
Malam hari sudah tiba, Bayu dan Zahwa menginap di sana, mereka sudah berada di kamarnya, karena
sudah waktunya untuk tidur malam itu.
Boy dan Luna tengah duduk di tempat tidurnya sambil main gadgetnya masing masing.
Luna tengah berbalas pesan dengan Maya dan karyawan tokonya, ia membuat grup di WA nya. Membahas tentang kapan toko bisa dibuka kembali.
"Sayang" ucap Boy
"Hmm" jawab Luna,kemudian ia menyimpan ponselnya
"Dengarkan aku" Boy berhadapan dengan Luna.
"Tadi siang kan aku berjanji akan mengajakmu umroh, tapi maaf jika kita tidak bisa melaksanakannya dalam waktu dekat, gapapa kan sayang?"
"Iya a gapapa, aku akan sabar menunggu kapan waktunya kita berangkat ke sana"
"Terima kasih sayang untuk pengertiannya". Ucap Boy, ia membelai lembut kepala Luna seraya tersenyum
"Iya a, aku ngerti kok, mungkin kamu lagi sibuk ya"
"Iya,, bisa dibilang begitu"
"O ya, aku ada perlu dulu sama Briand, aku ke kamarnya dulu ya"
"Oh iya.. " luna mengangguk
Kemudian Boy menemui Briand di kamarnya.
Tuktuktuk.. Pintu kamar Briand di ketuk
"Masuk" ucap Briand. Kala itu dia tengah tertegun di meja belajarnya.
Boy masuk seraya mengucap salam
"Assalamualaikum, apa kabar kamu, kenapa murung? Janganlah murung nanti bisa linglung.. Hehe" ucap Boy
"Eh kak.. Waalaikumsalam" jawab Briand
"Kamu kenapa dek?" tanya Boy, ia berdiri sambil nyender di meja belajar Briand
"Aku lagi heran aja nih kak,, dari sekian banyak cewek di sekolah yang naksir sama aku, bahkan hampir semuanya.. Cuma Mikha yang gak suka sama aku. Aku heran banget kak"
Boy tersenyum
"Mungkin tipe laki laki yang disukainya bukan kamu Bray"
"Lhahh memangnya aku kurang apa coba, aku udah ganteng maksimal begini, tapi dia tetap gak suka. Malahan galak banget lagi kalau di ajak ngobrol. Aneh aku mah sama si Mikha"
"Haha.. Okelah adiku yang tampan ini, eh apa tadi ganteng maksimal ya.. Hehe.. Jadi dari sekian banyak cewe yang naksir sama kamu, kamu cuma mau sama Mikha, begitu?"
__ADS_1
"Ya.. Aku cuma penasaran aja gitu sama Mikha, kalau soal cinta yaa aku belum tau"
"Emm.. Baiklah baiklah.. Saran kakak ya kamu fokus aja dulu belajar, jangan bahas cewe dulu. Oke"
"Hehe,, iya siap kak.."
"O ya.. Kakak kesini cuma mau nanyain soal toko kak Luna, itu kan sudah mulai pembangunan ya, okelah hasil arsitektur kamu kakak sangat menyukainya. Keren... Kamu mau hargai berapa itu, sebelumnya kakak minta maaf karena baru sekarang kakak membahasnya"
"Is oke lah kak no problem."
"Sudah kubilang kan, kakak tidak akan kecewa dengan hasil karyaku"
"Iya iya bray.. Jadi berapa harganya hm?"
"Mm lima aja kak"
"Lima apa?"
"Lima puluh juta" ucap Briand sambil tersenyum dan menggerak-gerakkan alisnya.
"Ashtaghfirullah Briand.. Gak salah kamu? Mahal benerrr" Boy kaget
"Kak,, aku membuatnya itu dengan sepenuh hatiku.. Dengan penuh perasaan.. Jadi wajar dong aku di bayar mahal.. Hehehe"
"Huh okelah Briand, gapapa karena kamu adiku, uang segitu tidak masalah. Tapi awas kalau uangnya kamu pakai poya poya"
"Tidak akan lah kak, aku cukup tau diri bagaimana memakai uang, kakak kayak gak tau Briand aja, aku kan gak suka boros"
"Yasudah besok kakak akan transfer uangnya ya"
"Oke kak"
"Kakak keluar dulu, kamu tidur ya.. Selamat malam"
"Iya kak.. Selamat malam"
Mereka tersenyum dan Boy kembali ke kamarnya.
Kini Boy sudah berada di kamarnya, kembali duduk bersandar ke belakang tempat tidurnya. Seperti sedang memikirkan sesuatu. Luna yang sudah terpejam, bangun kembali karena melihat suaminya sedang melamun. Ia ikut duduk di sampingnya.
"Kenapa a?" tanya Luna.
"Nggak,, kok bangun lagi sayang?" tanya Boy sambil membelai kepala Luna
"Itu karena aa melamun, ada apa?"
"Gini lho sayang, aku tengah ada keinginan yang belum Allah kabulkan.. Kenapa ya? Apa karena dosa dosaku yang menumpuk?"
"Hmm.. A, waktu itu aku bilang, mungkin Allah menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa mu. Jangan berputus asa sayang, selalu lah mengharap rahmat Allah Subhanahu Wata'ala,"
" kita mengakui bahwa kita orang-orang berdosa dan layak di siksa. Meskipun demikian jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Apa sulitnya bagi Allah Yang Maha Pengasih mengampuni dosa-dosa hambanya?.
__ADS_1
Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan mengampuni segala dosa selain dari Syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya.
Orang mukmin itu menganggap bahwa dosa-dosa mereka seperti sebuah gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan ia duduk di bawah gunung tersebut. Sebaliknya, para pendosa menganggap bahwa dosa-dosa mereka seperti seekor lalat yang hinggap di tubuhnya, yang dengan mudah ia usir. Ia meremehkan dosa-dosanya. Oleh sebab itu, kita hendaknya selalu mengharap rahmat Allah Subhanahu Wata'ala dan takut kepada-Nya karena dosa-dosa kita."
"Eh aku kok jadi banyak bicara.. Hehe"
"Tidak apa sayang, karena bicaramu selalu berarti bagiku" ucap Boy.
Luna tersenyum
"Jadi intinya begini, Perlakuan Allah Subhanahu Wata'ala kepada hamba-Nya, sebagaimana sangkaan hamba-Nya kepada-Nya, berlaku secara umum bukan hanya dalam hal ampunan, tetapi juga dalam segala masalah, termasuk doa, kesehatan, kekayaan, keamanan dan sebagainya. Misalnya, seorang hamba berdoa dengan yakin doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala, maka dengan keyakinan itulah Allah Subhanahu Wata'ala mengabulkan doanya. Sebaliknya jika ia menyangka bahwa doanya tidak akan di terima, maka Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan mengabulkannya."
"Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa doa seseorang itu akan di terima selama ia tidak berkata "doaku tidak akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala ". Ini berlaku dalam berbagai hal. Seandainya ia mengadukan hajatnya kepada Allah Subhanahu Wata'ala, niscaya Allah Subhanahu Wata'ala akan menjauhkan segala kesulitannya. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa, baik sangka terhadap Allah Subhanahu Wata'ala adalah satu hal, dan berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah hal lain, maksudnya jangan sampai menyangka baik kepada Allah Subhanahu Wata'ala itu menjadikan kita berani bermaksiat kepadanya."
"Oleh karena itu selalu yakinlah kepada Allah, ya.. "
"Terimakasih istriku sayang.. Kamu memang yang terbaik sayang" ucap Boy sambil memeluk Luna
"Iya suamiku, mm kalau boleh tau apa keinginan terbesarmu a?"
"Aku ingin kamu segera hamil sayang" ucap Boy
Luna terdiam dan menatap Boy
"Apa benar begitu a?"
"Iya,,"
"Semoga Allah mengabulkannya, aku juga ingin segera hamil anakmu a"
"Benarkah?"
Boy tersenyum lebar
"Iya". Luna mengangguk
"Kalau gitu ayo kita lakukan"
"Baiklah,, kita sholat dulu dua rakaat, bermunajat dulu kepada Allah supaya kita dikaruniai anak yang sholeh dan soleha.. "
"Aku setuju,, ayo sayang"
Mereka segera berwudhu dan melaksanakan sholatnya. Kemudian melakukan keinginannya.
Sudahlah biar Luna dan Boy yang lanjutkan ya
Hanya yang sudah menikah yang faham ok.
******
Keesokan harinya, mereka sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Bayu dan Zahwa sudah berangkat ke turki, hingga beberapa minggu Bayu di turki karena manjanya Zahwa tidak ingin di tinggal. Tapi dengan penuh pengertian dan perhatian Bayu meyakinkan Zahwa agar bisa di tinggal karena Bayu juga harus mengurus restorannya. Sampai akhirnya Zahwa mengerti dan ia kini mulai terbiasa untuk LDRan. Dan Bayu akan setiap bulan mengunjungi Zahwa.
__ADS_1