Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Pelaku perusakan


__ADS_3

Dan Willy dengan tatapan tajamnya berbicara pada anak itu dengan raut wajah marah


"Siapa kenapa kalian melakukan ini haah? " ucap Willy


Dengan tegas


"Aduuuhh.. Kami hanya suruhan orang kak" ucap anak itu.


"Aduuh toloong" ucap mereka lirih karena sakit


Willy mengerutkan dahinya


"Siapa yang menyuruhmu? " tanya Wily


Dan anak itu menunjuk ke sebuah toko roti yang berada di sebelah toko roti Luna.


"Sialll,, jadi pemilik toko itu yang menyuruhmu? " tanya Willy sambil menghempaskan kepala anak itu.


Dan anak itu mengangguk. Tidak lama kemudian polisi datang dan langsung mengamankan anak anak itu dan membawanya ke rs dulu, polisi juga mengejar temannya yang sudah kabur.


Kemudian Willy menghampiri toko roti yang berada di samping toko Luna itu.


"Cihh ternyata pemilik toko roti ini pelakunya! Kenapa? Apa mereka takut tersaingi?. Setauku dulu toko ini bukan toko roti, dan kenapa mereka malah ikut ikutan jualan roti.. Gak punya akhlak!! "


"Heii keluar kalian!!!!! " teriak Willy sambil berdiri di depan toko itu dan menyilangkan tangannya di dadanya.


"Hah siapa itu pak? " tanya seorang wanita pada suaminya ketika berada di dalam tokonya.


"Gak tau bu, ayo kita samperin" ucap bapaknya


Kemudian pemilik toko itu keluar dengan senyum senyum seperti tidak punya dosa dan menghampiri Willy.


Namun Willy nampak dingin melihat mereka. Ciiih sepasang suami istri ternyata. Batin Will


"Itu kan tuan Willy, ibu tau kan? " tanya lelaki itu sambil berbisik


"Iya pak, ibu tau" ucap istrinya


"Ada apa tuan? Ada yang bisa kami bantu? " tanya bapak itu dengan senyum ramah


"Tidak usah sok manis!!! Benar kalian yang menyuruh orang untuk menghancurkan toko nona Luna? "


Tanya Willy dengan tegas


Nona?. Batin kedua orang itu


"Ti tidak tuan" ucap bapak itu berbohong.


"Kau lihat ke sana" ucap Willy sambil menunjuk ke arah anak berandalan itu yang sedang di gotong oleh warga ke dalam mobil polisi


Dan kedua orang itu kaget


"I itu mereka pak" ucap ibu itu dengan berbisik pada bapaknya


"Iya bu! Kenapa mereka bisa sampai ketangkap? "


"Ibu gak tau!! " mereka berdua panik.


"Woyy malah berbisik bisik, kalian tau toko siapa yang kalian rusak hah? Itu adalah toko istrinya Bos muda Boy. Kalian kenal siapa Boy??? " tegas Willy mengagetkan mereka.


"Ap apa? Jadi Luna itu istrinya tuan Boy, orang terpandang itu pak, bahkan kita menyewa di tanah milik perusahaannya pak" ucap ibu itu


"Gawat bu, bisa habis kita" ucap bapaknya panik.


Willy tersenyum sinis di sudut bibirnya dan memalingkan wajahnya


"Sekarang saya beri waktu satu menit untuk kalian bawa barang berharga kalian dari toko, setelah itu kalian kembali lagi ke sini!! Cepat..!!! " ucap Willy membentak


"Ta tapi tua, kami tidak melakukan apapun pada toko luna" ucap bapak itu


"Waktu kalian tinggal 50 detik lagi" ucap Willy


"Ayo ayo pak cepat, masih untung kita tidak dibawa ke kantor polisi," ucap ibu itu sambil berlari ke dalam mengambil barang dan uangnya.


Dasar tua bangka bodoh. Batin Willy.


Kemudian mereka mengambil barang mereka dan belum selesai, tapi Willy sudah menghitung mundur.


"10,9,8,7,6,5,4,3,2,1,, waktu kalian habis, keluar sekarang juga!!! ". Teriak Willy


"Ayo cepat pak" ucap ibu itu


"Uang kita belum diambil semua" ucap bapak itu


"Sudah tinggalkan, keburu kita diamuk oleh tuan Willy. Cepat" ucapnya


Kemudian mereka keluar menghadap Willy


"Berikan kunci tokomu" ucap Willy menyodorkan tangannya

__ADS_1


Kedua orang itu tidak mau.


"Ibu gak mau pak" ucap ibu itu pelan sambil memegang erat kuncinya


"Iya jangan bu" jawab bapak itu.


Willy tambah kesal karena mereka malah diam dan berbisik bisik. Kemudian Willy mengambilnya paksa dan berhasil mengambilnya


"Ja jangan tuan" ucap ibu itu


"Diam kalian!! , masih untung tidak ku hajar, dasar tidak tau diri" ucap Willy kemudian ia menggembok toko tersebut dan mengantongi kuncinya.


Kedua orang itu pasrah saja dan tertunduk malu.


Dan Willy menghampiri lagi dua orang itu lagi


"Taro barang itu di bawah! " ucap Willy sambil menunjuk barang yang dibawa orang itu


"Ta tapi tuan. Anda mau apa? " tanya ibu itu dengan raut wajah sedih


"Pake nanya lagi, cepat taroh!! " tegas Willy


Kemudian mereka menyimpannya di bawah


"Sekarang kalian menyerahkan diri kepada polisi, tuh lihat mumpung masih ada di sana" ucap Willy


Kedua orang itu menolaknya "ja jangan tuan kami mohon maaf, maafkan kami, kami tidak akan mengulanginya lagi. Saya mohon tuan" ucap bapak itu


Sambil bersimpuh di kaki Willy


"Cepat!!!.. Sebelum aku berubah fikiran, mau kalian ku masukkan ke kandang buaya biar kalian jadi santapannya hah? " ancam Willy.


Mereka ketakutan pasalnya Willy tidak pernah main main jika mengancam.


"Tidak tidak tuan, jangan lakukan itu ba baiklah. Tapi bagaimana dengan toko dan uang kami" ucap bapak itu


"Hah kalian masih memikirkan uang? Mulai sekarang kalian tidak punya apa apa lagi di sini, toko dan semua yang ada di dalamnya bukan milik kalian mulai saat ini. " tegas willy " dan ini juga" sambungnya sambil menunjuk barang yang tergeletak di bawah.


"Huu huu,, jangan tuan, kami mohon. Ini tempat usaha kami satu satunya" ucap ibu itu sambil menangis


Namun Willy tidak peduli dan ia manggil polisi untuk membawa kedua orang itu agar di tahan


Dan polisi menghampiri


"Bawa kedua orang ini pak, mereka dalangnya" ucap Willy


"Oh baik tuan" ucap polisi. Kemudian polisi memborgol kedua orang itu dan membawa ke dalam mobil.


Tapi polisi tetap membawa mereka.


Kemudian Willy membawa tas yang di bawah itu dan berjalan menuju toko luna.


Warga sekitar di sana meneriaki kedua pasang suami istri itu. "Huuuhh ternyata kalian pelakunya" ucap mereka.


Sementara di dalam toko Boy dan Luna sedang duduk di ruangan istirahat Luna.


Boy terkesan mengingat perbuatan Luna tadi, menurutnya itu sangat berani.


Namun Luna menangis ketakutan dan Boy membuka cadar Luna dan mengusap air matanya


"Kamu kenapa menangis hm? " tanya boy sambil mentapnya


"Kak Boy, apa aku akan dipenjara karena telah melukai mereka" ucapnya


Boy tersenyum mendengar ucapan Luna


"Tidaklah, kamu tidak salah, mereka memang pantas menerimanya" ucap Boy kemudian memeluknya


"Apa itu benar? " tanya Luna memastikan


"Iya sudahlah jangan menangis, tenang saja. Willy sudah menanganinya" Boy meyakinkan


Kemudian Maya menghampiri Luna dan Boy dengan membawakan air minum untuk Luna.


"Maaf tuan, kak Luna ini Maya bawakan air minum, kak Luna baik baik saja? " tanya Maya sambil menyodorkan air minum.


Kemudian Luna duduk melepas pelukan Boy


"Terima kasih Maya, aku baik baik saja" ucapnya


"Syukurlah, Maya lega mendengarnya" ucapnya sambil tersenyum. Dan hendak beranjak dari sana


namun Willy tiba tiba datang


"Bos saya berhasil menemui pelaku sesung.. " ucap Willy ia menghentikan bicaranya karena terpana melihat wajah Luna yang sebenarnya. Ia tersenyum jadi itu wajah asli Luna, ya tuhan cantik sekali. Batin Willy.


dan Boy tersadar bahwa willy telah melihat wajah Luna, langsung saja Boy menyembunyikan wajah Luna di dadanya.


"Apa apaan kau Will, masuk sembarangan tidak ngetuk pintu dulu" ucap Boy dengan kesal

__ADS_1


"Hehe maaf Bos, pintunya gak di tutup, jadi saya masuk saja" ucapnya sambil duduk di kursi sebelah Boy


"Ck alasanmu saja" ucap Boy sambil dia membetulkan cadar Luna.


"Maafkan aku tadi membuka cadarmu, hampir saja Willy menikmati wajahmu, aku akan cemburu" ucap Boy pada Luna sambil memegang kedua pipi Luna. Dan Luna tersenyum sambil mengangguk.


Sementara Willy dan maya juga tersenyum mendengar ucapan Boy.


Ya allah maya juga mau suami seperti tuan Boy. Batin maya.


"Apa yang ingin kau beri tau will? " tanya Boy


"Eh iya Bos, tadi saya sudah menemui pelaku sesungguhnya " ucap Willy


.


"Siapa Will? " tanya Boy, Luna juga penasaran


"Ternyata pelakunya pemilik toko roti sebelah Bos, yang tokonya berwarna ungu" ucap Willy


Luna dan Boy kaget begitupun maya


"Sudah saya duga tuan" ucap maya


"Apa maksudmu maya? " tanya Boy


"Iya tuan, karena bukan sekali ini saja tapi dari dulu sering ada teror ke toko ini mereka memecahkan kaca dengan lemparan batu. tapi kali ini yang lebih parah" jelas Maya


Aduh maya kok beri tau kak Boy. Batin Luna


"Apa?" Boy tidak menyangka, kemudian ia memandang Luna "kenapa kamu tidak memberitahuku jika tokomu sering ada teror hah? " ucap Boy tiba tiba dingin pada Luna.


"Ma maafkan aku kak, aku cuma tidak mau menyusahkan orang lain" ucap Luna


"Apa? Jadi selama ini kamu anggap aku orang lain!? " ucap Boy tidak terima.


"Bu bukan begitu, oke maafkan aku, aku salah bicara tadi . Maafkan aku suamiku" ucap Luna


Namun Boy masih terlihat kesal


"Sudah berapa kali teror Itu terjadi maya? " tanya Boy


"Sudah lebih dari sepuluh kali tuan" ucap maya.


"Kurang ajar!!! Kau apakan orang itu tadi will? " tanya Boy


"Mereka sudah dibawa ke kantor polisi Bos" jelas Willy


"Hah apa? Kenapa kau tidak memasukannya ke kandang buaya saja? " ucap Boy dengan tegas.


.


, "hehe,, tadinya begitu bos. tapi kasianlah mereka sudah tua, takutnya Buaya tidak menyukainya" ucapnya sambil terkekeh..


Luna dan maya membelalakan matanya. Apa mereka tidak salah dengar?.


"Sadis sekali kamu kak Boy" ucap Luna.


"Biar saja, biar mereka tau rasa, berani beraninya mereka pada istriku. "


"salah kamu juga Luna kenapa tidak dari dulu kamu bilang padaku, pasti aku akan membantumu" jelas Boy dengan lembut pada Luna


"Maafkan aku kak Boy" kemudian Luna menunduk


"Yasudah lah, sekarang kita pikirkan ke depannya bagaimana, kita perbaiki tokomu ya, kita liburkan dulu para karyawanmu" ucap Boy disetujui Luna


"Iya kak Boy, Maya kamu dengar kan? Kalian Libur dulu untuk beberapa hari, kalian bisa pulang sekarang, ini sudah sore. " ucap Luna pada Maya


Maya terlihat senang karena mereka akan libur untuk beberapa hari ke depan.


"Terima kasih kak Luna, iya kami pulang dulu ya assalamualaikum " ucap maya dengan sumringah kemudian pamit


"Waalaikumsalam " ucap Luna


"Sekarang kita pulang juga kak Boy? " tanya Luna dengan menatap Boy


"Tentu saja, biar nanti satpam akan jaga tokomu"


"Iya". Kemudian mereka beranjak dari sana.


"Willy kau mau nginap di sini? " tanya Boy karena Willy diam saja sambil main ponsel


"Tidaklah Bos, aku juga mau pulang"


"Tunggu, itu apa yang kau bawa? " tanya Boy ia melihat tas wanita ditenteng Willy


"Oh ini barang sitaan orang tadi, Bos"


"Yasudah kau simpan, itu buat nanti biaya pembangunan toko Luna, sebagai pengganti kerusakan"

__ADS_1


"Baik Bos"


Kemudian mereka pulang dari sana.


__ADS_2