Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Luna mengajar anak anak panti


__ADS_3

Karena Bianka minta di jemput dari sekolahnya oleh Lidya, akhirnya Lidya pergi dari rumah Luna dan menjemput Bianka ke sekolahnya dan langsung pulang ke rumahnya.


Setelah sholat duhur Luna pergi ke panti, untuk mengajak bermain dan belajar anak anak kecil disana. Dan juga agar mengencerkan pikirannya agar lebih fresh dengan melakukan kegiatan positif.


Ketika sampai di halaman panti, ia melihat anak anak sedang berkerumun di depan sebuah mobil boks yang sedang menurunkan buku buku dan dibantu oleh anak anak panti.


Kemudian ia bertanya pada Ustadzah Rumi karena penasaran


"Ustadzah Rumi, ini ada apa? " tanya Luna pada Ustadzah Rumi


"Ini loh katanya nak Boy mengirimkan buku ini buat anak anak panti semua, saya kaget karena datangnya tiba tiba" ucap Ustadzah Rumi


"Ohh begitu ya ustadzah" ucap Luna sambil tersenyum.


"Iya bukunya banyak sekali pula"


Kemudian Luna juga membantu mengangkat buku tersebut dan merapihkannya ke dalam. Sampai selesai merapihkannya kemudian ia mulai mengajak anak anak untuk belajar sambil bermain anak anak di sebuah ruangan.


Ustadzah Rumi sangat senang karena Luna sangat dekat dengan anak anak, dan mereka sangat akrab pad Luna.


Begitupun Boy siang itu ia segera pulang dari kantornya dan pergi ke panti bersama Willy, hanya untuk melihat Luna di sana, Boy kelihatan senang dan semangat karena akan menemui Luna. Di perjalanan ia berhenti di toko untuk membeli cokelat dan mengemasnya ke dalam sebuah kotak cantik boy juga membeli bunga Bunga. Kemudian ia kembali lagi ke mobilnya


Willy menengok ke belakang menatap Boy yang tengah duduk dan senyum senyum sendiri.


"Buat apa si Bos? " tanya willy penasaran karena Boy membeli cokelat, setaunya Boy tidak suka makan yang manis manis.


"Ini buat Luna Will"ucapnya sambil tersenyum manis pada Willy.


"Cihh. Gak usah di manis manisin gitu senyumnya bos, geli saya" ucap Willy


"Kurang ajar kamu"


"Hahahaa" kemudian Willy kembali duduk menghadap ke depan dan mulai menyetir.


"Jatuh cinta beneran kau sekarang Bos"


"Memangnya kenapa Will? "


"Ya baguslah, kau kan jomblo abadi selama ini' ledek Willy.


"Memangnya kau tidak jomblo apa? Kau juga sama saja Will"


"Saya? Meskipun jomblo tapi saya idola kampus Bos. Hahaha"


"Cuihh gak percaya, muka paspasan begitu jadi idola kampus? Hah Meragukan Will" ucap Boy membalas ledekan Willy


"Kau meledekku Bos! " ucap Willy tidak terima


"Kau juga meledekku tadi".


kemudian Willy tidak bicara lagi, ya karena memang mereka masih jomblo karena orang tua mereka mengancam jika mereka pacaran, mereka akan langsung di nikahkan saja, sementara itu Willy dan Boy belum siap untuk membina rumah tangga.


Tapi setelah Boy bertemu dengan Luna, rasanya ingin Boy segera menikahinya. Namun ia menahannya karena masih masa pendekatan pada Luna, dan nampaknya Luna juga belum ada perasaaan pada Boy.


Setelah mobil sampai di depan panti. Willy berhenti di sana kemudian Boy turun


"Nanti kau jemput aku Will"


Ucap Boy sambil menutup pintu mobil


"Kau jalan kaki saja pulangnya Bos. Hahaha" ucapnya sambil ngebut menyetir mobilnya, karena takut si Boy ngamuk.


"Sial kau Will" teriaknya.


Namun Willy tidak mendengarnya, ia suka sekali berulah pada Boy begitupun sebaliknya.


Kemudian Boy masuk ke dalam, namun di hadang oleh adit, anak panti yang berumur sekitar 17 tahun.


"Kak Boy mau ke mana? " tanya adit


"Mau ketemu Luna" ucap Boy


"Gak boleh kak, kak Luna sedang mengajar"


"Ya gapapa dong"


"Gak boleh kak, nanti pak haji juki bisa marah kalau kakak masuk ke ruangan wanita. Mending kakak ikut ngaji aja sama adit, ayo" ajak adit sambil menarik lengan Boy.


Tapi Boy sebenarnya tidak mau, ia mencari cara bagaimana caranya agar bertemu Luna.


Ahirnya boy punya ide


"Yasudah oke, ayo" ucap Boy


"Tapi kak Boy harus pakai baju kokok sama sarung juga peci, ntar ya adit ambilkan, eh ayo kakak ikut adit biar sekalian ganti baju di kamar" ucap adit tanpa meminta persetujuan pada Boy. Dan Boy hanya menurut saja. Kemudian adit pergi ke kamarnya di susul oleh Boy. Kemudian Boy memilih baju yang pas di tubuhnya walau bajunya adit agak kekecilan, memakai sarung serta peci.


Boy dan adit sudah akrab sejak pertama kali bertemu di panti, karena adit pandai bergaul dan asik untuk diajak ngobrol


Dan Boy menatap ke arah kaca "bagaimana menurutmu dit, kak boy ganteng kan" tanya Boy sambil memuji dirinya seraya tersenyum manis


Dan adit melihat boy juga sambil tersenyum


"Wah ganteng banget kak.. Hahaha,, ayo kita ke ruangan buat ngaji bareng ustadz juki"


"Eh kamu duluan deh, kak Boy belum punya Wudu, "

__ADS_1


"Oh yaudah kak, aku duluan ya"


Kemudian adit pergi duluan menuju ke tempat ia mengaji. Dan Boy memerhatikan adit memastikan ia sudah pergi, sambil cekikikan Boy karena rencananya berhasil, lalu boy malah pergi mengintip ke ruangan yang sedang dipakai Luna untuk mengajar anak anak kecil di sana.


Boy berdiri di ambang pintu, karena pintu tidak ditutup rapat oleh Luna. Dan ia senyum senyum sendiri melihat Luna sangat ceria dan tampak bahagia bersama anak anak


Dan Luna sedang asik mengajak nyanyi anak anak kecil itu yang berusia sekitar 3-7 tahunan.


"Oke adek adek, kita nyanyi bareng ya, kalian ikutin kakak oke" ucapnya pada anak anak tersebut


"Baik kaaak" ucap mereka


Kumudian mereka nyanyi bersama


"Satu dua tiga"


"Kalau kau senang hati tepuk tangan" prok prok prok


"Kalau kau senang hati tepuk tangan" prok prok prok


Kalau kau senang hati ayo kita bersama, kalau kau senang hati tepuk tangan prok prok prok


Kalau kau senang hati injak bumi, dug dug. Suara kaki di hentakkan 😁


Kalau kau senang hati injak bumi. Dug dug


Kalau kau senang hati ayo kita bersama, kalau kau senang hati injak bumi. Dug dug.


Kalau kau senang hati ucap Hore "Hore"


Kalau kau senang hati ucap Hore "hore"


Kalau kau senang hati ayo kita bersama kalau kau senang hati ucap Hore "Hore..!! " ucap mereka sangat bersemangat dan senang


"Yeeee.. Kompak sekali kalian. Sekarang kita sholawatan ya.. " ucap Lidya kembali semangat agar anak anak juga semangat untuk bersholawat juga.


Boy semakin betah melihat Luna walau dari ambang pintu


Kemudian Luna melanjutkan kali ini ia akan bersholawat yang di nyanyikann oleh ceng Zamzam


"Oke, kalian ikuti lagi kak Luna ya. Sudah hafal kan sholawat ya immamarrusli? " tanya nya pada anak anak.


"Iya kak" ucap anak anak


Kemudian Luna besholawat dengan merdu diikuti oleh anak anak. Dengan semangat


"Ya imamarrusliya sanadi


Angtababullahimu'tamadi


Fabidunyaya waa khiroti


Bissyahri romi ingqod


Badanu ruhul a'la2x


Fayahabbaza badron


Bizakalhima yujla


#


Anarots bihil akwa


Nu syarqon wamaghriba 2x


Waahlussama qolu


Lahu marhaban ahla


#


Wa ulbitsa tsaubannur


Ril 'izzan warif'atan 2x


Fama mitsluhu fikhil


Atilhusni yustajla


# "


Meraka sangat menghayati lantunan sholawat itu dengan penuh perasaan sampai selesai.


"Maasyaa Allah Luna, kamu memang wanita idaman" ucap Boy. Terpana mendengar Luna bersholawat.


"Oke alhamdulillah ya sudah selesai, sekarang kita belajar huruf hijaiyah ya. Kakak akan tulis di papan tulis, nanti kalian tulis di buku, siaap? " ucap Luna terus mengajak semangat anak anak untuk belajar.


"Siap kak" ucap mereka


Kemudian mereka membuka buku dan Luna juga menulis di papan tulis sampai selesai


", nak adek adek, ikuti tulisan yang ada di depan ya" ucap Luna sambil menunjuk papan tulis tersebut.


"Iyaa" ucap mereka kompak

__ADS_1


"Aku juga mau ikutan Kak Luna" ucap Boy sambil masuk ke dalam menghampiri Luna yang berada di depan.


Sontak saja Luna kaget begitupun anak anak. Mereka menatap ke arah Boy


"Haaa,, kak Boy ngapain ke sini" ucap Luna


"Aku mau belajar sama kamu" alasan Boy sambil senyum senyum


"Gak boleh kak Boy" ucap Alea anak panti itu.


"Iya, tempat cowo bukan di sini kak" ucap adel


"Emangnya kakak belum tau huruf hijaiyyah ya" ucap Dewi.


"Hahahaaaa" ucap anak anak panti meledek Boy


Ckkk anak anak ini mengganggu saja. Batin Boy.


"sudah sudah, kalian lanjutkan ya belajarnya. biarkan kak Boy mungkin ada perlu sama kak Luna" ucap Luna menertibkan anak anak itu.


"siap kak" ucap mereka.


Dan mereka melanjutkan menulisnya.


"Ada apa Bos Boy sebenarnya? Dan sejak kapan ada di sini? " tanya Luna sambil duduk di kursi ruangan itu kemudian diikuti oleh Boy. Dan Boy duduk di kursi satunya lagi.


Boy hanya tersenyum pada Luna sambil menatap Luna


"Bos Boy? Luna tanya kok gak jawab" ucapLuna


"Kamu cantik sekali Luna" ucap Boy hanya itu yang diucapkan Boy sambil membayangkan wajah Luna ketika di rumah sakit, karena kini Luna memakai cadar


"ck Bos gak boleh liatin Luna seperti itu, ntar kelilipan loh" ucap Luna memalingkan wajah.


"Hehe, iya oke maaf ya, tapi tunggu kenapa kamu jadi memanggilku Bos? " tanya Boy


"Karena kau memang Bos kan? "


"Panggil aku kak Boy saja Luna"


"Hm baiklah, Sebenarnya ada apa kesini tumben, bukan hari minggu loh sekarang" tanya Luna


"Sengaja aja, pengen ketemu kamu. Hehe. O iya ini buat kamu" Boy menyerahkan bunga dan cokelat yang di belinya tadi.


Luna tersenyum melihatnya. "Apa ini? Bunga? Cokelat? "


Boy mengangguk sambil tersenyum "kamu terima lah"


"Ini serius buat Luna? " tanya Luna memastikan


"Iya, kenapa? Kamu tidak suka? "


"Oh, Luna suka kok, kalau begitu terima kasih ya" Luna mengambil bunga dan cokelatnya


"Sama sama Luna" ucap Boy dengan lembut, ia senang Luna menerima pemberian nya.


Kak Boy selembut ini padaku? Tidak seperti beruang gunung lagi? Hihihi. Hmm syukurlah kalau begitu. Batin Luna sambil membayangkan waktu dulu perlakuan Boy padanya. Galak sekaligus menyebalkan.


"Ciee kak Luna" teriak anak anak itu, ternyata mereka memerhatikan pembicaraan Luna dan Boy dari tadi


""Stttt" ucap Boy sambil menempelkan telunjuknya di bibirnya.


"Kalian ngapain liatin kakak seperti itu, ayo kembali belajar! " ucap Luna, ia kaget sekaligus malu pipinya merah merona karena di teriaki anak anak panti


"Hehehe, iya kak" ucap mereka


Kemudian Luna melanjutkan mengobrol dengan Boy


"O ya kak Boy, sebelumnya Luna minta maaf waktu dulu Luna bersikap kurang baik sama kak Boy"


Boy malah tidak enak jika Luna minta. "Luna seharusnya kak Boy yang minta maaf sama kamu"


"Luna sudah maafin kak Boy kok" ucapnya sambil tersenyum dan menunduk.


"Terima kasih Luna, saya sangat menyesal melakukan itu sama kamu dulu"


"Sudah kak, kita lupakan saja"


"Iya kamu benar, em tapi tunggu,, kamu sudah kembali ingatan kamu? "


Luna mengangguk dan tersenyum


"Benarkah Luna? Aku senang mendengarnya "


"Iya kak Boy, alhamdulillah, ibu Lidya sangat perhatian sama Luna, aku sangat sayang sama ibu Lidya"


"Alhamdulillah, iya ibu memang baik sama siapapun Luna "


Yess Luna sudah sangat dekat dengan ibu, jadi tidak akan sulit untuk mendapatkan hati Luna. Terimakasih ya Allah. Batin Boy.


"Luna, sekarang kita berteman, kau mau" pinta Boy


"Emm baiklah, sekarang kita berteman" ucap Luna setuju


Boy sangat senang, tapi tiba tiba adit kembali mencarinya karena sudah tiga puluh menit kak Boy tidak kunjung datang ke ruangan tempat mengaji laki laki.

__ADS_1


Tuktuktuk. Pintu di ketuk adit ia mengira Boy ada di ruangan Luna.


Kemudian Luna membukanya.


__ADS_2