
Usai berbincang banyak dengan dokter, seputar kehamilan dan melahirkan. Boy kembali menemui Luna, kemudian mereka berpamitan untuk pulang pada dokter.
Ketika baru beberapa meter berjalan, tidak jauh dari ruangan dokter sofwa, Luna merasakan lemas dan tidak sanggup berjalan.
"A, aku merasa cape..." ucap Luna sambil berjongkok dan ngosngosan.
"Kenapa? Ayo duduk.." Boy memapahnya untuk duduk di kursi
"Kaki ku berat banget dibawa jalan.." ucap Luna sambil duduk di kursi
"Ayo kita kembali ke dokter Sofwa"
"Gak usah,, dokter lagi memeriksa pasien lain kan?"
"Aku mau pulang aja"
"Iya tapi kan kamu itu, kesakitan begitu"
"Enggak,, aku cuma lemes aja kok"
"Ayo pulang.."
"Ayo pulang a.." ucapnya sekali lagi, karena Boy diam saja menatapnya
"Iya iya,,, aku hanya kuatir saja kamu kenapa kenapa?"
"Tadi dokter kan bilang, kalau aku baik baik saja, mungkin ini bawaan hamil a, jadinya lemes"
"Ya sudah,, kita pulang ya, nanti aku minta kursi roda dulu"
Luna mengangguk
Kemudian Boy memanggil suster dan meminta kursi roda untuk digunakan Luna. Tidak lama, suster datang membawa kursi roda dan Luna duduk disana, kemudian Boy mendorongnya dengan hati hati, membawanya menuju mobil.
"Sayang.. Bagaimana perasaanmu?" tanya Boy
"Aku? Mm.. Baik baik saja.. Hatiku sedang damai a"
"Syukurlah.."
Sekilas luna melirik Boy
__ADS_1
"Kok sepertinya aa ada yang di pikirkan?"
"Ah tidak"
"Ayolah, biasanya banyak bicara, kok sekarang diem dari tadi"
"Ini aku lagi bicara kan?"
"Iya,, tapi beda banget setelah ketemu sama dokter Sofwa, aa naksir ya sama dia? Soalnya lama banget kalian ngobrol berdua tadi!"
"Ashtaghfirullah neng, seudzon terus ih"
"Terus habis apa tadi lama sekali? Dan kenapa gak kasih tau aku?"
"Aa habis nanyain seputar kehamilanmu dan melahirkan nanti, aa kepikiran aja gimana nanti ketika kamu melahirkan"
"Ooh"
"Ngapain aa pikirin, aku aja enjoy banget,, santai banget.. Udah gak usah dipikirin.. Serahkan semuanya sama Allah Subhanahu Wata'ala, oke"
Boy tersenyum
"Oke sayang... Iya aa akan pasrahkan semuanya sama Allah Subhanahu Wata'ala"
Mereka terus berbincang sepanjang mereka berjalan menuju ke halaman rumah sakit,
"Neng mau punya anak berapa?" tanya Boy
"Tiga" jawab Luna
"Dua aja"
"Tiga a! Bahkan sepuluh juga aku sanggup"
"Banyak banget,, udah dua aja ya!"
"Aku mau tiga!"
"Iya.. Iya terserah kamu"
Membayangkan kamu melahirkan dua sekaligus saja sudah membuatku merinding, apa kamu akan kuat sayang?. Melihat yang melahirkan satu saja seperti kesakitan sekali, giliranmu harus melahirkan dua dalam satu kehamilan?. Aku sangat kuatir.. Batin Boy sambil terus memandang Luna dari belakang
__ADS_1
"A, kok aku merasa ya kalau anak kita ini kembar" ucap Luna sambil membelai perutnya
Deg.. Jantung Boy. Ia merasa kaget
Kemudian berhenti sejenak mendorong rodanya
"Apa kamu merasa begitu?"
"Iya,, senengnya jika memang anak ini kembar dan sehat sehat semuanya ya a.. Heheh"
"Neng bahagia sekali, bagaimana jika benar anak kita kembar?"
"Gapapa,, aku pasti kuat kok"
"Apa dokter tadi mengatakan apa jenis kelaminnya?"
"Aku tidak menanyakannya sayang, biarlah laki-laki atau perempuan sama saja"
Kemudian Boy kembali mendorong kursi rodanya
"Aku ingin punya anak dua laki-laki dan satu perempuan,, dan mereka Lucu lucu.. Hehe"
"Oke,, aku setuju.."
sampailah mereka di halaman rumah sakit
Willy menyambut mereka dengan senyuman
"Bagaimana lancar Bos?" tanya Willy
"Lancar sekali"
Kemudian Willy membukakan pintu mobil untuk Boy dan Luna
"Silahkan bos"
"Oke,, ayo sayang, hati hati.."
Boy meraih tangan Luna dan memapahnya masuk ke dalam mobil
"Terimakasih a,," ucap Luna dengan senyuman.
__ADS_1
"Sama sama". Ucapannya sambil duduk di samping Luna
Dan Willy menutup pintunya lalu melipat kursi rodanya dan menyimpannya ke bagasi