, kamu sangat cantik sekali" puji Lidya pada Luna


"Hmm ibu bisa aja, aku kan jadi malu" ucap Luna sambil malu malu


"Ini kan juga berkat ibu, lihatlah ibu juga sangat cantik dan awet muda, pasti kehidupan ibu sangat bahagia"


"Haha,, kamu bisa aja Luna, kamu memang benar ibu selalu bahagia karena selalu dikelilingi oleh orang orang yang baik sepertimu"


"Makasih ya ibu untuk semuanya" ucap Luna sambil memeluk Lidya karena senangnya


"Sama sama sayang" Lidya juga memeluk Luna, ia sangat menyayangi Luna.


Visual Luna jika sedang tidak pakai cadar



"O ya ibu, boleh Luna bertanya? "


"Kamu mau tanya apa? "


"Kenapa ibu memperlakukan Luna sebaik ini? "


"Karena,, karena ibu sudah menganggapmu sebagai anak ibu, dan kamu tau gak kalau kak Boy spertinya suka sama kamu". Ucap Lidya sambil tersenyum


Kemudian Luna kaget mendengar Lidya mengatakan bahwa Boy menyukainya lalu ia melepas pelukannya.


"Apa,, apa ibu serius? " tanya Luna sambil mengerutkan dahinya.


Lidya menganggukan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Luna nampak tidak percaya dengan ucapan Lidya.


"Kamu kenapa kaget begitu? Gapapa kan kalau Boy menyukai kamu? "


"I iya, iya gapapa si" ucap Luna nampak bingung harus menjawab apa.sejenak Luna berfikir


Kata a rendi ustadz hasan akan melamar ku, terus ibu barusan bilang kalau kak Boy menyukaiku, apa nanti tidak akan kenapa kenapa? Aduh aku bingung.. Batin Luna


"Kamu kok bengong Luna? " pertanyaan Lidya memecah lamunan Luna


"Oh gapapa ibu, luna hanya tidak menyangka jika kak Boy ada perasaan sama Luna, aku pikir kak Boy sudah punya calon istri"


"Hahaha,, enggak lah sayang, dia tidak pandai memikat wanita, dia sibuk kerja"


Ucap Lidya sambil memikirkan wajah Boy


"Luna, ibu takut jika amnesiamu sudah sembuh dan kamu ingat semuanya kemudian kamu benci sekali pada Boy'"


"Ibu jangan bilang begitu, aku gak mau ada dendam sama kak Boy, aku akan memaafkannya, aku janji" ucap Luna sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Ibu senang mendengarnya, percayalah sama ibu, Boy sudah berubah sekarang, itu karena kamu"


"Masa sih ibu?"


"Ibu gak bohong Luna"


Kemudian Luna tersenyum mendengarnya dan mereka tersenyum bersama.


"Syukurlah bu, Luna senang mendengarnya ".


"O ya bu, kenapa adik Bianka tidak pernah ikut kalau ibu keluar sama Luna? " tanya Luna


"Hmm dia lebih suka di rumah, menghabiskan waktu untuk melukis atau mengundang teman temannya buat belajar bersama"


"Oo Bianka suka melukis ya bu? "


"Maa syaa Allah, luar biasa adik Bianka ya Bu" ucap Luna sambil tersenyum.


"Itu benar nak"


Sore hari tiba, Lidya memutuskan untuk mengantar Luna pulang setelah itu Lidya juga pulang ke rumahnya. Luna sudah sampai di rumahnya kemudian ia beristirahat dan melaksanakan sholat ashar. Rani terlihat senang karena melihat Luna setiap hari selalu ceria.


Sampai malam hari tiba, Luna tengah tertidur lelap kemudian ia bermimpi bertemu lagi dengan Luki dan Rena


Di dalam mimpi itu, Luna sedang berada di sebuah tempat yang serba putih namun tidak ada apa apa selain dirinya, ia melihat ke sekeliling dan merasa heran. Tiba tiba dari kejauhan ia melihat sepasang suami istri yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum. Luna trus memerhatikan kedua orang tersebut sampai mendekat dan Luna berhadapan dengan mereka


Rasa senang dan bahagia kala itu yang dirasakan Luna.


Kemudian wanita itu berkata sambil menyentuh dengan lembut pipi Luna "ini mamah dan ayahmu nak"


Mendengar ucapan itu tak terasa butiran bening tumpah di pipi Luna karena ia telah bertemu dengan mamah dan ayahnya


"Terima kasih atas doa yang selalu kamu panjatkan untuk kami" ucap lelakinya.


Luna tersenyum bahagia mendengarnya


"Apa kalian mamah Rena dan Ayah Luki? " tanya Luna dan kedua orang itu menganggukkan kepalanya sambil tidak berhenti tersenyum. Kemudian Luna memeluk mereka, Luna merasa rindu sekali pada Rena dan Luki. Ketika bahagia tengah memeluk mamah dan ayahnya, tiba tiba pelukannya terasa hampa dan kedua orang itu hilang bersama cahaya yang menyilaukan matanya.


"Tunggu, jangan pergi,, aku ingin di sini bersama kalian" ucap Luna sambil teriak dan mengejar cahaya itu yang semakin menjauh dan kemudian menghilang. Luna menangis histeris karena Luki dan Rena kembali ke alamnya.


Kemudian Luna terbangun dan terperanjat ia duduk diatas kasurnya, segera ia mengusap wajahnya dan ia menangis mengingat mimpinya tadi, ia masih rindu pada ayah dan mamahnya.


"Mamah,, ayah" ucap Luna sambil menangis sesegukan.


Waktu menunjukan pukul 2 pagi, ia segera bangkit dari tempat tidur kemudian ia ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat tahajud, selesai sholat Luna langsung berdoa, ia mencurahkan isi hatinya pada Allah. Dan mendoakan ayah dan ibunya sambil berurai air mata.

__ADS_1


Rani yang juga sudah terbangun dan ia keluar dari kamarnya menuju dapur, tiba tiba ia mendengar Luna sedang menangis ketika ia melintas di depan kamar Luna


Loh si neng kenapa menangis? Tanya Rani dalam hati.


Kemudian ia mengetuk pintu kamar Luna sambil memanggil manggil Luna, namun Luna tidak menyahut. Rani semakin kuatir pada Luna dan ia memutuskan untuk membuka pintunya dan kebetulan pintunya tidak di kunci, Rani melihat Luna sedang menangis di atas sejadah sambil berdoa. Kemudian Rani menghampiri Luna dan bertanya


"Neng kenapa? " tanya Rani


sontak saja Luna kaget melihat Rani sudah berada di sisinya


"Maaf emak masuk diam diam, karena kamu dipanggil tadi tidak nyahut"


Luna mengusap air matanya dan ia memeluk Rani


"Mamah" panggilnya pada Rani


"Oo neng lagi kangen sama mamah Rena ya? " tanya Rani


Dan Luna menganggukan kepalanya sambil memejamkan matanya, matanya sembab karena menangis cukup lama tadi.


Kemudian Rani membelai kepala Luna dengan lembut ia paham dengan perasaan Luna, ia tau kalau Luna sedang rindu dengan mamahnya dan Luna suka memanggil Rani dengan sebutan mamah jika sedang rindu pada mamah Rena.


Tiba tiba kepala Luna terasa sakit dan berat, kemudian ia memegang kepalanya dengan kuat dan ia meringis kesakitan. Melihat Luna kesakitan, Rani kaget dan panik pada Luna.


"Aaahh" hanya itu yang di ucapkan Luna


"Kamu kenapa neng? " tanya Rani sambil menatap wajah Luna.


"Sakit mah".


"Ya Allah, ayo mamah bantu kamu ke atas kasur"


Kemudian Rani mengangkat tubuh Luna ke atas kasur dengan hati hati.


Dan Luna duduk di sana. Ia masih memegang kepalanya, ia mencoba mengingat masalalunya namun masih terlihat samar. Hingga beberapa saat Luna ingat sedikit demi sedikit.


Rani terlihat panik tapi ia bingung apa yang harus ia lakukan,


"Bagaimana nak? Apa mamah panggilkan dokter buat kamu? " tanya Rani


"Tidak usah mah, sepertinya ingatanku akan kembali " ucap Luna sambil terus memejamkan matanya dengan kuat dan mencoba terus mengingat apa yang telah ia lalui sebelum amnesia


Rani terlihat senang bercampur panik, disisi lain ia senang Luna telah kembali mengingat masalalunya di sisi lain ia kuatir karena Luna seperti kesakitan.


Ahirnya Luna mengingat ketika ia berkelahi dengan empat orang yang tidak di kenal, ketika bertengkar dengan Boy, ketika ia menjadi cleaning servis. Ketika ia dengan beraninya berbicara pada Boy dan ketika ia berangkat dari kampungnya menuju ibu kota. Luna mengingatnya dengan alur yang berjalan mundur ke belakang. Sampai ahirnya ia ingat ketika masih kecil.


Hingga beberapa menit kemudian Luna membuka matanya dengan bulat


"Haahh haaahh haaahh" ucapnya sambil ngosngosan karena ia merasa kelelahan.


"Mah, aku ingat sekarang, aku ingat semuanya" ucap Luna.


Mendengar itu, Rani terlihat bahagia dan sangat


Bersyukur


"Alhamdulillahirrobbil'alamin" ucap Rani sambil mengangkat tangannya seraya berdoa dan menatap ke langit langit. "Syukurlah neng, emak senang mendengarnya, tunggu ya emak ambilkan Air minum dulu". Kemudian Rani pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Luna juga sangat senang ingatannya telah kembali. Dan ia tersenyum bahagia seraya bersyukur pada Allah "terima kasih ya Allah, terima kasih ya Allah" begitulah yang diucapkan Luna.


Yang membuat ia tersenyum adalah ketika ia ingat dahulu sedang beradu mulut dengan Boy.


"Kenapa aku melakukan hal itu pada Bos Boy? Ya ampun aku malu sekali sekarang" ucapnya


Kemudian ia cemberut ketika mengingat perbuatan Boy dahulu padanya, namun ia sudah berjanji pada Lidya agar tidak membenci Boy, dan karena Lidya juga mengatakan bahwa Boy sudah berubah sekarang. Dan Luna memang sudah memaafkannya sekarang

__ADS_1


"Kenapa aku bisa lancang sekali dahulu pada Bos Boy? Kenapa aku berani sekali padanya? Bodoh sekali aku, bodoh bodoh.. Kenapa aku menjadi wanita yang sekasar itu. Aku meraja jijik sendiri mengingatnya" ucap Luna sambil terus mencaci dirinya sendiri dan memukul kepalannya dengan jarinya. Ia senyum senyum sendiri dan merasa malu.


Karena Luna yang sekarang tidak seperti dahulu. Sekarang ia menjadi wanita lembut dan pemalu. Lebih banyak diam, namun tetap periang jika sedang bersama anak anak panti.


__ADS_2