
Siang itu, Luna tengah berada di kantor Boy, seperti biasa, ia mengirim makan siang untuk suaminya itu.
Mereka duduk di sofa, Luna tengah menyuapi suaminya yang sibuk memeriksa berkas dan beberapa laporan dari karyawanya.
Willy masih sibuk dengan kerjaannya, kadang ia garuk garuk kepala saking pusingnya.
"Will, udahlah istirahat dulu.." ucap Boy
"Gregetan saya Bos, ini yang kasih informasi gak jelas banget, pusing saya baca bulak balik masih saja gak faham.. Gak bisa nulis dia kali ya" Willy menggerutu ketika membaca informasi dari client nya.
"Mending istirahat dulu lah kak Will,, makan lah, kalo bisa sholat dan dzikir dulu, biar gak pusing dan fikiran menjadi lebih fresh " ucap Luna
"Kira kira.. Amalan Apa yang bisa membuat hati tenang nona? "
"Semua amalan baik, kak will.. Terutama dzikir, apalagi jika dzikir nya di lakukan berjamaah.. Kita bisa mendapat sanjungan dan di bangga banggakan oleh Allah Subhanahu Wata'ala di hadapan para malaikat"
"Kenapa bisa sampai Allah membangga banggakan di hadapan malaikat?"
"Beginilah.. Para malaikat telah di ciptakan khusus untuk beribadah dan taat. Mereka tidak memiliki unsur yang menyebabkan mereka berbuat maksiat. Sedangkan manusia mempunyai dua unsur, yaitu unsur mendorong taat dan mendorong maksiat. Manusia di liputi oleh penyebab-penyebab kelalaian dan ketidaktaatan. Syahwat dan nafsu adalah bagian dari kehidupan manusia. Untuk beribadah manusia harus berjuang menghindari rintangan-rintangan tersebut terlebih dahulu. Dengan demikian ibadah manusia lebih pantas untuk dipuji dan di hargai. Ketika manusia di ciptakan, para malaikat bertanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala "apakah Engkau akan menciptakan yang akan membuat kerusakan di muka bumi ini?, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu?" karena di dalam diri manusia ada sifat merusak, sedangkan dalam diri malaikat tidak ada unsur tersebut, maka mereka menyatakan "kami selalu bertasbih dan mensucikanmu". Ketika manusia yang di dalam dirinya ada unsur merusak itu taat kepada perintah Allah Subhanahu Wata'ala, maka ketaatannya pantas di banggakan.
Ibadah manusia itu lebih menakjubkan daripada ibadah para malaikat, sebab Manusia beribadah tanpa musyahadah yaitu menyaksikan langsung alam akhirat, sedangkan malaikat beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan musyahadah. Seandainya jika manusia melihat surga atau neraka, tentu mereka lebih taat lagi.
Dengan demikian, patutlah Allah Subhanahu Wata'ala memuji dan membanggakan mereka yang beribadah dan selalu menyebutnya di hadapan para malaikat.
Allah Subhanahu Wata'ala akan lebih dekat dan seterusnya, maksudnya adalah sejauh mana hamba berusaha menaati Allah Subhanahu Wata'ala akan, maka sejauh itu pula rahmat Allah Subhanahu Wata'ala akan akan datang kepadanya dengan lebih cepat daripada usahanya itu. Kini terserah kepada kita, jika kita ingin rahmat dan karunia Allah Subhanahu Wata'ala tercurah kepada kita. Maka hendaknya kita mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
__ADS_1
Jamaah malaikat lebih baik daripada orang orang yang berdzikir. Padahal sudah masyhur bahwa manusia adalah mahluk yang termulia. Hal ini disebabkan beberapa hal yaitu
Satu : 'lebih baik' disini, dilihat dari kema'suman para malaikat, yaitu terbebas dari segala dosa.
Yang kedua jumlah malaikat lebih banyak daripada jumlah manusia dan malaikat lebih baik daripada kebanyakan manusia, bahkan lebih baik daripada kebanyakan kaum muslimin. Namun, jika dibandingkan dengan seorang mukmin yang khusus seperti para nabi alaihimus salam, maka seorang nabi lebih baik daripada seluruh malaikat.
Sebuah hadits menyebutkan bahwa setelah Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan surga, Allah Subhanahu Wata'ala memanggil malaikat jibril Alaihis salam dan berfirman kepadanya "lihatlah di dalamnya, lalu melaporlah!". Setelah melihatnya, malaikat jibril Alaihis salam berkata "Ya Allah, demi Kemuliaan-Mu, jika manusia mendengarnya, tentu tidak ada seorangpun yang tidak ingin memasukinya, yakni setelah mendengar dan meyakini kelezatan, ketenangan, kesenangan, dan kenikmatan di dalamnya, maka siapakah yang tidak akan berusaha dengan bersungguh sungguh untuk memasukinya?". Kemudian Allah Subhanahu Wata'ala menutupi jalan ke surga dengan berbagai kesukaran, seperti shalat, puasa, jihad, haji dan sebagainya. Barang siapa menjaga amal-amal tersebut, niscaya dapat memasuki surga.
Lalu Allah Subhanahu Wata'ala berfirman berfirman kepada malaikat jibril Alaihis salam "lihatlah surga sekarang!".
Setelah melihatnya , malaikat jibril Alaihis salam menjawab "Ya Allah, jika demikian aku khawatir tidak akan ada manusia yang bisa memasukinya".
Demikian pula setelah Allah Subhanahu Wata'ala menciptakan neraka. Malaikat jibril Alaihis salam disuruh untuk melihat neraka. Setelah malaikat jibril Alaihis salam melihat isi neraka yang penuh siksa, musibah, kotoran, penderitaan, dan segala kesusahan, maka malaikat jibril Alaihis salam berkata "Ya Allah, demi Kemuliaan-Mu, jika mausia mendengar hal ini, tentu tidak akan ada yang mau memasukinya".
Setelah melihatnya, malaikat jibril Alaihis salam berkata "Ya Allah, jika demikian, aku khawatir tidak ada seorangpun yang dapat selamat darinya".
Itulah sebabnya orang yang menaati Allah Subhanahu Wata'ala dan menghindari dosa patut mendapatkan pujian, sehingga Allah Subhanahu Wata'ala membanggakannya.
Para malaikat yang dimaksud di atas adalah serombongan malaikat khusus yang mempunyai tugas khusus pula. Mereka mendatangi majelis-majelis dzikrullah dan majelis-majelis yang di dalamnya disebut nama Allah Subhanahu Wata'ala, lalu mereka ikut mendengarnya.
Baginda nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda "ada satu jamaah malaikat yang khusus berkeliling mencari majelis-majelis dimana asma Allah Subhanahu Wata'ala disebut di dalamnya. Jika ditemukan, mereka akan memanggil teman teman mereka, "mari! Inilah tempat yang kalian cari". Lalu seluruhnya akan berkumpul, bershaf-shaf ke atas hingga ke langit. "
"Masyaa Allah,, luar biasa sekali bukan?" Luna berkata sambil membayangkan hal yang ia katakan. Kemudian ia minum, karena terasa serak setelah bicara panjang
Willy dan Boy terkesima setelah mendengar penjelasan Luna.
__ADS_1
"Benar nona"
"O ya nona, kenapa nona tidak menjadi ustadzah saja, nona banyak ilmunya kan?" usul Willy
Luna keselek setelah mendengar usul Willy
"Uhukk.. Uhukk.. Ekhmm.. Apa sih kak will,ilmuku hanya setipis rambut, bahkan mungkin hanya sebesar sebutir debu" ucap Luna.
"Nona selalu merendah, padahal menurut saya nona itu sangat luar biasa" ucap Willy
"Aku setuju,, sayang.. Kamu jadi ustadzah saja" pinta Boy
"Tidak tidak.. Aku tidak bisa. Aa tau kan aku ini pemalu kalau bicara di depan umum. Lagian nih, jadi ustadzah itu tidak gampang. Banyak perkara penting yang harus diperhatikan oleh pada dai atau ustadz. Yaitu agar betul betul mengikuti tata tertib dalam menyampaikan agama. Di dalam dakwah, jika kita kurang hati hati sedikit saja, di samping menghasilkan manfaat juga menimbulkan kerugian. Dan sebab itu, hendaklah para dai berhati hati dari segala segi. Banyak orang yang menyampaikan agama terlalu semangat, sehingga tidak memperdulikan sesama muslim. Padahal, harga diri seorang muslim sangat tinggi"
"Aku takut, aku bisa menyampaikan. Tapi tidak bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Aku ini masih banyak kurangnya, dan tidak layak jadi ustadzah"
"Mm.. Aku mau ke toilet dulu.. Sudah ya ceritanya, kapan kapan lagi.. Hehe". Luna bergegas ke kamar mandi, ia hendak cuci tangan dan berwudhu.
Boy dan Willy hanya terdiam dan saling tatap, mereka memikirkan kata-kata Luna.
Setelah itu Willy menyandarkan tubuhnya ke kursi
Benar juga kata nona, sebaiknya aku istirahat dulu dan sholat ah.. Batinnya, kemudian ia bergegas keluar dari ruangan.
Sementara Boy kembali sibuk dengan aktifitasnya.
__ADS_1