
Singkat cerita
Luna sudah kembali ke rumahnya dengan lemas, matanya sembab dan ia tidak banyak bicara ketika di rumah.
Luna sehabis ganti baju, sekarang ia siap untuk berangkat ke bandung bersama Lidya dan yang lainnya.
"Ibu, barang yang akan Luna kemana? Perasaan tadi di sini" tanya Luna pada Lidya karena ia tidak melihat kopernya di ruang tamu
"Barang kita sudah berangkat duluan sayang, giliran kita, ayo masuk ke mobil, kamu sudah siap kan? " ucap Lidya menarik tangan Luna menuju mobil.
"Oh begitu, iya ibu Luna sudah siap" ucapnya.
Kemudian mereka berangkat menuju bandung
Bayu dan Briand satu mobil bersama seorang supir sudah jalan duluan.
Luna Lidya dan Bianka serta Mirza satu mobil bersama supir menyusul dari belakang.
Di belakang empat mobil pengawal mengawal mereka. Dengan satu mobil berisi enam orang Body guard.
Di perjalanan Luna nampak gelisah karena belum ada kabar dari Boy. Ia terus memeriksa ponselnya tapi tetap tidak ada pesan masuk dari Boy.
Apa kak Boy belum sampai di turki?. Batin Luna.
Baru beberapa jam di tinggal Boy sudah kangen rasanya Luna.
"Kak Luna kok diam saja dari tadi? " tanya Bianka yang duduk di samping Luna
"Mm, emangnya kakak harus ngapain Biy.. Hehe" ucap Luna yang berusaha tersenyum
Bianka juga tersenyum
"Nggak sih nggak perlu ngapa ngapain.. Hehe"
Kemudian Bianka asyik lagi menggambar di buku gambar.
"Biy, kemana mana bawa buku gambar, terobsesi sekali ya sama menggambar " ucap Luna
"Iya kak, Biy suka banget menggambar soalnya" jelas Bianka.
Dan Luna terus memperhatikan gambar yang dibuat Bianka .
Sampai beberapa jam kemudian Mirza dan keluarganya sampai di halaman hotel milik Har itu. Mereka di sambut hangat oleh pelayan dan pengawal di sana. Dan juga ada Har ternyata di sana. Kali ini ia terlihat berwibawa karena di depan para pelayan dan pengawal di hotelnya.
Pelayan dan pengawal menunduk hormat ketika keluarga Mirza turun dari mobil.
"Selamat datang Mirza dan Bayu, Nyonya Lidya dan yang lainnya. Hehe" sambutan Har pada mereka.
Mirza dan yang lainnya tersenyum pada Har.
"Sudah lama menunggu Har ? " tanya Mirza sambil berjabat tangan
"Aah tidak, ayo kita masuk, baru kali ini kau datang ke hotel ku kan? " ucap Har basa basi sambil masuk ke dalam diikuti Lidya dan yang lainnya
"Benar Har, cukup megah juga Hotel mu Har"
"Hotelku selalu megah Mirza. Haha"
"Mulai sombong lagi kau Har"
"Hahaha" Har hanya tertawa.
Mereka terpana karena Hotel Har memang sangat megah dan cantik. Hotel yang bernuansakan timur tengah bercampur dengan arsitektur khas indonesia.
Kemudian Har mengajak mereka ke lantai Lima belas menuju ke kamar mereka masing masing. Satu orang mendapat satu ruangan. Kecuali yang bersuami istri mereka satu ruangan donk.
Sebenarnya ada dua puluh lantai. Lantai berikutanya khusus milik anak anak Har dan Har sendiri.
Anak Har ada tiga. Yaitu yang pertama Zahwa, ke dua Zaskia, ketiga Zareeva. Anak gadis semuanya.
Zahwa masih berada di rumahnya karena baru besok akan datang ke hotel untuk resepsi pernikahan.
"Nah Mirza, selamat istirahat ya semuanya , saya mau pamit dulu pulang".
__ADS_1
Mereka sudah sampai di tempat yang dituju
"Oh iya, terima kasih Har" ucap Mirza
"Hati hati om" ucap Bayu dengan senyumnya
"A iya Bayu" ucapnya dengan menepuk bahu Bayu.
kemudian Har pulang ke rumahnya
Mirza dan yang lainnya masuk ke kamar mereka masing masing yang dan diantar oleh pelayan yang akan menjadi pelayan pribadi mereka selama di sana.
Luna sudah sampai di kamarnya, dia tidak tertarik dengan megahnya kamar yang ia tempati, jika tidak ada Boy di sana rasanya hampa bagi Luna.
"Nona bisa panggil saya jika ada perlu" ucap pelayan wanita itu setelah mengantar Luna ke kamarnya
"Oh baik, terimakasih mbak" ucap Luna
"Sama sama"
Kemudian pelayan pergi ke ruangannya.
Luna membaringkan tubuhnya di kasur. Ia memeriksa ponsel kembali berharap ada pesan dari Boy, namun ternyata tidak ada. Luna mencoba menghubunginya tapi nomor Boy masih tidak aktif.
Kenapa kak Boy? Sedang apa kamu?. Luna bertanya tanya dalam hati. Makin gelisahlah dia.
******
Sementara Boy sudah sampai di turki, ia langsung bergegas menuju kantor ayahnya itu.
Boy dan Willy dijemput dari bandara oleh seorang kepercayaan Mirza di turki menggunakan mobil.
Sesampainya di kantor tersebut, para karyawan kaget dengan kehadiran Boy serta Willy yang tiba tiba. Boy terlihat dingin dan gagah, begitu juga Willy tidak kalah dinginnya ketika berjalan melewati karyawan yang menunduk hormat di hadapannya.
Boy melihat Bastian sedang berbincang dengan seorang karyawan di sana. Bastian nampak sedang memberi teguran pada karyawan itu.
"Bastian" sapa Boy ketika sudah di hadapannya
Sesampainya di ruangan
"Katakan Basti" ucap Boy yang masih berdiri bersandar di meja kerja, belum sempat Boy ingin duduk.
"Begini kak, karyawan di sini tidak mengikuti aturan ketika sekretaris ummar sakit dan ketika ayah masih di indonesia, mereka tidak patuh sama Basti kak, banyak client yang kurang suka dengan pelayanan di sini kak.
Karyawan kurang baik mengerjakan tugas mereka, yang seharusnya lembur, ee mereka malah minggat.
Banyak client yang protes kak, mana bukan orang orang biasa lagi client ayah, aduh aku malu banget kak..
Terus ada beberapa pertemuan yang terpaksa Basti cancel karena banyak banget kemarin. Hanya beberapa saja yang berhasil bertemu dengan Basti biasanya kalau sama ayah itu cepat, kalau basti kan ya masih harus mendengarkan dulu dengan jelas apa yan mereka sampaikan " jelas Bastian
"Kurang ajar mereka, mereka sudah di gaji banyak begini perlakuan mereka sama calon bos mereka. Willy kau kumpulkan semua karyawan itu di satu ruangan. Kita beri hukuman pada mereka" ucap Boy dengan geram
"Baik Bos"
Dengan gagah Willy keluar dari ruangan dan segera memanggil semua karyawan di sana untuk berkumpul di ruangan yang telah disediakan khusus untuk mereka.
"Ya sudah Basti, ga papa.. Wajar lah kamu kan masih pemula di sini, kakak akan bantu kamu oke, kita selesaikan hari ini sebelum hadir ke pernikahan kak Bayu " jelas Boy
"Iya kak, siap"
Bastian dengan semangatnya.
Willy sudah mengumpulkan para karyawannya di satu ruangan. Para karyawan menunduk ketakutan di sana. Kemudian Willy memanggil Boy dan mereka mulai untuk memarahi karyawan itu.
Basti, Boy, dan Willy berdiri di depan mereka dengan menyilangkan tangannya di dadanya
"Kalian tau apa kesalahan kalian! " tegas Boy.
"Iya tuan" jawab mereka mengakuinya.
"Bagus!! Jadi begitu kelakuan kalian jika tidak ada Bos kalian dan Ummar!! Kalian tidak akan selamat hari ini!! " tegas Boy
Mereka bisik bisik ketakutan
__ADS_1
"Diam!!! Dengarkan saya!! Kalian di bayar mahal kerja di sini... Dan kalian tidak ada hormatnya sama calon Bos muda kalian.. sepertinya kalian bosan kerja di sini. Katakan!!! " tegas Boy kembali
"Tidak tuan.. Ampun tuan ampuni kami.. " ucap seorang lelaki begitupun yang lainnya memohon ampun.
"Cihh,, tidak segampang itu. Kesalahan kalian dua hari ini sudah cukup membuat rugi perusahaan. Gaji kalian di potong 30%,,, tidak peduli siapa yang salah siapa yang tidak.. Kalian semua saya potong gajinya" jelas Boy.
Semua karyawan terlihat gelisah hanya karena kesalahan sepele mereka harus mendapatkan akibat yang fatal. Belum lagi karyawan yang teladan mereka sedih karena gajinya di potong gegara kesalahan satu dan dua karyawan geblek..
"Willy kau urus lah.. Aku tidak mau menguras tenagaku" ucap Boy menyuruh Willy.
"Siap Bos." willy dengan senang hati mengambil alih Boy dan ia memanggil satu persatu karyawannya ke depan dan meminta mereka untuk jujur atas kesalahan mereka. Yang tidak bersalah lolos bisa keluar, yang bersalah akan di hukum keras oleh Willy
Kemudian Boy duduk di kursinya dan menulis beberapa hal yang telah ia dapati selama di kantor itu sambil memerhatikan Willy yang tengah memarahi karyawan nya,
Ia lebih suka menulis di banding mengetik, biasanya Willy yang mengerjakan
Bastian hanya memerhatikan Willy yang tengah marah itu. Basti malah ketawa ketawa karena Willy mengancam karyawannya agar mengaku dengan ancaman yang menurutnya konyol. Tapi berhasil membuat karyawannya ketakutan.
Hingga beberapa saat kemudian selesai sudah kerjaan Willy, dari sekian ratus orang karyawan didapati ada 25 orang yang bersalah kala itu.
Yang 25 itu masih berdiri di sana untuk di adili
Tiba tiba Ummar datang menghampiri Boy dan yang lainya di ruangan itu.
"Bos,,, uhukk uhukk.. Maaf Bos saya baru datang" ucap Ummar yang terlihat pucat namun tetap berwibawa
"Sekretaris Ummar kenapa kesini, kau kan masih sakit" ucap Boy prihatin
"Saya tidak boleh sakit Bos, saya dengar dari tuan Mirza ada masalah di sini, jadi saya segera ke sini. "
Ucapnya
"Iya, sudah saya tangani. 25, karyawan ini yang bersalah" jelas Boy sambil menunjuk karyawan itu
"Kalau begitu saya akan urus Bos" ucap Ummar ia terlihat geram pada karyawan bersalah itu.
"Oh baiklah kalau begitu, saya akan mengurus yang lainnya Ummar " ucap Boy
"Silahkan Bos"
Kemudian Boy Willy dan Bastian keluar untuk mengadakan pertemuan yang kemarin sempat di batalkan.
Sementara Ummar menghukum mereka yang bersalah di halaman kantor agar mengelilingi kantor seratus kali sambil berlari. Itu paling ringan hukuman dari ummar. Biasanya lebih ekstream lagi.
Semua karyawan yang lolos di suruh memperbaiki yang salah dari pekerjaan kemarin hari itu juga. Boy dan Willy sangat sibuk hari itu.
Sejenak istirahat dulu untuk makan siang di sana
Kemudian Boy menyuruh Bastian untuk pulang, ia takut mereka tidak bisa menghadiri pesta pernikahannya Bayu.
"Basti pulanglah duluan ke tanah air, biar kak Boy yang selesaikan masalah di sini" ucap Boy
"Tidak kak, Basti harus bantu kakak di sini"
"Jangan, kakak takut kamu tidak bisa menghadiri pesta pernikahannya Bayu, biar kakak saja yang tidak pulang. Sepertinya kerjaan di sini banyak sekali." Ucapnya
"Tapi kak kakak juga harus hadir ke sana "
"Iya kakak akan usahakan. Kamu pulanglah sekarang"
"Apa tidak papa ka? "
"Iya basti, ayah sama ibu pasti menunggu, kalau nanti nanyain kakak, bilang kakak baik baik saja ok"
"Baiklah kalu begitu Bastian pulang ya kak"
"Iya Bastian. " Boy tersenyum.
Bersambung
Thank buat yang suka baca ceritaku. Jangan Lupa tinggalkan coment atau like ya. I love you allπππ
__ADS_1