
Waktuny tidur telah tiba, akhirnya mereka bisa beristirahat setelah mendapat kejutan yang tidak terduga dari Har. Hanya Mirza yang tidak bisa tidur, dia memikirkan persiapan untuk pernikahan Bayu.
Bastian juga harus pulang kembali ke indonesia karena harus menghadiri pernikahan Kakanya yaitu Bayu.
Boy dan Luna sudah berada di atas kasurnya, sebelumnya berganti baju tidur dulu.
Luna tengah duduk bersandar ke belakang tempat tidunya.
Dan tengah berbalas pesan dengan Maya. Membicarakan tentang liburnya kerja di toko karena akan ada pembangunan kembali toko tersebut.
Kemudian Boy memeluk pinggangnya Luna sambil iya berbaring di samping Luna.
"Sudah dong main hp nya" pinta Boy seraya tersenyum manis pada Luna
"Iya kak, ini sudah kok"
Luna menyimpan ponselnya dan melirik Boy yang tengah memeluknya
Kemudian Luna teringat kejadian tadi
"Lucu sekali ya om har tadi"
"Iya, dia kalau sudah nyaman sama orang, pasti hangat dan tidak sungkan sungkan. Tapi sebenarnya dia paling di takuti sama rekan bisnis yang lain, hanya beberapa orang saja yang bisa dekat dengan Om Har, termasuk ayah mirza tadi"
"Emm begitu ya, pantaslah ayah sama om Har itu sangat.. apa ya,, sangat dekatlah.. "
"Iya sayang, begitulah om Har, punyq dua sisi yang berbeda"
"Hmm,, iya.. O ya kak, apa kamu sudah ridho padaku hari ini? Tanya Luna
"Kenapa kamu selalu bertanya begitu setiap mau tidur? "
"Aku takut kak Boy tidak ridho sepanjang hari ini sama Luna, Luna gak mau tidur kalau kak Boy gak ridho sama Luna"
Boy berfikir
"Mm,, aku belum ridho" ucapnya dengan tersenyum
"Apa? Jadi apa yang harus Luna lakukan supaya kak Boy ridho"
"Aku mau tubuhmu setiap malam, kamu mau kan? Kita lakukan itu setiap malam"
"Mm apa? Melakukan itu? " Luna ragu ragu
kemudian Boy menarik Luna supaya berbaring di sampingnya. Dan tangan Boy menjadi bantal buat Luna
"Iya sayang, aku mau kamu mengandung anakku segera" ucapnya sambil curi curi mencium Luna dan tangan kanannya melingkar di tubuh Luna
"Apa? Hamil? " Luna bertanya tanya dan ia tersenyum
__ADS_1
"Jadi kak Boy mau luna hamil anak kak Boy? "
Dan Boy mengangguk
"Luna gak bisa bayangin gimana nantinya jadi ibu. Hehehe" ucapnya malu malu
"Luna mau kan? "
Luna memandang Boy dengan senyumnya ia berikan
Kemudian ia mengangguk.
Betapa senangnya Boy rasanya.
"Ayo kita mulai"
Boy mulai menindih tubuh Luna.
"Tunggu, aku mau kau merayuku dulu" pinta Luna dengan senyum genitnya
"Mm ternyata kau mulai suka dengan rayuanku ya hm? "
"Baiklah"
Kemudian Boy bergombal pada Luna, Boy mengucapkannya dengan segenap hatinya.
"Dengarkan aku,,"
"Kok bisa kak Boy? " tanya Luna senyum senyum
"Iya,, Awalnya kecil, didiemin, tau-tau gede sendiri.”
"Aaa kamu bisa aja"
“Dalam pikiran orang bijak ada ide, solusi, serta alasan. Dalam pikiran para ahli ada formula kimia, teori, dan juga rumus. Tapi di dalam pikiranku, cuma ada kamu.”
"Asikk.. Hehehe". Luna mulai ketawa ketawa mendengarnya.
"Sekarang giliranmu" pinta Boy.
Ia tidak turun dari atas tubuh Luna. Dan Luna melingkarkan tangannya di pundak Boy
“mm baiklah. Orang-orang bilang kamu hanya jatuh cinta sekali, tapi itu tidak benar. Setiap kali melihatmu, aku selalu jatuh cinta.”
Kata kata Luna mengobrak abrik jantung Boy dan ia mencium Luna seketika.
Luna hanya terkekeh dibuatnya
Kemudian Boy membalasnya “Kamu tau nggak? Kamu selalu bersinar lebih terang dari bulan di malam paling terang, dan kamu lebih bersinar dibanding matahari di hari yang tidak berawan.”
__ADS_1
"Waaw,, aku terharu. Hahaha"
. “Di dunia ini, cuma ada 3 hal yang tidak bisa kuhitung, jumlah bintang di langit, pasir di bumi, dan cintaku ke kamu.” ucap Luna
Boy hanyut dalam rayuan Luna
“Kalau kamu Bumi, maka aku atmosfirnya. Jadi, setiap saat aku bisa melindungimu dari sakitnya serangan meteor dan komet.” balas Boy
"Aaa so sweett"
Luna tidak berhenti tersenyum lebar dan membuat pipinya merah merona
“Sudah aku tulis namamu di langit, angin meniupnya. Sudah aku tulis namamu di laut, badai membawanya. Lalu, aku coba menuliskan namamu di hatiku, cinta menahannya.” balas Luna.
Boy sejenak terdiam dan meresapi kata kata Luna
"Apa kamu mengatakannya dengan tulus Luna?" tanya Boy
"Apa kamu berharap begitu? " tanya Luna balik
Dan Boy mengangguk
Luna tersenyum "mm,, cukup aku dan tuhan yang tau. Hehe" ucapnya
"Luna ayo dong," boy memohon
"Suatu saat nanti kak boy akan tau"
"Hmm" Boy membenamkan wajahnya di dada Luna.
Jantung Luna berdetak sangat kencang, sampai Boy merasakannya.
"Kak Boy tubuhmu berat sekali" ucap Luna ia mencoba mendorong Boy, namun tidak kuat tenaganya.
KemudianBoy sedikit mengangkat tubuhnya
"Kenapa? Kau tidak suka aku peluk dari atas? Aku tidak mau turun dari sini, ayo cepat kita mulai"
Tanpa meminta persetujuan dari Luna. Boy mulai menjamahi tubuh Luna.. Aksi Boy malah membuat Luna ketawa ketawa dibuatnya.
"Hahaha.. Kak Boy,, kenapa kamu selalu menciumiku seperti itu, aku geli tau. Hahaha" ucapnya.
Namun Boy tidak peduli dan terus melakukan aksinya. Luna hanya bisa pasrah dan lama kelamaan akhirnya hanyut dalam sentuhan Boy.
Beberapa saat Kemudian Boy sukses melakukannya.
Dan ia berbaring di samping Luna. Boy melihat Luna sudah tidak berdaya dan memejamkan mata
"Terima kasih istriku, kau luar biasa, cupp" ucap Boy setiap kali selesai HB dan kecupan di pipi Luna
__ADS_1
Luna tersenyum dan akhirnya mereka tertidur setelah puas.
Bersambung