Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Makan makan


__ADS_3

Pengantin baru itu nampak bersuka cita, mereka berdiri di depan menyambut tamu undangan yang ingin bersalaman pada mereka.


Pertama tama Boy dan Luna yang menyalami mereka. Senyum merekah Boy pancarkan pada Bayu dan Zahwa. Boy merangkul Bayu dengan haru dan berbisik di telinga Bayu "selamat menempuh hidup baru adikku, semoga kamu bahagia" ucap Boy padanya.


Bayu membalas pelukan Boy dengan bahagia


"Terima kasih kak" Bayu terharu bahagia pada Boy.


Kemudian Boy menyalami Zahwa walau hanya mengisyaratkan tangannya. "Selamat Zahwa, semoga kamu bahagia dengan Bayu" ucapnya


"Terima kasih kakak ipar" ucap Zahwa.


Kemudian Luna menyambung dari belakang Boy menyalami Bayu dan Zahwa serta ucapan selamat tidak luput darinya. Disusul adik adiknya dan keluarganya lalu tamu undangan menyusulnya.


Boy dan Luna kembali duduk di kursinya. Kini tiba saatnya perasmanan atau makan makan gitu ya. Tamu tamu semuanya mulai sibuk kesana kemari mengambil makanan yang sudah di hidangkan


"Kak Boy aku lapar" ucap Luna.


"Ayo kita makan, e tapi tunggu sebentar "


"Willy!! " Boy memanggil Willy.


Willy tengah asyik berbincang dengan Hana, kenalan barunya, sementara Sam dan Ayu sedang melakukan ucapan selamat pada pengantin baru itu.


"Iya Bos" jawabnya. Kemudian ia menghampiri Boy


"Ada apa Bos? "


"Siapa itu Will? " tanya Boy


"Bukan siapa siapa Bos, "


"Aaa,, Rupanya kau punya pacar diam diam ya. Ayo ngaku? " ucap Boy


"Tidak Bos, ketemu saja baru, namanya Hana, ntah kenapa ibu mengajaknya kesini" jelas Willy


"Haha jangan jangan mau di jodohkan denganmu Will, hahaaha, tapi dia cantik lho,, kau suka kan sama dia? " goda Boy sambil senyum lebar di bibirnya


"Ckk sembarangan kau Bos, sudahlah ada apa panggil saya kemari? "


"Hmm kau.. Aku mau makan, siapkan ruangan khusus untukku dan Luna"


"Oohh, oke siap, tunggu bentar ya Bos"


"Ya"


Willy pergi menyiapkan ruangan di bantu pelayan di sana untuk menyiapkan meja dan dua kursi khusus buat Boy dan Luna. Kemudian makanan dihidangkan di sana.


Willy kembali lagi pada Boy dan Luna


"Bos sudah siap, ayo" ajak Willy mendahului Boy


"Oke, ayo sayang" ajak Boy pada Luna dan ia menggandeng tangannya.


Sampailah mereka di ruangan itu. Luna duduk di kursinya juga Boy.


"Kalian boleh pergi" ucap Boy pada Willy dan pelayan yang lain


"Baik Bos, selamat menikmati hidangannya" ucap Willy dan ia keluar bersama pelayan.


", terima kasih Willy" ucap Luna


"Sama sama nona" jawab Willy


Boy dan Luna mulai siap menyantap hidangannya. Luna membuka cadarnya agar bisa leluasa makannya.


"Ya ampun ini hidangannya banyak sekali" Luna terpana, ia menempelkan telapak tangannya di kedua pipinya.


"Ayo makan, kamu mau yang mana dulu? "


Saking banyaknya Luna bingung mau makan yang mana dulu


"Aku mau makan semuanya boleh ya kak Boy" ucapnya


"Oo tentu saja, ayo kita habiskan" ajak Boy setuju


"Ayo, kita makan soto dulu, ini sepertinya spesial karena wanginya emm menggoda selera" ucap Luna sambil mencium bau soto tersebut.


"Boleh, sini aku suapin" Boy mengambil mangkuk soto tersebut dan menyuapi Luna dengan hati hati, Luna menyantapnya dengan bahagia. Lalu Luna juga menyuapi Boy.


"Mm enak sekali" ucap mereka.


Willy sengaja menyediakan makanannya satu porsi satu porsi. Agar Boy makan sepiring berdua dengan Luna. Karena Willy sudah tau kalau itu kebiasaan Bos nya.


Boy dan Luna masih melanjutkan santap siangnya itu saling menyuapi dan becanda ria berdua dengan romantis


Sementara di luar ruangan, Willy kembali berbincang dengan Hana sambil makan makan di sana.


"Kamu masih sekolah Hana? " tanya Willy


"Aku baru masuk kuliah taun ini kak" jawab Hana


"Ooh begitu, kamu tinggal di mana? "

__ADS_1


Bla bla blaa... Mereka mengobrol banyak, hingga pada akhirnya Willy nyaman ngobrol sama Hana.


Keluarga besar mirza saling berbincang satu sama lain dengan suka cita di sana.


Bastian sama Wulan juga nampak serasi saling melempar tawa dan becanda duduk bersama di kursi sambil menikmati hidangan serta musik syahdu di putar di sana. Walau hanya sebatas berteman, mereka sudah sangat akrab sekali dan tidak sungkan sungkan.


Pesona Bastian di sana, 👇



Guanteng ya guys.


Aku suka banyak visualnya, biar gak boring baca mulu. Hehe


Untuk Briand, seperti biasa ia mencari pemandangan yang indah indah di ruangan itu.


Sampai akhirnya ia melihat sekumpulan gadis gadis tengah duduk melingkari meja sambil menyantap hidangan di sana.


"Hai cantik cantik" goda Briand pada mereka.


"Haiii" jawab mereka. Langsung saja mereka terpana pada sosok Briand yang tampan itu.


"Aku boleh gabung di sini? " tanya Briand


"Oo tentu silahkan" mereka dengan senang hati mempersilahkan Briand duduk di sana. Kebetulan ada kursi yang kosong di sana


"Terima kasih ya" ucap Briand dengan senyum genitnya.


"Iyaa" ucap mereka. Mereka tidak berhenti memandang wajah Briand yang sangat tampan di mata mereka. Pada akhirnya mereka meminta untuk selvi berdua sama Briand, dengan senang hati pula Briand mengiyakannya. Gadis gadis itu bergilir mendekat pada Briand berpose difoto sama Briand. Pada baper deh tuh cewe cewe. Langsung saja mereka mengupload foto tersebut di instagram pribadinya dengan hastag "boyfriend".Hahaha


Namun Briand nampak biasa saja, dia hanya mencari hiburan.


Pesona Briand, 👇



Terlalu dewasa gak si? Gapapa ya.


Mereka berbincang bincang hangat di sana memperkenalkan diri masing masing. Sampai Bosan Briand berada di sana karena gadis gadis itu kegenitan sama dia.


Kemudian Briand mencari yang lain, ia memutar kepalanya mencari sasaran selanjutnya. Sampai akhirnya ia melihat sosok yang selalu membuatnya penasaran siapa lagi kalau bukan Mikha. Mikha terlihat cantik dengan gaun kebaya yang panjangnya hanya sampai lutut dengan rambut terurai dan kecamata bulat yang selalu nempel di matanya, nampak sendiri sedang berdiri melihat tamu yang tengah bersalaman dengan pengantin. Tapi kelihatannya Mikha bosan di sana. Briand melihat Mikha keluar dari hotel Lalu Briand mengikutinya tanpa memperdulikan panggilan dari gadis gadis yang duduk melingkar bersamanya tadi.


Sampai akhirnya Briand melihat Mikha tengah duduk di kursi taman dekat hotel tersebut. Mikha membuka kecamatanya.


Briand mendekatinya dan duduk di sana sambil menumpangkan satu kakinya.


Sontak saja Mikha kaget dengan kedatangan Briand


"Hai" sapa Briand dengan senyum menyeringai di bibirnya.


"Kamu, ngapain di sini? " tanya Mikha dengan sedikit cemberut.


"Kenapa? Gak boleh? Ini kan tempat umum"


Mikha nampak risih pada Briand, dan ia memalingkan wajahnya.


"Kamu cantik juga ya Mikha kalau tidak pakai kecamata. "


"Apaan sih lo"


Mikha tidak suka pada Briand karena ia tau Briand itu playboy kalem, yang berhasil menghanyutkan hati semua cewe satu sekolah kecuali Mikha


Kemudian ia kembali masuk ke hotel. Namun Briand kembali mengikutinya. Makin penasaran saja Briand di cuekin Mikha


"Kamu kok bisa ke sini Mikha?"


"Ck,,ayahku yang mengajakku, dia dapat undangan dari om Har" ucapnya


"Oohh. Memangnya siapa ayahmu? " tanya Briand


"Ayahku jendral polisi, udahlah ngapain si nanya nanya? " Mikha risih


"Begitu banget si, aku kan cuma mau tau"


Mikha tidak menggubrisnya, ia duduk di kursi yang kosong di samping meja .bundar. Dan Briand juga duduk di sana dengan santainya.


Kemudian ayah Mikha datang menemui Mikha. Ia duduk di sana dan tersenyum pada Briand


"Lhoh Mikha kamu kenal dengan Briand? "


"Ayah tau Briand? " tanya Mikha


"Ayah tau dong, Briand kan anaknya Tuan Mirza ya, iya kan Briand? "


"Oh benar om" ucap Briand dengan senyum manisnya


"Saya teman satu kelasnya Mikha om" ucapnya kembali


"Oo begitu, pantaslah akrab sekali" ucap Ayah Mikha


Akrab dari mana? Amit amit harus akrab sama playboy kayak dia. Batin Mikha sambil mengernyitkan bibirnya.


"Oh tentu saja om, kita sangat akrab iya kan Mikha? "

__ADS_1


Ucap Briand sengaja menggoda mikha agar tersenyum manis seperti ia melihatnya di mall. Tapi mikha malah tersenyum hambar.


Kemudian Briand berbincang saja dengan ayah Mikha, karena Mikha hanya diam saja.


*****


Luna dan Boy selesai makan makannya.


"Aku kangen banget, eh maksudnya aku kenyang bangettt hahaha" ucap Luna ia salah bicara.


"Kamu lucu banget sih sayang hahaha" Boy tertawa di buatnya


"Ini belum habis lho, ayo kita habisin"


"Perutku sudah penuh sekarang, kak Boy yang habisin gih"


"Nggak ah, aku juga sudah kenyang, sekarang kita keluar yuk, aku mau menemui rekan bisnisku" ajaknya


"Mm ayo deh, aku ikut ya" pinta Luna


"Tentu saja, sini aku pakaikan cadarmu" ucapnya kemudian ia memakaikan cadarnya dan merapihkan kembali kerudung Luna.


"Kamu cantik sekali sayang"


"Tentu saja, suamiku kan genteng, jadi aku harus cantik.. Ayo" ia langsung bangkit dari duduknya, tqkut Boy menggombal lagi.


Boy tersenyum dibuatnya, kemudian ia menggandeng Luna dan keluar dari sana.


Boy melihat Andra dan Zuliano alias Zuno, mereka adalah rekan bisnis Boy, Andra dan Zuno tengah duduk melingkari meja. Andra bersama istrinya Yura dan anaknya yang berumur 2 tahun. Sementara Zuno masih sendiri.


Kemudian Boy dan Luna menghampirinya.


"Hai" sapa Boy membuat Andra dan Zuno terperanjat dibuatnya ketika mereka sedang berbincang.


Mereka tersenyum hangat menyapa Boy


"Hai Boy,, wihh apa kabar kamu? " sapa Andra menyalami Boy


"Boy, akhirnya kesini juga, habis dari mana kamu baru muncul? " tanya Zuno sambil menyalami Boy juga


"Biasa habis mesra mesraan dulu sama istri" ucap Boy memanasi Zuno.


"Wah hebat kamu" ucap Andra


"Itu istrimu ya? " tunjuknya pada Luna


"Iya ini istriku" ucap Boy


"Senang bertemu denganmu nona" ucap andra.


"Terima kasih", ucap Luna


"Duduklah Boy, nona Luna" ucap Zuno


"Oke, ayo duduk sayang, " ajak Boy, ia menyiapkan kursinya untuk di duduki Luna


"Terima kasih suamiku" ucap Luna dengan senyum manisnya.


"Sama sama" Boy juga duduk di sampingnya. Ia mengobrol hangat dengan Zuno dan Andra.


Sementara Luna berbincang dengan Yura dan anaknya Yura itu.


"Hallo aku Yura", Yura menyalami Luna


", Hallo aku Luna" Luna membalasnya.


"Ini anaknya ya,, mm gemes cantik sekali sayang" Luna mencubit lembut pipi anak itu seraya tersenyum


"Namanya siapa mba?"/tanya Luna pada Yura


"Namanya Arasya biasa di panggil ara" ucapnya.


"Cantik ya, seperti orangnya"ucap Luna.


Tidak butuh lama Luna dan Yura jadi akrab.


Perbincangan Boy dengan Andra dan Zuno


"Zuno, apa kamu kenal sama anak anak om Har? " tanya Boy


"Kenapa kau bicara begitu? Aku tidak pernah cari tau siapa anak Om Har, yang aku tau hanya Zahwa itu yang menikah dengan adikmu" ucap Zuno


"Om Har pernah mengatakan kalau ia akan menjodohkan salah satu anaknya dengan orang yang bernama Zuliano, apa itu mungkin kamu Zuno? "


"Tidak tidak, tidak mungkin Boy. Om Har memang dekat dengan papi mami ku, tapi mami gak pernah mengatakan hal itu. Mungkin bukan aku lah Boy "


Ucapnya.


"Mmm, baiklah lupakan, tapi kalau memang benar, semoga saja itu benar. Iya kan dra.. Hahaha" ucap Boy


"Aku setuju Boy. Hahaha"


"Rese kalian, tidak tidak, aku tidak mau di jodohkan".

__ADS_1


boy dan Andra malah mengerjai Zuno yang masih jomblo itu


__ADS_2