Cinta Sesudah Menikah

Cinta Sesudah Menikah
Pagi hari


__ADS_3

Tiba saatnya untuk pengantin baru melakukan malam pertamanya. Setelah lelah dengan pesta pernikahan seharian sampai tengah malam.


Bayu dan Zahwa sudah ada di kamarnya yaitu di lantai ke tujuh belas hotel tersebut. Ruangan khusus milik Zahwa. Sebelumnya Zahwa dan Bayu menemui Syifa asistennya itu.


"Syifa" sapa Zahwa ketika ia menghampiri Syifa di lantai paling atas.


"Nona, sudah selesai acaranya? " tanya Syifa dengan sifatnya yang dingin


"Sudah, kamu sedang apa di sini? "


"Sedang latihan nona, selamat atas pernikahannya nona" ucap Syifa


"Terima kasih Syifa, besok kita pulang ke kediamanku, kamu siapkan barang bawaanku ya" titah Zahwa


"Baik nona" ucapnya.


"Saya istirahat dulu, kau juga oke"


Syifa mengangguk


"Selamat malam nona"


"Selamat malam".


Kemudian Bayu dan Zahwa kembali ke lantai 17 ke ruangannya.


Bayu dan Zahwa mandi dulu setelah itu mereka merebahkan tubuhnya di kasurnya.


"Zaa" sapa Bayu ketika Zahwa sudah mulai memejamkan mata karena mengantuk.


"Hmm aku ngantuk berat sayang" ucapnya.


"Aku boleh peluk ya"


"Boleh dong, aku juga mau di peluk sama kamu. Hehe".


Kemudian Bayu memeluk Zahwa dan mereka tertidur saling berpelukan, mereka belum melakukan ke yang lebih intim lagi karena ngantuk berat melanda mereka malam itu.


Malam itu juga keluarga Mirza menginap di hotel begitu juga Boy dan Luna. Keesokan paginya Har mengajak keluarga barunya itu untuk datang ke kediamannya. Dengan agak memaksa Har mengajak Mirza karena Mirza tidak bisa ikut tadinya karena ia harus ke turki memeriksa kantornya. Namun karena Har memaksa akhirnya Mirza bersedia untuk satu hari saja. Mereka pergi ke kediaman Har bersama.


******


Satu minggu telah berlalu. Boy kembali ke aktivitasnya. Mirza Dan Bastian sudah kembali ke turki sejak beberapa hari kebelakang. Bayu dan Zahwa sudah menempati kediamannya yang berada di ibu kota. Namun sepertinya Bayu dan Zahwa akan sering LDRan, karena Zahwa harus menyelesaikan kuliahnya di turki. Sementara Bayu di indonesia mengurus usaha kulinernya.


Pagi hari kali ini Luna bangun lebih awal, waktu menunjukan pukul dua dini hari. Ntah kenapa ia tiba tiba saja tersadar walau dalam pelukan Boy, biasanya ia nyenyak sekali. Ia melirik Boy di sampingnya masih tidur terlelap. Dengan pelan Luna melepas tangan Boy yang melingkar di tubuhnya. Kemudian Luna pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat malam saat itu. Sampai beberapa rakaat Luna selesai melaksanakan sholatnya. Disambung berdoa, tidak lupa Luna mendoakan alm. Kedua orang tuanya. Keluarganya juga suaminya. Tidak tahan lagi air mata Luna tumpah saat mencurahkan isi hatinya kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Ia merasa sangat rindu pada ayah dan mamah kandungnya. Hingga beberapa saat kemudian Luna terus menangis sampai matanya sembab dan merah. Selepas mengucap Aamiin Luna menyambungnya dengan membaca Qur'an beberapa ayat. Sampai akhirnya kantuk kembali melanda, ia tertidur di atas sejadah tidak butuh waktu lama ia terlelap kembali.


Satu jam berlalu, Boy tersadar dari tidurnya. Ia tidak mendapati Luna dalam pelukannya. Lalu ia melihat jam dinding sudah menunjukan pukul empat pagi.

__ADS_1


Oh mungkin Luna di kamar mandi. Batinnya. Ia mengucek ngucek matanya dan duduk di tempat tidur, kemudian ia melihat Luna di bawah tertidur di atas sejadah. Ia segera menghampiri Luna dan melihanya.


"Ya Allah, Luna,,, kamu kok tidur di sini" ucapnya sambil menyingkapkan mukena yang menutupi wajahnya. Boy melihat mata Luna tampak sembab lalu ia membangunkannya.


"Luna sayang,, bangun.. Bangun.." ucap Boy sambil mengguncang bahu Luna dengan lembut.


"Ashtaghfirullah,, apa aku kesiangan kak Boy? "


Seketika Luna bangun dan langsung Duduk disana


Boy tersenyum "tidak sayang, lhoh matamu kenapa sembab hm? Apa karena kak Boy? Kak Boy melakukan kesalahan? Katakan Luna" Boy terlihat kuatir dan langsung memegang kedua pipi Luna.


"Tidak kak Boy, kak Boy gak salah apa apa. Aku tadi habis curhat sama Allah.. Hehe"


"Ya ampun, kirain karena kak Boy. Terus kenapa tidur di sejadah? Kenapa tidak di kasur, lihat tuh pipimu ada bekas guratan sejadah. Sakit tidak pipinya?


"Kak Boy ini gak sakit, kak Boy tau tidak kalau Rasulullah saja tidurnya beralaskan tikar tanpa di lapisi apapun, tikar tersebut terbuat dari kulit yang berisi serabut kurma, ketika beliau bangun tikar tersebut menyebabkan ada guratan di badannya. orang semulia ia memilih tidur di atas tikar, kita sebagai umatnya harus meneladani sifat rosulallah.


Tapi lihatlah keadaan kita sekarang, betapa Allah subhaanahu wata'ala telah memberiian kelapangan kepada kita, kasur kita empuk dan nyaman. Namun kadang kita masih kurang bersyukur dan banyak mengeluh. " jelas Luna dengan tersenyum pada Boy.


"maa syaa Allah sayang, kamu benar. Mm kenapa Rasulullah tidur di atas tikar saja?" Boy ingin mendengarkan lebih jelasnya pada Luna, ia duduk bersila di depan Luna dengan tersenyum


,"pernah suatu ketika sayyidatina hafshah melipat tikar tersebut menjadi empat lipatan agar menjadi empuk untuk di tiduri Rasulullah, keesokan paginya baginda nabi sallallahu 'alaihi wasalam bertanya, "apa yang telah kamu hamparkan untukku tadi malam? ", jawab hafshah "kain yang sama, tetapi aku melipatnya menjadi empat lipatan." beliau menyahut "lipatlah seperti dulu. Kenyamanan seperti tadi malam, menghalangiku bangun tahajjud.".. Begitulah kurang lebih kisahnya, kenyamanan di tempat tidur membuat kita enggan untuk melaksanakan sholat tahajjud. Benar kan? "


Boy terkagum kagum dengan penjelasan Luna. Sepertinya ia baru kenal siapa Luna, wanita sholeha dan pintar. Terima kasih Allah, kau berikan istri yang sholeha untukku. Batinya. Ia terus memandangi Luna.


"Eh iya, kenapa? Hehe, kak Boy cuma kagum saja sama kamu, hm sepertinya kak Boy harus banyak belajar dari istriku yang sholeha ini" ucapnya sambil memegang kedua tangan Luna.


"Hh hm,, kita bangun rumah tangga kita dengan menghidupkan sunnah Rasulullah di setiap aktifitas kita, oke? "


"Baiklah,, ajari kak Boy setiap hari ya"


"Siap"


"O ya siapa yang mengajarimu ilmu agama? Kak Boy ingin memberinya hadiah"


"Guru agamaku kak Boy, dia berasal dari kampungku di pandeglang, dulu kan aku mesantren sambil sekolah di sana. Alhamdulillah aku bersyukur sekali mendapat ilmu dari Ustadz Hasan. Dia Ustadz termuda yang sholeh, hafal Al'Qur'An dan semua hadist. Aku juga kagum padanya". Jelas Luna dengan senyuman dan membayangkan Ustadz tersebut. Luna tidak sadar jika ucapannya membuat Boy cemburu hatinya bergejolak dan raut wajahnya masam.


.apaan maksudnya memuji orang itu di depanku?. Batin Boy


Luna melanjutkan lagi, "santri santri di sana juga terbiasa tidur di atas tikar, begitupun aku dan benar saja aku selalu terjaga bila tidur di atas tikar dan bangun malam untuk sholat tahajud. Kehidupanku dulu tidak seperti sekarang, sekarang sangat berkecukupan. Tapi dulu juga aku berkecukupan kok dan sangat menikmatinya. Aku bersyukur sekali kepada Allah, karena bertemu dengan ibu Lidya, dia sangat baik padaku dia berikan semua padaku. Dan ternyata dia ingin aku menikah denganmu.. Hehee" Luna tertawa kecil mengingat beberapa tahun ke belakang.


"Kamu tau gak kak Boy, aku nyaris saja lho menerima lamaran Ustadz Hasan " jelasnya kembali.


Kemudian Luna melihat ekspresi Boy yang seperti ingin marah dengan raut wajah masam. Benar saja Boy marah mendengar ucapan Luna.


", kak Boy? Luna salah ya? " tanya Luna, ia tidak mengerti dan Boy memalingkan wajahnya juga melepas gengaman tangannya dari luna.

__ADS_1


Luna meraih lagi tangannya namun Boy mengibaskannya.


"Kak Boy kenapa sih? Gak seru ya cerita Luna? Oke Luna minta maaf deh, Luna gak akan cerita lagi" ucapnya dengan cemberut.


Boy melihat Luna sekilas lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Boy meninggalkan Luna dan mencuekannya.


Luna jadi merasa tidak enak. Dia melepas mukena nya dan menunggu Boy di ambang pintu kamar mandi. Sebelumnya ia menyiapkan baju untuk Boy pakai.


Beberapa menit kemudian Boy keluar dan ia melihat Luna di hadapannya, tapi Boy tidak menyapanya. Ia memakai baju dan sudah rapih sekarang.


"Kak Boy bicara dong sama Luna" Luna cemberut, dan menghalangi Boy yang hendak keluar dari kamar karena sebentar lagi adzan subuh dan ia harus mengimami sholat di mushola rumahnya.


Tapi Boy memalingkan wajahnya yang terlihat masam.


Luna menangis dengan sikap Boy. Ia bersimpuh di kaki Boy


"Kak Boy tolong ampuni Luna, sholat Luna gak akan diterima oleh Allah kalau suamiku murka sama aku.. Maafin Luna kak Boy.. Huu huu"" luna menangis.


Boy menjadi tidak tega melihatnya.


"Bangunlah" ucap Boy tapi masih masam ekspresinya


"Tidak, Luna tidak mau bangun kalau kak Boy masih marah" ucapnya dengan lirih.


Kemudian Boy menarik nafas panjang dan ia tersadar kalau sikapnya sudah berlebihan dan terlalu cemburu.


Ia mencoba positif tinggi pada Luna.


"Bangunlah sayang" Boy meraih bahunya Luna , mereka berhadapan dan Boy tersenyum padanya. Luna sudah berlinang air mata.


"Maafin kak Boy ya, Boy cemburu pas tadi kamu puji Ustadz itu, dan kamu bilang tadi apa? Kamu nyaris menerima lamarannya? Hmm beruntung sekali kak Boy yang memiliki kamu akhirnya. Hehe"/ucap Boy sambil memeluk Luna.


"Luna minta maaf, jadi kak Boy cemburu, percayalah suamiku, aku tidak ada perasaan apa apa sama dia. Aku hanya sekedar kagum saja tapi itu dulu, sekarang aku hanya mengagumi suamiku" jelasnya. Ia membalas pelukan Boy dan tersenyum


Boy nampak senang hatinya.


"Terima kasih sayang. Kau harus banyak cerita padaku, aku ingin tau dari ilmu yang kamu dapat selama mesantren, dan masa lalumu. Istriku sholeha" ucap Boy dan ia melepas pelukannya. Luna sudah tersenyum dan Boy juga.


"Baiklah suamiku, aku akan banyak cerita mulai hari ini, apa sekarang kamu sudah ridho kepadaku? "


"Tentu saja, aku selalu ridho padamu"


"Kalau begitu mari kita sholat subuh berjamaah dulu" ajak Luna. Di luar adzan sudah terdengar berkumandang.


"Ayo, kamu siap siap ya, kak Boy duluan"


"Baik"

__ADS_1


Boy tersenyum dan pergi dari kamar, Luna membawa dulu mukenanya dan langsung menuju mushola di rumahnya itu. Mereka sholat berjamaah pagi itu.


__ADS_2