
Pagi hari tiba waktu indonesia merdeka, eh waktu indonesia barat maksudnya.
Kedua calon pengantin sudah siap pagi itu. Bayu terlihat gagah dengan baju pengantin prianya. Juga Zahwa masih terlihat cantik dan sedang dirias oleh juru rias di ruangannya. Zahwa di temani oleh kedua adik perempuannya dan juga Har di sana
Bayu dan keluarganya sedang menunggu di ruang tunggu khusus untuk calon pengantin pria. Bayu nampak gugup dan gelisah menghadapi akad nanti tidak jauh beda dengan keadaan sewaktu Boy mau menikah waktu itu.
Selain menunggu acara akad tiba, Bayu dan yang lainnya juga tengah menunggu Boy yang masih dalam perjalanan pulang ke tanah air.
Akad nikah akan di adakan di lantai dua hotel tersebut, karena lantai dua itu tempat khusus untuk melaksanakan suatu acara dan dapat menampung beribu tamu undangan karena luasnya.
Dekorasi pesta pernikahannya terlihat sangat indah dan mewah tentunya itu karena Har tidak pernah setengah setengah memberikan kemewahan kepada Zahwa anak yang paling ia sayangi.
Tamu undangan sudah memenuhi ruangan tersebut, mulai dari kalangan artis dan pejabat sudah hadir di sana.
Rencana Har akan mengadakan pesta besar besaran selama tujuh hari tujuh malam karena pernikahan Zahwa yang di bilang mendadak dalam tiga hari terakhir ini, membuat sebagian tamu undangan tidak bisa hadir pas hari H nya, dan tamu undangan yang diundang Har tidak main main jumlahnya, belum lagi yang diundang oleh keluarga Mirza.
Luna dan yang lainnya harap harap cemas menunggu kedatangan Boy, acara tidak akan bisa di mulai jika Boy belum datang ke sana.
"Bayu bagaimana perasaanmu nak? " tanya Lidya pada Bayu yang terlihat diam saja di sana
"Bayu gak bisa nikah Bu kalau kak Boy tidak datang" ucap Bayu yang kala itu tengah duduk melamun mengepalkan tangannya dan menopang dagunya
"Tunggulah sebentar lagi kak Boy pasti datang" ucap Mirza
"Iya ayah, semoga saja" ucapnya.
Lidya, Luna dan Bianka sudah terlihat anggun dengan gaun mereka yang nampak serasi dan senada, hanya saja hati mereka sedang di landa galau yang berat apalagi Luna dia terus memikirkan Boy.
Di ruangan Zahwa, kini ia sudah siap untuk melangsungkan nikahnya. Mereka sedang menunggu pembawa acara selesai memberikan sambutan kepada tamu undangan sampai tiba saatnya nanti Zahwa di panggil menuju pelaminan.
Zahwa memakai gaun pengantin yang tertutup dengan kerudung yang membalut di kepalanya serta mahkota kecil mempermanis tampilannya.
Zaskia dan Zareeva menghampiri Zahwa yang tengah duduk di kursi rias
"Kak Zahwa, sangat sangat Luar biasa cantiknya. Nanti kia juga mau di dandani seperti kak Zahwa saat menikah nanti.. Hehe" ucap Zaskia adik pertama Zahwa, ia terpesona melihat kakaknya
"Terimakasih adikku" ucap Zahwa dengan senyum manisnya.
"Kak Zahwa,, semoga kak Zahwa bahagia ya, Reva akan sangat kangen sama kak Zahwa, nanti kan kak Zahwa akan jarang ke bandung ya karena akan tinggal di jakarta sama suaminya " ucap Zareeva nampak sedih, bercampur aduk perasaannya.
"Adek, sini peluk dulu" Zahwa membentangkan tangannya seraya memeluk Reva "kamu jangan sedih, kakak akan sering kok jenguk Reva ke bandung sama suami kakak tentunya" ucapnya menghibur Reva.
"Beneran ya kak" ucapnya
"Iya kakak janji deh" jawab Zahwa. Kemudian ia melepas pelukannya dan tersenyum supaya adik adiknya juga tersenyum
"O ya mumu di mana? " tanya Zahwa
"Mumu di rumah lah kak di jagain sama pelayan, kalau diajak ke sini bisa repot kita, ntar dia lari lari kesana kemari. " jelas Zaskia.
"Oo begitu, iya deh gapapa, yang penting dia ada yang jagain" ucap Zahwa kembali.
__ADS_1
"Mm kalau papih mana? Kok dari tadi gak kelihatan? "
"O iya ya, ntar ya kia cari dulu" Zaskia melihat ke sekeliling mencari Har. Tapi tidak ada di sana
"Aku bantu cari kak" ucao Reva
"Ayo dek" ajak Kia.
Kemudian mereka keluar mencari Har di ruangan lain.
Dan mereka melihat Har tengah duduk termenung sambil meremas remas tissyu di sofa menghadap ke sebuah jendela.
"Lihatlah Rev, papih kok seperti habis menangis ya, jarang jarang lho aku liat papih seperti itu" bisik Zaskia pada Zareeva ketika melihat Har dari kejauhan
"Iya kak, terakhir ayah terlihat seperti itu ketika mamih meninggal kan? " sambung Reva
"Iya Rev, aku jadi ikutan sedih melihatnya "
"Ayo kita samperin kak"
Kemudian Zaskia dan Zareeva menghampiri Har.
"Paapiih" sapa Zaskia dengan lembut dari belakang.
Tidak lupa senyum manis mereka.
"Oh, hey ada apa kalian? " tanya Har ia menyeka air matanya dan merasa tidak enak di lihat anak anaknya itu
Kia dan Reva duduk di samping papihnya itu
"Iya Kia, di sisi lain papih senang karena Zahwa ada yang jagain nantinya, di sisi lain papih sedih karena akan di tinggal sosok serupa seperti mamihmu"
Jelas Har
"Maksud papih apa? " tanya Kia kembali
"Iya Kia, Zahwa itu mirip sekali dengan mamihmu, dari sikapnya, wajahnya dan semuanya. Tidak seperti kamu, kamu itu susah di atur" ucapnya sambil meledek Zaskia, tapi Zaskia tidak pernah sakit hati dengan ucapan Har karena ia memang merasa nya.
"Hehe papiih selalu benar. Hehe" Zaskia malah cengengesan
"Kalau reva gimana pih? " tanya Reva dengan senyum di manis maniskan.
"Kamu,? Mm kamu cukup penurut sama papih" ucap Har.
"Aku kan selalu nurut sama papih" ucap Reva kembali dan ia memeluk Har kemudian di sambung Zaskia.
"Papih ayo kita temui kak Zahwa, dia menunggu lho di ruangannya" ucap Reva
"Baiklah ayo"..
Kemudian mereka pergi ke ruangan Zahwa dan menemani Zahwa di sana sambil berbincang hangat.
__ADS_1
******
Pembawa acara telah selesai memberikan sambutan sambutannya. Kini tiba waktunya sang mempelai wanita dan pria dipanggil untuk melangsungkan akad pernikahan.
Namun Bayu dan yang lainnya ragu ragu karena Boy belum muncul juga dan tidak bisa di hubungi.
Dengan langkah berat Bayu dan uang lainnya pergi keluar, di luar ruangan Bayu dan Zahwa bertemu dan berjalan beriringan menuju tempat pelaminan.
Bayu terpesona melihat Zahwa yang begitu manis dan anggun dengan gaun pengantinnya. Senyuman selalu ia tebarkan sepanjang jalan mereka ke sana.
Keluarga mereka mengikuti dari belakang.
Hingga tiba di tempat acara, Bayu dan Zahwa berjalan di atas karpet merah penyambutan, menuju tempat pelaminan disambut tepuk tangan dan sorak bahagia oleh para tamu undangan.
Namun Luna tidak ikut masuk ke sana, ia memilih untuk keluar dari hotel sejenak mencari angin segar dan menunggu Boy di Luar. Ia sedih karena sampai hampir siang ini Boy belum datang.
Akhirnya Bayu dan Zahwa telah duduk di pelaminan dan pembawa acara menyatakan bahwa acara akan segera di mulai. Namun Bayu protes dan ia berdiri meraih mic yang di pegang oleh pembawa acara tersebut
"Tunggu,,, " ucap Bayu
"Mohon maaf semuanya, acara ijab kobul harus saya tunda sebentar karena menunggu kakak tercinta saya yang masih di dalam perjalanan" ucap Bayu dalam mic tersebut
"Ooowwhh" ucap para tamu undangan sambil mengangguk ngangguk.
"Baiklah kalau begitu, kita sambung saja dulu dengan acara yang lain ya" ucap pembawa acara tersebut.
Kemudian acara di isi dengan nyanyi nyanyi terlebih dahulu sambil menunggu Boy datang.
Hingga beberapa saat kemudian, Lidya tidak melihat Luna di ruangan tersebut.
"Biy kemana kak Luna? " tanya Lidya pada Bianka
"Tadi kak Luna keluar sebentar bu"
"Kamu samperin gih, kasian dia sendiri"
"Baik ibu"
Kemudian Bianka keluar hotel untuk mencari Luna.
Dan ia dapati Luna tengah duduk melamun di kursi dan menghadap ke jalan.
"Kak Luna sedang apa? " sapa Bianka sambil menghampiri Luna
"Eh biy, kakak lagi nungguin kak Boy, kok lama sekali ya" ucapnya
"Kita tunggunya di dalam yuk" ajak Biy
"Nggak dek, kak Luna di sini aja"
"Hmm yaudah, biy temenin ya"
__ADS_1
Luna tersenyum dan mengangguk.
.