
Kedekatan Boy dan Willy tidak bisa ditanyakan lagi, inilah foto beberapa tahun yang lalu ceritanya.. Hehehe
Foto ini diambil ketika Boy habis mengamuk karena willy ingin berhenti jadi sekretarisnya dan memilih menjadi dokter di salah satu rumah sakit, waktu itu pada saat Boy juga berpisah dengan Luna. Tiga tahun lalu. Pada akhirnya Willy mengalah dan tetap menjadi sekretaris pribadi Boy sampai sekarang.
Willy teringat poto ini, dia simpan di dalam dompetnya sampai sekarang. Usai melihat poto ini, Willy menyimpan kembali dompetnya ke saku.
Waktu itu Willy telah sampai di toko bunga milik Hana. Hana mempunyai sebuah toko bunga di dekat
sebuah pusat perbelanjaan.
Willy memarkirkan mobilnya di halaman toko. Ia mengatur nafasnya supaya tidak tegang bertemu dengan Hana. Willy melihat Hana dari mobilnya tengah menulis di sebuah buku kecil di mejanya. Sementara dua karyawannya tengah menata bunga di halaman.
Willy mulanya menelpon Hana. Ia ingin menanyakan apa Hana mau bertemu dengannya atau tidak.
Kemudian Hana mengangkat telponnya
"Hallo assalamualaikum" sapa Hana duluan dalam telpon tersebut, Hana mengangkat telponnya tanpa melihat siapa yang nelpon
"Ha, Hallo Hana.. Waalaikumsalam.."
"Eh.. Ini bang Willy ya,, ada apa bang?" tanya Hana
"Iya Hana.. "
"Aku mau ke tempatmu, Aku mau ketemu”
“Mau apa?" tanya Hana cuek
“Mau lihat bangunan bersejarah” ucap Willy
“Hah? Maksudnya?”
“Bangunan bersejarah”
“bangunan bersejarah apa? Disini tidak ada bangunan bersejarah bang will!"
“ada,,, candi tawamu... Hehehe.."
"Ck... Apaan sii" Hana hanya tersenyum simpul dibibirnya
Kemudian Hana menutup telponnya.
Willy melihat Hana nampak tidak suka, kemudian Willy turun dari mobil diam diam menghampiri Hana yang tengah kembali menulis
"Selamat siang" sapa Willy
"Siang,, ada yang bisa saya bantu?" tanya Hana sambil fokus ke bukunya.
"Saya mau beli bunga yang ada di hadapan saya" ucap Willy menggoda Hana
Kemudian Hana melihat ke arah Willy, betapa terkejut nya ia. Saking kejutnya buku dan pensilnya ia hamburkan
"Ashtaghfirullah..." ucapnya.
"Ya allah Hana ... Seperti melihat hantu saja" ucap Willy sambil membawakan kertas yang berhamburannya.
"Enggak... Aku pikir bang Willy tadi Hana becanda mau kesini" ucapnya sambil melotot ke willy karena kaget
"Iihh Hana,, aku gak pernah boong "
"Ya udah,, duduk bang".
Hana memberikan kursi untuk Willy
Kemudian Willy duduk disana.
"Ada apa bang willy?" tanya Hana langsung saja
"Hana lagi sibuk?"
"Tidak juga.."
"Mmm... Aku cuma mau ngobrol aja"
"Oohh..."
"O ya,, kenapa Hana waktu itu lari keluar, Waktu di rumah sakit?"
"Gapapa bang,, takut ganggu aja gitu.. Gimana hubungannya dengan Shafiyah bang?"
"Baik, baik saja.."
"Hana, apa kamu marah prihal kejadian waktu di rumah sakit? "
"Tidak,, kenapa Hana harus marah? Itu hak bang Willy, abang mau suka sama siapapun itu hak abang. Hana cukup tau diri kok" ucap berusaha tegar
Hana mengerti apa yang dimaksud Willy, yaitu prihal bang Willy mengangguk akan menikahi Shafiyah. Ketika Ustadz Hasan mengatakan bang Willy harus cepat menikahi Shafiyah.
"Maafkan aku Hana, aku sudah berjanji akan menikahimu kan"
"Iya, kalau gitu bang Willy mau pilih siapa?"
"Mm.. Aku tidak bisa memutuskannya Hana"
"Apa bang Willy menyukai Shafiyah?"
"I.. Iya,, aku juga mencintaimu Hana"
"Jadi? Apa bang Willy akan menikahi kami berdua? Mana ada bang, wanita yang mau berbagi suami? Hanya wanita berhati mulia yang rela berbagi suami dengan wanita lain" ungkap Hana
"Maaf Hana..apa Hana akan mundur?"
"Abang rela kalau Hana mundur, tapi satu hal yang harus Hana tau, abang mencintai Hana.
Hana menggeleng dan ia menangis sambil merunduk
"Lalu... Apa Hana mau menikah denganku?" tanya Willy
__ADS_1
"Iya bang.." jawabnya
"Kalau begitu.. Apa Hana akan rela jika aku juga menikahi Shafiyah?"
Hana menggeleng dan menangisnya semakin kencang.
"Maafkan aku Hana, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Shafiyah, kang Ustadz Hasan sudah sangat berharap abang menikahi Shafiyah"
Hana terus menangis, dan membuat Willy tidak tega melihatnya.
"Ah.. Sudahlah.. Lupakan itu. Ini usap air matamu Hana" Willy menyerahkan saputangan pada Hana. Hana mengambilnya dan memakainya.
"Sekarang kita tidak bahas itu dulu, mm yang penting abang sudah sampaikan isi hati abang, abang harap Hana mengerti, dan keputusan terserah pada Hana, Hana mau mundur atau menikah dengan bang Willy dan rela berbagi dengan Shasha.."
Hana mengangguk. Dia hanya bisa pasrah kedepannya seperti apa, hana mesti memikirkannya.
Dreeeedd... Kringkring.. Ponsel Willy berbunyi. Telpon dari ibu Ayu ia lihat.
Prakkk... Ponsel terjatuh ke bawah ketika Willy akan mengangkat telponnya.
"Yaah..." Willy kaget dan segera mengambilnya dan memeriksanya.
"Apa rusak bang?" tanya Hana
"Enggak Hana, masih nyala" ucap Willy sambil tersenyum
"Ouhh.. Syukurlah.."
"handphone ini tahan banting lho Hana, waktu itu saja handphone aku jatuh dari lantai 3"
"Terus gimana? apa tidak pecah?" tanya Hana penasaran
"Enggak, untung aku hidupin mode pesawatnya, jadi dia bisa terbang.. Hehehe"
"assalam.." Hana tertawa dan menggeleng
Percakapan lucu di atas diambil dari Brillio. Mode pesawat terbang biasanya digunakan saat kita akan menaiki pesawat agar sinyal yang ada di ponsel tidak menganggu jalannya pesawat. Sehingga kita masih bisa menggunakan sejumlah fitur yang ada di ponsel. Hmm tetapi enggak membuat handphone jadi bisa terbang juga yaa. Xixixixi
Kemudian Willy menghubungi ibu Ayu. Ibu ayu menanyakan keberadaan Willy, dan Willy mengatakan yang sebenarnya. Dah gitu aja.
"Aku tadi pas waktu jalan kesini di tilang lhoh Hana, sama polisi"
"Kenapa bang?"
"Karena menerobos lampu merah"
"Terus gimana?"
"Aku di hukum push up dua puluh kali.. Ah aku bisa teledor sekali.. Sampai tidak melihat lampu merah"
"Aku juga pernah ditilang lho, sama aku juga menerobos lampu merah " ucap Hana
"Oya? Lalu gimana?" tanya Willy
"Yaa aku bicara saja sama pak polisinya"
Begini ceritanya
Aku: “Berhenti”
Polisi: “Terus kenapa diterobos?”
Aku:“Ya, aku gak suka aja sama warna merah, terlalu ngejreng”
"Gitu jawabanku, akhirnya polisi meloloskanku dehh hehe..
"Haha.. Hana, Hana,, bisa saja kamu. Perempuan itu unik y, mereka memiliki sifat unik tentunya menjadi hal yang sering dibingungkan oleh setiap pria. Bahkan ada anggapan dari warga net bahwa apapun yang dilakukan perempuan itu adalah hal yang benar." ucap willy
" Kamu perempuan, merasa begitu juga enggak han?"
"Mmm.. Sepertinya memang iya. Haha"
Ucap hana seraya tertawa
ketika asyik mengobrol, Hana kedatangan Tomi, teman kuliahnya
"Hai Hana,, wih sapa nih?" tunjuknya pada willy, Tomi main nyelonong masuk dan bertanya
"Ini bang Willy Tom, ada apa?" ucap Hana.
"Oohh..
"hana, Lu kuliah jurusan apa?”
"Ekonomi” jawabnya singkat, ia nampak jengah pada Tomi, pasalnya Tomi menyebalkan sekali menurutnya.
“Kenapa ambil ekonomi?” tanya Tomi
“Biar bisa ngitung secara detail utang lu yang engggak pernah bayar ke gue!” tegasnya
Tomi Terdiam. Sementara Willy terkekeh mendengar ucapan Hana
"Ohohoo Hana.. Sorry deh... Ntar aku bayar kok"
"Tau akh.. Kamu mah, ntar ntar entar.. Apaan coba.. Buru bayar sekarang!"
"Niihh... Aku cuma punya lima ratus ribu" tomi menyerahkan uang itu.
"Udah gapapa.. Aku butuh modal ini.."
"Makasih ya,,"
"Iyooo.. " ucap Tomi, terlihat terpaksa menyerahkan uang itu.
"Udah sana pulang kalo gak ada urusan penting." usir Hana.
"Gue mau pinjem buku kuliah lo, sini"
"Ckk.. Makanya masuk kuliah biar gak ketinggalan mata pelajaran tom.!!" ucap Hana sambil menyerahkan bukunya
__ADS_1
"Iya iyaa..". Kemudian Tomi berlalu dari sana
"maaf ya bang.. Ada gangguan sedikit.." ucap Hana pada Willy. Kemudian ia mengambil ponselnya dan melihat lihat sesuatu di medsos
"Gapapa Hana.."
"Hana lagi liatin apa sih?" willy melihat Hana tengah menggeser geser berandanya.
"Aku lagi mencari gambar ikan hias, rencananya aku mau memelihara ikan hias di aquarium ku"
"Oohh.. Hana tau Ikan apa yang paling cantik..?"
"Ikan apa kak?" tanya Hana dengan seriu
"I..kan kamuu" ucap Willy menggoda Hana
"Aiihh.. Abang ini" Hana menggeleng seraya tersenyum
"Hana, kamu suka panda gak?"
"Mm.. I ya." ucap Hana
"Panda panda apa yang bikin seneng..?"
"Panda yang bikin seneng? Panda yang lucu?" tebak Hana
"Pandangin kamu terus setiap hari" ucap Willy.
"terimakasih bang Willy.. " ucap hana sambil merapatkan tangannya.
willy berhasil membuat hana baper ternyata. Kemudian hana kembali fokus pada ponselnya. Sementara Willy terus memandangnya.
"Hana,, Kamu tau gak apa bedanya jm 12:00 sama kamu?"
"Mm apa bang?
"Kalau jam 12:00 kesiangan , kalu kamu kesayangan"
"yang bener bang? Bukannya Shafiyah?" tanya Hana.
"Aku lagi sama kamu, gak mau bahas Shasha dulu" ucap Willy dengan senyumnya, ada rasa sayang Willy pada Hana, dia tidak mau membuat Hana cemburu karena dia bahas Shasha di depannya
Hana cuek.
"hana simpan dong ponselnya.." rengek Willy
"Iya bang.." Hana menyimpan ponselnya dan menatap Willy dengan senyuman
"gitu kan bagus.. " ucap willy
"hana,, coba tebak bis apa yang paling membahagiakan??" tanya Willy
"Mmm??" hana menggeleng
"Bissa nikah sama kamu.." ucap Willy
. deg... Jantung Hana dagdigdug seketika, dan ia terdiam.
"Kok diam Hana?. Aku serius lho"
"Aku tidak mau bahas itu dulu bang" ucap Hana
"Mmm.. Iya oke maaf.. "
Kemudian Willy mengambil bunga mawar hitam di dekat sana dan menciumnya.
"Hana.. Setan apa yang paling romantis?"
"Emang setan apa?" tanya Hana
"Setangkai bunga mawar kupersembahkan untukmu"
Ucap Willy sambil menyerahkan bunganya pada Hana.
"Yeeeyyy.. Ini kan bungaku" ucap Hana sambil menerima bunganya.
"Hehe.. Baiklah.. Aku akan membayarnya dan memberikan bunga itu untukmu. Berapa harganya "
"Lima puluh ribu bang"
"Hm.. Ini, aku bayar cash" Willy menyerahkan uangnya.
"Terimakasih bang" ucap Hana dengan senyum manisnya
Ya ampun hanaaa. Kamu manis sekali kalau tersenyum. Batin Willy
" hana.. Cecak-cecak apa yang bisa bikin aku mati??"
"Racun cecak?"
"cecak napas kalau lihat senyumanmu" ucap Willy dengan senyum genitnya
"Udah ah bang.. Bucin mulu ih..."
"Satu lagi deh.. " pinta Willy
"Tiang apa yang enak?'"
"Mana ada tiang yang enak baaang!"
"Ada.. Tiang-tiang mikirin kamu sambil minum es campur.... Hahaha"
"Aiiihh.. Bisa aja si bang... Kalau gitu ayo kita beli es campur.. Kebetulan aku lagi pengen es campur"
"Oke.. Ayoo.."
Serius jadinya mereka beli es campur..
__ADS_1
Dasar lelaki yaa.. Bisanya goda, modus dan gombalin perempuan kalo lagi dimabuk kasmaran.. Hmmm oke deh manusiawi kan..