Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Baikan


__ADS_3

Waktu tidur tiba, Boy tidur di sofa ruang kerjanya. Tapi dia tidak bisa memejamkan matanya, terus saja gulang guling di sofa sambil main ponsel. Mencoba menghubungi Luna. Tapi tak di angkat oleh Luna, padahal Luna online.


Sementara di kamar, Luna juga tidak bisa tidur dan malah berbalas pesan dengan mak Rani dan maya di group chat nya.


Sampai beberapa jam kemudian. Luna dan Boy masih melek, mereka tidak bisa tidur karena terpisah, biasanya setiap malam mereka tidur dengan berpelukan.


Akhirnya Luna mengalah, ia membawa selimut dan keluar kamar mencari Boy. Pertama ia mencari ke ruangan, kemudian ke kamar tamu. Tapi tidak ada suaminya itu. Luna mencari ke dapur hingga ke rumah belakang. Sampai Luna bertemu dengan beberapa penjaga yang tengah ngopi malam itu. Penjaga langsung berdiri dan menunduk hormat pada Luna


"Mm.. Pak, ada suamiku di sini?" tanya Luna pada penjaga itu


"Tidak nona, seharusnya kan sudah tidur dengan nona" ucap penjaga itu


"Oh.. Makasih pak" singkat Luna


"Iya nona".


"Aneh sekali, kenapa si nona mencari tuan Boy malam malam?" tanya penjaga itu pada temannya setelah Luna pergi dari sana.


"Entahlah"


Luna kembali lagi ke depan mencari Boy.


Sampai ia menuju ruang kerja Boy yang belum Luna masuki.


Luna membuka pintu dengan pelan. Ruangannya gelap.


Boy yang tersadar ada yang masuk, ia segera mematikan ponselnya dan pura pura tidur.


"Aa.." panggil Luna dengan pelan. Ia malu malu masuk ke dalam. Kemudian mencari tempat menyalakan lampu. Dan Luna menyalakan lampunya.Lalu membuka cadarnya. Terlihatlah Boy sedang meringkuk di sofa tanpa selimut. Boy tersenyum dalam hati setelah tau itu Luna yang masuk. Ia masih pura pura tidur.


Luna merasa kasihan dan ingin sekali memeluk Boy, kemudian ia diam diam membaringkan tubuhnya di samping Boy, dan menyelimuti dengan selimut. Kebetulan sofanya lebar dan bisa digunakan tempat tidur.


Luna memeluknya dari belakang. Seketika saja Boy memutar tubuhnya dan berhadapan pada Luna. Ia tersenyum lebar sambil memandang Luna, Luna membelalakan matanya.


"Hei. Aku pikir kamu sudah tidur" ucap Luna


"Aku tidak bis tidur sayang,, terima kasih kamu mau kesini.. Mmm apa kamu juga tidak bisa tidur?" tanya Boy sambil memeluk erat Luna


Luna mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


"Aku senang sekali kamu sudah tidak marah" ucap Boy dengan tidak berhenti tersenyum


"Hei aku masih marah.. Hanya saja aku ingin di peluk olehmu"


"Terserah,, yang penting aku akan memelukmu sepanjang malam ini".


Mereka tidak bicara lagi dan terlelap dengan tenang malam itu sambil berpelukan.


******


Pagi harinya...


Menjelang subuh Luna tersadar dari tidurnya, ia dapati dirinya sudah di kamar dengan tubuh yang ... titik titik. Kemudian duduk dan ia melirik ke arah Boy yang keluar dari kamar mandi, habis mandi.


"Pagi sayang.." sapa Boy sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk


"A, apa semalam aa melakukan itu?"


"Iya.."


Ucapnya dengan senyum senyum


Boy tertawa


"Kenapa sayang? Apa kamu tidak menikmatinya?"


"Apa? Mana ku tau, aku tidak ingat" ucap Luna.


Sebenarnya Boy tidak melakukan HB, hanya mencumbuinya.


"Apa? Jadi sekarang mau aku melakukannya lagi? Supaya kamu menikmatinya, Hmm?" tanya Boy sambil mendekatkan tubuhnya pada Luna.


"Mm...tidak tidak,, aku sudah puas.." ucapnya berbohong


" Sebentar lagi subuh.. Aku mau mandi"


Ucap Luna sambil mendorong Boy


"Ayolah,, kita lakukan lagi" goda Boy pada Luna sambil tersenyum genit. Luna membelalakan matanya

__ADS_1


Melihat Luna yang degdegan karena Boy mendekat ke tubuhnya, sampai detak jantungnya terdengar kencang oleh Boy. Boy tertawa


Kemudian boy hanya mencium perut Luna dari balik selimut, seolah mencium calon bayinya.


"Muah.. Selamat pagi anak ayah,, hei sudah semakin besar kamu nak" ucap Boy mengajak bicara janin itu sambil mengelusnya


Luna hanya terpaku disana.


"Mandilah sayang, kita sholat subuh bersama" ucap Boy pada Luna, kemudian ia berdiri dan tersenyum


"Kenapa diam saja?" tanya Boy.


"Aku baru ingat,,, aku kan lagi ngambek sama kamu" ucap Luna sambil memakai bajunya


"Udah dong sayang.. Kita baikan ya" pinta Boy


"Mmm... Ya udah oke" singkatnya,


Luna turun dari kasur, lalu Boy menahannya.


"Aku melihat kamu belum ikhlas baikannya" ucap Boy sambil menatap Luna. Kemudian ia memeluknya.


"Aku mau kamu seperti biasa, tolong maafkan aku, aku tidak bisa terus dicuekin sama kamu sayang" ucap Boy.


Luna merasa tenang jiwanya ketika dalam pelukan Boy. Dan akhirnya benar-benar luluh hatinya


"Aku maafkan kamu a, aku juga minta maaf sudah salah faham sama kamu, kamu tau.. Aku hanya manusia biasa, dan cemburu itu wajar kan?" ucap Luna


"Maafkan aku tidak bisa sikapi cemburuku" sambungnya


"Aku faham sayang..kamu tidak salah.."


"Aku sangat mencintaimu" ucap Boy


"Aku juga sangat mencintaimu" ucap Luna


Kemudian keduanya saling pandang dan tersenyum, tidak lupa kecupan hangat pagi itu di wajah Luna.


Cinta bukanlah sesuatu yang bisa diceritakan. Cinta adalah sesuatu yang tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Cinta adalah sesuatu yang bila telah menghujam ke dalam hati, maka ia akan mengutamakan yang dicintai di atas segalanya, tanpa memperdulikan kemuliaan dan kehormatan.

__ADS_1


Semoga Allah Subhanahu Wata'ala dengan kasih sayang-Nya dan melalui keberkahan kekasih-Nya, memberi kita rasa cinta kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Dengan demikian, semua ibadah akan terasa lezat, dan setiap kesusahan dalam menjalankan agama terasa nikmat bagi kita.


__ADS_2