
Sementara di kantor Boy dan Willy selesai makan siang, namun Boy berencana ingin menjenguk Luna di rumah sakit. Sedangkan jam pulang kantor masih panjang
"Will antar saya ke rumah sakit, saya ingin melihat keadaan Luna," ucap Boy pada Willy. Meskipun sudah dilarang oleh ibunya agar tidak menemui Luna, namun Boy kekeh ingin melihat Luna
"Nyonya kan tidak mengijinkan Bos, kenapa gak nurut saja sih bos sama nyonya, ck keras kepala banget kamu Bos" ucap Willy dengan kesal
"Kamu enak bicara begitu, karena kamu gak merasakan jadi saya Will, sudahlah ayo cepat!! Malas saya harus debat sama kamu" ucap Boy kemudian ia berjalan keluar menuju mobilnya
"Huhh" ucap willy kesal kemudian menghentakan kakinya. Sepertinya akan sulit kamu berubah Bos. Batin Willy.ahirnya Willy menyusul Boy yang sudah pergi jauh di depanya dan mengantar Boy ke rumah sakit.
*****
Sesampainya di rumah sakit, Boy berjalan menuju ruang rawat Luna diikuti Willy di belakangnya. Boy tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti yang penting sekarang adalah bertemu dengan Luna dulu. Namun sesampainya di depan ruang rawat Luna seseorang terlihat tengah berjaga di depan pintu tersebut.
"Will itu siapa? Sepertinya penjaga dari rumah kan? " tanya Boy pada willy memastikan dugaanya.
"Iyq Benar Bos" ucap Willy sambil melihat ke arah penjaga tersebut.
Kemudian Boy menghampiri penjaga tersebut dan Boy hendak masuk ke dalam ruang rawat Luna namun Boy dihadang oleh penjaga tersebut
"Heh apa yang kamu lakukan" ucap Boy pada penjaga tersebut karena ia di hadang untuk masuk.
"Maaf Bos muda, saya diperintah oleh nyonya untuk berjaga di sini agar tuan tidak masuk ke dalam ruangan ini" jelas penjaga tersebut
"Apa kamu bilang? " boy melototi penjaga tersebut
Dengan tatapan tajamnya "saya ingin bertemu Luna, dann ibu juga tidak ada di sini kan? Ayo cepat minggir" ucap Boy dengan kasar
"Maaf Bos muda, saya tidak bisa" ucap penjaga tersebut
Boy terlihat geram dan kesal dan ia malah menghajar penjaga tersebut
"Kurang ajar kamu!!! " bukk.. Pukulan ke wajah penjaga itu hingga ia kesakitan namun tidak melawan Boy. Boy kembali ingin memukul penjaga itu namun Willy mencegahnya dan memegang boy dari belakang
"Cukup Bos, apa yang kamu lakukan? Dia hanya menjalankan tugasnya dan kamu tidak berhak menghajarnya" ucap Willy sambil memegang erat Boy
__ADS_1
Boy memberontak
"Lepaskan Will, dia berani menghadangku, aku akan memberi perhitungan padanya. Arghh lepaskan wil" ucap Boy dengan memaksa
"Sudahlah Bos ini rumah sakit. Bikin malu aja kamu Bos. Kamu dihadang oleh penjaga, itu tandanya Luna sangat dijaga oleh nyonya supaya bos tidak mengganggunya. Coba lah Bos berfikir jernih dan dewasa!! "
Mendengar perkataan willy Boy terlihat tenang. Dan Willy melepaskan pegangannya.
Boy bernapas dengan terengah engah karena emosi
"Pintar kau bicara padaku sekarang, kau pikir aku akan mengganggu Luna apa hah? Aku hanya ingin melihat keadaanya. Itu saja Will" ucap Boy dengan nada tinggi
Willy menepuk jidatnya "Bos kau ingat apa kata nyonya? Nyonya bilang kalau Luna tidak ingin bertemu denganmu. Kau tau itu Bos masih aja ngeyel dasar keras kepala!! " ucap Willy
"Diam kau Will, sekali lagi kau bilang begitu, ku hajar mukamu!! " ancam Boy
Namun Willy tidak takut dengan ancaman Boy
"Ckckck... Hajar lah bos, jika kau puas.. Tapi paling setelah itu kau benar benar tidak akan bertemu dengan Luna selamanya." ucap Willy dengan santai
"Arghh sial kau Will" Boy kesal dan mendorong Willy
****
Di perjalanan Lidya dan Rani berbincang bincang mengenai Luna. Rani ingin tau kejadian yang sebenarnya mengenai Luna dan ia tidak berhenti menangis karena memikirkan Luna serta masih berduka karena kepergian suaminya
Rani belum tau siapa sebenarnya Lidya itu, karena dirumahnya ia jarang menonton televisi. Dan bahwa Lidya itu adalah istri seorang pemilik perusahaan yang besar di negaranya. Dan Lidya sering tampil di televisi bersama Mirza suaminya.
Lidya mencoba menenangkan Rani yang sedang menangis "sabarlah rani, saya yakin kamu pasti kuat menghadapi ini semua" ucap Lidya sambil mengusap bahu Rani dengan lembut
Dan Rani hanya mengangguk
"Nyonya, apa yang sebenarnya terjadi pada Luna? "
Tanya Rani pada Lidya
__ADS_1
Namun Lidya ragu mengatakannya, sejenak ia terdiam.
"Sebelumnya saya minta maaf Rani, Luna sakit gara gara anak saya, dia yang membuat Luna seperti itu" ucap Lidya
Rani terperanjat
Kemudian Rani menatap ke arah Lidya "kenapa? Kenapa anak nyonya melukai Luna sampai Luna sakit seperti itu? Apa salah Luna? "
"Luna tidak bersalah apa apa, tapi anak saya yang tidak tau diri. Dia sungguh keterlaluan,, tapi saya janji akan bertanggung jawab dan anak saya akan saya hukum sampai dia berubah dan benar benar menyesali perbuatannya. dan tolong jangan laporkan anak saya pada polisi" ucap Lidya menjelaskan seraya memohon pada Rani
Rani berfikir dan ia mencoba mengerti dengan keadaan ini dan memaafkan anaknya Lidya
"Baiklah nyonya, saya tidak akan melaporkan anak nyonya ke polisi"
Lidya tersenyum ia merasa lega
"Terimakasih Rani"
Lidya tidak berani mengatakan pada Rani bahwa Luna telah amnesia, ia pikir nanti saja setelah sampai di rumah sakit
"Sama sama nyonya"ucap Rani dan membalas senyuman Lidya "kalau boleh saya tau, nama anak nyonya siapa? "
"Namanya Boy, dia anak pertamaku. Aku punya banyak anak Rani, anakku ada lima. Hehe" ucap Lidya
"Ohh.. Ah tidak apa nyonya, banyak anak banyak rezeki nyonya. Hehe"
"Kamu betul Rani,, hahaa". Ucap Lidya
Mereka terus berbincang dan menghibur satu sama lain, melupakan sejenak kesedihan.
Sampai beberapa jam Lidya merasa lapar, kemudian mereka berhenti di sebuah restauran untuk istirahat dan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Namun Rani nampak tidak napsu makan, ia hanya makan sedikit dan Lidya mengerti keadaannya.
Setelah selesai mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara di kediaman Lidya, anak anaknya sudah menunggu karena seharian Lidya pergi dari rumah dan belum pulang sampai waktu sudah sore,begitupun Boy dia sudah sampai dirumahnya setelah gagal menemui Luna di rumah sakit, ia memutuskan untuk pulang saja. Bianka terus merengek menanyakan ibunya. Kakak kakaknya mencoba menghiburnya dan menenangkannya. Bianka tidak pernah jauh dari ibunya, dan baru kali ini dia ditinggal lama oleh Lidya.
__ADS_1
Ibu kemana perginya, baru kali ini dia pergi sendiri lama sekali. Batin Boy
Ia ingin segera bertemu ibunya untuk memohon agar diijinkan menemui Luna.