Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Rayuan ustadz Hasan pada Luna


__ADS_3

Luna sudah kembali ke rumahnya. Sebelumnya Luna mampir dulu di super market untuk membeli bahan bahan untuk membuat cake. Karena hari ini dia akan belajar membuat berbagai macam cake yang enak, untuk di jualnya nanti.


Dan mulailah Luna mengutak ngatik di dapur bertempur dengan tepung dan telur. Dia sedang belajar membuat cake, dibantu oleh bi inah dan Rani.


"Neng ini bahan bahannya aneh aneh, apa nanti kuenya enak? "


"Ya enak ath mah, kan Luna melihat dari internet kalau ini kue terenak yang lagi populer, jadi Luna mau mencobanya. Mamah juga nanti cobain hasilnya ya. "


Jelas Luna


Si neng lagi kangen sama mamahnya kayaknya. Batin Rani


"Oh baiklah, nanti mamah cobain, em gak sabar rasanya. Hehe" ucap Rani.


Luna menatap ke arah Rani dan tersenyum.


Sampai beberapa saat sudah selesai berbagai cake ia buat. Dan sudah tersaji di meja makan, mereka duduk di sana. Rani mencobanya, bi inah juga serta art yang lainnya juga ikut menikmatinya. Dan mereka sangat menyukainya.


"Em enak pisan neng" ucap rani


"Iya benar nona" ucap Bi inah


"Alhamdulillah dong yaa. Luna senang mendengarnya. " ucap Luna sambil tersenyum


Ketika sedang asyik menikmati kue bikinan Luna, Lidya datang ke sana bersama ira, Luna terlihat senang karena kedatangan Lidya. Kemudian Lidya di ajak untuk menikmati kue bikinannya.


Ira juga ikut menikmati kue itu.


"Ini buat ibu, cobain lah bu" ucap Luna sambil menyodorkan kue di piring.


"Mm, baiklah terimakasih Luna" ucap Lidya kemudian ia menikmatinya.


"Emm ini ennak sekali, pandainya kamu membuat kue nak, pasti toko rotimu akan rame jika kuenya seenak ini. Hehe"


"Aamiin" ucap semuanya. Sambil tersenyum bahagia.


"Terimakasih doanya untuk semua. Hehe, Luna sangat bersemangat untuk membuat kue nantinya"


"iya nak, o ya tokonya sudah mulai di bangun loh" ucap Lidya


"O ya bu, luna gak enak tau jika semuanya ibu yang urus dan yang biayai"


"Enggak ko, bukan ibu yang urus, tapi Ira "


Ucap Lidya sambil menatap ira dan ira tersenyum


"Iya tapi kan ibu yang nyuruh Mbak ira" ucap Luna.


"Itu sudah tugas saya nona Luna" ucap ira.


"Hmm, iya iya, tokonya seperti apa bu? " tanya Luna


"Rahasia dong, yang pastinya nanti kamu akan menyukainya, hehe" ucap Lidya.


"Oo oke lah,seperti apapun tokonya aku nurut saja sama ibu" ucap Luna


dan Lidya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Luna belum pernah ke rumah ibu ya, Luna mau gaj ke rumah ibu? "


"Hmm Luna mau sekali bu, kapan? "


"Hmm kapan ya? Gimana kalau besok? " tanya Lidya.


"Wah boleh itu ibu, besok kan ada pengajian tabligh akbar di masjid Darussalam dekat supermarket. Gimana kalau kita datang dulu ke pengajian itu dan setelah itu kita ke rumah ibu. " ucap Luna pada Rani, Lidya dan Ira.


"Hm ide bagus itu nak, baiklah besok kita bertemu di masjid itu ya" ucap Lidya disetujui oleh semuanya.


"Baik ibu.. " ucap Luna.


*****


Akhir akhir ini Boy tidak sering ke panti lagi, karena ia sibuk belajar agama dengan seorang ustadz yang bernama Riza, ustadz Riza sengaja ia undang untuk memberikan tausiah di kantornya Boy setiap hari, ketika ada waktu luang. Boy juga belajar adzan dan membaca lantunan ayat Al'Qur'An dengan nada yang merdu. Bahkan jika sudah waktunya pulang kantor Boy mampir ke rumahnya ustadz Riza untuk mendengar tausiah.


Sampai sampai Boy juga belajar adzan di kantor ketika semua karyawan lagi sibuk dengan pekerjaan mereka. Willy menggelengkan kepala karena Boy adzan bukan di waktu yang tepat.


Kala itu boy sedang adzan


"Bos kau ini bikin orang kebingungan saja tau gak, mereka kira ini sudah waktunya adzan" ucap Willy menegur Boy


"Saya sedang belajar Will, biarin mereka mau ngomong apa juga" ucap Boy. Kemudian ia melanjutkan adzannya


*****


Malam hari tiba, Boy waktu itu pulang larut malam dan Lidya menunggunya di ruang tamu karena kuatir


"Assalamualaikum ibu" sapa Boy ketika masuk ke dalam dan melihat Lidya di sana


"Waalaikumsalam kenapa kamu akhir akhir ini suka pulang malam Boy? " tanya Lidya.


"Boy habis belajar ngaji bu, udah ya Boy ngantuk mau tidur, ibu juga tidur ya" ucap Boy

__ADS_1


Kemudian ia masuk ke kamarnya tanpa menunggu Lidya bicara lagi.


Belajar ngaji? Tumben. Batin Lidya kemudian ia juga masuk ke kamarnya dan tidur, ia tenang karena Boy sudah pulang sekaligus senang jika Boy benar benar belajar mengaji.


Pagi hari tiba, Lidya sudah siap untuk berangkat ke pengajian, ia sudah berdandan rapih dan tertutup. Kemudian Boy melihat Lidya yang sudah terlihat cantik dengan pakaian tertutupnya.


"Ibu mau ke mana?" tanya Boy ketika melihat Lidya di ruang tamu menunggu ira. Dan Boy ikut duduk di sana


"Ibu mau ke pangajian Boy, tumben kamu belum berangkat ke kantor Boy?" tanya Lidya


"Ooh, gak tau nih Willy kenapa siang jemputnya. "


"O ya, Luna juga ikut ke pengajian gak bu?


"Iya dong, ibu yang diajak Luna ke pengajian itu"


"Begitu ya bu" boy terlihat senang "kalau gitu Boy juga mau ke sana"


"Kamu serius Boy? "


Tanya Lidya tidak percaya


"Aku serius Bu, gapapa kan? "


"Ya gapapa dong, bagus. Nanti kamu bisa dapat ilmu dari sana"


"*ibu benar".


Kemudian tidak beberapa menit kemudian ira dan Willy datang hampir berbarengan


Dan mereka berangkat bareng ke masjid itu untuk menghadiri pengajian.


"Kau serius ngajakku ke pengajian ini Bos? " tanya Willy ketika mereka sampai di sana.


"Aku serius Willy, ngantor nanti saja lagi lah" ucap Boy.


Dan mereka turun dari mobil.


Waktu itu Luna juga sudah sampai di sana bersama rani. luna memakai baju serba putih dan kerudung juga cadarnya putih semua. Terlihat anggun. Kemudian ia menemui Lidya dan Ira. Boy terpesona ketika Luna berjalan ke arahnya


"Ibu sudah sampai" sapa Luna dari kejauhan


"Iya nak, " ucap Lidya


"Loh kak Boy juga ikut" sapa Luna pada Boy yang kala itu dekat dengan Lidya.


Boy tidak mengedipkan matanya dan terus menatap Luna. Aksi boy membuat Luna malu


Suara Lidya membangunkan lamunan Boy


"Eh iya bu, iya Luna saya ikut ke sini. Ma mau mendengarkan tausiah" ucap Boy dengan gugup.


"Ooh begitu ya ka" ucap Luna sambil tersenyum


"Ayo Luna kita masuk, sebentar lagi dimulai sepertinya" ucap Lidya sambil menarik tangan Luna masuk ke dalam masjid. Dan mereka masuk ke dalam, Boy dan Willy masuk ke tempat laki laki, sedangkan Luna masuk ke tempat perempuan.


Boy dan Willy duduk paling depan namun sebelah kanan dekat dengan pintu masuk.


Lidya dan Luna juga duduk di dekat pintu karena di sana sudah penuh dengan ibu ibu yang datang.


Tidak lama kemudian Pembawa acara memulai acaranya dan ternyata yang memberi tausiahnya adalah ustadz Hasan.


"Baiklah hadirin sekalian tanpa harus menunggu lama kita panggilkan saja Ustadz terbaik kita untuk memberikan tausiahnya. Silahkan Ustadz Hasan.. " ucap pembawa acara tersebut.


"Apa? Ustadz Hasan yang tausiahnya? Kenapa harus dia Will? Memangnya gak ada yang lain Will? " tanya boy ia kaget karena Ustadz Hasan yang ceramah di sana ternyata.


"Mana ku tau Bos. Kau mau protes silahkan tuh ke pembawa acaranya Bos" ucap Willy.


"Arhh. Aku mau pulang". Ucap Boy


"Jangan Bos, baru juga masuk, bikin malu aja nanti" ucap Willy melarang Boy.


Kemudian Boy pasrah saja dan mendengar kan tausiah ustad hasan jadinya.


Kemudian Ustadz Hasan naik ke atas mimbar dengan senyum ramahnya mengucapkan salam dan memulai tausyiahnya. Ustad Hasan juga melihat Boy dari atas mimbar, ia juga melihat Rani dan Luna juga Lidya dan Ira dari sana. Ustadz Hasan terlihat senang melihat Luna ia merencanakan sesuatu ketika sudah selesai tausiah nya.


Ustadz Hasan memberikan tausiah tentang seputar muslimah dan tentang membina rumah tangga.


Para jamaah sangat menghayati tausiah ustad hasan dengan baik. Karena ceramahnya mudah di cerna dan di mengerti. Mereka suka dengan tausiah ustadz Hasan itu. Lidya dan Luna juga sangat menyukai tausiahnya.


Hingga satu jam kemudian tausiah itu selesai. Dan ustadz Hasan mulai rencananya.


"Sebelum saya turun saya akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk gadis cantik yang bercadar putih" ucap Ustadz hasan itu. Kemudian para jemaah mencari wanita yang bercadar itu yang ternyata adalah Luna. Dan para jemaah menyuraki Ustadz Hasan dengan senangnya. "Yeeee... " prokprokprok. Ucap para jemaah sambil bertepuk tangan. Namun Luna tidak merasa bahwa itu untuknya, ia terlihat tenang tenang saja. Namun Lidya kaget karena Luna lah yang bercadar putih itu. Waduh boy pasti akan kepanasan. Batin Lidya.


"Apa? Mau apa dia Will? " tanya Boy mulai curiga


"Tadi dia bilang dia mau nyanyi buat gadis cantik yang bercadar putih. Gitu kan Bos. Eh tapi yang bercadar putih itu adalah Luna ya Bos" ucap willy memastikan


"Sial. Dia mau merayu Luna di depan mataku Will". Ucapnya penuh emosi dan Boy mulai kepanasan.


"Baiklah semuanya, saya akan mulai ya" ucap Ustadz Hasan dengan tidak berhenti tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Ustadz hasan menyanyikan lagu dari gus azmi yang berjudul ' adek berjilbab ungu' yang sengaja ia ubah liriknya menjadi 'adek berjilbab putih'. Dan ia menyanyikannya penuh perasaan.


"Oi adek berjilbab putih


Ini abang jomblo bersedih


Bolehkan adek abang pilih


Akan ku jadikan kekasih" ucapnya sambil memandang Luna dan tersenyum. Namun Luna hanya terdiam dan menunduk malu. Karena para jemaah melihat ke arahnya.


"Aaaaa" teriak para jemaah, karena terpesona dengan suara ustadz hasan.


Kemudian ustadz hasan melanjutkannya dan juga dibarengi teriakan para jemaah.


"Oi adek berjilbab putih


Maukah diajak menikah


Abang tau kau lulus sekolah


Ku pinang kau dengan alfiyah


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Oi adek berjilbab putih


Cantik manis semanis madu


Dapat salam dari ayah ibu


Siapkah kau jadi menantu


Oi adek berjilbab putih


Lihat abang yang tak laku laku


Kalau adek serius mau


Besok kita pergi ke penghulu


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Oi adek berjilbab putih


Ayo langsung ke pelaminan


Menjalin cinta dalam islam


Setelah nikah kita pacaran


Oi adek berjilbab putih


Hati abang sungguh terpikat


Maukah kau di ajak akad


Kupinang kau dengan sholawat


Oi adek berjilbab putih


Maukah diajak menikah


Abang tau kau lulus sekolah


Ku pinang kau dengan bismillah


Maulayaa sholli wasallimda iiman abadaa


'Ala habibika khoiril kholqiqullihimi


Suara ustad hasan sangat merdu hingga akhirnya selesai.


Rani tersenyum lebar mendengar nyanyian Ustadz hasan dan ia melihat Luna hanya menunduk saja tanpa ekspresi. "Neng lihat atuh itu ustadz Hasan " ucap Rani. Namun Luna hanya menggelengkan kepala.


Apa yang terjadi pada Boy? Dia sangat kesal, telinganya terasa panas hatinya cemburu pada Luna, wajahnya memerah menahan amarah, willy cengengesan melihat ekspresi Boy. kemudian Boy keluar dan willy menyusulnya. Lidya melihat Boy keluar, ia juga ikut keluar memastikan Boy baik baik saja.


Sementara ustadz hasan selesai menyanyinya, ia masih di atas mimbar sambil menatap ke arah Luna.


"Siapa nama gadis cantiknya Ustadz? " tanya salah seorang jemaah


"Namanya, rahasia" ucap Ustadz Hasan.


"Sekian dari saya, terima kasih atas waktunya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh "


Kemudian ustadz hasan turun dari atas mimbar.


Dan pembawa acara kembali lagi melanjutkan acara selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2